
"Oppa,"
Keanu yang sedang sibuk memakai dasinya menolehkan kepalanya. Mengalihkan atensinya yang tengah berkonsentrasi pada pantulan dirinya di depan cermin. Ia tengah mengenakan dasi dan terlihat jelas jika pria itu sangat kesulitan.
"Astaga, ternyata seorang pria yang jenius selalu bermasalah saat mengenakan dasi." ucap wanita berambut coklat terang itu yang sudah mengambil alih kegiatan Keanu. Ellena terkekeh geli melihat wajah murung suaminya karena cibiran nya.
Keanu memalingkan wajahnya karena malu. Dirinya adalah tuan muda dalam keluarga Xi, tidak pernah ada yang meragukan kejeniusan Keanu, tidak ada yang tidak bisa seorang Keanu lakukan dengan benar.
Tapi sejak kecil, Xi Keanu memang tidak pandai mengenakan dasi dengan benar. Dan itu adalah satu-satunya kelemahan yang Keanu miliki.
"Jangan meledekku, Ellena Xi." Protes Keanu dan lagi-lagi membuat Ellena terkekeh.
"Baiklah-baiklah, aku minta maaf, oke!!"
Keanu mendengus sebal. Sedangkan Ellena sedikit tertawa melihat ekspresi suaminya. Kedua tangannya bergerak dengan terampil memasangkan dasi dan saat selesai ia merapikan dasi beserta kemeja yang suaminya kenakan. Tak lupa ia mengancingkan jas hitam yang membalut sempurna tubuh Keanu, sempurna.
"Selesai." seru Ellena setelah memastikan penampilan suaminya sudah sempurna tanpa ada sedikit pun yang kurang. Ya meski ia tau suaminya selalu sempurna. "Presdir Xi sudah terlihat tampan dengan dasi yang terpasang dengan rapih, dan siap untuk bertemu para clien."
"Hn. Aku memang selalu tampan, Ellena." saut Keanu yang memandang wajah Ellena di iringi seringai khas miliknya.
Dan detik berikutnya ia sudah melahap bibir tipis milik Ellena yang selalu membuatnya tergoda. Dan ia selalu ingin melakukannya dengan sang wanita lagi dan lagi, Keanu tak pernah bosan untuk menikmati bibir itu. Bibir Ellena sudah menjadi candu untuknya.
"Emmp~"
Bahkan gumaman Ellena saja teredam oleh pagutan bibir Keanu yang semakin dalam. Bukan ciuman panas yang bergairah, hanya lum@tan-lum@tam kecil yang syarat akan kehangatan dan cinta yang tulus.
Lum@tan-lum@tan yang Keanu lakukan sesuai perasaannya, bukan logikanya. Lum@tan-lum@tan yang membuatnya semakin hanyut dalam sejuta cinta yang Ellena berikan untuknya.
Lum@tan-lum@tan yang Keanu berikan sebagai tanda bahwa wanita ini adalah miliknya, dan tidak boleh ada satupun yang boleh memilikinya selain dirinya -Xi Keanu.
Suara decakan terdengar seiring pagutan sepasang suami-istri itu yang terlepas. Keanu menatap kedua manik Hazel Ellena yang selalu bisa menyejukkan hatinya. Ibu jarinya mengusap lembut pipi istrinya dengan lembut.
Ia suka, bahkan sangat menyukai semua yang ada di wajah Ellena. Entah bagaimana, tapi istrinya ini selalu cantik sepenglihatan matanya meskipun ada garis kelelahan di wajahnya dan sembab di kedua matanya.
"Aku mencintaimu."
Keanu tersenyum tipis. Ia bukanlah manusia yang mudah menunjukkan ekspresinya. Ia tidak akan sudi menunjukkan ekspresinya pada orang lain selain kepada mendiang ibunya. Tapi entah bagaimana, dengan Ellena ia selalu bisa menunjukkan ekspresinya, ia sering tersenyum untuk wanita itu.
__ADS_1
"Hn."
CUP
Satu kecupan dari Keanu, mendarat di kening Ellena, bibir itu menempel lama di sana. "Kita sarapan sekarang, aku lapar." Ucap Keanu yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena. Keduanya berjalan beriringan menuju meja makan yang berada di lantai satu.
Keanu merangkul bahu Ellena, bahkan mereka tak merasa canggung meskipun menjadi pusat perhatian. Ellena dan Keanu memang selalu mesra dimana pun mereka berada.
Dan mereka selalu saja menunjukkan kemesraannya di depan semua orang, Keanu ingin semua orang tau jika Ellena adalah miliknya dan begitu pula sebaliknya.
-
Tokk... Tokk... Tokk...
"Presdir, ada Nona Ma dan beliau ingin bertemu dengan Anda,"
"Persilahkan dia masuk,"
"Baik, Presdir."
"Turun dari mejaku dan duduklah di tempat seharusnya, Ma Yuri!!"
"Kenapa, Key? Kenapa kau harus marah? Bukankah kau selalu santai saat wanita itu melakukannya? Kau bahkan tidak menegurnya apalagi memarahinya. Bukankah dia juga sudah bersikap tidak sopan?!"
"Tentu saja dia tidak akan menegurku, karena aku adalah istrinya!!!" Sahut seseorang dari arah belakang.
Sontak saja Yuri menoleh ke belakang dan dia terkejut melihat siapa yang datang. Tapi ekspresi berbeda justru di tunjukkan oleh Keanu. Keanu tidak terkejut karena Ellena datang bersamanya.
"Oppa, kau fokus saja pada pekerjaanmu, dan wanita ini, serahkan dia padaku!!"
"Mau apa kau?!"
"Mau apa aku? Kau tanya aku mau apa? Tidak mau apa-apa, hanya memberikan sedikit pelajaran bagi seorang pelakor, itu saja." Jawab Ellena dengan seringai yang tercetak di wajah cantiknya.
"Kau sebut aku apa?!"
"Pelakor?!"
__ADS_1
"Hu'um, lalu sebutan yang pantas untuk wanita sepertimu apa kalau bukan pelakor?!"
"Kau!!!"
"Ingin bersaing denganku? Ma Yuri, aku tidak tau jika wanita berpendidikan sepertimu ternyata tak tau malu juga ya, bagaimana bisa kau bersikap begitu murahan seperti ini?! Apakah pria di dunia ini sudah tidak ada lagi, sampai-sampai kau menggoda suami orang? Memalukan!!"
Plakk...
Ellena menahan tangan Yuri dan balik menamparnya. Saking kerasnya tamparan Ellena sampai membuat wajah Yuri menoleh ke samping, muncul ruam merah bekas gambaran tangan Ellena.
"Kau, berani sekali kau!!!"
"CUKUP, MA YURI!!!" bentak Keanu penuh emosi. Keanu menahan tangan Yuri yang hendak menampar Ellena. Dengan kasar Keanu menarik Yuri keluar dari ruangannya.
Brugh...
Tubuh Yuri terhempas di lantai. Wanita itu berteriak dan memaki dua orang di dalam sana. Bahkan Yuri tak peduli meskipun dirinya kini menjadi pusat perhatian. Semua karyawan Keanu tengah memperhatikannya.
"Aaarrkkhhh, sialan kalian semua. Apa yang kalian lihat, hah?!" Bentaknya penuh emosi.
Orang-orang itu menertawakan Ma Yuri dan menganggap wanita itu sebagai perempuan sinting. Mereka tidak tau dari mana datangnya benalu seperti Yuri, mereka sangat tidak senang saat melihat wanita itu merayu Keanu.
"Xi Keanu, Xi Ellena, lihat dan tunggu saja. Aku pasti akan membalas kalian berdua!!!"
.
"Minum dulu." Keanu memberikan segelas air putih pada Ellena.
Terlihat jelas jika Ellena terbakar emosi karena ulah wanita itu. Ellena tidak tau bagaimana Yuri bisa mengenal Keanu, kemudian berubah menjadi ulat bulu. Dengan emosi sampai ubun-ubun, Ellena membanting gelas ditangannya hingga hancur dan menjadi kepingan-kepingan kecil.
"Wanita tak tau malu itu sebenarnya datang dari planet mana sih? Menyebalkan, rasanya aku ingin menggantungnya hidup-hidup. Apa belum cukup aku menggunduli rambutnya beberapa bulan lalu. Aku kesal, Oppa. Sangat-sangat kesal!!!"
Keanu mendengus geli. Dimatanya Ellena begitu menggemaskan. Terlebih ketika dia mempoutkan bibirnya seperti itu. Dan rasanya Keanu ingin melahap bibir itu sampai habis.
-
Bersambung.
__ADS_1