SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Ekstra Bab (Aku Minta Maaf)


__ADS_3

"Berapa lama kau akan pergi?"


Ellena menatap Keanu yang sedang mengepak pakaiannya dengan pandangan sendu. Ia harus berpisah dengan suaminya itu karena Keanu harus pergi ke luar kota selama beberapa hari. Ellena ingin ikut, tapi suaminya pergi bukan untuk bermain-main, melainkan untuk pekerjaan.


Keanu yang telah selesai kemudian mengangkat wajahnya dan menatap Ellena yang juga menatapnya. "Sekitar satu Minggu, aku harap selama beberapa hari ini kau baik-baik di rumah. Jangan begadang sampai larut malam, apalagi memakan makanan cepat saji. Itu tidak baik untuk kesehatanmu!!!"


Ellena mengangguk. "Iya aku tau, tidak perlu diingatkan lagi. Lagipula aku bukan lagi anak kecil yang harus selalu diingatkan setiap detik menitnya?!"


"Meskipun kau bukan anak kecil lagi, tapi tingkah mu terkadang seperti bocah. Dan itu yang membuatku selalu cemas ketika jauh darimu!!"


Ellena mendengus berat. "Kenapa kau bersikap seolah-olah aku ini adalah seorang istri yang sulit di atur?! Oh ayolah, Oppa. Jangan berlebihan seperti ini, tapi baiklah aku akan menurut pada apa yang kau katakan. Aku tidak akan bandel apalagi membuatmu cemas. Sekarang kau puas?!"


Kemudian Keanu membawa Ellena ke dalam pelukannya. "Aku pasti akan sangat merindukanmu, jangan lupa untuk selalu menghubungiku jika kau merindukanku!!"


"Tanpa kau minta pun, tentu aku pasti akan melakukannya, suamiku!!"


Keanu mengangkat dagu Ellena kemudian mencium singkat bibirnya. "Aku harus berangkat sekarang. Baik-baik di rumah selama aku tidak ada." Ucap Keanu yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena.


"Tentu Oppa,"


-


Hampir satu Minggu Keanu pergi, dan selama itu tak banyak hal yang Ellena lakukan. Wanita itu selalu merasa bosan dan kesepian selama suaminya tak ada. Karena semenjak kepergian Keanu satu Minggu yang lalu, tak ada kehangatan yang hampir setiap malam selalu melingkupi tubuhnya.


Wanita itu menyibak selimutnya dan segera turun dari tempat tidurnya. Hampir tengah malam dan dia merasa lapar, mungkin membuat Ramen tidak ada salahnya, pikir Ellena.


Cklek...


Kriettt...


Ellena terlonjak kaget. Baru saja dia hendak pergi ke dapur, tapi suara mencurigakan dari arah pintu membuatnya terkejut. Dengan ragu-ragu Ellena pergi menuju pintu untuk melihat apakah ada orang yang datang atau tidak.


Jlederrr...


Wanita itu kembali terlonjak. Kali ini karena suara petir yang menggelegar di luar sana. Ya, saat ini sedang hujan lebat disertai angin dan petir.

__ADS_1


Keadaan rumah yang gelap membuat Ellena sedikit kesulitan, semua penerangan telah dimatikan mengingat jika ini hampir tengah malam. Kedua matanya membelalak melihat ada siluet pria yang memasuki rumahnya.


Cemas jika yang datang adalah perampok. Ellena pun segera mengambil besi panjang yang ada di samping pintu dapur. Ellena menghampiri orang tersebut dan memukulnya tanpa ampun.


Tidak hanya memukul dengan besi itu. Ellena juga menonjol dan menendang pria itu tersebut. Yang dia duga sebagai perampok.


"Dasar penjahat sialan, berani sekali kau datang kemari malam-malam begini, apa kau sudah bosan hidup hah?!"


"YAKK!!! ELLENA, APA YANG KAU LAKUKAN?! HENTIKAN, KAU INGIN MEMBUNUHKU?!"


Deggg...


"Suara itu?"


Ellena tersentak kaget mendengar suara yang begitu familiar tersebut. Buru-buru dia menghidupkan listriknya dan matanya membulat sempurna melihat siapa yang ada di hadapannya.


"OPPA?!"


.


Ellena benar-benar membuat suaminya sendiri babak belur. "Bukan salahku sepenuhnya. Kau sendiri yang masuk secara diam-diam. Seharusnya kau memanggilku atau menyalahkan listriknya. Jika begini aku kan jadi salah paham." Ellena menunduk, penyesalan terlihat pada sepasang Hazel nya.


"Sudahlah, tidak perlu dibahas lagi. Toh semua sudah terjadi. Kau tadi ingin membuat Ramen bukan?" Ellena mengangguk. "Kalau begitu buatkan juga untukku. Aku juga lapar."


Ellena mengangguk. Kemudian dia bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Sesekali Keanu menyentuh perban yang membalut pipinya dan membebat keningnya, mimik mukanya menunjukkan jika dia kesakitan.


Jika saja yang melakukan bukan Ellena tapi orang lain. Pasti Keanu sudah langsung menghabisinya. Tapi yang melakukannya adalah Ellena dan Keanu tidak bisa berbuat apa-apa untuk membalasnya.


.


Usai menyantap ramen nya. Keanu dan Ellena pergi ke kamar mereka dan lanjut mengobrol di sana. Keanu menjelaskan kenapa dia pulang sampai larut malam dan tidak mengabarinya.


"Mobilku mengalami masalah mesin dan saat ini ada di bengkel. Ponselku ketinggalan di mobil dan aku pulang dengan menggunakan taksi, bagaimana? Apakah sekarang sudah jelas Nyonya Xi?"


Ellena mengangguk. "Untung saja aku tidak membuatmu sampai terluka parah, seperti membuatmu patah kaki atau geger otak dan koma selama berbulan-bulan." Ellena meletakkan jari manisnya di bibir.

__ADS_1


Sedangkan Keanu menatap Ellena tak percaya."Apa kau bilang? Membuatku seperti ini kau bilang untung? Apa kau tidak sadar dengan apa yang sudah kau lakukan tadi? Kau membuat pelipis ku robek dan tulang pipiku memar, kau benar-benar keterlaluan, Ell!!!"


"Ke...Kenapa kau malah menyalahkan ku?! Salahmu sendiri yang datang seperti maling, jika tadi berteriak dan memanggil namaku, pasti hal naas seperti ini tidak akan terjadi!!!"


"Lalu kau menyalahkan ku begitu?! Terserahlah, kepalaku pusing, aku mau tidur!!!"


Dan Ellena hanya bisa menatap kepergian Keanu dengan tak percaya. Apa suaminya itu sedang marah padanya? Dan inilah momen paling dia benci dalam hidupnya, momen dimana penyakit menyebalkan suaminya sedang kambuh.


-


Cicit suara burung yang hinggap di pepohonan menyambut datangnya pagi. Di sebuah mansion mewah terlihat seorang wanita bersuami coklat panjang yang digulung ke atas, tengah sibuk berkutat di dapur cantik miliknya.


Dengan di temani dua pelayan, dia tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk suaminya dan dirinya sendiri. Meskipun hanya berdua, tapi menu pagi ini cukup banyak, ada lebih dari 5 menu berbeda, dan itu semua adalah makanan kesukaan suaminya.


Wanita itu 'Ellena' berencana meminta maaf pada Keanu atas apa yang dia lakukan semalam. Sungguh betapa Ellena merasa bersalah padanya, karena dirinya Keanu harus terluka.


"Selesaikan sisanya, aku bangunkan Tuan dulu." Ucap Ellena yang kemudian dibalas anggukan oleh kedua pelayan tersebut.


"Baik, Nyonya."


.


Ellena membuka pintu kamarnya dan mendapati Keanu tengah memagut diri di depan cermin. Wanita itu tersenyum tipis.


Menutup kembali pintu kamar itu, kemudian Ellena melangkah menghampiri Keanu yang hanya melirik dingin ke arahnya. Sepertinya dia masih kesal pada istri cantiknya ini. Selanjutnya yang Keanu rasakan adalah sepasang tangan yang memeluknya dari belakang.


"Maaf," lirih Ellena setengah berbisik. "Sudah membuatmu terluka semalam. Aku sungguh tidak bermaksud apa-apa, apalagi melakukannya dengan sengaja. Aku sudah memasak makanan kesukaanmu, setelah ini kita sarapan sama-sama."


Keanu melepaskan pelukan Ellena, kemudian dia berbalik dan posisi mereka saling berhadapan. Sebelah tangan Keanu menarik bahu Ellena dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya.


"Aku sudah melupakan yang terjadi semalam, tidak perlu minta maaf ataupun dibahas lagi. Tunggu sebentar, setelah ini kita sarapan."


Ellena mengangguk. "Baiklah."


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2