SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Ekstra Bab "Pria Menyebalkan!!!"


__ADS_3

Ellena bangun dengan perasaan yang benar-benar malas. Pergulatannya dengan Keanu menguras hampir seluruh dari tenaganya. Dengan setengah tak berminat. Vivian menyibak selimutnya kemudian turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.


Setelah mandi dan berganti pakaian. Ellena meninggalkan kamar dan mendapati Keanu tengah berbincang dengan seseorang. Ellena memicingkan matanya. Orang itu terlihat asing dan baru kali ini ia bertemu dan melihatnya.


Tanpa sengaja mata Ellena dan orang itu saling bersirobok. Melihat tatapan orang itu membuat Ellena merasa tidak nyaman sama sekali, dia risih. Tatapannya begitu mengintimidasi.


"Apa yang kau lihat, Mike?" Tegur Keanu lalu mengikuti arah pandang Mike. Dan ternyata pria di depannya ini tengah memandang istrinya. "Jaga matamu, jangan sembarangan menatapnya, dia istriku!!"


"Aku tidak pernah tau kau memiliki istri secantik itu, Key. Ah, pasti dia yang telah memberimu 3 anak kembar ya. Aku pernah melihat di media sosial dan televisi jika kau telah menjadi seorang ayah. Aku pikir hanya anak angkat, ternyata anak kandung."


"Apa yang sebenarnya ingin kau katakan, Mike? Aku tidak tau arah pembicaraanmu kemana?"


"Tidak ada, aku hanya mengatakan ketidaktahuanku saja. Aku merasa sedih, sebagai orang yang dulu pernah bersahabat baik denganmu, seharusnya aku tau lebih banyak dan memahami dirimu kan." Ujar Mike.


Keanu semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan Mike. Dia tiba-tiba menjadi aneh setelah melihat Ellena, mungkinkan bajingan ini terpesona pada istrinya? Jika benar, tentu saja Keanu tidak akan membiarkannya.


"Jika urusanmu di sini sudah selesai, sebaiknya kau pulang saja. Karena aku masih sibuk!!!"


"Ayolah, Key, jangan seperti ini. Apa kau tidak ingin mengundangku dulu untuk sarapan. Karena menemui mu pagi-pagi sekali aku jadi belum sempat untuk sarapan."


"Tapi rumah ini tidak terbiasa mengundang orang asing untuk makan bersama. Lagipula kau tidak terlalu miskin untuk membeli makanan di luar bukan?!"


"Huft. Baiklah kalau begitu, aku akan pulang sekarang. Karena sepertinya tuan rumah tidak menerimaku dengan baik si sini." Ucapnya.


"Baguslah jika kau sadar diri!! Jadi pergilah sekarang!!" Jawab Keanu menimpali.


Mike menarik napas panjang dan menghelanya. Dengan berat hati Mike pun angkat kaki dari kediaman Keanu. Padahal dia masih ingin melihat Ellena lebih lama lagi. Tapi Keanu malah mengusirnya pergi.


.


Ellena menoleh saat mendengar suara derap langkah kaki seseorang yang datang. Terlihat Keanu berjalan menghampirinya. "Apa tamu mu sudah pulang?" Tanya Ellena yang kemudian di balas anggukan oleh Keanu.

__ADS_1


"Dia baru saja ku usir." Jawabnya datar.


"Baguslah, aku memang tidak suka dia ada di sini. Cara dia ketika menatapku membuatku sangat tidak nyaman. Baru saja aku mau mengirimi mu pesan, supaya kau mengusirnya pergi. Tapi ternyata kau sudah melakukannya." Tutur Ellena.


"Dia terus membicarakan mu, dan itu yang membuatku tidak nyaman!!!" Timpal Keanu.


"Memangnya siapa sih dia, dan kenapa dia bisa ada di sini? Bagaimana ceritanya kau bisa mengenal orang seperti itu? Sangat menyebalkan, bukan hanya orangnya, tapi tampangnya bahkan lebih parah!!!"


"Dia datang untuk membicarakan bisnis. Karena dia harus pergi ke luar kota siang ini, makanya aku memintanya datang menemui ku lebih awal. Aku tidak menduga jika dia akan datang langsung ke rumah ini pagi-pagi sekali." Ujar Keanu.


"Orang aneh!!"


"BIBI, PAMAN, KAMI PULANG!!!"


Suara teriakan dari luar mengejutkan Ellena dan Keanu yang sedang berbincang di dapur. Keduanya saling bertukar pandang. Tanpa melihat pun, tentu saja mereka berdua tau suara siapa itu.


Tiga pemuda terlihat memasuki ruangan super megah dan mewah yang dipenuhi barang-barang mahal. Dan siapa lagi mereka jika bukan Henry, Marcell dan Dante. "Bibi, kami merindukanmu!!" Tubuh Ellena terhuyung karena pelukan mereka berdua.


"Panjang ceritanya, Hyung. Tapi singkat cerita, KAMI TIDAK BISA BERBAHASA ASING, HUAA!!!" tangis Dante pun pecah.


Ellena memijit pelipisnya. "Padahal aku sudah memperingatkan kalian berdua. Sebaiknya berlibur di dalam negeri saja, tapi kalian malah nekat untuk berlibur di luar negeri. Jadi sia-sia dong perjalanan kalian." Ellena mengangkat bahunya. "Mending si kembar, berlibur di tempat yang sangat menarik. Dan jika kalian bersedia. Aku bisa mengirim kalian pergi ke sana." Tuturnya.


Ketiga pemuda itu pun saling bertukar pandang dan menatap Ellena penasaran. Ibu tiga anak itu terlihat mengurai senyum misterius yang membuat ketiganya semakin penasaran dibuatnya. "Kemana?" Dengan kompak ketiganya bertanya.


"Suatu tempat yang lebih indah dan lebih menyenangkan dibandingkan dengan club' malam. Buktinya mereka betah di sana, Jordan terutama. Dan tempat itulah yang biasa di sebut sebagai surganya dunia." Ujar Ellena panjang lebar.


"Huaaa... Bibi, kami ingin pergi ke sana. Antar kan kami ke sana..."


"Tentu saja, dengan senang hati."


-

__ADS_1


"Hachu...."


Jordan tiba-tiba saja bersin saat dia sedang sibuk mengumpulkan buah nanas yang baru saja selesai di petik. "Sial, sepertinya ada yang sedang membicarakan diriku." Umpatnya kesal. Padahal ini bukan musim dingin, tiba-tiba dia bersin.


"Apa hubungannya bersin dengan orang sedang membicarakan mu?" Ucap Vivian menyahuti. Menurutnya Jordan aneh, bagaimana dia bisa mengatakan bersin ada hubungannya dengan orang sedang membicarakannya.


Mengabaikan Jordan. Vivian melanjutkan pekerjaannya. Dia sangat menikmati apa yang dia lakukan saat ini. Bahkan dia sangat berterimakasih pada orang tuanya yang sudah mengajaknya ke tempat seperti ini. Dan ini adalah liburan paling menyenangkan yang pernah dia lakukan.


"Aaarrrkkh... Duri-duri nanas ini membuatku frustasi!!!"


-


"Memangnya harus ya kita menutup mata selama perjalanan?" Ucap Marcell melihat kain hitam yang Ellena berikan padanya.


Ibu tiga anak itu lantas mengangguk. "Tentu saja harus, ini adalah perjalanan rahasia kalian bertiga. Dan kalian tidak diijinkan membuka kain hitam ini sebelum tiba di sana,"


"Tapi kenapa?"


"Tempat ini adalah sebuah kejutan, dan kalian tidak akan bisa menikmati dan meresapi perjalanan kalian yang sangat menyenangkan ini jika sampai melihat jalan yang kalian lalui nantinya. Itu tidaklah menyenangkan."


"Ah, benar juga." Dante menimpali.


Keanu yang mendengar jawaban dan penjelasan Ellena hanya bisa mendengus geli. Bagaimana dia bisa mengatakan hal dengan begitu meyakinkan, bahkan ekspresi dan mimik wajahnya juga terlihat sempurna. Dia sungguh penipu yang hebat, pikir Keanu.


Tujuan utama Ellena adalah memberikan pekerja gratis pada Bibi Ma. Selain itu dia juga ingin mengejari ketiganya caranya hidup mandiri dengan bekerja. Karena yang mereka tau hanya menghabiskan uang saja.


Memang, mereka juga bekerja di perusahaan milik Keanu, tapi mereka tidak pernah serius dan hanya bermain-main saja. Dan itulah yang membuat Ellena memutuskan mengirim mereka ketempat ketiga buah hatinya berada.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2