
Tidak terasa kandungan Ellena sudah memasuki usia empat bulan. Perut yang dulu tampak rata kini terlihat sedikit membesar. Dan hal itu di karenakan pertumbuhan bayi yang ada di dalam perutnya.
Dan siapa yang menduga jika sebenarnya Ellena sedang mengandung bayi kembar. Memang tidak terlalu mengejutkan karena pada dasarnya banyak orang di dunia ini yang memiliki anak yang terlahir kembar, entah itu kembar laki-laki, perempuan atau laki-laki dan perempuan yang sepasang.
Tapi bagaimana dengan kembar tiga ? Apakah pernah di jumpai juga? Tentu saja, namun tidak sebanyak kembar yang hanya dua dikarenakan kembar tiga atau lebih masih termasuk langka di dunia ini karena tidak banyak orang yang memiliki anak kembar yang lebih dari dua.
Dan kasus bayi kembar tiga itu tengah di alami Ellena saat ini. Ya, wanita cantik bertubuh mungil itu memang sedang mengandung bayi kembar tiga. Untuk kelaminnya masih belum bisa di ketahui karena usia kandungannya yang masih terlalu dini.
Ellena yang mengetahui hal itu tentu saja sangat bahagia terutama Keanu. Betapa bahagianya Keanu waktu mendengar kabar itu. Keanu tidak menduga jika Tuhan akan memberikan anugerahnya yang begitu besar dalam hidupnya. Dan kehadiran anak itu akan semakin menyempurnakan hidupnya.
Keanu merasa bangga dengan dirinya sendiri karena bisa membuat anak tiga sekaligus. Dan Keanu berharap anaknya itu laki-laki dan perempuan
Ellena merasa ia menjadi salah satu orang yang beruntung di dunia ketika mengetahui dirinya mengandung bayi kembar tiga.
Usia kandungan Ellena memang baru empat bulan, namun perut Ellena sudah terlihat seperti orang yang mengandung lima-enam bulan. Tak heran karena bayi yang ada di perutnya itu lebih dari satu. Wajar saja perut itu terlihat lebih besar dari ibu hamil yang mengandung satu buah hati saja.
Memasuki bulan keempat bukan berarti siksaan ibu hamil pada orang-orang di sekitarnya berhenti. Keinginan ngidam Ellena malah semakin setiap harinya.
Dan yang paling sering menjadi korban dari ngidamnya itu adalah trio racun, Leon dan Rio. Pernah sekali Ellena meminta Leon dan Rio berkeliling Sungai Han memakai atribut wanita sambil menyanyi dan menari. Awalnya mereka menolak tapi Ellena memaksa, wanita itu menangis dan meraung layaknya anak berusia lima tahun yang tidak di belikan mainan oleh ibunya.
"Nunna, sampai kapan kau akan menyiksa kami seperti ini?" Dante menangis, meraung dan frustasi.
Ellena mengatakan ingin memakan ikan goreng yang ditangkap langsung dari Sungai Han. Wanita itu tidak mau hasil beli dan ingin supaya trio racun yang menangkupkan untuknya.
"Sampai kalian mendapatkan ikan yang aku inginkan."
"Tapi, Bibi. Sudah lebih dari satu jam kau menjemur kami di sini. Kami lelah, beli saja ya." Rengek Marcell memohon.
__ADS_1
"Tidak!! Pokoknya kalian harus menangkapnya!!" Ellena berbalik dan pergi begitu saja.
Semakin hari tingkah Ellena semakin memusingkan dan membuat mereka frustasi. Tapi mereka juga tidak memiliki pilihan lain selain menuruti, karena jika di tolak pasti Ellena akan mengutuk dan menyumpahi mereka menjadi perjaka tua.
"Hyung, Paman, bagaimana ini?"
"Aku punya ide. Bagaimana kalau kita membeli saja ikan yang masih hidup lalu membawanya kemari. Kita berfoto di sini dan mengirimkan pada Ellena nunna, dia pasti akan percaya jika itu hasil dari tangkapan kita." Ujar Dante sambil menatap Marcell dan Henry bergantian. Dan keduanya mengangguk kompak.
"Oke, kami setuju!!"
-
"Apa? Kau tidak ingin memakannya?!"
Ellena mengangkat bahunya acuh. Wanita itu beranjak dari meja makan dan pergi ke kamarnya yang ada di lantai dua. Sedangkan si trio langsung pingsan pasalnya usaha dan kerja kerasnya berakhir sia-sia karena si ibu hamil tak mau memakannya.
Keanu menghampiri Ellena yang sedang merias di depan meja. Wanita itu sedang menyisir rambut panjangnya yang terurai. Ellena memicingkan matanya dan menatap sang suami dengan tatapan bertanya.
"Kenapa kau tadi tidak mau memakannya? Mereka sudah bersusah payah menangkap ikan itu untukmu."
"Jangan salahkan aku jika aku tidak mau memakannya, jelas-jelas itu bukan ikan yang mereka tangkap dari Sungai Han. Lagipula aku sudah tidak ingin makan ikan goreng lagi."
"Tapi tetap saja. Seharusnya kau-"
"Oh, jadi Oppa menyalahkanku? Sekarang mulai berani memarahiku? Hiks, Oppa kau jahat. Hiks, aku di marahi. Kalau begitu aku tidak mau makan dan tidak mau keluar." Ellena menyelimuti sekujur tubuhnya dengan selimut tebal yang membuatnya malah terlihat seperti ulat raksasa.
Keanu mendengus geli. "Mulai lagi," ucapnya membatin. Keanu menghampiri Ellena kemudian duduk di sampingnya. Keanu menarik selimut yang menutupi sekujur tubuh Ellena. "Tidak ada yang menyalahkanmu. Aku hanya memberi nasehat, tapi kau malah salah paham. Dengarkan aku, Ell,"
__ADS_1
"Aku tidak dengar, aku tidak dengar."Ellena menutup kedua telinganya dengan tangannya. Dan lagi-lagi Keanu mendengus geli.
Keanu membalik tubuh Ellena yang menyamping dan mengungkungnya di bawah tubuh kekarnya. Dengan kedua tangan menjadi penyangga supaya tidak menindih Ellena. Susah payah Ellena menelan salivanya melihat tatapan Keanu di tambah seringai sexynya. Buru-buru Ellena membuang muka dan menghindari tatapan Keanu.
"Jangan menatapku seperti itu jika kau tidak ingin menjadi duda. Karena tatapanmu bisa membuat jantungku berhenti berdetak," gumam Ellena setengah menggerutu.
Keanu terkekeh geli. Dengan gemas Keanu menjitak kepala coklat Luna lalu mencium bibir ranumnya. Tak ada penolakan, Ellena justru menerimanya dengan sangat baik. Tapi ciuman itu hanya berlangsung beberapa detik saja dan Keanu sudah mengakhirinya.
"Lalu kau ingin makan apa? Kau belum makan apapun sejak siang tadi. Aku akan membutkannya untukmu."
"Salad buah dan jus mangga. Tapi aku mau makan di kamar bukan di luar."
Keanu mengangguk. "Akan aku bawakan kemari." Keanu mengacak rambut panjang Ellena dan pergi begitu saja. Ellena tersenyum lebar. Sungguh betapa beruntungnya dia memiliki suami seperti Keanu.
-
"Sayang,"
Shifanya yang sedang merangkai bunga-bunganya sedikit terkejut dengan kedatangan Leon yang begitu tiba-tiba. Leon datang membawakan makan malam untuknya. Hari ini Shifanya terpaksa lembur karena banyak pesanan. Bagus ada Penny yang menemaninya. Jadi pekerjaannya sedikit lebih ringan.
"Aku membawakan makan malam untukmu dan juga Penny. Aku juga belum makan malam. Bagaimana kalau kita makan malam bersama," usul Leon pada dua gadis di hadapannya.
"Sepertinya bukan ide buruk." Dan keduanya menjawab dengan kompak.
Setiap ada waktu. Leon pasti menyempatkan diri untuk mengunjungi kekasihnya itu. Jika dia tidak bisa, Leon selalu meminta asisten pribadinya untuk mengantarkan makanan. Leon tau jika kekasihnya itu adalah seorang workaholic. Jika sudah bekerja pasti akan lupa waktu dan makan.
-
__ADS_1
Bersambung.