SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Tampan Tapi Kok Gila


__ADS_3

"Keanu," seru seorang pria ketika melihat kedatangan seorang pria yang wajahnya sangat mirip dengan Keanu.


Dan orang itu berjalan menghampirinya bersama sosok jelita, yang membuat keyakinan Leon benar jika orang itu adalah Keanu.


"Key, sepertinya Leon Oppa akan sangat terkejut saat mengetahui kau masih hidup, dan kita lihat, hal lebay apa yang akan dia lakukan setelah ini." Ellena menatap Keanu dan terkekeh membayangkan bagaimana reaksi Leon setelah ini.


"Hn, kita lihat saja."


Keanu merangkul bahu Ellena dan keduanya menghampiri pria yang memanggilnya tadi. Dan siapa lagi kalau bukan kakak sepupunya tersebut.


Leon langsung berdiri dan menatap Keanu dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan pandangan tak percaya. Berkali-kali Leon mencubit lengannya sendiri hanya untuk memastikan jika yang ia lihat adalah hal yang nyata.


"Key, i-ini benar-benar dirimu? Jadi kau masih hidup?" Leon menatap Keanu dengan mata berkaca-kaca.


"Tentu saja, jika bukan aku lalu siapa."


"Huaa... Key, aku pikir aku sudah kehilangan dirimu. Hiks, aku sangat bahagia karena ternyata kau masih hidup, Key." Leon berhambur memeluk Keanu dan menangis sejadi-jadinya. Sadar atau tidak kini mereka menjadi pusat perhatian.


Keanu mendorong tubuh Leon. "Lepaskan, Hyung. Kau membuatku tidak bisa bernapas. Dan berhentilah bersikap menggelikan dan berlebihan. Lihatlah, kita menjadi pusat perhatian." Tuturnya.


Leon menceritakan bibirnya. "Dasar tidak punya hati. Seharusnya kau paham kenapa aku bersikap seperti ini. Aku terlalu bahagia mengetahui jika kau masih hidup, adik!!" Jawab Leon menegaskan.


Keanu hanya memutar matanya jengah. "Hn, terserah."


"Jika kau masih hidup, lalu kenapa tidak pulang? Dan selama satu tahun ini kau pergi kemana?"


"Panjang ceritanya,"


"Singkatnya saja,"


"Aku mengalami amnesia setelah kecelakaan itu. Dan ingatanku baru kembali setelah aku bertemu dengan, Ellena di Swiss beberapa hari yang lalu." Tutur Keanu.


"Aku sungguh lega karena ternyata kau masih hidup. Dan aku ingin menangis lagi... Huaa..."


Ellena mendengus geli melihat bagaimana reaksi Leon yang menurutnya terlalu lebay dan berlebihan itu. Ellena menarik Leon yang hendak memeluk Keanu lagi dan menjauhkannya dari suaminya.


"Dia suamiku dan jangan sembarang memeluknya."


"Yaaaa!!! Ellena kenapa kau sangat jahat,"


"Masa bodoh. Keanu, ayo."


-


Sorak soray penonton yang berkumpul di satu titik begitu mengobarkan semangat. Setiap orang yang ada di tengah keramayan itu, ingin menunjukkan bahwa dia atau mereka-lah yang terbaik. Dimana ruangan yang penuh gegap gempita itu kini sedang berlangsung kompetisi dance non-resmi.

__ADS_1


Siapapun boleh mengikutinya, asal mereka memiliki kemampuan untuk bisa membuat penonton mengeluarkan uang mereka. Penonton akan memberikan lembaran yen mereka pada siapapun yang memberikan penampilan terbaik.


Sementara itu, empat pemuda yang sedang berada di sudut ruangan sedang asik dengan hal-hal yang mereka lakukan masing-masing. Seperti percintaan bebas dan sejenisnya. Diantara empat, hanya satu saja yang terlihat bergulat panas dengan seorang wanita, sedangkan tiga lainnya tidak melakukan apapun hanya duduk sambil menikmati minumannya yang tentu beralkohol.


"Aku bosan, bagaimana kalau kita turun dan gabung bersama mereka?!" usul Henry pada Marcell dan Rio.


"Setuju," keduanya bersahut kompak.


Mengabaikan Dante yang sedang asik dengan wanita-wanitanya. Marcell, Rio dan Henry pergi ke dance floor yang kemudian bergabung bersama yang lain. Mereka menari dengan asiknya. Rio memisahkan diri dan menghampiri seorang gadis yang tengah menarik bersama teman-temannya.


Marcell dan Henry dengan asyiknya menari berduaan di dance floor. Mereka terlihat begitu asik dan menikmati irama musik yang di mainkan oleh DJ. Tak jarang mereka membuat tarian konyol, dengan gerakan-gerakan tak biasa. Seperti gerakan angsa mengepalkan sayapnya atau tupai melompat-lompat. Konyol dan sangat menggelikan.


Rio terus memepet gadis tersebut dan mencoba untuk berkenalan dengannya. Tapi Rio justru di abaikan.


Tapi Rio tak putus asa dan kembali mencoba. Gadis itu begitu cantik dan langsung menarik semua atensinya.


"Yakk!! Berhentilah mengikutiku, dasar mesum!!" teriak gadis itu marah.


"Oh, ayolah Nona. Kau terlalu jual mahal, bagaimana kalau kita menari sama-sama?!"


"Aku tidak sudi!!" jawabnya dan pergi begitu saja.


"Yakk!! Penny, tunggu kami!!"


"Oh, jadi namanya Penny. Nama yang cantik, secantik orangnya. Nona Penny, pasti kita akan bertemu lagi."


-


Ellena memeluk lengan terbuka Keanu dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Tatapan orang-orang itu terlalu menyeramkan dan mengintimidasi dirinya. Dan hal itu membuat Ellena merasa tidak nyaman.


"Key, apa tidak ada ruangan atau tempat yang lebih privasi dan tertutup? Di sini benar-benar membuatku tidak nyaman. Lihatlah tatapan orang-orang itu, sangat mengerikan."


"VIP, sebaiknya kita pindah saja ke sana."


"Kenapa tidak dari tadi!!" keluh Ellena sambil menatap sebal suaminya.


Dan keduanya pun segera pindah ke ruangan yang lebih privasi. Dan sekarang Ellena bisa merasa tenang. Pasalnya tidak ada lagi yang melihat dirinya dengan tatapan lapar. Karena di dalam ruangan itu hanya ada dirinya dan Keanu.


Ellena naik ke atas pangkuan suaminya dan mengalungkan kedua tangannya pada leher pria bermarga Xi tersebut. Wanita itu tersenyum nakal. Dengan segera dia menyatukan bibirnya pada bibir Keanu lalu melum** singkat. Keanu yang tidak suka di dominasi segera mengambil alih ciuman tersebut, dan ciuman kini sepenuhnya di kuasai oleh Keanu.


Keanu menyesap lembut bibir Ellena seakan tak ingin menyisakan apapun darinya. Awalnya hanya kecupan lembut di bibir Ellena, namun kemudian lidah Keanu memaksa menerobos masuk ke dalam mulut Ellena.


"Mmmphh!" Ellena melengkuh panjang saat lidah Keanu memaksa masuk dalam mulutnya dan mulai menginvasinya. Tak ada penolakkan, Ellena menerimanya dengan senang hati.


Lidah Keanu sudah masuk dalam rongga mulutnya. Pemuda itu menekan kepala Ellena memperdalam ciuman mereka. Keanu mulai mengabsen deretan gigi Ellena dengan lidahnya. Cairan saliva keduanya sudah berbaur jadi satu.

__ADS_1


Saat di sadari Ellena mulai kehabisan napas, Keanu melepas ciumannya. "Padahal aku sering mengajarimu, tapi kenapa kau tetap saja payah, Sayang." Cibir Keanu dan membuat Ellena mencerutkan bibirnya.


"Menyebalkan, terus saja mengejekku." Ellena membuang muka ke arah lain dan mendengus kesal.


Keanu terkekeh. Sekali lagi Keanu mencium bibir Ellena, tapi ciuman kali ini lebih lembut dan lebih singkat dari ciuman mereka sebelumnya. Keanu tidak membiarkan Ellena sampai kehabisan napas lagi karenanya.


"Sudah malam, ayo kita pulang."


"Ayo,"


-


"Hahaha...!! Paman, kenapa mukamu terlihat aneh? Mukamu ada dua, dan kau terlihat sangat jelek!!"


Tiga orang pemuda kini menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, mereka bertingkah begitu menggelikan di parkiran bar. Mereka yang sedang dalam pengaruh alkohol terus saja mengoceh tidak jelas sambil mengucapkan kalimat-kalimat konyol yang begitu menggelitik.


"Hei, bocah. Jangan sembarangan mengataiku. Apa kau tidak tau jika mukaku ini sangat tampan dan di gilai banyak wanita? Aku ini mirip dengan aktor China, Luhan. Henry, kenapa bentukmu jadi aneh begini? Kenapa di mukamu banyak bulunya, dan... Hahaha... Hidungmu besar mirip hidung babi."


"Mana ada kau mirip, Luhan. Jelas-jelas kau itu mirip orang hutan. Hahaha...."


"Enak saja, aku ini sangat tampan, buktinya saja Angelina Jolie sangat tergila-gila padaku,"


"Dalam mimpimu?!"


"KYYYAAA!! ADA JURANG YANG MEMBENTANG DI DEPAN SANA. SIAPAPUN SELAMATKAN AKU!!"


Dan sementara itu. Marcell tiba-tiba saja berteriak histeris dan membuat Henry dan Dante terlonjak kaget. Keduanya menghampiri Marcell yang tengah memeluk tiang dengan eratnya.


Keduanya berjalan sambil sempoyongan. Mereka terus tersenyum-senyum sendiri layaknya orang gila.


"KYYYAA!! KENAPA DI JURANGNYA ADA APINYA JUGA?! KYYYA!! ITU ADA BANYAK ULAT, KYYYAAA!! AKU TAKUT!!"


"MARCELL!I JANGAN TAKUT, AKU AKAN DATANG MENYELEMATKANMU. AUOUWOUWO...!!" Tiba-tiba saja Dante berteriak dan berlari menghampiri Marcell dengan salah satu tangan keatas seperti sedang terbang. Sedangkan Henry berjalan merangkak di aspal.


"Kenapa jalannya tiba-tiba curam begini ya? A-aku jadi takut."


Rio satu-satunya yang tidak mabuk kini bingung harus melakukan apa. Mereka bertiga benar-benar membuatnya frustasi. Dia sudah mencoba menghubungi Keanu tapi tidak di angkat.


"Oh bunga yang cantik, aku akan memetikmu. Oh bunga yang cantik, aku akan memetikmu. Bunga, bunga, bunga, aku akan memetikmu." Marcell melepaskan pelukannya dan kemudian bernyanyi tidak jelas.


Orang-orang yang melihat mereka saling berbisik dan tertawa. Tak sedikit pula yang mengabadikan dalam sebuah video. Karena sangat langkah melihat pria tampan tapi bertingkah gila.


"Hahaha.. !! Dasar aneh, tampan-tampan tapi kokgila?!!"


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2