
Cahaya matahari yang datang dari balik jendela hotel membangunkan Ellena dari tidur nyenyaknya. Rasanya seluruh tubuhnya sakit semua. Ah, Ellena mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Dan bagaimana tubuhnya bisa terasa begitu sakit semua?
Selain sakit pada seluruh tubuhnya, ia juga merasakan kepalanya pusing bukan kepalang. Sebenarnya apa yang terjadi tadi malam? Kelihatannya Ellena sudah tidak ingat apa-apa lagi selain ciuman panasnya dengan Keanu semalam.
Sial. Tubuhnya benar-benar sakit semua dan entah kenapa ia merasa tubuhnya dingin sekali… Ellena membuka selimutnya dan dia segera menyadari sesuatu. Wanita itu mendesah berat.
Efek alkohol yang dia minum semalam benar-benar membuatnya amnesia selama beberapa detik.
"Kau sudah bangun?" tegur seseorang dari arah pintu. Sontak saja Ellena menoleh. Wanita itu menoleh dan tersenyum lebar dan kemudian berhambur ke dalam pelukan suaminya.
"Kau dari mana saja? Aku pikir kau meninggalkanku lagi," wanita bertubuh mungil itu memeluk tubuh kekar suaminya dengan begitu erat. Seolah-olah ia takut jika pelukannya terlepas maka Keanu akan meninggalkan dirinya lagi.
Keanu mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Ellena. "Aku hanya keluar sebentar. Aku bawakan sarapan untukmu. Sebaiknya segera mandi dan kemudian kita sarapan bersama." Ellena mengangkat kepalanya dan kemudian mengangguk.
Ellena masih menginap di hotel yang sama. Tapi kali ini dia tidak sendirian karena Keanu ada untuk menemaninya. Dan setelah satu tahun, akhirnya Ellena bisa merasakan hangatnya pelukan pria itu lagi, Ellena merasa sangat bahagia.
Usai mandi dan berpakaian lengkap. Ellena menghampiri Keanu dan mereka sarapan bersama. Ada beberapa jenis makanan yang Keanu belikan untuknya. "Emm, ini benar-benar enak." Ucap Ellena yang begitu menikmati makanannya.
"Pelan-pelan saja dan tidak perlu terburu-buru." Keanu memperingatkan.
"Ara, lalu kenapa kau diam saja? Kau bilang ingin makan bersama?"
"Melihatmu yang begitu lahap membuat merasa kenyang. Oya, pertemuanku dengan beberapa kolega asing itu hari ini bukan? Sebaiknya aku saja yang pergi, kau tetap di Hotel."
Ellena menggeleng. "Tidak, tidak, tidak.. Kali ini aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian. Aku tidak ingin hal serupa terulang untuk yang kedua kalinya. Dan untuk itu aku ikut denganmu. Kita pergi sama-sama." Ucap Ellena yang kemudian di balas anggukan oleh Keanu.
"Ya, sudah. Kita pergi sama-sama." Ellena tersenyum dan kemudian mengangguk.
-
Usai bertemu dengan rekan bisnisnya. Mereka memutuskan untuk jalan-jalan sebelum kembali ke Hotel. Hari ini adalah hari terakhir mereka di Swiss, Ellena memutuskan mempercepat kepulangannya ke Korea karena dia tidak sabar untuk membawa Keanu pulang pada teman dan keluarganya.
Langit biru membentang, berpadu dengan hijaunya rumput beserta warna-warni dari bunga-bunga yang tumbuh membuat siapapun ingin berdiam untuk menikmati suasana alami yang sedang terpampang. Ditambah dengan sinar mentari sore yang cukup menghangatkan tubuh, juga putihnya gumpalan awan yang terbentuk asal.
Terlihat seorang gadis berambut coklat panjang yang diikat ponytail tengah duduk pada salah satu kursi yang memang terletak pada taman bunga, sesekali mata coklat jernihbya menatap langit biru yang membentang luas di atas sana.
__ADS_1
Harus semerbak bunga-bunga yang tumbuh dan mekar dengan indahnya langsung berkaur di dalam indera penciuman Ellena dan juga Keanu. Mata mereka begitu di manjakan dengan keindahan bunga-bunga yang bermekaran.
Ellena tersenyum lebar. Memperlihatkan lesung pada pipinya yang membuatnya terlihat semakin cantik. "Key, bagaimana kalau kita berfoto di sini?" usul Ellena dengan senyum mengembang lebar.
"Baiklah, aku akan meminta seseorang untuk memfoto kita." Ellena mengangguk dengan antusias.
Wanita itu berdiri di samping suaminya dan mulai berpose, tubuhnya yang pendek membuatnya merasa kurang percaya diri. Ellena naik ke atas kursi taman kemudian memeluk Keanu dari belakang. Dan orang itu pun mulai mengambil potret dirinya. Ellena berpose beberapa kali dan Keanu hanya mengikutinya.
Dan sedikitnya ada dua puluh foto berbeda yang tersimpan di dalam ponsel milik Ellena. Wanita itu mulai memeriksanya satu persatu.
"Huaa..!! Sempurna, sepertinya dia seorang fotografer." Ucap Ellena sambil terus memperhatikan foto-foto tersebut.
"Tunggu di sini." Keanu bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.
Beberapa saat kemudian dia kembali dengan sebuah kota berwarna hitam yang kemudian dia berikan pada Ellena. Wanita itu memicingkan matanya.
"Apa ini?"
"Kau bisa membukanya." Ellena membuka kotak tersebut dan mulutnya menganga lebar.
Sepasang anting berlian yang terlihat simpel namun begitu elegan dan mewah. Ellena mengambil anting tersebut lalu memakainya. Keanu memang paling memahami dirinya.
"Bagaimana? Cantik tidak?" tanya Ellena memastikan.
Keanu mengangguk. "Kau sangat cantik." Jawabnya. Ellena meletakkan kotaknya kemudian berhambur memeluk Keanu. "Aku akan menebus semua waktu yang telah terlewatkan bersamaku. Dan aku berjanji tidak akan meninggalkanmu sendiri lagi." Ujar Keanu dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku pegang janji-janjimu. Kau tidak boleh meninggalkanku lagi apalagi membiarkan aku sendiri. Aku tidak akan memaafkanmu jika kau melakukannya sekali lagi."
"Aku berjanji."
Keanu melepaskan pelukannya kemudian bangkit dari posisinya. Pria itu mengulurkan tangannya pada Ellena yang kemudian di sambut olehnya.
"Sudah hampir malam, sebaiknya kita kembali sekarang." Ellena tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
-
Ellena memejamkan matanya ketika angin malam menyapa permukaan kulit putihnya. Menyembunyikan sepasang netra coklat di balik kelopaknya.
Kelopak mata itu kemudian terbuka. Wajahnya mendongak dan memandang ke arah langit malam layaknya warna hitam tanpa celah, kosongnya langit tanpa bulan dan mencerminkan isi hatinya pada saat itu. Saat di mana Keanu tidak berada di sisinya.
Terlau kosong setelah ia kehilangan Keanu. Tapi hatinya yang kosong itu kini terisi lagi semenjak Keanu kembali dan menemani di sisinya. Dan kaki ini Ellena tidak akan membiarkannya pergi lagi, dia tidak akan kehilangan lagi. Cukup satu kali dan dia tidak ingin terulang lagi.
"Kenapa kau sendirian di sini? Di mana, Haru? Maksudku, Keanu?" tanya Rio yang entah sejak kapan berada di samping Ellena. Mereka berdua berdiri di beranda rumah sederhana tersebut.
"Aku rasa di kamar mandi." Jawabnya. "Oya, Rio... Kenapa kau meninggalkan Korea dan memilih menetap di sini? Apa kau tidak memiliki keluarga di sana?" tanya Ellena penasaran.
Raut wajah Rio berubah sendu setelah mendengar pertanyaan Ellena. Dan pertanyaannya itu membuka luka lama di hatinya.
"Tentu saja punya. Aku di buang oleh keluargaku karena mereka menganggap jika aku adalah anak pembawa sial. Karena diriku ibuku meninggal, dan sejak saat itu ayah membenciku dan tak menginginkanku. Aku sudah tidak memiliki siapa pun lagi di sana, itulah kenapa aku memilih pergi dan merantau di negeri orang. Karena di sini aku lebih di hargai, mekipun itu oleh orang lain." Ujarnya panjang lebar.
Ellena menatap pria di sampingnya dan dia merasa iba. Pasti sangat berat berada di posisi Rio, dan dia merasakan apa yang Rio rasakan. Tidak diinginkan oleh keluarga rasanya sangatlah menyakitkan karena dia juga pernah merasakannya.
"Apa yang kalian bicarakan tanpa diriku?" tegur seseorang dari balik punggung mereka berdua. Keduanya sama-sama menoleh dan mendapati Keanu berjalan menghampirinya mereka berdua. "Dan ada apa dengan mukamu itu?"
"Aku lebih menyukai dirimu yang lama kawan. Setelah ingatanmu kembali kenapa kau jadi begitu menyebalkan?!" keluh Rio mengomentari. Keanu mendecih.
"Sebaiknya kau berkemas sekarang. Karena besok kita akan terbang ke Korea. Paspor dan tiketmu sudah aku urus, kita tinggal berangkat saja besok."
Rio yang terharu tak kuasa menahan air matanya. Pria itu menyeka air matanya dan berhambur memeluk Keanu. "Hiks, kau adalah sahabat sekaligus saudara terbaikku. Terimakasih kawan, aku tidak akan melupakan kebaikanmu." Keanu tersenyum dan membalas pelukan Rio.
"Sama-sama." Melihat hal tersebut membuat Ellena ikut tersenyum juga.
Wanita itu kembali memandang langit malam yang kosong. Karena bulan dan bintang memilih bersembunyi di balik awan mendung. Ia tidak peduli lagi dengan hal itu, semua telah berubah dan kekosongan hatinya telah terisi kembali.
Dan Ellena harus berterimakasih kepada Tuhan karena mengembalikan Keanu ke dalam pelukannya.
-
Bersambung.
__ADS_1