SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Cantik Tapi Berbahaya


__ADS_3


Riders tercinta, jangan lupa baca juga ya new novel Author yang baru saja netes. Judulnya AKIBAT CINTA SATU MALAM tinggalkan like koment juga. 🙏🙏🤗🤗


-


"Sayang, berjanjilah padaku jika kau akan terus mencintaiku. Karena aku akan selalu mencintaimu, tidak peduli apapun rintangan yang akan kita lewati nantinya. Aku akan memperjuangkanmu karena kau adalah sumber kebahagiaanku!!"


"Ellena, kau adalah wanita tercantik yang pernah aku temui dalam hidupku. Tak peduli meskipun dunia menentangnya, aku akan selalu mencintaimu."


"Ini adalah hadiah peringatan kita yang ke tiga, lihatlah ada ukiran namamu dan namaku di kalung ini,"


"Aku mencintaimu, selalu mencintaimu..."


Perubahan warna langit biru menjadi jingga seakan menjadi pertanda turunnya sang raja siang dari singgasana megahnya.


Perguliran waktu seakan berputar begitu cepat, detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari selalu datang dan pergi secara silih berganti. Bulan berlalu dan musim berganti. Waktu terasa bergerak begitu cepat.


Ellena menutup rapat-rapat matanya, ketika potongan demi potongan kenangan masa lalunya bersama Simon kembali berputar di otaknya bak sebuah roll film yang selalu berakhir di setiap episodenya.


Ellena tersenyum simpul. Dulu begitu indah, mereka selalu bersama dan menghabiskan waktu berdua. Ellena merasa jika dirinya adalah wanita paling beruntung di dunia karena di cintai oleh pria seperti Simon. Mereka pernah berjanji untuk mengikat janji setia sehidup-semati, bersama-sama hingga akhir napas mereka...


Tapi janji tinggal janji. Harapan yang tiada berarti. Dan seindah apapun masa lalu yang mereka miliki, Ellena tetap harus melepaskannya, dia tidak boleh lagi terikat dengan masa lalu yang hanya akan membuat dadanya berdenyut nyeri. Karena masa depan yang cerah telah menunggunya, masa depannya bersama Keanu!!!


Ellena membakar semua barang yang berhubungan dengan Simon, mulai dari foto kebersamaan mereka, surat, apapun yang pernah Simon berikan untuknya Ellena biarkan terbakar menjadi abu. Karena memang seharusnya begitu.


"Selamat tinggal masa lalu, dan aku akan melupakanmu untuk selamanya!!"


Ellena melepaskan kalung yang selama ini masih bertengger manis di lehernya, dan kemudian memasukkan ke dalam kobaran api itu. Ellena meraih tasnya dan melangkah pergi. Meninggalkan rumah lamanya, dan pergi menuju rumah barunya, yakni hati Keanu. Karena Keanu adalah tempat untuknya kembali mulai saat ini.


"Xi Keanu, hanya dengan dirimu aku akan menghabiskan sisa hidupku. Mungkin ini terdengar gila dan mustahil, tapi... aku sudah jatuh cinta padamu!!"


.


.


Ellena berjalan sendirian menyusuri gang sepi yang jarang dilewati. Biasanya, dia malas lewat sini, walaupun lumayan memangkas jarak tempuh ke rumahnya. Tapi, hanya dengan cara ini, dia bisa cepat sampai di rumah.


Hari ini bisa dikatakan sebagai hari paling sial bagi Ellena, bagaimana tidak? Mobilnya mogok, dan dia lupa tidak membawa dompet, ponselnya mati karena kehabisan daya. Jika saja dia mau mendengarkan saran dari Keanu pagi tadi, pasti dia tidak akan sesial ini.


Berbagai macam kesialan yang dia alami benar-benar sudah merusak mood-nya hari ini. Ellena terus saja menggerutu di sepanjang jalan. Bibirnya terus saja berkomat-kamit tidak jelas.


"Halo, Nona cantik. Kenapa jalan sendiri? Perlu kami temani?"


Langkah Ellena terhenti mendadak ketika berbelok di tikungan terakhir. Hanya beberapa meter dari tempatnya berdiri. beberapa preman jalanan tiba-tiba sudah menghadang jalannya. Ellena mendengus berat.


"Pergilah, aku sedang tidak ingin meladeni kalian." Pintanya ketus.


"Wow. Sepertinya dia gadis yang liar, Boss. Bagaimana kalau kita langsung menyergapnya saja? Kau bisa langsung menikmati tubuhnya dan kami akan menikmati sisanya." Ujar seorang pria bertubuh tinggi berkepala botak.


"Bukan ide buruk. Cepat tangkap gadis itu untukku!!"


"Siap, Boss!!"


Ellena berlari ketika melihat preman-preman itu mengejarnya. Bukan untuk melarikan diri, tapi dia mencari tempat yang lebih legang supaya bisa leluasa ketika menghadapi mereka. Langkah Ellena terhenti saat salah satu dari mereka berhasil memblokir jalannya.


Pria itu menyeringai. Saat ini Ellena tengah di kepung oleh tujuh preman, dan semua berbadan besar. Ellena mendengus.

__ADS_1


"Kalau begitu maju kalian semua," pinta Ellena menantang.


Perkelahian antara Ellena dan ketujuh preman itu pun tak bisa dihindari lagi. Ellena yang hanya seorang diri di keroyok sedikitnya tujuh pria, tentu saja bukan perkelahian yang seimbang.


Meskipun begitu, tapi tak ada sedikit pun kecemasan apalagi ketakutan yang tersirat dari sorot matanya yang tajam dan mengintinidasi. Ellena berhasil menghindari setiap serangan yang dilayangkan padanya. Dia melengos kesana-kemari menghindari setiap serangan dan pukulan yang mengarah padanya. Dua di antaranya berhasil Ellena lumpuhkan.


Meskipun terlihat anggun dan elegan, tapi siapa yang menyangka jika Ellena adalah seorang wanita yang tangguh dan jago bela diri. Dia benar-benar tidak terduga, di balik kecantikannya dan keanggunannya, ternyata Ellena adalah wanita yang berbahaya.


Ellena mencabut belati yang selalu ia simpan di pahanya, yang kemudian ia lemparkan pada pria yang hendak menyerangnya dari belakang. Dan tepat sasaran, belati itu menancap pada leher pria tersebut. Pria itu pun langsung tumbang detik itu juga.


Dan hanya tersisa empat lagi yang masih bisa berdiri dengan tegap. Bersama-sama mereka menyerang Ellena.


Ellena menyipitkan matanya, sekali lagi ia mencabut dua belati dari pahanya yang kemudian dia lemparkan pada dua pria itu. Mereka tumbang setelah belati itu menancap pada titik vitalnya. Dan hanya tersisa dua lagi. Hanya perlu membereskan mereka berdua maka urusannya akan selesai dan dia bisa segera pulang.


Tapi dugaannya salah, beberapa pria terlihat bermunculan dan kini mengelilingi dirinya. Jumlahnya bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Dan jika begini, bisa-bisa dia akan mati mengenaskan di tempat ini.


"Sial, kenapa jumlah mereka semakin banyak? Jika seperti ini aku bisa mati konyol di tangan mereka," umpatnya bergumam.


Dorr...


Dorr..


Tubuh-tubuh itu tumbang bersamaan dengan munculnya seorang pria yang datang dari dalam kegelapan. Tembakan bertubi-tubi dia lepaskan pada beberapa orang yang mengelilingi Ellena, kemudian menarik wanita itu untuk berdiri di balik punggungnya.


"Maaf, aku datang terlambat."


"Keanu," pekik Ellena terkejut.


Keanu muncul sebagai Steven Xiao. Tapi itu tidaklah penting, yang terpenting sekarang ia sudah lolos dari hal mengerikan yang mungkin saja terjadi. Dan kurang dari lima menit Keanu berhasil menumbangkan mereka semua.


Keanu menghampiri satu-satunya orang yang masih hidup kemudian mengorok lehernya hingga nyaris putus, dan apa yang Keanu lakukan membuat Ellena bergidik ngeri.


Ellena menghentikan langkahnya di depan Keanu dan menatap pria itu tak percaya. "Kau mencariku?" Ellena menunjuk dirinya sendiri, tepat di depan hidungnya.


"Hn, menurutmu?"


"Tapi kenapa?" tanya Ellena, yang langsung dihadiahi sebuah jitakan oleh Keanu. "Yakk!! Kenapa kau malah menjitakku." Keluh wanita itu sambil mengusap kepalanya.


"Dasar bodoh!! Kau ini istriku, jelas aku mencemaskanku. Apalagi ponselmu tidak bisa dihubungi sama sekali. Aku ke toko tapi toko sudah tutup, itulah kenapa aku mencarimu!! Untungnya aku datang dengan tepat waktu, kalau tidak bagaimana?"


Keanu menarik Ellena ke dalam pelukannya dan mendekap tubuh itu dengan erat. "Aku sudah pernah kehilangan seseorang yang paling penting dalam hidupku, Ell Cukup mama saja, dan aku tidak ingin sampai kehilanganmu juga," Keanu menutup matanya dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Keanu," lirih Ellena bergumam. Ellena melepaskan pelukan suaminya dan bibirnya mengurai senyum lembut. "Ya sudah, ayo kita pulang." Ucapnya yang kemudian di balas anggukan oleh Keanu.


-


Henry terbangun dari pingsannya dengan sedikit linglung. Apa yang dia lihat tadi sungguh sangat luar biasa. Dia pingsan sampai tiga kali, dan sebelum pingsan Henry selalu mengucapkan kalimat yang sama.


"Ya Tuhan, inikah yang di namakan surga dunia? Ahhh... Aku mau pingsan dulu..."


Berbagai cara sudah Marcell lakukan untuk membuat saudara kembarnya itu bangun, tapi semua usahanya selalu saja gagal. Dia jadi penasaran dengan apa yang dilihat oleh Henry tari, sampai-sampai dia bertingkah aneh seperti ini.


"Henry, bangun!! Sebenarnya kau ini kenapa sih?!" tanya Marcell kebingungan.


Namun tetap tidak ada respon. Konyolnya, dia pingsan dengan sudut bibir tertarik ke atas. Air liur menetes dan hidung mimisan. Dia sempat khawatir dan sampai memanggil dokter, tapi kata dokter Henry baik-baik saja dan dia tidak sakit apa-apa.


"Kakek, bagaimana ini? Manusia satu ini tetap tidak mau bangun juga," keluh Marcell yang terlihat begitu frustasi.

__ADS_1


"Kakek punya ide," seru kakek Xi. "Tunggu di sini dan temani dia. Kakek akan segera kembali," Marcell mengangguk.


Tidak sampai sepuluh menit kakek Xi kembali, tapi dia tidak sendiri, ada orang yang datang bersamanya, bukan pria bukan pula wanita melainkan mahluk dua alam (Banci). Dan kedatangan wanita jadi-jadian itu membuat Marcell bertanya-tanya.


"Kakek, untuk apa kau membawa mahluk aneh ini kemari?" tanya Marcell setengah berbisik.


"Tentu saja untuk menyadarkan, Henry. Memangnya untuk apa lagi?"


Kakek Xi memberi kode pada mahluk dua alam itu untuk melancarkan aksinya. Dia pun mengangguk. Tanpa aba-aba, waria bernama Jenny itu pun langsung menyergap bibir Henry dan menciumnya.


Merasakan sebuah benda lunak dan basah menyentuh dan menyapu permukaan bibirnya membuat Henry serasa melayang. Pemuda itu terlihat begitu menikmati ciuman itu, bahkan dia turut membalas ciuman tersebut.


Kelopak matanya terbuka perlahan-lahan, mata itu berkedip beberapa kali, dan detik berikutnya mata itu membelalak lebar setelah melihat siapa yang sedang berciuman dengannya. "KYYYAAAA!! MAHLUK DUA ALAM!!" Buru-buru Henry mendorong tubuh wanita dua alam itu hingga dia terhuyung kebelakang. Henry megusap bibirnya yang baru saja di cium oleh wanita jadi-jadian itu dengan kasar.


"Huaa...!! Hiks.. hiks.. bibir perjakaku yang malang, kenapa harus mahluk dua alam ini yang merenggutnya?!" tangis Henry pun pecah seketika. "Keluar kau mahluk dua alam!!" teriak Henry pada waria itu sambil melemparkan apapun yang ada di dekatnya. Dan mahluk dua alam itu pun langsung lari kocar-kacil karena amukan Henry.


Sedangkan Kakek Xi dan Marcell hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Rry, Kakek minta maaf. Terpaksa Kakek memanggil wanita jadi-jadian itu. Kakek dan Marcell tidak tau lagi harus bagaimana, kami tidak tau kau habis kesambet setan apa sampai-sampai bersikap aneh dan menggelikan," tutur Kakek Xi menjelaskan.


"Kau tadi pingsan di kamar bibi Penny dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Kau mimisan, tubuhmu kejang dan kau tersenyum seperti orang bodoh, padahal matamu tertutup rapat."


Henry menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Membicarakan hal itu membuat tubuhnya memanas dan sosisnya berdiri. "Ahhh, itu ya." Henry menggaruk pipinya yang tidak gatal. Darah segar kembali mengucur dari hidungnya. Nyaris saja Henry pingsan lagi jika saja kakek Xi tidak langsung menyiramnya dengan air, supaya kesadarannya tetap terjaga.


"Bocah, sebenarnya apa yang terjadi padamu?" tanya Kakek Xi penasaran.


Henry menggaruk tengkuknya yang tidak gatal."Itu karena aku melihat dan mengalami hal yang sangat luar biasa. Tiba-tiba saja Penny memelukku dalam keadaan bulat, dan aku syok sampai pingsan," tuturnya memaparkan. Sontak saja mata kakek Xi dan Marcell membelalak. Kedua saling menatap dan...


"APA!!" mereka memekik sekencang-kencangnya.


-


"Ahhhh, sakitt!!!"


"Ck, bahkan aku belum menyentuh lukamu!!"


Ellena membuka kembali matanya dan menatap Keanu, polos. "Benarkah? Hahahha..Aku terlalu parno," Ellena tertawa garing.


Di sini mereka sekarang. Mereka berada di taman kota. Keanu membantu mengobati luka memar pada lengan Ellena dan luka ringan pada lehernya, yang tidak sengaja tergores senjata tajam milik preman yang tadi terlibat perkelahian dengannya.


"Aku benar-benar tidak menyangka. Ternyata cantik-cantik tapi kau sangat berbahaya," ucap Keanu di tengah kesibukannya mengobati luka di leher Ellena. "Lalu kenapa dulu kau tidak melawan dan hanya memakiku? Jelas-jelas kau memiliki kemampuan." Keanu mengunci manit coklat milik Ellena.


Ellena mendengus berat. "Bagaimana aku mau melawan. Melihat tatapanmu yang seperti Iblis saja sudah membuatku merinding," jawabnya setengah kesal. Keanu terkekeh sambil mengacak pelan rambut coklat Ellena.


"Maaf, karena sudah melukaimu berkali-kali. Aku benar-benar tidak tau bagaimana harus bersikap padamu, setelah Adel menghianatiku, aku tidak bisa mempercayai ikatan apapun yang ada di di dunia ini. Pernikahan, ikatan keluarga. Aku tidak lagi bisa percaya."


"Awalnya aku ingin mengunakanmu sebagai alat pelampiasan atas kekecewaan dan sakit hati yang dia berikan padaku. Tapi aku tidak sanggup, aku merasakan debaran aneh ketika melihat air matamu untuk pertama kalinya . Hatiku seperti di remas-remas."


"Dan ketika aku menatap matamu, ada sesuatu di dalam dirimu yang begitu istimewa, yang membuatku ingin menahan mu di sisiku. Hanya ketika bersamamu, aku menemukan ketenangan dan kehangatan yang tidak bisa aku temukan pada orang lain termasuk, Adel."


Ellena berhambur ke dalam pelukan suaminya. Membenamkan wajahnya pada dada bidang Keanu yang tersembunyi di balik t-shirt dan Leather Vest-nya.


"Aku tidak peduli bagaimana dulu kau memperlakukan diriku. Itu tidak penting lagi bagiku, karena yang terpenting sekarang kau adalah milikku, dan aku milikmu. Aku sangat yakin pertemuan kita hari itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan karena memang sudah menjadi takdir Tuhan. Dan aku tidak akan pernah menyesalinya. Aku hanya ingin selalu bersamamu, menghabiskan sisa umurku bersamamu." Ujar Ellena sambil mengeratkan pelukannya.


Keanu melonggarkan pelukannya. Kedua tangannya menakup wajah Ellena seraya mengarahkan bibirnya pada bibir ranum istrinya. Dan detik berikutnya Ellena merasakan sesuatu yang lembut dan terasa basah menyapu permukaan bibirnya, kelopak mata Ellena dengan perlahan tapi pasti mulai tertutup ketika merasakan pagutan Keanu yang semakin dalam dan menuntut.


Ellena mengalungkan kedua tangannya pada leher Keanu. Dan melalui ciuman tersebut. Mereka ingin menyampaikan perasaan masing-masing.


-

__ADS_1


Bersambung.


Budayakan untuk selalu meninggalkan like dan koment setelah membaca. Bantu novel ini lebih maju lagi, supaya Author lebih semangat lagi ngetiknya 🤗🤗 View tiap hari ribuan tapi like koment cuma dikit 😭😭😭🤧🤧😢😢 kan jadi sedih😢😢


__ADS_2