SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Ekstra Bab


__ADS_3

"Siapa kalian? Dan kalian menangkap menahan ku disini?"


Tubuh pria itu terikat pada sebuah kursi kayu usang di sebuah bangunan tua yang terletak jauh dari keramaian kota. Bukan hanya tubuhnya tapi kaki dan tangannya juga, sedangkan dia itu tidak tahu siapa orang-orang yang menangkapnya.


"Aku yakin kalian tidak bisu dan tuli, sekali lagi aku tanya, siapa kalian dan Kenapa kalian menyekapku di tempat ini?!" sekali lagi pria itu bertanya.


"Kau tidak perlu tahu siapa kami, kau hanya perlu menjawab Siapa orang yang telah memerintahkanmu untuk mencuri dokumen di perusahaan Tuan Xi?"


"Sial, jadi kalian suruhan orang itu? Meskipun kalian membunuhku Aku juga tidak akan memberi tahu kalian siapa yang telah menyuruhmu!!"


"Anak buah yang setia, jadi itu artinya Kau lebih memilih mati daripada harus memberitahu kami. Kalau memang itu keinginanmu, akan kami kabulkan!!"


Brakk...


Dobrakan keras pada pintu mengalihkan perhatian keempat pria di dalam ruangan itu. Terlihat Keanu memasuki ruangan itu bersama asistennya.


Keanu menghampiri pria itu sambil menodongkan senjata padanya. Sorot matanya tajam dan begitu berbahaya, membuat nyali pria itu menciut seketika.


"Aku tidak akan memberikan toleransi apapun padamu, jadi cepat katakan Siapa orang yang menyuruhmu!!" pinta Keanu menuntut.


Melihat tatapan Kian yang seperti iblis membuat pria itu sangat ketakutan ketakutan. Tubuhnya gemetar, dan peluh membanjiri hampir di sekujur tubuhnya. "Cepat katakan!!" minta Keanu sekali lagi.


"Ba..Baik, Tuan. Akan saya katakan, tapi tolong jangan bunuh saya. Saya masih ingin hidup," pria itu memohon.


"Kalau begitu cepat katakan!! Kau terlalu banyak membuang waktu ku. Katakan sekarang, dan Jangan membuang waktuku lagi!!"


Kesabaran Keanu mulai habis, tidak menutup kemungkinan ia akan menghabisi pria itu saat ini juga jika dia tetap tidak mau mengatakan yang sebenarnya. "Jangan menguji kesabaranku!!" geram Keanu.


"Tuan Marchal yang telah menyuruh saya. Beliau memberikan uang yang banyak dan meminta saya untuk mencuri dokumen di perusahaan tuan. Dan jika saya gagal, atau berani buka mulut, maka saya akan dibunuh." tutur pria itu menjelaskan.


Keanu mengepalkan tangannya. Dia tidak menduga jika orang itu akan menghianatinya. Dan Keanu akan mengikuti permainannya.


"Aku akan membebaskanmu tapi kau harus bekerja untukmu, ambil dokumen ini dan berikan pada bajingan itu. Katakan jika ini adalah dokumen yang asli!! Lepaskan ikatannya, aku ingin kalian mengawasinya. Dan jika dia berani mengkhianati ku langsung habis saja!!"

__ADS_1


"Baik, Bos!!"


.


Keanu kembali ke kantornya dan ternyata pria bernama Marshall ternyata sudah menunggu di ruangannya. Keanu menghampiri pria itu dan bersikap biasa saja, seolah-olah ia tidak mengetahui apapun.


Keanu berhadapan dengan pria itu. Di atas meja ada sebuah wine, dan dua gelas kosong serta potongan-potongan kecil es batu.


"Kau dari mana saja, Key? Padahal aku sudah menunggumu dari tadi. Lihatlah, aku membawakan Wine untukmu. Ini adalah wine terenak yang pernah coba, dan aku ingin kau mencobanya juga."


"Kau tidak perlu repot-repot membawakan ku sesuatu jika berkunjung kemari, dan sepertinya ini bukan barang murah. Berapa banyak uang yang sudah kau keluarkan untuk membeli minuman ini?" tanya Keanu sambil menuangkan cairan merah itu ke dalam gelas yang telah disiapkan.


"Tidak banyak, tidak lebih dari 50 won. Lagipula Apa artinya uang segitu untuk seorang teman," jawab Marshall menyumbangkan diri.


"Itu adalah harga yang sangat tinggi untuk sebuah pemain. Dan aku hargai niat baik ini, kawan. Ayo kita minum." keanu mengangkat gelasnya.


Diam-diam Marshall menarik sudut bibirnya dan menyeringai dingin. Dia terus menatap Keanu yang sedang menikmati wine nya. Yakin rencananya berhasil, Marshall segera menepuk Wine nya.


Keanu pura-pura merasa pusing dan kemudian jatuh tak sadarkan diri. Marshall lalu bangkit dari duduknya, dan menghampiri Keanu yang sudah tak sadarkan diri.


Tapi Baru saja memulai aksinya, tiba-tiba Marshall pusing, pandangannya semakin lama semakin mengabur sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri di samping meja kerja Keanu.


Kemudian Keanu membuka matanya dan bangkit dari duduknya. Keanu menatap Marshall yang tak sadarkan diri dengan pandangan sinis, Marshall sudah salah menilainya. Keanu bukan orang bodoh yang seperti dia pikirkan.


"Segera urus bajingan ini, ikat dia di gudang belakang. Jangan beri dia makan atau minum, aku ingin bajingan ini mati secara mengenaskan!!"


"Baik, Tuan!!"


Itulah harga mahal yang harus Marshall bayar karena sudah berani mengkhianati Keanu. Keanu paling benci penghianat, dan harga mahal yang harus dibayar oleh seorang penghianat adalah kematian.


-


Deru suara mobil yang memasuki halaman, menyita perhatian Ellena yang sedang menyiapkan makan malam di dapur. Wanita itu melepas Apronnya lalu berjalan keluar meninggalkan dapur.

__ADS_1


Wanita itu menarik sudut bibirnya melihat kedatangan suami tampannya. Ellena menghampiri Keanu lalu memeluknya. "Kenapa pulang terlambat hari ini?" Ellena mengangkat kepalanya dari pelukan Keanu dan menatap suaminya itu penasaran.


"Banyak hal yang terjadi hari ini, aku pulang terlambat karena harus menyelesaikannya lebih dulu." jawab Keanu.


Ellena melepaskan pelukannya."Sebaiknya kau mandi dulu setelah ini kita makan malam sama-sama, makan malam sudah hampir siap." Ucap Ellena yang kemudian dibalas anggukan oleh Keanu.


"Ya sudah aku mandi dulu." Keanu mencium kening Ellina dan pergi begitu saja. Sedangkan wanita itu kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda.


.


15 menit kemudian Keanu datang dengan pakaian berbeda. Pria itu memakai kemeja hitam tanpa lengan, dan celana berwarna hitam pula. Rambutnya masih setengah basah dan jatuh di atas keningnya.


Sudut bibir Ellena tertarik keatas melihat kedatangan suaminya. Wajahnya memerah melihat bagaimana tanpanya gerhana malam ini. "Kenapa wajahmu memerah, hm?" ucap Ellena melihat wajah Ellena yang memerah.


"Siapa bilang, mungkin itu hanya perasaanmu saja. Sudah, ayo kita makan sekarang sebelum makanannya menjadi dingin." Ellena tersenyum.


Keanu mengangguk. Keanu merangkul bahu Ellena, keduanya berjalan beriringan menuju meja makan.


Dan selanjutnya makan malam mereka lewati dengan tenang, ada percakapan diantara mereka berdua selain suara dentingan sendok dan piring yang saling bersentuhan.


.


Usai makan malam, Ellena dan Keanu pergi ke kamar mereka. Keanu merasa lelah begitupun dengan Ellena, apa yang terjadi hari ini bukan hanya menguras pikiran Keanu tapi juga tenaganya.


"Apa kau tidak merindukan anak-anak?" Tanya Keanu membuka percakapan.


Sontak saja Ellena menoleh dan menatap suaminya itu. "Tentu saja rindu, lagipula ini mana yang tidak rindu ketika berjauhan dengan anak-anaknya. Tapi jika kita menyebutnya sekarang, mungkin itu hanya akan membuat usaha kita sia-sia saja."


Kemudian Keanu menarik Ellena ke dalam pelukannya. Menjadikan kepala wanita itu sebagai sandaran dagunya."Aku paham, Sayang. Kau tidak perlu sedih, sudah malam sebaiknya kita tidur sekarang."


Ellena mengangguk. "Baiklah, Oppa."


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2