
"Dasar diary menyebalkan tak punya hati. Bagaimana bisa seenak jidat mempermainkan hati dan perasaan seseorang. Aku yang hampir mati berdiri karena aku pikir, Keanu dan aku benar-benar bersaudara ternyata hanya salah paham saja?! Selama dua Minggu aku tidak bisa makan dengan enak dan tidur dengan nyenyak. Setiap hari aku selalu menghindari suamiku karena aku pikir kami benar-benar bersaudara, setia malam aku selalu merasa kedinginan karena tidak ada yang memelukku, dan ujung-ujungnya hanya salah paham!! Dasar diary menyebalkan!!"
Keanu dan David Jung hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah Ellena. Wanita itu mengomeli dan marah-marah pada diary yang sudah menjadi biang keladi dari semua kegundahan hatinya selama dua Minggu belakangan ini.
Dan sudah lebih dari sepuluh menit Ellena ngomel-ngomel tidak jelas. Berbagai sumpah serapah berkali-kali keluar dari mulutnya dan itu di tujukan pada diary tersebut.
"Sampai kapan kau akan ngomel-ngomel tidak jelas pada diary itu, Ell? Apa kau tidak lelah dari tadi ngomel-ngomel terus." Ucap Tuan Jung melihat tingkah barbar putrinya.
"Diamlah, Ayah. Aku benar-benar kesal setengah mati. Bagaimana bisa diary sialan ini mempermainkan hati dan perasaanku. Apa diary ini tidak tau seberapa tersiksanya aku selama dua Minggu ini." Tutur Ellena. "Aisshhh, sungguh-sungguh menyebalkan."
Lalu pandangan tuan Jung bergulir pada menantunya. "Key, orang yang sudah menjadi dalang utama di balik kematian ibumu telah tiada. Ayah harap kau bisa melepaskan dendam kesumatmu itu dan lanjutkan hidupmu untuk menjadi lebih baik." Ujar tuan Jung sambil menepuk bahu Keanu.
"Aku mengerti. Mungkin sangat sulit bagiku untuk mengatakan hal ini, tapi kali ini aku akan mengatakannya. Terimakasih karena telah memiliki putri yang sangat hebat. Meskipun sedikit bar-bar, tapi dia begitu luar biasa."
"Yaa, jangan memuji begitu. Aku kan jadi malu." Ucap Ellena sambil menyenggol lengan Keanu.
Keanu tersenyum. "Aku tidak memuji, tapi aku mengatakan yang sebenarnya. Kau memang sangat luar biasa." Jawab Keanu masih dengan senyum yang sama.
"Yaa..!! Kau membuatku malu saja. Apalagi kau memujiku di depan Ayah." Keanu tersenyum. Jari-jari besarnya mengacak rambut Ellena.
"Sudah hampir petang. Sebaiknya kita pulang." Ucap Keanu yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena. Setelah berpamitan pada tuan Jung. Keduanya pun bergegas meninggalkan mansion mewah tersebut.
Sepanjang perjalanan. Ellena tak bersuara sama sekali. Bukan karena dia merasa sedih atau apapun itu. Hanya saja dia merasa malu pada Keanu atas sikapnya selama dua Minggu belakangan ini. Dia pikir dirinya dan Keanu benar-benar bersaudara, tapi ternyata tidak. Dan berkali-kali pula Ellena mempermalukan dirinya di depan pria bermarga Xi tersebut.
Keanu menggulirkan pandangannya pada wanita di sampingnya dan mendengus geli. Keanu sangat sulit menebak isi pikiran Ellena saat ini.
CKITT....!!
__ADS_1
Ellena terkejut ketika tiba-tiba Keanu menepikan mobilnya. Wanita itu menoleh dan bibirnya langsung di sambut oleh bibir Keanu. Meskipun awalnya sempat terkejut, namun Ellena bisa segera menguasai keadaan. Wanita itu memejamkan matanya dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Keanu.
Keanu membawa Ellena pindah ke jok belakang dan menempatkan wanita itu di atas pangkuannya. Di sana mereka akan melakukan lebih. Dan tentu saja Ellena tidak bisa menolaknya. Apalagi sudah lebih dari dua Minggu mereka tidak melakukannya.
.
.
Dan setelah lima belas menit. Mereka telah kembali ke posisi awal. Yakni duduk di jok depan. Bahkan penampilan mereka juga sudah rapi kembali, Keanu melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda.
Ellena segera turun begitu pula dengan Keanu setibanya mereka di rumah. Ellena memeluk lengan suaminya dengan sangat mesra dan bibirnya terus mengurai senyum lebar. Ellena tidak pernah merasakan sebahagia ini sebelumnya.
-
Ketukan pada pintu ruang kerjanya sedikit menyita perhatian Keanu. Pria itu mengangkat wajahnya dan mendapati Evan berjalan menghampirinya sambil membawa sebuah map yang kemudian dia berikan padanya.
"Hn, kau boleh keluar." Evan mengangguk dan membungkuk kemudian meninggalkan ruang kerja Keanu.
Keanu meninggalkan mejanya dan berjalan ke arah sofa sambil membawa map berwarna biru tersebut. Dan seperti dugaannya, anak yang di telantarkan oleh mendiang ibunya adalah Rio. Yang artinya, ia dan Rio bersaudara. Dan Keanu tau jika di dunia ini tidak ada sesuatu yang kebetulan.
Keanu menutup kembali map itu dan meletakkan di atas meja. CEO muda itu kemudian mengangkat wajahnya setelah mendengar suara decitan pintu di buka dari luar. Sosok wanita berjalan menghampirinya. Tapi bukan Ellena melainkan Adel.
"Mau apa kau datang kemari?" Keanu mengangkat wajahnya dan menatap dingin wanita di hadapannya.
"Beginikah tanggapanmu setelah kita lama tidak bertemu? Kau terlalu jahat, Xi Keanu,"
"Jika kau tidak memiliki kepentingan di sini. Sebaiknya kau pergi, karena aku tidak memiliki waktu untuk meladeni jalang murahan sepertimu!!"
__ADS_1
"XI KEANU!!" bentak Adel tertahan. "Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan? Bagaimana bisa kau menyebut diriku sebagai jala**? Aku tau jika di dalam hatimu masih ada diriku, ayo kita rujuk dan kita mulai semuanya dari awal. Karena bagaimana pun juga, aku jauh lebih baik daripada jala** murahan i-"
PLAKK...
Keanu menampar Adel sebelum wanita itu menyelesaikan ucapannya. "Aku tidak akan segan-segan untuk memberimu pelajaran jika kau berani menyebut, Ellena dengan kata-kata tak pantas itu. Pergilah, aku benar-benar muak melihatmu. Dan sebaiknya jangan pernah muncul lagi di hadapanku!!" Keanu mendorong Adel hingga wanita itu tersungkur di lantai.
Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Keanu melenggang pergi meninggalkan ruangannya termasuk Adel yang masih bertahan dalam posisinya.
"XI KEANU, AKU MEMBENCIMU!!"
Pintu ruangan itu di buka dari luar, bukan Keanu yang masuk melainkan Ellena. Wanita itu tengah mengulum senyum penuh kemenangan melihat bagaimana buruknya Adel saat ini.
"Omo!! Lihatlah siapa ini. Mantan istri tak tau diri rupanya. Dan kenapa kau duduk di bawah? Sangat tidak sopan jika aku sebagai Nyonya Boss tidak mengulurkan tangan untuk membantu mantan yang terbuang. Ayo, aku bantu kamu berdiri."
"Tidak perlu," dengan kasar Adel menyentak tangan Ellena dan kemudian pergi begitu saja. Sampai sebuah suara menghentikan langkahnya.
"Jauhi Keanu!!"
Adel menghentikan langkahnya kemudian berbalik dan menatap Ellena penasaran. "Apa maksudmu?"
Ellena mendekati Adel dan berdiri tepat di hadapannya."Maksudku, berhenti mengejar dia, karena bagaimana pun juga dia telah beristri sekarang. Jangan pernah mengganggu apalagi mengusik hidupnya lagi."
"Karena aku tidak tau hal buruk apa yang bisa aku lakukan padamu jika kau sampai membuatku kesal dan marah. Dan sebaiknya kau berhenti di sini sebelum menyesal nantinya, karena sampai kapan pun, Keanu tidak akan berpaling dariku apalagi kembali padamu!!"
"Kau...!!" Adel menunjuk Ellena dan pergi begitu saja.
-
__ADS_1
Bersambung.