SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Ekstra Bab (Kekesalan Keanu)


__ADS_3


Masih anget, jangan lupa buat baca like dan koment ya 🙏🙏🙏


-


"HUAAA!!! AKU INGIN PULANG!!"


Dante berteriak histeris sambil menangis dia mengatakan ingin pulang. Tapi sikap berbeda justru ditunjukkan oleh Marcell dan Henry. Kedua pemuda itu begitu menikmati keberadaannya di pedesaan yang tenang dan asri itu.


Mereka menyukai saat memeras susu, saat memetik buah atau saat memotong rumput dengan sebuah mesin unik hasil rakitan para warga sendiri, yang tak pernah mereka lihat dan temui di Seoul.


Jordan senasib dengan Dante segera menghampiri pamannya itu dan langsung memeluknya. "Huhuhu, bukan Paman Dante saja yang ingin pulang dan pergi dari sini. Tapi aku juga, tapi tidak bisa. Sebaiknya Paman jangan menangis lagi apalagi mogok bekerja."


"Hans, sangat mengerikan. Dia selalu saja mengancam untuk tidak memberikan makan malam pada siapa saja yang tidak mau membantu. Aku juga tidak suka ada di sini. Tapi kita tidak memiliki pilihan." Tutur Jordan.


"Jadi maksudmu aku juga harus bekerja seperti mereka?" Jordan mengangguk.


"Memetik buah itu tidak terlalu buruk. Apalagi banyak jenis buah di tempat ini. Ada apel, jeruk, nanas, jambu biji, anggur, strawberry, semangka dan melon juga ada. Enaknya kita bisa makan sepuasnya sampai perut kita buncit. Apalagi di sana banyak kakak-kakak cantiknya."


Mendengar kata 'kakak-kakak cantik' seketika membuat mata Dante berbinar. "Benarkah?" Jordan mengangguk. "Kenapa tidak bilang dari tadi, tunggu apa lagi, ayo kita bekerja!!"


"Ayo!!!"


-


Ellena menatap pantulan dirinya di cermin. Tubuh rampingnya dalam balutan dress hitam sepanjang lutut, rambut panjangnya yang biasa dia biarkan tergerai dan jatuh di atas punggungnya, hari ini di Gelung ke atas menggunakan tusuk konde berbahan emas putih dengan hiasan bunga sakura.


Tak lupa wajah cantiknya dipolesi make up tipis, yang membuat kecantikannya terlihat lebih natural.

__ADS_1


Cklekk..


Perhatian Ellena teralihkan oleh suara decitan pada pintu. Sudut bibirnya tertarik ke atas melihat kedatangan Keanu. Pria itu masih dengan pakaian yang sama, sebuah celana panjang dan kaos oblong hitam tanpa lengan.


Suaminya itu baru selesai lari pagi, terlihat jelas dari keringat yang membanjiri tubuhnya."Kau sudah rapi, apa ada acara hari ini?" Tanya Keanu memastikan.


Ellena mengangguk. "Aku dan Penny akan pergi ke Busan untuk menghadiri sebuah acara. Rio juga ikut, jika tidak sibuk bagaimana kalau Oppa ikut juga. Sekalian kita mampir dan menengok anak-anak."


Keanu tampak berpikir sebentar, kemudian dia mengangguk. Tidak ada meeting penting hari ini, dan urusan kantor bisa dia serahkan pada asisten pribadinya. "Baiklah, aku mandi dan siap-siap dulu."


"Kalau begitu aku tunggu dibawah. Setelah mandi segera turun, kita sarapan sama-sama. Aku juga harus menyiapkan makanan untuk anak-anak nanti. Pasti mereka merindukan masakan ibunya." Ujar Ellena sebelum melenggang pergi.


.


15 menit kemudian terlihat Keanu yang sedang menuruni tangga. Pria itu terlihat lebih segar setelah mandi. Tubuhnya dalam balutan celana bahan hitam, kemeja putih lengan terbuka yang di balut Vest V-Neck yang senada dengan celananya. Ditangan kanannya menggenggam jas hitam.


Sudut bibir Ellena tertarik ke atas. Dia tidak tau kenapa suaminya itu masih begitu tampan di usianya yang kini telah berkepala tiga. Bahkan dia terlihat lebih muda dari usianya, padahal dia sudah memiliki tiga anak.


Wanita itu yang tak mau kalah mengalungkan kedua tangannya pada leher Keanu. Sepasang biner Hazel nya menatap suaminya dengan sebuah seringai kecil yang tercetak di bibir merahnya.


"Bahkan aku selalu terpesona padamu setidak detik dan setiap waktu. Oppa, sebenarnya sihir apa yang kau gunakan untuk menjerat dan memenjarakan hatiku?"


"Sihir cinta," jawab Keanu dan kembali mel*mat bibir Ellena. Dan ciuman kali ini lebih panjang dan lebih lama dari ciuman mereka sebelumnya.


Keanu terus menginvasi bibir Ellena tanpa memberikan kesempatan pada wanita itu untuk membalas ciumannya. Ciuman Keanu semakin lama berubah menjadi ciuman panjang yang menuntut.


Tapi sayangnya Keanu dan Ellena harus merelakan ciuman mereka berakhir karena kedatangan Rio dan Penny yang tidak pada waktu yang tepat.


"Ck," Keanu mendecih dan menatap sebal pasangan itu. Sedangkan Ellena malah terkekeh melihat mimik wajah kesal suaminya yang menurutnya sangat menggemaskan itu."Dasar pengganggu!!"

__ADS_1


"Tidak perlu kecewa, nanti masih bisa kita lanjutkan lagi."


"Huft, baiklah. Dasar manusia-manusia menyebalkan. Kenapa mereka harus datang sekarang sih!!"


"Tidak perlu marah-marah, tidak enak di dengar mereka. Sebaiknya kita sarapan sama-sama. Dan jangan masak muka cemberut begitu, oke. Smile..."


Keanu menepis tangan Ellena. Dia benar-benar kesal setengah mati pada Rio dan Penny. Padahal ciuman mereka tadi sedang panas-panasnya. Tapi mereka malah mengacaukannya.


"Key, kenapa dengan mukamu itu? Kau terlihat kesal?" Tanya Rio kebingungan." Jelas-jelas dia yang sudah membuat Keanu kesal setengah mati. Tapi dia tidak menyadarinya.


"Tidak apa-apa. Ngomong-ngomong kenapa kalian datang pagi-pagi sekali? Bukankah ini masih jam sarapan ya?!"


"Justru karena itu, Oppa. Hari ini aku tidak masak dan memutuskan untuk sarapan di sini. Kau tau sendiri kan kalau Ell eonni adalah koki yang handal," ujar Penny memberi penjelasan.


"Kau!! Dasar istri pemalas, seharusnya kau itu bertanggung jawab pada suamimu. Bangun pagi lalu memasak, bukannya malah membawanya untuk menumpang makan di rumah kakakmu. Dia saja bertanggung jawab pada dirimu, seharusnya sebagai istri kau juga bertanggung jawab padanya!!"


"Ais, kenapa sekarang kau semakin jago bicara saja. Biasanya kau sangat pelit bicara, tapi pagi ini kau sungguh berbeda. Apakah ada sesuatu yang membuatmu kesal setengah mati?!" Tanya Penny penasaran.


"Sudah jangan bertengkar lagi, ini meja makan. Kau juga, Oppa. Kenapa kau harus mempermasalahkan mereka yang sarapan di sini bersama kita sih?!" Baru saja Keanu hendak membuka suara, tapi sudah di serobot oleh Ellena.


Ellena memang sengaja, karena dia tau apa yang mau Keanu katakan. Tidak mungkin dia membiarkan Keanu mengatakan alasan dia kesal seperti ini. Bisa-bisa Penny dan Rio malah meledeknya.


"Ck, kenapa semua orang hari ini begitu menyebalkan sih?! Kau juga, Ell. Kenapa harus ikut-ikutan juga?! Bikin mood buruk saja."


"Nanti aku akan menebusnya. Dan bisakah sekarang kita sarapan dulu dengan tenang. Aku benar-benar sudah sangat-sangat lapar." Ujar Ellena setengah memohon.


Keanu mendengus. Kemudian pria itu mengangguk. Dan selanjutnya kebersamaan mereka di meja makan di selimuti dengan keheningan. Hanya terdengar suara denting sendok dan garpu yang saling bersentuhan.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2