
Baca juga ya, Novel Author yang ini AKIBAT CINTA SATU MALAMππLike koment juga ya ,ππππ€π€π€
-
"Benarkah? Dan aku sangat menatikannya!!" sahut seseorang dari arah pintu.
Sontak saja mereka bertiga menoleh dengan serempak. Kedua mata Marry dan Penny membelalak saking kagetnya saat mereka melihat siapa yang datang
"ELLENA SU!!"
Ellena menyeringai dingin. Dengan langkah tenang wanita itu berjalan menghampiri Marry, Penny dan Adel. Tatapan tajam penuh intimidasi, mereka berikan pada Ellena
"Kau, sedang apa kau di sini?" tanya Adel melihat keberadaan Ellena di kediaman mantan suaminya.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Mantan istri suamiku, sedang apa kau di sini? Dan apa kau mulai pikun, jika aku sekarang adalah Nyonya Besar di rumah ini?!!" jawab Ellena menegaskan.
"Kau!!!"
"Ada apa ini?" suara dingin terlewat datar itu menginterupsi mereka berempat untuk menoleh pada asal suara.
Seorang pria lengkap dengan setelan jas-nya terlihat memasuki rumah dan menghampiri Ellena dan Adel yang sedang berdebat. Melihat sosok itu begitu tampan membuat Adel sampai tak berkedip, begitu pula dengan Penny. Entah sejak kapan Penny menjadi begitu mengagumi kakak tirinya tersebut.
"Keanu, akhirnya kau pulang juga." Adel langsung berhambur ke dalam pelukan Keanu. Memeluknya dengan erat. "Hiks, istrimu yang jalang itu menindasku. Dia terus melempariku dengan kata-kata tajam yang melukai perasaanku. Kau harus memberinya pelajaran karena sudah berani memperlakukanku dengan buruk," ujarnya panjang lebar.
Ellena mendengus. "Jalang teriak jalang. Kau bilang aku menindasku dan melemparimu dengan kata-kata tajam? Aku rasa itu tidak akan cukup, beginilah cara menindas yang sebenarnya!!" Ellena menjambak rambut Adel dan menariknya ke belakang hingga pelukannya pada Keanu terlepas.
"Yakk!! Wanita gila, apa yang kau lakukan? Lepaskan!! Ini sakit!!" jerit Adel sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut karena ulah Ellena. "Keanu, kenapa kau diam saja? Cepat bantu aku memberi pelajaran pada wanita ini!!"
Ellena melepaskan jambakannya dan melompat ke dalam pelukan Keanu. Kedua kakinya melingkari pinggul Keanu, dengan kedua tangan Keanu menyangga pantan Ellena supaya wanita itu tidak jatuh. Mimik wajahnya berubah seketika, setelah berhadapan dengan wajah datar suaminya.
"Itu bohong. Bukan aku yang memulainya duluan, tapi dia. Mereka tengah merencanakan sesuatu untuk menyingkirkanku dari sisimu, ibu mertua dan Penny juga terlibat." Ellena berpura-pura sedih. "Aku bahkan merekam pembicaraan mereka di sini!!"
Ellena mengeluarkan ponselnya dan memutar rekaman yang berisi percakapan Adel bersama Marry dan Penny. Semua yang mereka bicarakan tadi terekam dalam ponsel tersebut. Ternyata Ellena sudah merekam semua yang mereka bicarakan di dalam ponselnya. Wajah ketiga wanita itu langsung pucat.
"Keanu, dengarkan Ibu dulu. Ibu bisa menjelaskan padamu. Ibu...."
"Evan, bawa mereka ke ruang bawah tanah. Berikan 20 cambukan pada Penny dan ibunya, dan 30 cambukan untuk Adel!!"
"Baik, Tuan Muda!!"
Sontak saja kedua mata mereka bertiga membelalak saking kagetnya.
Sedangkan Ellena menatap mereka dengan senyum penuh kemenangan. Adel tidak tau jika ternyata Ellena lebih licik dari yang dia tau. Ya, selain cantik dan cerdik, Ellena adalah wanita yang sangat licik.
Adel, Penny dan Marry di seret menuju ruang bawah tanah oleh beberapa pria yang bekerja di bawah pengawasan Evan.
"Bisakah kau turun sekarang? Kau terlalu berat, Nyonya Xi." Ucap Keanu seraya menurunkan Ellena dari gendongannya.
"Aku sudah sangat berani, apa tidak ada penghargaan untuku?" Ellena mengalungkan kedua tangannya pada leher Keanu. Matanya mengerling nakal. Jari telunjuknya menunjuk bibirnya sendiri. "Apa kau tidak ingin memberikannya untukku?" Ellena bertanya sekali lagi.
__ADS_1
"Tentu saja, tapi tidak di sini Sayang." Keanu mengangkat tubuh Ellena dan membawanya menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Kedua tangan Ellena senantiasa bergelayut manja pada leher suaminya. "Sebentar lagi kau akan mendapatkan yang lebih," ucapnya kemudian mengecup singkat bibir Ellena.
"Benarkah? Kebetulan sekali aku baru saja membeli linger** baru, dan aku jamin kau akan menyukainya."
"Kenapa semakin hari kau semakin berani saja, hm!"
"Bukankah kau menyukainya,"
"Tunggu saja, setelah ini aku akan melahapmu sampai habis,"
"Lakukan saja, siapa takut!!"
"Kau menantangku?"
Ellena mengangguk. "Hum, anggap saja begitu."
"Kau yang memintanya, Nyonya. Dan jangan harap aku akan berhenti meskipun kau memohonnya."
"Tidak akan!!"
-
CTAR....
"Aaahhh..."
Suara cambukan dan jerit kesakitan manusia menggema di sebuah ruangan gelap, pengap
Cambuk kembali menghantam tubuh Penny, Adel dan Merry, menimpa luka yang masih mengeluarkan darah. Tangan mereka di ikat pada sebuah kayu dengan posisi terlentang. Air mata tak henti-hentinya menetes dari mata mereka bertiga.
Tangannya yang terikat, terkepal kuat. Adel membuka matanya yang sebelumnya tertutup. Dan dalam hatinya dia bersumpah akan menghabisi Ellena dengan tangannya sendiri.
"Ellena Su, aku pasti akan menyingkirkanmu dengan tanganku sendiri!!"
-
Hachu...
Ellena tiba-tiba saja bersin. Suaranya yang keras sampai pada telinga Keanu yang sedang berada di kamar mandi.
Tubuh Keanu terasa lengket semua setelah percintaannya dengan Ellena beberapa waktu yang lalu.
Aroma maskulin yang begitu khas langsung berkaur di dalam hidung Ellena ketika Keanu keluar dari dalam sana. Celana panjang hitam, dan singlet berwarna hitam pula membalut tubuh kekarnya.
Ellena menyeringai nakal melihat berapa panasnya Keanu saat ini. Bagaimana tidak, singlet itu tidak dapat menyembunyikan betapa bidangnya dada Keanu, lengan kekar berotot. Tidak terlalu besar, namun terlihat kuat ketika di sentuh. Dan ada tribal yang menghiasi lengan kanannya, indah. Dan Ellena sangat menyukai tribal itu.
"Berhentilah menatapku seperti itu, jika kau tidak ingin aku makan sekali lagi," ucap Keanu memperingatkan.
Ellena turun dari tempat tidurnya dan melompat ke dalam pelukan Keanu. Kedua tangannya mengalung pada lehernya, sedangkan kakinya melingkari pinggang Keanu. Tanpa aba-aba, Ellena langsung mencium bibir Keanu dan memagutnya.
Ellena terus memagut bibir Keanu, atas dan bawah bergantian. Kedua matanya tertutup rapat.
__ADS_1
Tak suka di dominasi, Keanu segera mengambil alih ciuman tersebut. Dan bibir Ellena kini sepenuhnya di kuasai oleh Keanu. Ciuman itu semakin lama semakin panjang dan menuntut.
Keanu membaringkan tubuh Ellena tanpa mengakhiri tautan bibirnya. Tubuh wanita itu kini berada di bawah Kungkungan tubuhnya.
Erangan dan desahan berkali-kali lolos dari sela-sela bibir Ellena, ketika tangan Keanu meremas salah satu bukit kembarnya. Membuat Miss-nya lembab dan sedikit berkedut nyeri.
Sepertinya Ellena siap untuk melakukan pertempuran lagi dengan Keanu untuk yang kedua kalinya. Dan tentu saja Keanu tidak akan menyia-nyiakannya bila memang Ellena menginginkannya.
"Mau di lanjutkan?" tanya Keanu memberi penawaran.
Ellena menggeleng. "Aku lelah, dan hanya ingin menggodamu saja." Jawabnya, kemudian mendorong tubuh Keanu untuk menjauh darinya. "Hoam, aku sangat lelah dan mengantuk. Bisakah aku tidur lebih dulu?" Keanu mendengus geli. Satu jitakan mendarat pada kepala coklat Ellena.
"Tidurlah, masih ada beberapa email yang harus aku periksa." Ellena mengangguk, kemudian membaringkan tubuhnya dengan bantuan Keanu.
Keanu menarik selimut yang ada di bawa kaki Ellena, kemudian menyelimuti tubuhnya sampai sebatas dada. Satu kecupan ia daratkan pada keningnya. Keanu tersenyum tipis. "Tidurlah, dan mimpikan aku." Jari-jari besarnya mengusap kepala Ellena dengan penuh kelembutan.
Setelah memastikan Ellena benar-benar tidur. Keanu beranjak dan meninggalkan wanita itu sendiri di kamarnya, dan Keanu pergi ke ruang kerjanya.
Ctarr ....
"AAHHH...!!ELLENA SU, AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU!"
Ctarr...
AHHH..."
Keanu menghentikan langkahnya ketika telinganya mendengar nama Ellena di sebut-sebut oleh seseorang yang tengah menjalani hukuman cambuk di ruang bawah tanah. Meskipun jaraknya lumayan jauh, namun suara itu sampai ke telinga Keanu.
Keanu mengenal betul siapa pemilik suara siapa itu, Itu adalah suara Adel. Adel terus saja melemparkan kata-kata ancaman yang jelas sekali dia tunjukkan pada Ellena. Sepertinya Adel menyimpan dendam kesumat pada wanita itu.
Dan tentu saja Keanu tidak akan membiarkannya begitu saja, jika Adel sampai berani menyentuh apalagi mencelakai Ellena. Maka dengan tangannya sendiri Keanu akan menghabisinya.
Tak ingin terlalu memikirkannya. Keanu melanjutkan langkahnya dan pergi ke ruang kerjanya. Masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan, dan itu jauh lebih penting.
-
"IBU!! PENNY!! ADEL!! APA YANG TERJADI PADA KALIAN BERTIGA?" kaget Dante ketika tiba di rumahnya dan mendapati ketiga orang itu tergeletak di lantai dalam keadaan tak sadarkan diri.
Kedua mata Dante membelalak dan kedua tangannya gemetar, melihat pakaian bagian belakang yang mereka pakai robek hingga terlihat luka bekas cambukan yang tampak mengeluarkan darah. Tidak hanya satu atau dua saja, namun berjumlah puluhan.
Kedua tangan Dante terkepal kuat. Kedua matanya berkilat tajam. Dengan menahan air matanya, Dante membopong mereka satu persatu kemudian membaringkan di atas tempat tidur dengan posisi tengkurap, agar tidak menimbulkan rasa sakit pada lukanya.
Dengan emosi yang berapi-api, Dante meninggalkan kamar Ibunya dan pergi ke lantai dua untuk membuat perhitungan dengan seseorang yang di duga kuat sebagai dalang utama yang menyebabkan mereka menjadi seperti itu. Dan dengan tangannya sendiri Dante akan menghabisi orang itu.
Selama ini dia sudah cukup bersabar. Dan ini adalah batas dari kesabarannya. Lalu yang menjadi pertanyaannya, apakah Dante mampu menghabisi orang itu atau tidak?
"XI KEANU!!! KELUAR KAU BAJINGAN!!!"
-
Bersambung.
__ADS_1