SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Kematian Ramon


__ADS_3


Jangan lupa baca novel author yang ini juga ya. Like koment jangan lupa 🙏🙏🙏


-


"Mandikan aku,"


Ellena merengek layaknya anak berumur lima tahun yang meminta supaya dibelikan permen oleh orang tuanya. Dan Keanu tidak bisa menolaknya. Pria itu mengangkat tubuh Ellena kemudian menggendongnya dan membawanya ke kamar mandi.


"Tunggulah di bath up, aku akan menyiapkan shampoo dan sabun untukmu."


Ellena tersenyum memandang suaminya yang terlihat sibuk menyiapkan sabun dan shampo untuknya, bahkan Keanu masih memakai pakaian kantornya lengkap, kecuali jasnya yang tentu saja sudah ia tanggalkan. Kini ia melipat lengan kemejanya sampai sebatas sikut, membuka dua ikatan kancing teratas pada kemejanya, melipat celana panjangnya, dan terakhir melongggarkan ikatan dasi dan sabuknya. Tentu saja sepatu dan kaus kaki sudah ia lepas sebelum memasuki kamar mandi.


Penampilannya, bahkan tak mengurangi sedikitpun pesona seorang Xi Keanu. Ia tetap tampan dan cool seperti biasanya, penampilannya yang sekarang justru menambah poin plus tersendiri bagi seorang Xi Keanu.


"Ell, berkediplah. . . Kali ini apa? Jangan bilang kalau kau semakin terpesona pada suami tampanmu ini?"


Lagi-lagi Keanu selalu mengetahui apa saja yang tengah ada di pikiran oleh Ellena, membuat wanita itu membuang pandangannya, sebenarnya ia hanya malu ketahuan memandangi dan mengagumi lelaki itu meskipun tentu saja merupakan hal yang wajar, dia kan suaminya.


Yang menjadi permasalahannya adalah kenapa Keanu selalu mengetahui apa yang tengah ia pikirkan? Kenapa perkataannya barusan seolah hanya dirinya saja yang terpesona pada Keanu?


Keanu berjongkok dan menatap Ellena, serta mensejajarkan dirinya dengan wanita yang kini tengah membuang muka itu, enggan menatap dirinya dan membuang muka ke arah lain. Dia terlalu gugup.


Keanu meraih dagu Ellena dan memaksa wanita itu untuk menatap padanya. Sudut bibirnya tertarik ke atas. "Kau marah padaku? Atau gugup?" tanya Keanu.


Ellena mendesah berat. "Rasanya sangat tidak adil. Bagaimana kau selalu bisa membaca apa yang aku pikirkan sementara aku tidak. Bahkan aku tidak pernah tau apa yang sedang kau pikirkan. Bukankah itu sangat menyebalkan?!" Ellena mencerutkan bibirnya.


"Itu karena aku lebih peka darimu," Keanu menarik ujung hidung mancung Ellena kemudian mengecup singkat bibir ranumnya.


"Benar juga, dan ini sangat mengesalkan." Ellena mendesah berat. "Angkat aku keluar dari sini, aku kedinginan."Ellena mengulurkan tangannya pada Keanu.


"Aku pikir kau ingin supaya kita mandi bersama," Keanu menyeringai.


"Jangan mulai, kau terlalu mesum Di Keanu." Keanu terkekeh.


Jari-jarinya menarik handuk yang ada di samping bath up. Lalu menakupkan pada tubuh polos Ellena. Dengan segera Keanu mengangkat tubuh Ellena dan membawanya ke luar dari kamar mandi. Tidak hanya memandikannya saja, tapi Keanu juga memakaikan pakaian untuk Ellena.


"Lihatlah betapa cantiknya dirimu, Sayang. Ya sudah, aku mandi dulu." Keanu mengecup singkat kening Ellena dan pergi begitu saja.

__ADS_1


Sementara Ellena pergi ke dapur, dia harus melihat apakah makan malam sudah siap atau belum.


"ANAK-ANAK, KAKEK PULANG!!"


"Omo!!"


Dan nyaris saja Ellena terkena serangan jantung dadakan karena ulah kakek Xi. Bagaimana tidak, dia berteriak-teriak seperti sedang berada di dalam hutan. Tapi bukan hal itu yang membuat Ellena terkejut, melainkan perwujudan kakek Xi yang sangat menyimpang jauh dari usianya.


Ellena menghampiri kakek Xi sambil memijit pelipisnya. "Astaga, Kakek. Apa-apaan kau ini? Kenapa kau malah berpenampilan mengerikan seperti ini?" keluh Ellena.


"Memangnya kenapa? Bukankah Kakek sangat tampan dan cetar dalam balutan pakaian ini? Oh, ayolah Ell. Jangan menatap Kakek seperti itu."


Ellena memutar jengah matanya. "Iya, iya, iya.. Kakek memang sangat tampan dan cetar, puas!!" Ellena beranjak dari hadapan Kakek Xi dan pergi begitu saja.


Ellena mendesah berat. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan kakek jaman sekarang. Padahal sudah tua, tapi masih ingin terlihat seperti anak muda. Bukankah itu sangat mengelikan?


-


Marshanda melayangkan pandangan tak suka dan benci pada sebuah rumah kecil yang kumuh dan terlihat tidak layak untuk menjadi tempat bernaung manusia.


Dan parahnya lagi, mulai hari ini dia akan tinggal dan hidup di bawah atap rumah kumuh dan kecil tersebut. Perusahaan ayahnya mengalami kebangkrutan dan mereka jatuh miskin.


"Aku tidak mau masuk, dan aku juga tidak mau tinggal di tempat reot seperti ini!!"


Ramon dan Istrinya mengentikan langkahnya. Keduanya menoleh dan menatap Marshanda dengan tatapan bertanya. "Marshanda , apa maksudmu?" tanya Ramon pada putrinya itu.


"Ibu, apakah kau benar-benar ingin tinggal dan hidup di rumah reot dan kecil seperti ini?! Aku sih ogah, lebih baik aku menjadi pelac** dari pada hidup menyedihkan seperti ini!!" Marshanda menarik tasnya kemudian berbalik dan pergi begitu saja.


"Marshanda, tunggu Ibu. Maaf, tapi benar apa kata anakmu. Aku juga tidak bisa hidup miskin seperti ini." Ucapnya dan pergi begitu saja.


Ramon menatap kepergian mereka dengan penuh kepedihan. Berkali-kali ia memanggil mereka tapi mereka tetap tidak mendengarnya juga. Ramon berteriak meluapkan semua kemarahannya.


Ramon menatap jijik bangunan itu lalu membakarnya. Dia juga tidak ingin tinggal dan hidup di rumah kecil seperti itu. Ramon akan merubah nasibnya dan mendapatkan kembali kehidupan lamanya. Masih ada Sam dan Almira yang tentu saja bisa membantunya. Tapi sebelum menemui mereka, Ramon berniat menemui Keanu terlebih dulu.


"Xi Keanu, aku pasti akan membalas perbuatanmu ini ribuan kali lipat. Dan dengan tanganku sendiri aku akan menghabisimu!!:


-


"XI KEANU, KELUAR KAU BAJINGAN!!"

__ADS_1


Teriakan dan suara gaduh yang berasal dari halaman utama mansion yang memiliki tiga lantai itu menyita perhatian orang-orang yang sedang duduk tenang di meja makan untuk menyantap makan malamnya.


Penasaran apa yang terjadi. Satu persatu penghuni rumah itu berhamburan keluar, dan setibanya di halaman. Mereka melihat seorang pria tengah mengamuk dan melukai beberapa orang.


DORRR....


DORRR....


Tanpa banyak basa-basi, Keanu melepaskan tembakan pada tangan dan kaki pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Ramon. Melihat pria itu ada dihadapannya membuat amarah Keanu memuncak. Sorot matanya tajam dan auranya menggelap.


Keanu menarik rambut Ramon hingga kepalanya mendongak ke atas. "Akhirnya hari ini datang juga, Xi Ramon. Kali ini aku tidak akan melepaskanmu lagi!!" ujar Keanu dengan seringai tajamnya.


"Ma-Mau apa kau?!" tanya Ramon was-was.


Keanu mendekatkan bibirnya pada telinga Ramon dan berbisik. "Membunuhmu dan mengirimu ke neraka!!"


"A-Apa?!" kaget Ramon sambil membelalakkan matanya.


"Ucapkan selamat tinggal pada dunia ini, Xi Ramon."


"Keanu, tunggu!! Ja-"


Crakkk....!!


Kepala itu terlepas dan menggelinding ke bawah kaki Keanu, setelah kapak di tangan kanan Keanu menebas bagian lehernya. Keanu melakukannya tanpa ragu sedikit pun. Mungkin pembalasan yang Keanu berikan pada Ramon tidaklah seberapa. Tapi hal tersebut sudah lebih dari cukup untuk membalas kematian Ibunya.


Keanu bukanlah tipe pria yang suka berbasa-basi. Dia akan menyingkirkan siapa pun yang berani membuat masalah dengannya. Apalagi dendam itu telah lama dia pendam di dalam hatinya. Dan Keanu merasa puas karena berhasil menemukan dan memghabisi pembunuh ibunya.


Sementara itu...


Orang-orang yang melihat kesadisan Keanu saat menghabisi Ramon hanya bisa menelan ludah. Tubuh mereka gemetar, Penny dan Marry terutama. Kedua wanita itu langsung terhuyung ketika melihat Keanu melirik pada mereka.


Tanpa mengatakan apapun, Keanu langsung meninggalkan halaman dan kembali ke dalam. Menguatkan hatinya, Ellena bergegas masuk dan menyusul suaminya.


"Keanu, tunggu!!"


-


Bersambung.

__ADS_1


Readers, khusus besok Novel ini gak up ya. Kondisi Author benar-benar gak memungkinkan untuk mengetik ceritanya. Doakan saja semoga Author bisa cepat sembuh dan pulih lagi. Insya Allah novel ini kembali pada hari Kamis. Sekali lagi Author minta maaf ya🙏🙏🙏


__ADS_2