
Oya, kakak-kakak sekalian. Jangan lupa buat baca juga new novel Author yang baru netes ya. CINTA TULUS UNTUK KUPU-KUPU MALAM. Like koment selalu di tunggu 🙏🙏🙏
-
Malam hari. Adalah waktu yang paling tepat untuk mengistirahatkan tubuh setelah beraktifitas seharian penuh. Begitu pula yang di inginkan oleh tiga pemuda yang saat ini tengah berkeliling kota demi mencari kedai Bulgogi dan Patbingsu(Es kacang merah) yang masih buka.
Jika bukan karena permintaan Ellena, mereka juga tidak akan sudi berkeliling kota hampir tengah malam begini.
Sungguh sial menimpa trio racun. Marcell, Henry dan Dante benar-benar di kerjai habis-habisan oleh Ellena.
Awalnya Ellena memang meminta supaya mereka membelikannya Bulgogi dan Patbingsu, tapi kemudian keinginannya berubah dan Ellena meminta supaya mereka membelikannya sup iga sapi. Tapi lagi-lagi keingian Ellena berubah, wanita itu mengatakan ingin memakan tteokbokki dengan acar lobak yang sangat banyak.
Dan tentu saja keinginannya itu membuat ketiganya frustasi setengah mati. Apalagi Ellena mengancam akan mengutuk mereka jadi perjaka tua jika tidak mau mengabulkan permintaannya.
Mereka ketakutan karena menurut orang tua, kutukan ibu hamil itu sangat mujarab. Ya meskipun pada akhirnya mereka menyerah pada ngidam Ellena yang sangat aneh itu.
"Nunna, kami menyerah." Dante mengangkat tangannya dan mengatakan ketidaksanggupannya lagi.
"Bibi, kenapa kau harus menyiksa kami dengan cara sekejam ini?"
"Jangan salahkan aku, karena itu bukanlah keinginanku melainkan keinginan janin di dalam rahimku. Dia yang ingin memakannya, bukan aku." Tutur Ellena memberi penjelasan.
"Bibi, kenapa hanya di lihat saja? Bukannya kau tadi mengatakan ingin memakan tteokbokki dengan acar lobak yang banyak?"
"Iya, tapi itu tadi. Dan sekarang aku tidak ingin makan lagi. Jadi kalian sendiri saja ya yang memakannya. Hoam, aku sangat lelah dan mengantuk. Selamat malam." Ellena menepuk kepala Henry dan Marcell lalu pergi begitu saja.
"Apa?! Tidak mau memakannya?!" Dante jatuh pingsan.
Dia terlalu syok dan frustasi. Lalu apa arti dari perjuangannya berkeliling kota tengah malam tapi endingnya Ellena malah tidak mau memakannya dengan alasan dia sudah tidak berminat lagi. Jika biasanya mereka yang mengerjai, tapi malam ini justru mereka yang di kerjai.
.
__ADS_1
.
"Hoam."
Ellena menguap lebar. Kemudian wanita itu menjatuhkan tubuhnya di samping Keanu yang sudah terlelap sedari tadi. Ellena mendengus berat. Bagaimana bisa suaminya terlelap sementara dirinya masih terjaga.
Tak kehabisan akal. Ellena mengecup bibir Keanu dan sedikit memagutnya. Dan berhasil. Apa yang Ellena lakukan membuat Keanu terbangun dan membuka kembali matanya.
"Ellena," Keanu mengeram rendah.
Alih-alih meminta maaf dan merasa bersalah. Ellena malah tersenyum tiga jari dan tak menunjukkan rasa bersalah sama sekali.
"Akhirnya kau bangun juga. Jangan tidur lagi, temani aku dulu. Aku tidak bisa tidur." Renggek Ellena memohon.
Keanu mendesah berat. "Aku sangat lelah, Ell. Jadi mengertilah, selain itu besok pagi aku ada meeting penting jadi aku tidak bisa terlambat bangun."
Ellena mencerutkan bibirnya. "Dasar menyebalkan. Kalau tidak mau ya sudah, tidak usah kebanyakan alasan. Ya sudah, tidur lagi saja." Sambil menghentakkan kakinya. Ellena berjalan ke arah balkon. Dan lagi-lagi Keanu hanya bisa mendesah berat.
Dengan menahan rasa kantuknya yang luar biasa. Keanu menyusul Ellena ke balkon kamar. Tak lupa Keanu membawa selimut tebal yang kemudian dia selimutkan pada tubuh Ellena yang hanya terbalut gaun tidur tipisnya. Ellena tersenyum lebar. Dia tau jika Keanu tidak mungkin mengabaikan dirinya.
"Bagaimana kalau kita membuat permohonan? Katanya jika kita membuat permohonan ketika ada bintang jatuh maka permohonan kita akan di kabulkan."
"Dan kau mempercayainya?" Ellena menggeleng.
"Aku juga tidak yakin. Tapi tidak ada salahnya, kita hanya perlu mencobanya."
"Baiklah, ayo sama-sama membuat permohonan." Ellena tersenyum dan kemudian mengangguk.
Ellena menangkupkan kedua tangannya di depan dada sambil menutup matanya. Wanita itu mulai membuat permohonan.
Tidak muluk-muluk, dia hanya ingin janin di dalam perutnya berkembang dengan baik dan sehat. Sedangkan Keanu memohon untuk kebahagiaan keluarga kecilnya.
Lama berdiri di balkon dengan di temani semilir angin malam. Lama-lama Ellena merasakan jika matanya mulai memberat. Wanita itu terlihat beberapa kali menguap dan mengucek matanya.
__ADS_1
"Aku ngantuk. Ayo kita tidur." Ucap Ellena yang kemudian di balas anggukan oleh Keanu. Dan keduanya pun berjalan beriringan meninggalkan balkon.
-
Suasana pagi ini begitu menyejukkan mata. Matahari mulai menampakkan cahayanya untuk menyinari Bumi. Beberapa bunga mawar yang tumbuh di taman mulai bermekaran di pohonnya. Tak hanya bunga Mawar saja, bunga-bunga lain juga turut serta mengeluarkan kuncup bunganya. Burung-burung pipit mulai menyanyi, menyambut datangnya pagi di hari yang baru.
Di mansion mewah keluarga Xi, seorang wanita cantik bertubuh mungil terlihat turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju balkon. Dia lalu menghirup udara pagi yang menyegarkan. Dadanya menggembung, bagaikan terisi udara segar. Kemudian dia menghembuskannya melalui mulutnya.
"Ah! Pagi yang indah..." gumam Ellena dengan untaian indah di bibir ranumnya. Wajahnya mendongak ke atas menatap langit. Matanya memandang awan-awan yang melintasi hamparan biru yang membentang luas bak samudra di atas sana. Sungguh pemandangan yang sangat indah.
Ellena menyatukan kedua tangannya dan merentangkannya ke atas. Seperti yang biasa dia lakukan di pagi hari, yaitu melakukan perenggangan terlebih dahulu. Lalu matanya menangkap sebuah pemandangan yang cukup mengherankan pada semak-semak.
Kedua mata Ellena memicing. Wanita itu meninggalkan balkon dan pergi ke halaman belakang rumah.
"Apa itu?" gymanya sambil menghampiri semak-semak itu.
Di di semak-semak itu, Ellena melihat daun-daun hijau itu tampak basah. Ternyata di atas daun-daun itu ada banyak sekali embun. Dahinya mengernyit, heran. "Sejak kapan ada embun di daun-daun ini? Apa semalam hujan, ya?" Begitulah pertanyaan yang terlontar dari mulutnya. Seingat dia, malam di hari sebelumnya tidak hujan. Bahkan langit sangat cerah, lalu bagaimana bisa ada embun?
Ketika Ellena memperhatikan daun-daun yang terkena embun itu sambil berpikir, muncullah pria dalam balutan pakaian hitam lengan terbuka dan kini terlihat menghampiri Ellena.
"Apa yang kau perhatikan?" tegur Keanu yang hanya di balas gelengan oleh Ellena.
"Tidak ada, hanya melihat embun saja."
Kenapa ada tetes embun sedangkan hujan sama sekali tidak turun di malam sebelumnya?Embun sendiri terbentuk karena terjadi proses kondensasi.
Kondensasi sendiri adalah perubahan wujud benda gas menjadi cair. Biasanya lebih sering disebut pengembunan. Nah, inilah yang terjadi ketika uap didinginkan menjadi air, tetapi dapat juga terjadi bila uap air dikompresi atau tekanan ditingkatkan. Bisa juga karena mengalami kombinasi dari pendinginan dan kompresi. Contohnya seperti tetesan embun di pagi hari.
"Ya sudah, ayo masuk. Sarapan sudah siap." Ucap Keanu yang segera di balas anggukan oleh Ellena.
"Baiklah, ayo."
-
__ADS_1
Bersambung.