SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Saudara Satu Ayah


__ADS_3

Keanu menepikan mobilnya di tepi jalan karena permintaan Ellena. Wanita itu terlihat turun dari dalam mobil dan berjalan menuju bangku yang ada di trotoar jalan.


"Key, kau lihat mereka. Aku merasa iri pada pasangan itu. Mereka memiliki anak dan menjadi keluarga kecil yang bahagia. Dan apakah kita juga bisa seperti mereka?"


Pertanyaan Ellena yang sedikit aneh itu membuat Keanu menoleh seketika. Ditatapnya wajah Ellena dengan penuh kebingungan. Sedangkan yang di tatap hanya terus menatap lurus ke depan. Keanu melihat kesedihan dan rasa frustasi terpancar dari matanya yang teduh.


"Kenapa tiba-tiba kau bertanya begitu?"


Ellena menggeleng. "Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran saja, apakah saudara satu ayah bisa menjalin sebuah hubungan atau tidak? Aku membaca sebuah novel yang membuatku penasaran setengah mati." Kemudian Ellena menoleh dan menatap Keanu yang juga menatap padanya.


"Astaga, jadi kau terlihat galau dari tadi hanya karena novel yang kau baca?" Ellena mengangguk. "Dan baiklah, aku akan menjawabnya. Tentu saja tidak boleh, karena mereka termasuk saudara kandung."


Jlederr...


Bagaikan tersambar petir di siang bolong. Hati Ellena hancur berkeping-keping. Tubuhnya tiba-tiba lemas dan nyaris saja wanita itu itu hilang kesadaran jika saja Keanu tidak segera menangkap tubuhnya. Dan reaksi Ellena yang menurutnya sedikit berlebihan itu membuat Keanu mendengus.


Keanu menyandarkan kepala Ellena di atas dada bidangnya, salah satu tangannya melingkari punggungnya. Keanu menjadikan kepala coklat Ellena sebagai tumpuan dagunya. Dan satu hal yang tidak Keanu sadari jika saat ini Ellena menangis dalam diam.


"Ya Tuhan, Sayang. Jadi sedari tadi kau bersikap seperti ini karena sebuah novel? Aku pikir karena apa."


Ellena mengangkat kepalanya dari dekapan Keanu dan menatap suaminya itu. "Key, jika kisah dalam novel itu terjadi pada kita apa yang akan kau lakukan? Kau akan tetap mempertahankanku atau justru melepaskanku?" tanya Ellena seraya menatap Keanu penuh harap.


"Tentu saja mempertahankanku. Karena aku tidak ingin kehilanganmu."


Ellena memejamkan matanya. "Apakah kau masih bisa bicara seperti ini seandainya kau tau jika sebenarnya kita adalah saudara seayah?!" ujar Ellena membatin.

__ADS_1


Ellena melepaskan pelukan Keanu dan tersenyum tipis. "Antarkan aku pulang. Tiba-tiba aku merasa kurang enak badan." Wanita itu bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada Keanu.


"Bagaimana kalau kau ikut ke kantor saja? Setelah pulang aku ingin membawamu jalan-jalan. Bagaimana."


Ellena menggeleng. "Aku ingin pulang saja." Jawabnya. Keanu mengangguk mengiyakan.


"Baiklah kalau begitu. Ayo,"


Sepanjang perjalanan tak ada satu kalimat pun yang keluar dari bibir Ellena. Wanita itu diam 1000 bahasa sambil terus melihat ke luar. Hatinya serasa seperti di remas-remas setiap kali mengingat apa yang dia temukan di rumah ayahnya.


Kata-kata dalam diary itu sudah menjelaskan segalanya tanpa Ellena perlu bertanya lagi pada sang ayah. Dan yang menjadi pertanyaannya, kenapa ayahnya tidak mencoba menghentikan ataupun menentang hubungannya dengan Keanu meskipun dia tau yang sebenarnya.


Dan jawaban itulah yang harus Ellena dapatkan dari ayahnya.


.


.


Keanu menghidupkan kembali mesin mobilnya. Dia harus kembali ke kantor sekarang. Ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama.


Ellena masuk ke dalam dan mendapati Penny tengah berdebat dengan Rio. Jika biasanya Ellena akan menyoraki salah satu dari mereka, tapi kali ini tidak.


"Eo, Eonni kau sudah pulang?" tegur Penny melihat kedatangan Ellena. Namun tak ada jawaban dari Ellena. Ia hanya menatap sekilas pada Penny.


Wanita cantik bertubuh mungil itu hanya melewati mereka begitu saja. Dan sikap tak biasa Ellena tentu saja menimbulkan sebuah tanda tanya besar di benak keduanya. Tapi mereka tak mau terlalu ambil pusing. Mereka melanjutkan perdebatan konyolnya yang tak ada henti-hentinya tersebut.

__ADS_1


Ellena menutup pintu kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya di lantai. Wanita itu menarik kedua kakinya dan membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya. Air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya tumpah dan membasahi wajah cantiknya.


Sakit. Rasa itu yang kini terus menyiksa batin dan hati Ellena hingga saat ini. Bagaimana tidak, pria yang teramat dia cintai ternyata adalah kakak kandungnya sendiri. Mereka berbeda ibu namun satu ayah. Itulah kebenaran yang Ellena temukan dari diary usang di ruang pribadi ayahnya.


Siapa yang menduga jika ibu Keanu pernah memiliki hubungan dengan ayahnya di masa lalu jauh sebelum dirinya ada dan di lahirkan ke dunia ini. Percintaan di luar nikah membuat ibu Keanu hamil. Tapi sayangnya ayah Ellena tidak mau bertanggung jawab karena belum siap. Dan Demi menutupi kehamilannya, ibu Keanu bersedia di jodohkan dan di nikahkan dengan pria yang sama sekali tidak ia cintai.


Sebagai seorang ibu, tentu saja ia tidak ingin jika anaknya terlahir sebagai anak haram karena tidak memiliki ayah. Dan itulah tujuan utama ibu Keanu menerima perjodohan tersebut. Beruntung usia kehamilannya pada satu itu masih satu Minggu, jadi tidak ada yang tau apalagi menyadari kehamilannya termasuk dirinya.


Dan yang lebih mencengangkan lagi. Bukan orang lain yang membunuh ibu Keanu, tapi ayah Ellena sendirilah yang melakukannya dengan mengkambinghitamkan Ramon dan Sam. Agar suatu saat orang mengira jika merekalah pembunuhnya.


Ayah Ellena tidak ingin jika rahasia besarnya sampai terbuka karena berkali-kali ibu Keanu mengancam akan memberi tau Ivanka jika dia memiliki anak di luar nikah. Demi menghilangkan jejak, dia menyusun rencana pembunuhan dan melenyapkan ibu Keanu.


Ellena memukul dadanya dengan brutal. Berharap apa yang dia lakukan bisa sedikit mengurangi rasa sesak di dadanya. Meskipun dia tau jika itu tidak akan berefek apapun. Hatinya tetap saja sesak dan sakit.


"ARRRKKHHHHH!!" Ellena berteriak mencoba meluapkan semua perasaannya. Melampiaskan rasa sakitnya yang kini serasa mencabik-cabik hati dan perasaannya.


"Kenapa Tuhan, kenapa harus dia?! Kenapa harus dia? Kenapa..." lirih Ellena penuh dengan kepiluan.


Semua kenangannya bersama Keanu terekam jelas di ingatannya. Ellena tersenyum pahit, dia bingung harus bagaimana sekarang. Bolehkah dia bersikap egois sekarang? Tapi bagaimana dengan karma Tuhan yang akan dia terima jika tetap melanjutkan cinta terlarang itu? Tapi di sisi lain Ellena merasa tidak sanggup. Dia tidak sanggup jika harus melepaskan Keanu. Ia terlalu mencintai pria itu. Ia terlalu mencintai suami yang merangkap sebagai kakaknya tersebut.


Ellena bangkit dari posisinya dan berjalan ke arah kamar mandi. Wanita itu masuk ke dalam bathtub dan mulai menenggelamkan tubuhnya di sana. Bahkan Ellena masih berpakaian lengkap.


Gelembung kecil terlihat di permukaan air ketika wanita itu mencoba menghembuskan nafasnya. Lalu apa yang akan Ellena lakukan? Mungkinkah dia berusaha untuk mengakhiri semua rasa sakitnya dengan menenggelamkan diri di dalam bathtub? Atau mungkin Ellena berusaha untuk mengakhiri hidupnya?


Bahkan Ellena tidak tau apa yang sebenarnya sedang dia lakukan itu. Pikirannya terlalu kacau hingga dia tidak bisa berpikir dengan jernih. Ellena hanya ingin rasa sakitnya itu menghilang. Bukan hanya untuk saat ini saja, tapi hilang untuk selama-lamanya.

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2