SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Setingan Drama


__ADS_3

"Apa yang terjadi pada lehermu?"


Ellena memegang lehernya yang terbebat perban. "Ahhh, ini. Terjadi insiden kecil tadi pagi, tapi tidak apa-apa, hanya luka kecil saja."


Keanu menarik lengan Ellena membuat gadis itu jatuh berlutut di depannya. Keanu menarik perban yang melilit leher Ellena dan mendapati sebuah luka memanjang di lehernya. Dan Keanu tau jika itu adalah luka bekas dari goresan pisau.


"Siapa yang melakukannya? Aku tau jika itu bukan luka yang kau dapatkan dari sebuah kecelakaan, tapi luka bekas sayatan benda tajam?" ujar Keanu sambil mengunci sepasang manik coklat milik Ellena.


Glukk...


Susah payah Ellena menelan salivanya melihat tatapan Keanu yang mengintimidasi. Melihat tatapan Horor suaminya membuat Ellena merasa seperti sedang mengikuti uji nyali.


Haruskah Ellena memberitahu Keanu dan mengatakan yang sebenarnya padanya? Atau tetap merahasiakannya. Ellena di lemah.


Jika dia berterus terang, itu hanya akan membuatnya terlihat sebagai wanita yang lemah yang hanya bisa bersembunyi di balik punggung suaminya. Tapi jika dia tidak memberitahu Keanu yang sebenarnya, dia pasti tidak akan melepaskannya dan terus mendesak supaya Ellena mengatakan yang sebenarnya. Mengingat bagaimana buruknya tempramen Keanu selama ini.


"Aku bertanya padamu, Ellena Xi!!"


Ellena terlonjak kaget. Dia terkejut Keanu membentaknya. Gadis itu mulai berkeringat dingin melihat tatapan Keanu yang semakin menajam dan terlihat lebih berbahaya dari sebelumnya.


"Sebenarnya..."


Brakkk...


Dobrakan keras pada pintu membuat Ellena tidak melanjutkan ucapannya. Sontak saja dia menoleh dan mendapati Marry serta Penny datang bersama beberapa polisi untuk menangkapnya.


"Dialah orangnya, orang yang berusaha untuk membunuh kakakku. Dan luka di lehernya adalah buktinya. Dante Oppa berhasil menggores leher wanita itu sebelum dia jatuh pingsan. JADI CEPAT TANGKAP DIA, PAK!!"


Dua orang polisi yang membawa surat tugas menangkapan menghampiri Ellena dan berniat untuk menangkapnya, tapi di halangi oleh Keanu.


"Sebenarnya ada apa ini? Dan kenapa kalian ingin menangkapnya?" Keanu menatap kedua polisi itu bergantian.


"Keanu, sebaiknya kau tidak usah ikut campur apalagi berusaha menutupi kesalahan istrimu!! Apa kau tau apa yang sudah dia lakukan pada Dante? Dia berusaha membunuhnya dengan menusuk perutnya. Dan untuk itu, DIA HARUS MEMBUSUK DI PENJARA!!" teriak Marry meluapkan kemarahannya.


"Apakah kau memiliki bukti jika memang aku sengaja melakukannya? Lagipula aku tidak akan berbuat nekat jika saja putramu tidak memulainya lebih dulu, dia yang sebenarnya ingin membunuhku!! Jadi jangan memutar balikan fakta dan berlagak jika dia adalah korbannya."


"Lalu, apakah kau memiliki bukti jika memang Dante yang bersalah? Dan karena ulahmu, saat ini keadaan anakku kritis, nyawanya berada dalam bahaya!!"


"Benarkah? Kenapa aku meragukannya?" Ellena menyeringai dan menatap Marry dengan pandangan meremehkan. "Sangat tidak masuk akal jika luka yang tidak lebih dari panjang dari kuku bisa membuatnya kritis," imbuhnya dengan seringai yang sama.

__ADS_1


"Oh, jadi kau mengakuinya jika kau memang menusuk Dante?" Marry menyeringai.


Ellena mengangkat bahunya. "Ya, aku mengakuinya. Dan bagaimana kalau kita buktikan jika luka itu hanya luka kecil saja!" lalu pandangan Ellena bergulir pada Keanu. "Apa kau juga setuju, suamiku?" Keanu tidak memberikan jawaban apa-apa, dia menganggukkan kepala sebagai gantinya.


"Baik, siapa takut."


"Jika aku terbukti berbohong, aku akan menyerahkan diriku dengan suka rela. Tapi jika kalian yang terbukti membesar-besarkan masalah, aku akan menuntut kalian berdua dengan alasan pencemaran nama baik!!"


"Baik, kami menerimanya!!"


"Ibu," bisik Penny mulai cemas.


"Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Ibu sudah mengatur semuanya," bisik Marry dan meyakinkan pada Penny jika semua akan baik-baik saja. Marry menyeringai. "Ellena Su, kali ini kau akan habis!!"


Ellena berjalan paling depan sambil mendorong kursi roda Keanu. Rasanya dia sudah tidak sabar memberikan pelajaran pada kedua wanita itu.


Ellena menghentikan kursi roda Keanu di depan pintu kamar Dante. Gadis itu memberi kode pada Penny supaya dia membuka pintunya. Dan setibanya di dalam, mereka mendapati Dante yang sedang terbaring lemah dengan sebuah selang oksigen yang menempel pada hidungnya.


Bukannya merasa terkejut. Ellena malah tertawa meremehkan. "Sungguh setingan drama yang sangat sempurna." Ellena menoleh pada suaminya. "Boleh aku melakukan sesuatu untuk membuatnya bangun dan menghentikan kepura-puraannya?" tanya Ellena memastikan.


"Dan aku yakin kau membutuhkan benda ini, Sayang." Keanu menyerahkan sebuah pisau lipat pada Ellena. Salah seorang polisi hendak melayangkan protesnya tapi di cegah oleh Keanu. "Sebaiknya kalian jangan coba-coba jika masih ingin keluar dari tempat ini dalam keadaan selamat!!"


"Apa yang akan kau lakukan pada kakakku, Ellena Su?" Penny menatap Ellena penasaran. Dia terlihat panik melihat Ellena mendekati Dante dengan membawa pisau lipat pemberian Keanu.


"KAU GILA!!!" bentak Penny marah. "Jangan lakukan itu dan cepat buang pisaumu!!" pintanya menuntut.


"Sudah terlambat!!"


Ellena mengangkat pisau lipatnya dan langsung dia hujamkan pada perut Dante, dan pisau itu pasti sudah melaluinya jika Dante tidak langsung bangun dan menghindar. Bahkan Dante terlihat baik-baik saja. Dan Ellena berhasil membuka lilitan perbannya hingga terlihat seberapa parah luka itu.


"Hahaha... Baru kali ini aku melihat orang yang sedang kritis langsung sadar dan sehat kembali hanya karena sebuah pisau lipat, bukankah aku sangat luar biasa?" Ellena tertawa tergelak dan membanggakan dirinya.


Ellena menoleh pada Keanu dan mengedipkan sebelah mata padanya. Ellena menghampiri Dante yang terlihat mengepalkan tangannya. Ellena tersenyum meremehkan.


"Saudara tiri, kelihatannya kau baik-baik saja sekarang. Berterimakasihlah pada Kakak iparmu yang cantik ini, karena Kakak sudah membantumu untuk sembuh,"


"ELLENA SU!!"


Grepp...

__ADS_1


Ellena menahan pergelangan tangan Dante yang hendak menamparnya, Ellena menatap Dante tajam. Dengan kasar dia menyentakkan tangan Dante hingga lengan itu sedikit terayun kebelakang.


Plak...


Ellena melayangkan telapak tangannya pada wajah Dante menampar dia dengan keras. Saking kerasnya tamparan itu sampai muncul ruam merah bekas dari tamparan Ellena.


"Jangan kau pikir karena kau laki-laki, maka aku akan membiarkanmu menindas diriku dengan sesuka hatimu. Asal kau tau saja, aku bukanlah gadis lemah yang mudah untuk kalian rundung. Aku tidak akan menjebloskan kalian semua ke dalam penjara. Sebagai gantinya, kalian harus membersihkan seluruh mansion ini. Dan waktu yang kalian miliki hanya satu jam!!"


"ELLENA SU!!" teriak Penny marah.


"Lima puluh sembilan menit lagi. Jad! segera mulai sebelum kalian kehabisan waktu!!" tegas Ellena yang tak ingin di bantah.


Ellena menghampiri Keanu dan membawa suaminya keluar dari kamar Dante. Keanu tersenyum tipis. Dia sungguh kagum dengan keberanian Ellena. Ternyata gadis yang dinikahinya bukanlah gadis lemah seperti yang dia pikirkan. Ellena memang sangat luar biasa.


Dan Keanu tidak salah menikahi wanita, Ellena memang pantas menjadi istrinya. Selain cantik dan pintar memasak. Ellena adalah wanita yang kuat dan tangguh. Dia tak mudah ditindas oleh orang lain. Satu lagi, dia bukanlah perempuan yang gila dan silau oleh harta.


.


.


Keanu menarik Ellena dan membuat wanita itu jatuh di atas pangkuannya. Saat ini keduanya berada di kamar Keanu.


"Itu tadi sangat luar biasa, dan untuk itu kau perlu di beri penghargaan, Nyonya Xi!" Keanu menakup wajah Ellena dan kemudian mencium singkat bibirnya. Tanpa pagutan.


Ellena mengalungkan kedua tangannya pada leher Keanu. "Apa itu sebuah pujian?"


"Ya, anggap saja begitu."


Ellena menakup sisi wajah suaminya kemudian mencium bibirnya. "Itu adalah bayaran untuk pujian yang kau berikan padaku. Baiklah, aku harus siap-siap sekarang. Hari ini toko banyak pesanan. Kasihan jika hanya Shifanya sendiri. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. Aku akan memanggil Evan supaya membantumu bersiap-siap." Kemudian Ellena turun dari pangkuan Keanu dan pergi begitu saja. Meninggalkan pria itu sendiri di kamarnya.


Bukan maksud Ellena tidak mau melayani suaminya. Hanya saja dia masih belum siap melihat Keanu yang bertelanja** bulat di depan matanya. Mungkin dia akan melakukannya, tapi suatu saat nanti.


Ellena menghentikan langkahnya setibanya di depan pintu. Wanita itu melemparkan senyuman pada suaminya, sebelum sosoknya benar-benar hilang dari jangkauan mata Keanu.


Keanu menatap kepergian Ellena dengan tatapan yang sulit di artikan. Sudut bibirnya tertarik ke atas. Lagi-lagi dia menemukan kehangatan dari seorang Ellena yang tidak bisa dia temukan dari siapa pun.


Ellena memang berbeda dari kebanyakan wanita yang pernah dia temui dalam hidupnya, Dia adalah gadis yang apa adanya, dan hanya bersama Ellena, dia bisa menjadi dirinya sendiri.


-

__ADS_1


Bersambung.


Hallo para pembaca yang baik hati. Ayolah berikan dukungan kalian dengan meninggalkan like komentnya setelah membaca. Kebanyakan pembacaku itu pembaca gelap. Karena satu like koment kalian sangat berarti bagi Author. Dukung terus Novel ini biar bisa maju dan Authornya makin semangat buat lanjutin sampai ending 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2