
Seorang konglomerat asal Korea Selatan telah menemukan putrinya yang hilang belasan tahun yang lalu. Perempuan itu merupakan istri dari CEO Xi Empire 'Xi Keanu'. Aster Jung, atau yang lebih akrab di panggil Ellena, adalah putri kandung dan Jung Daniel dan mendiang istrinya
"Apa-apaan ini!!" Dellia memekik keras setelah membaca berita di koran pagi ini.
Dia begitu terkejut saat mengetahui jika ternyata Ellena adalah putri seorang konglomerat asal negeri ini.
Sarah yang penasaran segera menghampiri Dellia, kemudian merebut koran tersebut dari tangannya.
Kedua mata Sarah membelalak. Dia sama terkejutnya dengan Dellia setelah mengetahui siapa orang tua kandung Ellena yang sebenarnya.
"Ini sangat mustahil, bagaimana mungkin jika Ellena adalah putri keluarga Jung yang hilang?" Sarah menjatuhkan koran ditangannya dan terhuyung ke belakang.
"AARRRKKHHH...!! Kenapa wanita itu selalu lebih beruntung dariku? Pertama, dia selalu lebih popular dibandingkan diriku, kemudian dia menikah dengan pria yang sempurna dan yang lebih menyebalkan lagi dia adalah seorang putri dari keluarga kaya raya. Kenapa takdir selalu tidak adil padaku!!!"
"Diamlah dan berhenti mengeluh, Ibu akan menemui keluarga Jung dan meminta uang sebagai bentuk kompensasi karena keluarga kita telah merawat dan membesarkan, Ellena. Dan sebaiknya ayahmu jangan tau tentang masalah ini. Kita bisa menjadikan mereka sebagai tambang uang." Sarah menyambar tasnya dan pergi begitu saja.
Sarah tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas yang dia miliki. Ia akan memanfaatkan orang tua kandung Ellena yang kaya raya itu untuk mendapatkan sebuah keuntungan darinya.
-
Ellena kembali menghela napas panjang. Rasanya paru-parunya sangat sesak. Berjam-jam terjebak dalam ruangan tertutup tanpa melakukan sesuatu yang menyenangkan membuatnya merasa sangat bosan.
Kepalanya ia telengkan yang Ellena sanggah dengan sebelah tangannya. Bibirnya mengerucut sebal dengan atensi yang sedang dipandangnya. Sejak tadi Keanu hanya sibuk dengan tumpukan-tumpukan kertas di depannya, dan tak menghiraukan dirinya sama sekali. Bahkan menoleh pun tidak, dia terlalu serius.
"Aku bosan!!"
Di Keanu mengangkat wajahnya dan menghadap Ellena yang tiba-tiba berseru keras. Manik matanya yang dingin menyiratkan sebuah pertanyaan, 'Ada apa?' kurang lebih itulah arti dari tatapan Keanu pada wanita berhelaian coklat terang tersebut.
Ellena membawa punggungnya bersandar nyaman pada sandaran sofa tempat ia duduk duduk. Ia menundukkan kepalanya dan mulai memainkan jari-jemarinya pertanda ia sedang bosan, sangat-sangat bosan malahan.
"Sampai kapan kau akan mengabaikanku, Xi Keanu. Apa kau tidak tau kalau aku sangat bosan. Kau memintaku untuk datang, tapi aku malah kau abaikan, dasar workaholic menyebalkan." Ellena menggerutu dan menatap kesal suaminya itu. Sedangkan Keanu hanya bisa mendengus geli melihat tingkah istri cantiknya yang sedang ngambek padanya.
Keanu meletakkan pulpennya kemudian bangkit dari duduknya. Dengan tenang dia menghampiri Ellena. "Lalu kau ingin supaya aku bagaimana?" Keanu berlutut di depan Ellena duduk dan mengunci manik coklatnya. Ellena menunjuk bibirnya tanpa mengatakan apa-apa.
Keanu mendengus. Membingkai wajah Ellena dan segera mencium bibir ranumnya. Ellena tersenyum di tengah ciuman mereka, wanita itu mengangkat kedua tangannya dan mengalungkan pada leher Keanu. Perlahan, kelopak matanya tertutup ketika merasakan ciuman Keanu yang semakin lama semakin menuntut.
Posisi mereka tidak lagi duduk saling berhadapan melainkan berbaring di sofa dengan Keanu menindih tubuh Ellena. Jari-jari mereka saling bertautan dan saling meremas.
__ADS_1
Desahan berkali-kali lolos dari bibir Ellena ketika Keanu menurunkan ciumannya menuju leher jenjangnya dan juga sekitar dadanya. Sedangkan di bagian bawahnya sudah basah sejak pertama kali Keanu mencumbunya.
"Tuan muda, sa-" Evan menggantung kalimatnya dan langsung membekap bibirnya ketika tiba di ruangan Keanu dan mendapati sepasang suami-istri tengah bergulat bibir dengan begitu panasnya. "Ya Tuhan, apa-apaan ini? Kenapa aku harus melihat hal seperti ini lagi!!!" jeritnya membatin. Jari-jarinya berlumur darah yang berasal dari hidungnya.
Buru-buru Evan keluar dan menutup kembali pintu ruangan atasannya karena tak ingin semakin lama tersiksa. Dan Evan membutuhkan pelepasan sekarang, ditambah lagi celananya yang terasa sesak. Rasanya ia ingin mengutuk mereka berdua yang selalu mengumbar kemesraan di mana pun mereka berada.
Dan tak lama setelah kepergian Evan. Dua wanita terlihat meliukkan tubuhnya menghampiri ruangan Keanu. Tatapan penuh permusuhan saling mereka lemparkan. Memberikan tatapan tajam dan penuh intimidasi.
Setelah cukup lama saling diam dan menatap tajam. Keduanya sama-sama melanjutkan langkahnya, tidak ada yang mau mengalah apalagi mengaku kalah. Mereka yang tak lain adalah Adel dan Marshanda saling berebut untuk bisa masuk ke dalam ruangan Keanu.
"Ahhh..."
Desahan panjang yang berasal dari dalam sana membuat keduanya tersentak. Kedua pasang bola mata berbeda warna ini saling membelalak ketika melihat apa yang terjadi di dalam sana.
Prangg....
Dan tanpa sadar mereka menjatuhkan bekal makan siang yang mereka siapkan untuk Keanu. Akibatnya semua makanan yang ada di dalamnya tumpah dan berserakan di lantai. Dan tentu saja hal itu mengejutkan dua orang yang ada di dalam sana.
Wajah panik Ellena seketika berubah menjadi kesal. Bagaimana tidak, dengan seenak jidat mereka mengganggu kegiatan panasnya dengan Keanu. Membuat moodnya yang sudah dia bangun dengan susah payah menjadi hancur berantakan.
"Sedang apa kalian di sini?" Keanu bangkit dari duduknya dan menghampiri mereka berdua."Bereskan makanan-makanan itu dan segera pergi dari sini."
"Aku rasa kau tidak tuli!!" sahut Ellena menimpali. Ellena menghampiri Keanu kemudian memeluk lengannya dengan manja.
"Terima saja kenyataan kalau sekarang Keanu dan aku sudah menjadi suami-istri. Dan kalian berdua, terutama kau... Berhentilah bermimpi untuk mendapatkan dia lagi. Pergi!!" Ellena mendorong kedua wanita itu dan kemudian menutup kembali pintu ruangan Keanu.
Ellena tersenyum puas. Sedangkan Keanu hanya bisa mendengus geli melihat tingkah istri cantiknya itu. Ellena memang sangat pemberani dan tegas, dan Keanu menyukai hal itu.
"Dasar kau ini," Keanu mengacak rambut coklat Ellena dan pergi begitu saja. "Tunggu sebentar. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu, setelah ini kita makan siang sama-sama." Ucapnya yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena.
-
Seorang pria bertubuh tinggi tegap terlihat melangkahkan kakinya meninggalkan bandara. Ini adalah kedatangannya yang pertama sejak kepergiannya tujuh tahun yang lalu.
Pria itu membuka kaca mata hitamnya dan memperhatikan apa yang ada di sekelilingnya. Tempat di mana dia berpijak saat ini, sudah tidak sama lagi seperti dulu ketika dirinya meninggalkan kota kelahirannya ini dan pergi ke Eropa untuk melanjutkan studinya.
Banyak gedung-gedung tinggi yang berdiri di Seoul, padahal dulu tidak sebanyak sekarang. Seoul benar-benar telah berubah, namun tidak dengan perasaannya untuk gadis itu. Gadis yang menjadi cinta pertamanya.
__ADS_1
Dan kepulangannya sekarang adalah untuk mendapatkan kembali hatinya. Bukan, tapi untuk mempersuntingnya.
Pria itu membuka kotak kecil dan tersenyum lebar melihat cincin yang tersemat di dalam kotak tersebut.
"Tunggu aku, sebentar lagi kita akan bertemu dan aku tidak akan meninggalkanmu lagi!!"
Pria itu kemudian melanjutkan langkahnya dan menghentikan sebuah taxi. Ia sangat lelah setelah perjalanan panjangnya, dan pria itu ingin segera tiba di rumahnya dan beristirahat.
-
Sepasang suami-istri terlihat melangkahkan kakinya memasuki sebuah restaurant mewah yang berada di pusat kota, salah satu pelayan menyambut kedatangan mereka dan menggiring Ellena dan Keanu menuju salah satu meja di dekat jendela yang memang dipilih oleh Keanu.
Dalam langkahnya menuju meja, beberapa pasang mata terutama dari kalangan pria menatap Ellena dengan tatapan lapar, dan tak sedikit pula wanita yang menatap Keanu dengan tatapan yang sama.
Ellena mendecih dan menatap mereka tidak suka. "K**uharap mereka tidak meneteskan air liurnya." Gumam Ellena membatin.
Sedangkan pandangan para wanita yang mereka tujukan pada Ellena jelas itu adalah pandangan tidak suka. Terlebih lagi ketika wanita itu memeluk lengan Keanu dengan begitu mesra. Tak sedikit pula dari wanita itu yang menatapnya dengan sebal bahkan mencemooh.
Keanu melirik beberapa pria yang sedang menatap Ellena dengan sorot mata dingin dan tidak bersahabat. Dan mereka langsung tidak berkutik ketika pria itu menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajam penuh intimidasi. Ellena tersenyum bangga, karena di mata Keanu dirinya begitu istimewa.
Mereka duduk dalam diam beberapa menit setelah memesan makanan. Ellena memperhatikan suaminya yang sedang berkutat dengan ponselnya. Wanita itu mendengus. "Dasar tuan worcaholic." lirihnya mencibir. Dan menit berikutnya ponsel itu berdering.
"Ya aku sudah membaca emailnya. Aku ingin berkas itu ada di mejaku besok pagi." Dan kemudian Keanu memutuskan sambungan telfonnya laku meletakkan ponsel itu di atas meja.
Selanjutnya mereka menikmati makan siangnya dengan tenang. Tak sepatah kata pun keluar dari bibir Ellena maupun Keanu. Keduanya sama-sama diam dalam keheningan, sampai sebuah suara menginterupsi kegiatan mereka yang sedang menyantap makan siangnya.
"Keanu," panggil seseorang dari arah depan.
Sontak Keanu mengangkat wajahnya dan Ellena menoleh pada asal suara. Kedua mata Ellena dan pria itu sama-sama membelalak terkejut.
"Ellena//Alden!!!"
-
Bersambung.
Maaf atas keterlambatan post ceritanya. Di kampung Author mati lampu dan Indosat trouble dari semalam. Jadi gak bisa masuk ke Mangatoon buat ngetiknya.
__ADS_1
Selalu tinggalkan like komentnya, setelah membaca 🙏🙏🙏 Khususnya buat Silent Readers. Bantu novel ini maju 🙏🙏😭😭😭