SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Pertemuan Dengan Dellia dan Simon


__ADS_3

"Ellena."


Keanu yang baru saja kembali dari mencari angin segar sedikit terkejut ketika kembali ke ruangannya dan melihat keberadaan Ellena di. Wanita itu tersenyum lebar seraya bangkit dari duduknya.


Tubuh Keanu sedikit terhuyung karena pelukan Ellena. Wanita bertubuh mungil itu mengangkat kepalanya dan menatap suaminya yang super tinggi itu.


"Aisshh, padahal aku sudah memakai heels, tapi kenapa tinggiku masih tidak bisa menyamaimu?!" ujar Ellena setengah mengeluh.


Keanu mendengus geli. Dia benar-benar heran dengan istrinya yang cantik ini. Perasaan tiada hari tanpa mengeluh soal tinggi badannya yang kalah jauh dari dirinya.


"Berhentilah mengeluh dan memasang wajah menggelikan seperti itu, Ellena Xi. Itu sangat tidak cocok denganmu!!"


"Aisshh, terserah." Ellena melepaskan pelukannya kemudian beranjak dari hadapan Keanu. Tapi sayangnya cengkraman pada pergelangan tangannya menghentikan langkahnya. "Apa?"


Keanu mengangkat tubuh Ellena dan menaikkan ke atas meja. "Bagaimana?Bukankah sekarang kita sudah seimbang?" Ellena tersenyum. Wanita itu menarik dasi yang menggantung di leher Keanu dan kemudian mencium bibirnya.


Sebelah tangan Keanu menekan tengkuk Ellena dan semakin memperdalam ciumannya. Tapi sayangnya ciuman itu hanya berlangsung beberapa detik saja. Karena mereka sudah mengakhirinya.


"Kenapa datang tidak memberitahuku lebih dulu?"


"Jika aku memberitahumu itu bukan kejutan lagi namanya. Oya, apa yang betina itu lakukan di sini? Apa dia datang untuk mengganggumu lagi?"


Keanu memicingkan matanya. "Kau bertemu dengannya?" Ellena mengangguk. "Apa kalian terlibat pertengkaran? Apa wanita itu menyakitimu?" tanya Keanu memastikan.


Ellena menggeleng. "Mana berani dia melakukan itu padaku. Sebelum menyentuhku pasti sudah aku patahkan tangannya. Oya, kau sudah makan siang? Ayo kita makan siang bersama." Ajak Ellena sambil mengurai senyum lebar.


Keanu mengangguk. "Ayo, kau ingin makan siang di mana?" tanya Keanu


"Playfoot Cafe." Ellena menjawab cepat. Keanu mengangguk. Dan keduanya pun berjalan beriringan meninggalkan ruangan Keanu.


Banyak dari karyawan Keanu yang merasa iri pada Ellena. Pasalnya dia adalah wanita paling beruntung di dunia ini karena di peristri oleh Keanu yang serba segalanya. Tampan, maan dan kaya raya. Siapa coba yang tidak akan tergoda olehnya.


Tiba-tiba Ellena terkekeh geli dan membuat Keanu memicingkan mata. "Apa yang kau tertawakan?" tanya Keanu penasaran.


Ellena menggeleng. "Tidak apa-apa. Hanya geli saja melihat bagaimana reaksi para karyawatimu. Mereka seolah-olah ingin menerkamku. Sepertinya mereka tidak rela Boss-nya yang tampan berjalan dengan wanita lain meskipun orang itu istrinya sendiri. Dan aku sangat menikmati moment semacam ini." Tuturnya panjang lebar.

__ADS_1


Keanu mendengus geli. Istrinya ini memang sangat sulit di tebak dan selalu penuh kejutan. Keanu tersenyum tipis.


"Dasar,"


-


Brugg...!!


Dua wanita itu sama-sama terhuyung setelah tidak sengaja bertabrakan. Salah satu dari kedua wanita itu langsung melayangkan amarahnya pada wanita yang sedang membungkuk memunguti barang-barangnya yang jatuh berserakan.


"Yakk!! Di mana matamu saat berjalan? Apa kau sudah bosan hidup?! Lain kali kalau jalan pakai matamu!!"


Wanita itu mendengus. "Kau bodoh ya, di mana-mana orang jalan itu pakai kaki, bukan pakai mata. Mata itu untuk melihat bukan untuk berjalan. Dasar idio*." Wanita itu menegakkan tubuhnya dan membuat wanita yang marah-marah itu terkejut bukan main.


"Kau...!! ELLENA!"


Ellena menyeringai. "Lama tidak bertemu kakak, bukannya lebih baik tapi kau malah lebih gila." Ucap Ellena setengah mencibir.


"Kau!!"


"Sayang ada apa?" di saat bersamaan Simon datang dan menghampiri Dellia. Dellia pun langsung mengadukan Ellena pada Simon. Simon yang mendengar cerita palsu Dellia tidak bisa menahan amarahnya. Dia mengangkat wajahnya dan berniat memberi pelajaran pada wanita yang sudah membuat Dellia hampir celaka dan...!! "Ellena." Terkejut setelah melihat siapa yang berdiri dihadapannya.


"Apa yang kau lihat? Masih mengharapkannya?" bentak Dellia melihat reaksi Simon ketika menatap Ellena.


Simon menoleh dan menatap Dellia. "Ada apa?"


"Lupakan saja." Dellia beranjak dari hadapan Simon dan pergi begitu saja. Simon yang tidak ingin pulang dengan menaiki kendaraan umum karena kunci mobilnya ada pada Dellia pun segera menyusulnya.


"Dellia Su, tunggu aku!!"


-


BUKK...


Ellena menggebrak meja di depannya dengan sangat keras dan membuat perhatian para pengunjung cafe kini teralih padanya, termasuk Keanu yang memang satu meja dengannya.

__ADS_1


"Aisshh, dasar manusia-manusia menyebalkan itu. Bertemu dengan mereka membuat moodku buruk saja." Gerutu Ellena meluapkan kekesalannya.


"Mereka? Siapa?"


"Siapa lagi jika bukan Dellia dan si bajingan itu, aku malas menyebutkan namanya."


"Maksudmu mantan kekasihmu itu?"


"Lalu siapa lagi jika buka si bedebah itu? Hauuu, rasanya aku ingin menggunduli kepala mereka berdua di depan umum. Bisa-bisanya mereka bersekongkol untuk membuatku kesal. Untung saja aku tidak menghajar mereka sampai pingsan." Lanjut Ellena meluapkan kekesalannya.


"Memangnya apa yang mereka lakukan padamu?"


Ellena menggembungkan pipinya dengan kesal. Dia benar-benar kesal setengah mati pada Simon dan Dellia. Bertemu dengan mereka berdua rasanya seperti menemukan bangkai secara tidak sengaja. Menjijikkan.


"Berhentilah ngomel-ngomel dan segera habiskan makan siangmu." Celetuk Keanu sambil menjitak gemas kepala coklat Ellena.


"Yakk!! Tapi tidak usah di jitak juga. Dasar menyebalkan!!" Ellena menggembungkan pipinya kebiasaan yang selalu dia lakukan ketika sedang kesal. Dan lagi-lagi Keanu hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah menggemaskan istrinya.


-


Deggg...


Penny tersentak kaget begitu pula dengan Rio saat mereka berdua tidak sengaja berpapasan. Insiden yang terjadi hari itu membuat mereka sama-sama merasa malu ketika tidak sengaja berpapasan atau ketika duduk bersama di meja makan.


Penny merasa kehilangan muka sedangkan Rio merasa malu sendiri karena perempuan itu telah melihat dirinya yang sedang bulat. Buru-buru Penny pergi ke kamarnya sebelum semakin terlihat konyol di depan Rio.


Henry dan Marcell yang melihat hal itu tidak tahan untuk tidak menggoda Rio. "Cieee, saling malu-malu meong, pasti karena sosis berurat kan." Goda Marcell sambil tersenyum jahil.


"Omo!!" dan kemunculan mereka yang tiba-tiba mengejutkan Rio. "Yakk!! Tidak bisakah kalian berdua tidak usah selalu muncul seperti hantu? Bagaimana kalau jantungku tiba-tiba berhenti berdetak karena kalian berdua?" Rio menatap Henry dan Marcell bergantian kemudian meninggalkan mereka begitu saja.


Kedua pemuda itu mendengus berat. Sepertinya usahanya untuk menjahili Rio sia-sia, dan Rio seperti Keanu, sangat sulit untuk di jahili. Dan itu terlalu membosonkan untuk mereka berdua.


"Aku punya ide." Seru Henry tiba-tiba."Bagaimana kalau kita temui penyihir itu dan bersenang-senang dengannya?"


Mata Marcell sontak berbinar. Dan pemuda itu bersorak kegirangan. "SETUJU!!!!"

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2