
Riders tercinta, jangan lupa baca juga ya, new novel Author yang baru netes. Judulnya AKIBAT CINTA SATU MALAM tinggalkan like koment juga. 🙏🙏🤗🤗
-
"Yakk!! Berhentilah mengikutiku!! Apa kau tidak memiliki kerjaan lain, selain menguntit orang, hah!!"
Shifanya tidak bisa lagi menahan kekesalannya karena ulah Leon yang terus saja mengganggunya hampir seharian ini. Shifanya tidak tau, bagaimana pria tampan itu bisa mengetahui alamat rumahnya.
"Ayolah, Fanya. Aku, 'kan hanya ingin berkenalan denganmu, masa tidak boleh sih?" mohon Leon setengah merengek.
Shifanya menghela nafas. "Bukankah kau sudah tau namaku, jadi untuk apa berkenalan lagi? Pergilah, aku lelah dan ingin istirahat."
"Tapi-"
BRAK!!!!
Leon terlonjak kaget karena bantingan pintu di depannya. Nyaris saja pria tampan itu terkena serangan jantung dadakan karena ulah Shifanya.
"SHIFANYA KIM!! AKU TIDAK AKAN MENYERAH UNTUK BISA DEKAT DENGANMU!!" teriak Leon dengan suara lantang.
"Dasar gila!!"
-
Malam sudah semakin larut, namun Ellena masih tetap terjaga. Berkali-kali Ellena mencoba menutup matanya tapi selalu tidak bisa. Di sampingnya Keanu sudah tertidur pulas. Ellena merubah posisinya, ia dan Keanu saling berhadapan.
Sudut bibir Ellena tertarik ke atas. Di gerakkan jari-jarinya pada wajah tampan suaminya yang tanpa cacat sedikit pun selain bekas luka, bekas perkelahian dan kecelakaan yang dia alami 15 tahun yang lalu.
Selama ini memang tidak ada yang salah pada Keanu. Dia tidak lumpuh tidak juga cacat, bekas luka yang ada di wajah dan lehernya adalah palsu. Termasuk mata kirinya yang selama ini di kira cacat. Karena pada kenyataannya kedua mata Keanu normal dan tidak cacat sama sekali, apalagi buta
Luka itu sengaja dia buat demi meyakinkan semua orang jika dirinya adalah pria yang tidak sempurna. Dan Keanu baru akan menghentikan kepura-kepuraannya setelah dia berhasil menemukan siapa dalang di balik kematian Ibunya.
"Hentikan, Ellena Xi," Geraman rendah langsung berkaur di dalam telinga Ellena. Kelopak mata Keanu terbuka dan memperlihatkan sepasang mutiara hitam yang tampak sayu. "Apa yang kau lakukan? Kenapa tidak tidur?" Keanu mengunci sepasang mutiara coklat milik Ellena.
__ADS_1
"Aku tidak bisa tidur,"
"Kenapa?"
"Entah, aku hanya terlalu sulit menutup mataku. Mungkin karena aku lapar,"
Keanu memicingkan matanya. "Tumben kau lapar malam-malam begini? Mau aku temani ke dapur untuk makan?" Ellena menggeleng. Mata Keanu kembali memicing. "Kenapa? Bukankah kau bilang kau lapar?"
"Aku takut jadi gendut."
Keanu mendengus geli. Wanitanya ini memang penuh kejutan. "Bagaimana kalau aku membuatmu kenyang tanpa harus makan?" Keanu menyeringai. Dan entah kenapa Ellena merinding sendiri melihat melihat seringai Keanu yang terlihat misterius dan menyimpan makna tersembunyi itu.
"Ti-tidak perlu, aku tidak jadi lapar. Se-sebaiknya aku tidur saja. Tiba-tiba saja aku mengantuk." Buru-buru Ellena menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut tebal yang juga di pakai oleh Keanu. "Sebaiknya kau tidur lagi saja, bukankah besok kau harus bekerja." Ujar Ellena menambahkan.
Tapi sepertinya Keanu tidak membiarkan Ellena tidur dan menghindarinya. Keanu menarik selimut Ellena dan kemudian mengungkung wanita itu di bawah Kungkungan tubuh kekarnya.
"Kau sudah membangunkan-ku, Nyonya Xi. Untuk itu kau harus di hukum," lagi-lagi Keanu menunjukkan seringai iblisnya.
"Tapi, Keanu, ak- emmmpphhh...!" Keanu membekap mulut Ellena dengan mulutnya sebelum wanita itu menyelesaikan ucapannya.
Ellena merasakan letupan dalam benaknya. Seperti sebuah kembang api yang meledak-ledak di angkasa. Panas membara, tetapi indah dipandang ketika Keanu mencumbunya semakin dalam.
Sebuah ciuman yang Ellena dapat dari Keanu membuatnya seraya berada di atas awan. Ciuman yang membuat wanita itu hampir mati. Sebab, debaran gila pada jantungnya semakin sulit dikontrol setiap kali Keanu mencumbunya seperti ini. Walau Ellena sudah mencoba bersikap sebiasa mungkin, namun tetap saja ia tidak berhasil mengontrol degup jantungnya yang abnormal.
Udara malam yang terasa dingin bagi orang lain justru terasa panas bagi mereka berdua. Dan malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang bagi mereka berdua, untuk saling menghangatkan dan saling memadu cinta.
.
.
"Ennghh"
Lengkuhan panjang terdengar keluar dari sela-sela bibir Ellena, saat secercah sinar mentari yang menyusup disela-sela gorden kamar mewah itu langsung menerpa wajah cantik nya, mata-nya sedikit mengerjab-ngerjab lalu terbuka perlahan-lahan.
Pandangannya kemudian menyapu dan dia tidak mendapati Keanu yang berbaring di sampingnya. Kemudian pandangannya bergulir pada jam yang menggantung di dinding dan waktu sudah menunjuk angka 9 pagi. Sontak saja kedua mata Ellena membelalak sempurna.
__ADS_1
"Sial, aku kesiangan." Sebuah umpatan keluar dari sela-sela bibirnya.
Kegiatan semalam sangat melelahkan, percintaannya dengan Keanu menguras hampir seluruh tenaganya. Hingga membuat Ellena benar-benar lemas tak bertenaga pagi ini.
Setelah mandi dan berganti pakaian. Ellena segera keluar. Ia merasa kelaparan, wajar saja karena Ellena melewatkan sarapannya lebih dari dua jam. Apalagi Keanu tidak membangunkannya.
"Aku menolak!!"
Setibanya di luar kamar, Ellena langsung di sambut dengan suara tegas suaminya. Buru-buru dia mengintip ke bawah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Dari tempatnya berdiri. Ellena melihat Keanu, kakek Xi dan Marry berbincang dengan beberapa orang asing, salah satunya adalah sosok wanita cantik berambut hitam legam.
Kedua mata Ellena memicing. Dia memasang baik-baik telinganya supaya bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Tapi kenapa, Key? Apakah, Marshanda tidak cantik?" pria itu 'Ramon' bertanya dan menatap Keanu penasaran. "Bagaimana pun juga, tradisi harus tetap di jalankan. Kau sudah pernah melanggar tradisi dengan menikahi, Adel. Dan sekarang kami berniat untuk menjodohkan dan menikahkanmu dengan, Marshanda "
"Aku tidak setuju!!" ucap seseorang dari belakang.
Semua orang yang ada di ruang tamu sontak menoleh dan mendapati seorang wanita berparas cantik terlihat menuruni tangga dengan anggunnya. Ellena menghampiri Keanu kemudian berdiri tepat di samping kanannya.
"Siapa kau? Lancang sekali kau, sampai-sampai berani ikut campur dan menengahi perbincangan para tetua dari keluarga Xi!!" ucap Marshanda dengan nada bicara dan tatapan yang tak bersahabat sama sekali.
Ellena beranjak dari samping Keanu dan menghampiri Marshanda dengan seringai yang tercetak jelas di wajah cantiknya. "Aku lupa belum memperkenalkan diriku padamu. Kalau begitu perkenalkan, aku Ellena Xi. Istri sah Keanu dan Nyonya Besar di rumah ini!!" tuturnya.
Dan dengan bangganya, Ellena memperkenalkan dirinya sebagai istri Keanu di depan Marshanda dan orang-orang yang mengaku sebagai para tetua keluarga Xi. Dan pengakuan Ellena tentu saja mengejutkan Marshanda dan beberapa orang asing di ruangan itu.
"APA!! ISTRI KEANU!!"
-
Bersambung.
Maaf riders, kalau bab ini sangat pendek. Authornya lagi kurang enak badan dan mau istirahat lebih awal. Di usahakan yang nanti sore babnya lebih panjang.
Selalu tinggalkan like komentnya ya 🙏🙏🙏
__ADS_1