SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Ekstra Bab


__ADS_3

"Apa yang sedang kau masak? Hm, aromanya wangi sekali?"


"Omo!!"


Nyaris aja Ellena terkena serangan jantung dadakan karena ulah Keanu, suaminya itu muncul secara tiba-tiba dan mengejutkan dirinya. Ellena menoleh, dan ia langsung di sambut ciuman oleh suami tampannya itu.


Ciuman yang hanya berlangsung beberapa detik saja. "Bukan menu yang special, kita kehabisan bahan, jadi aku memasak dengan bahan yang ada saja." Jawab Ellena.


"Bahkan jika hanya makan dengan sambal sekalipun, asalkan kau yang memasaknya, aku tidak akan mempermasalahkannya." Ujar Keanu sambil memeluk Ellena dari belakang. Sesekali dia mencium leher jenjang istrinya ini.


Geraman rendah keluar dari sela-sela bibir Ellena ketika Keanu menghisap dan menggigit kecil kulit lehernya, dan tampak bekas merah tanda kepemilikan di sana. Bekas merah yang menandakan jika Ellena adalah miliknya, hanya miliknya.


"Uhh, Oppa.. Hentikan!! Ahhh, kenapa kau melakukan ini? Sekarang kita sedang ada di dapur. Bagaimana jika tiba-tiba ada yang datang dan sampai melihat kita?!" Rengek Ellena.


"Aku tidak peduli."


Keanu mematikan kompor yang masih menyala itu lalu membalik tubuh Ellena dan mencium bebeknya. Tak ada penolakan dari Ellena, wanita itu menerima ciuman Keanu dengan terbuka.


Kedua tangan Ellena memeluk punggungnya Keanu, saat semakin memperdalam ciumannya.


Glukk...


Susah payah Rio menelan saliva nya saat tanpa sengaja melihat sebuah adegan yang seketika membuat tubuhnya panas dingin. Pantas saja dia tidak mendengar ada sahutan ataupun melihat sosok sang empunya rumah ketika tiba, ternyata mereka sedang berciuman panas di dapur.


Rio bingung bagaimana sekarang, menunggu mereka selesai berciuman atau menghentikannya dengan paksa?! Jika tidak dihentikan sekarang, ciuman mereka bisa berlangsung lama. Dan jika dihentikan secara paksa, bisa-bisa Keanu menggantungnya hidup-hidup.


Sepertinya Rio harus memilih jalan tengah. Yakni menunggu sampai mereka selesai berciuman, baru menghampiri Keanu. Dan akhirnya Rio memutuskan untuk menunggu di ruang keluarga.


Dan sementara itu...


Di dapur kegiatan Ellena dan Keanu masih terus berlanjut. Sudah lebih dari satu Minggu mereka berdua tidak tinggal di mansion utama yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka berdua. Keanu memutuskan untuk pindah rumah, dimana hanya dia dan Ellena yang menempatinya.


Tidak ada pembantu ataupun pelayan, hanya ada dua bodyguard yang berjaga di luar. Rumah itu adalah rumah yang Keanu beli sekitar satu bulan lalu.

__ADS_1


Ellena tidak pernah menolak sekali pun letih menguasai dirinya. Apalagi Keanu memperlakukannya dengan lembut, mengecup seluruh kulit putihnya, membisikan kata-kata cinta di telinganya hingga membuat Ellena terlena.


"AAAAHHHH..."


Rio terlonjak kaget saat mendengar suara desah@n dari arah dapur. Disusul des@han-des@han lain yang semakin lama semakin liar.


Rio tidak tau hal gila apa yang sedang mereka berdua lakukan di dapur. Dia ingin sekali melihatnya, tapi Rio tidak berani. Dia takut tersiksa. Apalagi saat ini Penny sedang ngambek dan tidak mau memberinya jatah.


"Ahhh... Oppa, lakukan dengan pelan-pelan. Ahhh.. Uhhh... Ahhh..."


Des@han demi des@han keluar dari sela-sela bibir Ellena ketika Keanu menusuknya semakin dalam. Bukan dikamar apalagi tempat tertutup, tapi mereka melakukannya di dapur. Ellena duduk di atas pantry dan Keanu berdiri di depannya.


Bulu kuduk Rio semakin merinding. Pria itu berlari ke dapur untuk memastikannya. Dan matanya langsung membelalak melihat hal gila yang tengah dilakukan oleh mereka berdua. Buru-buru dia memegangi hidungnya yang mengucurkan darah segar. Rio mimisan melihat orang bercinta.


BRAK...


Ellena dan Keanu terkejut mendengar suara mirip benda terjatuh itu. Rio langsung merutuki kebodohannya karena telah bertindak ceroboh, buru-buru dia bersembunyi dan membetulkan tempat sampah yang baru saja dia tendang secara tidak sengaja itu.


Keanu dan Ellena terpaksa mengakhiri kegiatan panasnya karena suara tersebut. Wanita itu buru-buru membenahi penampilannya lalu menyusul Keanu keluar. Dan mereka tidak mendapati siapa pun.


Pria itu menoleh lalu menggeleng. "Aku tidak menemukan siapapun, nanti malam saja kita lanjutkan. Ayo selesaikan memasakmu, aku akan membantumu." Ucap Keanu yang kemudian dibalas anggukan oleh Ellena.


"Baiklah."


Rio yang merasa situasi telah aman segera keluar dari persembunyiannya. Dia berlari keluar meninggalkan ruang keluarga kediaman Keanu. Rio akan berpura-pura bertamu dengan mengetuk pintu terlebih dulu. Tapi tentu dengan mengambil jeda selama beberapa menit.


🌺


🌺


Suara ketukan pada pintu terdengar bersamaan dengan Ellena yang baru saja selesai menyiapkan makan malam. Keanu lalu bangkit dari duduknya dan pergi ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang malam-malam begini.


Cklek...

__ADS_1


Pintu terbuka dan sosok Rio berdiri di depan Keanu sambil tersenyum tiga jari. Pria itu memicingkan matanya. Dia melihat ada sesuatu yang tidak beres dengan kakaknya ini.


"Kenapa kau berkeringat dan noda ada yang ada di pakaianmu itu? Sepertinya darah, ada bekas darah di lubang hidungmu!!"


Buru-buru Rio menghapus darah itu dengan sapu tangannya. "Pasti karena aku kecapean dan kelamaan berada di bawah sinar matahari, makanya sampai mimisan." Ujar Rio mencoba memberi penjelasan.


Tapi sayangnya Keanu bukanlah orang yang mudah untuk dibohongi. Dan sepertinya Keanu telah menaruh curiga pada Rio. Jika dialah orang yang sudah mengganggu aktifitasnya dengan Ellena.


"Ke...Kenapa kau menatapku seperti itu?" rio merasa tak nyaman dengan tatapan Keanu.


"Katakan dengan jujur, kau kan orang yang tadi mengganggu aktivitasku dengan Ellena?" pinta Keanu menuntut.


"Apa yang kau katakan? Tuduhan macam apa itu? Aku baru saja tiba, dan kau malah menuduhku yang tidak-tidak? Memangnya aktivitas Apa yang kau lakukan bersama Ellena?" Rio pura-pura tidak tahu.


"Keringat di keningmu, darah di pakaianmu. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan jika orang itu adalah kau!! Masih ingin mengelak?"


Rio menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sepertinya tidak ada gunanya dia membohongi Keanu. Dia terlalu teliti dan awal, sehingga tidak mudah untuk dibohongi.


"Em, sebenarnya aku sudah datang dari tadi. Tapi kedatanganku malah di waktu yang tidak tepat. Aku juga tidak sengaja melihat kalian begitu, tapi hanya sekilas saja, sungguh." Ujar Rio memberikan penjelasan.


Keanu mendesah berat. "Untung saja kau kakakku, jika bukan pasti sudah aku lempar ke Sungai Han. Lalu mau apa kau datang kemari?" Tanya Keanu tanpa banyak basa-basi.


Rio tersenyum kaku. "Penny, sedang ngambek dan memintaku supaya tidak tidur di rumah. Untuk itu bolehkan aku numpang tidur di sini?" Rio menatap Keanu penuh harap.


"Kenapa harus rumah ini, bukankah kau masih bisa datang ke mansion utama. Jika ingin menginap, sebaiknya menginap saja di sana!!"


Brakk ..


Rio terlonjak kaget karena bantingan pada pintu di depannya. Keanu menutup pintu rumahnya dan tidak mengijinkan dirinya untuk menumpang tidur.


"Xi Keanu, kau sangat kejam!!!"


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2