SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Kalah Taruhan


__ADS_3

Meskipun belum benar-benar merelakannya, tapi Ellena mulai bisa menerima kepergian Ivanka. Meskipun hanya sebentar saja, tapi Ellena sangat bersyukur karena sempat bertemu dengannya dan merasakan kehangatannya. Kehangatan yang selama ini begitu Ellena dambakan.


Ellena bukanlah anak yang di buang dan ditelantarkan dengan sengaja oleh orang tuanya. Ellena hilang ketika pergi ke wahana bermain bersama kedua orang tuanya, pada saat itu usia Ellena baru sembilan tahun.


Dan kenapa Ellena tidak mengingat apa-apa, itu karena dia pernah mengalami kecelakaan yang membuatnya hilang ingatan, dan insiden itu terjadi pada hari di mana dia di nyatakan hilang oleh kedua orang tuanya. Ellena di temukan oleh tuan Su dan kemudian di angkat anak olehnya.


Di sadari atau tidak, Ellena dan Keanu memang telah di jodohkan sejak kecil oleh kedua orang tua mereka. Dan istilah kalau jodoh memang tidak kemana, tapi sayangnya Ellena tidak mengingat apapun tentang masa lalunya karena dia masih belum mengingat apapun tentang masa lalunya bahkan hingga detik ini.


"Kau sudah tidak gila lagi?" sebuah pertanyaan meluncur begitu saja dari mulut Penny ketika melihat Ellena menuruni tangga dan hendak pergi ke dapur.


Ellena memicingkan matanya mendengar sebuah pertanyaan yang baru saja keluar dari bibir Penny. "Oh, jadi kau berpikir selama ini aku gila setelah di tinggal meninggal Ibu kandungku?!" tanya Ellena yang langsung menangkap maksud dari perkataan Penny.


"Oh, atau mungkin kau ingin berada di posisiku? Jika kau mau, dengan senang hati aku akan membantumu!!" Ellena menyeringai. Sepertinya wanita cantik itu sudah kembali pada dirinya yang dulu.


"Membuat aku merasakan apa yang kau rasakan? Kau sudah tidak waras ya, bahkan ibuku masih hidup dan segar bugar,"


"Kalau begitu aku akan membunuhnya supaya dia mati!!!" lagi-lagi Ellena menunjukkan seringainya.


"Dasar gila!! Berani menyentuhnya, habis kau!!!" Penny menyenggol bahu Ellena dan pergi begitu saja.


Tak ingin terlalu ambil pusing. Ellena melanjutkan langkahnya dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan, bukan untuk semua orang, tapi hanya untuk Keanu.


"Nyonya, Anda sudah bangun?" tegur seorang pelayan ketika melihat kedatangan Ellena.


"Untuk sarapan tuan muda biar aku sendiri yang memasaknya. Kalian siapkan sarapan untuk yang lainnya," perintah Ellena yang kemudian di balas anggukan oleh para pelayan tersebut.


Dan setelah hampir satu jam berkutat di dapur. Sedikitnya empat menu berbeda berhasil Ellena masak dan Ellena siapkan, dan semua itu adalah makanan kesukaan Keanu. Dan sejak kepergian nyonya Ivanka satu bulan yang lalu, ini pertama kalinya Ellena menyiapkan sarapan untuk Keanu.


Ellena berusaha untuk bangkit dan menata kembali hatinya yang hancur lebur pasca kepergian Ibu kandungnya. Dia tidak ingin membuat Keanu terus-terusan mencemaskan dirinya. Ellena sadar, jika sikapnya selama satu bulan terakhir ini membuat Keanu bersedih dan terluka.


"Aku pikir kau akan selamanya gila, sangat di sayangkan kau sudah sembuh ternyata." Ujar Marry sambil menatap Ellena dengan sinis.


Ellena melipat kedua tangannya di depan dada dan menyeringai tajam. "Tidak ibu, tidak anak, mulutnya sama-sama berbisa." Ucap Ellena dengan seringai yang sama.


"Oya, putrimu bilang ingin merasakan bagaimana berada di posisiku selama satu bulan terakhir, untuk bisa mewujudkan keinginan putrimu, bagaimana jika kau berkorban sedikit untuknya? Maksudku, menyerahkan nyawamu dengan suka rela untuk aku habisi, bagaimana menurutmu?" Ellena mengambil pisau buah yang tampak berkilauan di atas meja, matanya menatap Marry dengan penuh kilatan berbahaya.


Buru-buru Marry meninggalkan Ellena sebelum wanita itu berbuat yang tidak-tidak padanya."Dasar wanita gila." Ucapnya dan pergi begitu saja. Ellena terkekeh geli, sepertinya dia sudah sangat cocok berperan sebagai tokoh antagonis dalam sebuah drama.


Meletakkan kembali pisau itu di tempat semula. Kemudian Ellena beranjak dan pergi ke kamarnya untuk memanggil Keanu, tapi langkahnya harus terhenti karena kemunculan sosok gadis yang begitu cantik dan cetar, yang baru saja keluar dari kamar Marcell dan Henry.


"OMO!!" Ellena terlonjak kaget saat mengetahui siapa wanita itu. Berkali-kali Ellena mengucek matanya untuk memastikan jika tidak ada yang salah dengan penglihatannya. "DANTE!!" Pekiknya tak percaya. "Ya Tuhan!! Apa yang terjadi padamu? Kenapa wujudmu jadi aneh begini?" Ellena menatap wanita jadi-jadian itu yang ternyata adalah Dante dengan pandangan terkejut.

__ADS_1


Dante menekuk wajahnya. "Ini semua karena aku kalah bermain lotre dari kedua bocah ini, Nunna. Dan endingnya.... Huaaa... Aku harus menjadi wanita jadi-jadian selama satu Minggu." Jawabnya memaparkan.


"Bibi, bagaimana hasil karya kami? Bukankah Paman Dante sangat cetar membahana. Dan mulai hari ini kau harus memanggilnya Dantia,"


"Bahkan kalian juga memberinya nama?" Ellena menatap Henry dan Marcell tak percaya."Hahaha... Dantia, kemarilah biarkan Eonni berfoto denganmu," Ellena menarik lengan Dante dan mengarahkan ponselnya ke atas. "Ck, jangan cemberut, kau harus senyum. Ais, senyumnya yang alami jangan di paksakan begitu. Kau malah terlihat mengerikan. Smile,"


Rasanya Dante ingin mengutuk Marcell dan Henry yang sudah membuatnya menjadi seperti ini. Jika bukan karena mereka berdua, pasti dia tidak akan terjebak dalam wujud yang begitu mengerikan. Dia kalah dalam bermain kartu, dan sesuai kesepakatan, yang kalah harus menjadi wanita selama satu Minggu penuh.


Dante memang sudah berubah. Dia menyadari kesalahannya sejak insiden di mana dia, Keanu dan Ellena terjun bebas dari lantai dua. Bahkan demi menebus kesalahannya Dante sampai rela menyerahkan dirinya ke kantor polisi, meskipun akhirnya dia di bebaskan oleh Keanu.


Dante kini berada di pihak Keanu dan menjadi bagian dari duo racun, bahkan tak segan-segan Dante menentang ibu dan adiknya yang jahatnya minta ampun.


Derap langkah kaki seseorang yang datang mengalihkan perhatian mereka berempat, yang dengan serempak menoleh pada asal suara. Terlihat Evan datang dengan setelan jas kerjanya.


Tap...!!


Evan menghentikan langkahnya ketika mata hitamnya melihat sosok cantik dan jelita berdiri di antara Ellena dan duo racun. Evan sampai tak berkedip memandang sosok itu yang sebenarnya adalah Dante yang menjelma menjadi wanita jadi-jadian.


"Oh my God, cantik sekali nona ini. Tidak bisakah kalian mengenalkannya padaku? Akhirnya setelah tujuh ribu purnama yang aku lewati, tujuh samudera yang tidak pernah aku seberangi, dan tujuh gunung yang tidak pernah aku ndaki, akhirnya aku bertemu dengan bidadari yang turun dari puncak patung Liberti."


"Dadaku berdebar hebat, jantungku berpacu cepat, dan darahku berdesir, luar biasa. Aku jatuh cinta. Wahai nona yang cantik jelita, kemarilah... Dan sambutlah aku, wahai dara." Evan merentangkan kedua tangannya, membuat kedua mata Dante membelalak lebar."Kemarilah, Sayang. Biarkan belahan jiwamu ini memeluknya."


"HAHAHA!!!"


"Huaaa...!!Aku ngompol," jerit Histeris Marcell saat menyadari celananya basah. Marcell pun bergegas pergi ke kamarnya untuk berganti celana. Dan hal itu membuat tawa Ellena dan Henry semakin lepas.


Ellena menyeka air matanya kemudian melanjutkan langkahnya. Ellena memicingkan matanya melihat tempat tidur telah kosong tapi sosok Keanu tidak terlihat di mana pun. Sampai telinganya mendengar suara gemercik air yang berasal dari kamar mandi.


Ellena mendekati pintu bercat putih tersebut."Key, apa kau ada di dalam?"seru Ellena. Kedua mata Ellena membelalak saat pintu itu terbuka dan sebuah tangan tiba-tiba menarinya untuk masuk ke dalam. Tubuh Ellena jatuh di dalam pelukan Keanu, membuat pakaian yang melekat di tubuhnya basah.


"Keanu, apa yang kau lakukan? Lihatlah, karena ulahmu pakaianku jadi basah kan,"


"Kalau begitu aku akan membuatnya benar-benar basah,"


Keanu menyalahkan shower dan airnya langsung mengguyur tubuh mereka berdua. Keanu menarik pinggang Ellena dan mendekapnya lebih erat. Sebelah tangan Keanu memeluk pinggang Ellena, sedangkan tangan satu lagi menekan tengkuknya dan mencium bibirnya.


Ellena tampak kaget, tapi dia segera menguasai diri dengan melingkarkan lengannya ke leher Keanu. Mereka berciuman di bawah shower. Membuat tubuh Ellena benar-benar basah kuyup.


Keanu melepaskan tautan bibirnya. "Kita akan mandi bersama,"


"Tapi aku kan sudah mandi,"

__ADS_1


"Aku tidak peduli, dan sebelum mandi aku akan mengajakmu olahraga sebentar."


Sontak saja kedua mata Ellena membelalak, mendengar ucapan Keanu. "APA?! OLAH RAGA LAGI!! OH TIDAK, JANGAN LAGI-LAG!!"


.


.


Rasanya Ellena ingin mengutuk Keanu karena sudah membuatnya susah berjalan pagi ini. Keanu benar-benar melakukannya. Mereka berdua berolah raga seperti keinginan Keanu, dan Ellena tidak bisa menolaknya. Dia terlalu terlena oleh kenikmatan yang Keanu berikan.


Dan di sini dia berakhir sekarang. Hanya bisa duduk di atas tempat tidur. Bukan karena Ellena tidak bisa berjalan, hanya saja dia tidak ingin menjadi bahan ledekan si trio laknat. Itulah kenapa dia memutuskan untuk tetap berada di kamarnya.


"Di mana, Keanu?"perhatian Ellena teralihkan oleh kemunculan Adel yang begitu tiba-tiba.


Ellena bangkit dari posisinya dan menghampiri Adel. "Untuk apa kau mencari suamiku? Dia sedang tidak ada, Keanu sudah berangkat ke kantor!!"


"Kau pasti berbohong, jelas-jelas mobilnya masih ada di rumah."


"Dia pergi dengan mobilnya yang lain,"


"Jika dia pergi dengan mobilnya yang lain, lalu kenapa Evan masih ada di sini?" Adel menyeringai.


"Itu karena dia ingin berkendara sendiri. Sudahlah, sebaiknya kau pergi saja. Aku sangat lelah, Keanu benar-benar membuatku kehabisan tenaga dan tidak bisa berjalan pagi ini."


"A-Apa maksudmu? Apa yang kau lakukan dengan suamiku?!"


"Ralat....!! Tapi mantan suami, kau amnesia ya? Kau dan dia sudah lama bercerai. Lagipula apa yang aku lakukan dengan Keanu itu tidak ada hubungannya denganmu. Kami adalah suami-istri, jadi suka-sukalah mau melakukan apa saja. Ahhh, satu lagi.. Dia begitu luar biasa, dan tenaganya kuat seperti kuda. Bukan hanya semalam, bahkan pagi ini kami melakukannya lagi. Dan dia memanjakanku dengan sempurna. Suamiku sangat-sangat luar biasa,"


Gyutt...!!


Adel mengepalkan tangannya dan menatap Ellena dengan marah. "Kau!!! Sialan," Adel mendorong Ellena dan pergi begitu saja. Hatinya benar-benar terbakar mendengar apa yang Ellena sampaikan. Sedangkan Ellena hanya terkekeh geli. Dia merasa puas karena sudah membuat Adel kesal dan marah.


-


Bersambung.



Wujud Syantik Dante


.

__ADS_1


__ADS_2