SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Iblis Bermuka Dua


__ADS_3

Sepasang suami-istri sedang asyik menikmati kebersamaan mereka di sebuah kedai kecil di pusat kota. Malam yang semakin larut menambah suasana romantis yang diciptakan mereka sendiri.


Mereka tidak memerlukan makan malam dengan lilin di tambah orkestra dengan alunan musik klasik di sebuah restoran mewah atau menikmati matahari tenggelam di pantai untuk mendapatkan suasana romantis bagi pasangan tersebut. Mereka bisa menikmati keromantisan itu dimana dan kapanpun asalkan mereka selalu bersama. Itu hal yang selalu mereka pegang teguh.


Mereka berdua memang bukan lagi anak remaja yang sedang menikmati manisnya cinta. Mereka adalah orang dewasa yang memiliki berbagai macam masalah yang selalu datang secara silih berganti dalam hidupnya. Seperti roda yang terus berputar, begitulah kehidupan yang mereka jalani setiap harinya.


Lelaki itu mengulurkan tangan menyentuh jari-jari lentik dari wanita di hadapannya yang sedang menikmati ice cream rasa coklat kesukaannya. Dia meraih tangan wanita itu dan menggenggamnya erat. Wanita berambut panjang itu tersenyum menanggapi perlakuan suami tampannya tersebut.


"Makan pelan-pelan, lihatlah... Kau belepotan seperti bocah saja." Kemudian laki-laki itu 'Keanu' mengulurkan tangannya untuk membersihkan noda ice cream di bibir Ellena.


Wanita itu hanya tertawa kecil menanggapinya. Ellena kembali menikmati ice creamnya tanpa menghiraukan pria di hadapannya yang terus menatapnya dengan berbagai ekspresi. Terkadang dia berekspresi geli, terkadang sebal dan datar. Tapi Ellena tak ingin terlalu memikirkannya.


"Key, kau ingin mencobanya?" Ellena menyodorkan ice creamnya pada Keanu, yang kemudian di tepis pelan oleh pria itu. "Kenapa? Ini tidak terlalu manis kok," ucapnya.


"Kau makan saja, aku sudah kenyang." Ellena mencerutkan bibirnya.


"Ahhh, kau tidak terlalu asik. Ya sudah kalau begitu aku habiskan sendiri saja." Kembali Ellena masukkan satu suap ice cream ke dalam mulutnya.


Dia begitu menikmati rasa manis dan lumer ice cream di dalam mulutnya. Dan itu adalah cup kedua yang berhasil Ellena habiskan, parahnya lagi porsinya adalah porsi jumbo. Jadi tidak salah bila Keanu menyebutnya sebagai wanita cantik yang rakus.


"Cepat habiskan ice creammu, sudah malam dan sebaiknya kita pulang." Ellena tersenyum kemudian mengangguk.


"Baiklah,"


-


Adella menatap pantulan dirinya di cermin dan mengeram marah. Dia benci melihat keadaannya saat ini yang jauh dari kata baik.


Rambut panjangnya sudah tidak ada lagi dan rambut di kepalanya hanya tersisa beberapa centi saja karena ulah Ellena. Wanita itu menggunting habis rambutnya dengan bentuk yang tidak beraturan.


"ARRKKHHH!!! BENAR-BENAR SIALAN KAU, ELLENA SU!!" amuk Adel penuh emosi.


Prakk...!!

__ADS_1


Cermin di hadapannya pecah dan hancur menjadi pecahan-pecahan kecil setelah terkena hantaman vas bunga yang di lemparkan oleh Adel. Adel tidak ingin ada lagi cermin di kamarnya. Karena hal tersebut hanya akan membuatnya semakin marah.


"AKU BERSUMPAH, AKU AKAN MENGHABISIMU WANITA SIALAN!!"


"Benarkah?Apakah kau yakin kau mampu?"


"OMO!!"


Adel terlonjak kaget karena kemunculan Henry, Marcell dan Dante secara tiba-tiba. Ketiga pemuda itu datang dan masuk ke dalam kamar Adel melalui langit-langit kamarnya.


"Kalian!! Sedang apa kalian di sini? Dan bagaimana kalau bisa masuk dan berada di atas sana? Dan sejak kapan?"


"Kau terlalu banyak bertanya, Bibi. Jadi mana dulu yang harus kami jawab? Dan baiklah akan aku jawab satu persatu. Pertama, kenapa kami bisa ada di sini karena kami ajaib. Kedua, kami naik ke sana melalui cerobong asap. Dan ketiga, ini yang paling penting. Kami ada di sini sejak tadi. Bahkan kami juga melihat saat kau mandi dari atas sana." Tutur Henry yang sontak membuat kedua mata Adel membelalak sempurna.


"APA?! JADI KALIAN MENGINTIP AKU SAAT SEDANG MANDI?! YAKKK!!! SIALAN KALIAN BERTIGA, DASAR KALIAN SEMUA MESUM!!"


-


Wanita itu bangkit dari posisi berbaringnya dan kemudian menghampiri ibu dan anak tersebut. Ellena merasa terganggu dengan kedatangan mereka di kamarnya.


"Mau apa lagi kalian?" tanya Ellena to the poin.


Alih-alih menjawab. Penny malah memegangi Ellena dan mengunci kedua lengannya di belakang dengan kuat. Ellena mencoba memberontak tapi Penny memegangnya terlalu kencang.


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!!" pinta Ellena menuntut.


"Ibu, tunggu apa lagi? Cepat habisi wanita ini sebelum dia berhasil melepaskan diri."


"Baiklah. Dan kau...Ucapkan selamat tinggal pada du-"


Brugg....!!i


Ellena menendang perut Marry dan menyikut perut Penny lalu membanting wanita itu ke lantai. Ellena mengambil pisau milik Marry yang tergeletak di lantai dengan cepat lalu menodongkan pada Marry dan Penny. Ellena menyeringai sinis. Menatap keduanya dengan tatapan meremehkan.

__ADS_1


"Sepertinya bersikap padamu kemarin adalah sebuah kesalahan. Aku menyesal kenapa harus menghentikan Keanu untuk menghabisimu. Dan... Apa yang akan dia lakukan ketika dia melihat istri tercintanya di lukai lagi dengan sengaja." Ellena menyeringai. Menatap Penny dan Marry dengan seringai misterius.


"Apa maksudmu?"


Ellena menarik lengan Marry dan memaksa wanita itu memegang kembali pisaunya. Dan dengan sengaja Ellena menuntun tangan Marry untuk menyayat lehernya hingga terluka dan berdarah.


Mata Marry membelalak, terkejut dengan apa yang baru saja Ellena lakukan. "Kau!!" pekik Marry sambil menunjuk Ellena dengan marah. Sedangkan Ellena terlihat tersenyum penuh kemenangan padanya. "Apa yang kau lakukan?" Pekiknya terkejut.


Ellena mengeluarkan sesuatu dari dalam saku dressnya lalu menuangkan sebuah cairan merah beraroma seperti darah pada lehernya yang terluka.


"Aahhh," dan Ellena langsung berpura-pura kesakitan saat melihat kedatangan Keanu. Mata Keanu lantas membelalak melihat Ellena yang sedang berlumur darah.


"Ke-Key, me-merela mencoba melukaiku lagi. I-Ibu dengan sengaja melukai leherku. Dan lihatlah, lenganku memar karena ulah Penny." Tutur Ellena sambil berpura-pura kesakitan.


Mata Penny dan Marry membelalak."BOHONG!!" seru Penny menyela ucapan Keanu. "Itu tidak benar, wanita itu berbohong dan hanya memfitnah kamj saja. Dia melukai dirinya sendiri. Bukan kami yang melukainya!!" teriak Penny mencoba menjelaskan.


"Jika kalian menganggap aku berbohong, kita bisa melakukan tes sidik jari. Kita akan tau sidik jari siapa yang ada di pisau itu. Aku atau Ibu mertua, bagaimana?"


"Tidak perlu. Luka dan memar di pergelangan tanganmu di tambah lagi pisau itu berada di tangan wanita tak tau diri dan tak tau berterimakasih ini. Dan hal sudah jelas jika memang mereka berniat buruk padamu."


"Key, jadi kau percaya padaku?" Ellena menatap Keanu dengan penuh rasa haru


"Lalu menurutmu? Dan tentu saja aku percaya padamu. Dasar bodoh!!" Keanu menyentil kening Ellena dan kemudian menuntun wanita itu untuk duduk. Lagi-lagi Ellena menyeringai pada Penny dan Marry yang terlihat menggerakkan tangannya.


"EVAN, CEPAT SERET KEDUA WANITA INI DAN BERIKAN HUKUMAN CAMBUK PADA MEREKA BERDUA. KURU NG MEREKA DI RUANG BAWAH TANAH, DAN HANYA SATU KALI MEREKA BOLEH DI BERI MAKAN!!"


"Baik, Tuan Muda."


"Keanu, kau tidak bisa melakukan hal ini pada kami!! Wanita itu memfitnahku dan Penny, dia melukai dirinya sendiri untuk menjebak aku dan Penny. Kau harus mendengarkanku, dia bukan wanita baik-baik. Tapi dia adalah Iblis bermuka dua!!"


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2