
Keanu menutup map-nya saat melihat kedatangan putri bungsunya. Vivian mendatangi ruangannya sambil menenteng sebuah boneka ditangan kirinya.
"Ada apa, Princess? Kenapa kau menekuk wajahmu seperti itu?" Tanya Keanu.
Vivian menceritakan bibirnya. "Pa, Jordan nakal. Dia mengambil dan menghabiskan ice cream ku lagi." Jawabnya.
Keanu membawa sang putri untuk duduk di pangkuannya. "Tidak perlu sedih dan marah, nanti Papa akan membelikannya untukmu, dua cup ice cream ukuran jumbo rasa Coklat dan Stroberi, bagaimana?!"
"SETUJU!!"
"Ya sudah, kalau begitu sekarang Vivian main lagi ya, Papa masih harus meyelesaikan pekerjaan dulu." Ucapnya yang kemudian dibalas anggukan oleh Vivian.
Sementara itu...
Masih di rumah yang sama namun di lokasi berbeda. Seorang bocah laki-laki terlihat merengek meminta ampun, supaya sang ibu melepaskan jeweran pada telinganya. Dia membuat masalah lagi, dengan memecahkan kaca tetangga, akibatnya Ellena dimintai pertanggung jawaban karena ulah putranya itu.
"Ma, ampun ampun. Jangan menjewer Jordan lagi, janji deh gak akan nakal lagi. Suer." Jordan mengangkat tangan kanannya, jarinya membentuk huruf V. Tapi sepertinya Ellena sudah kenyang dengan janji-janji putra keduanya ini.
"Pokoknya Jordan harus dihukum dan tidak ada tawar-menawar!!"
"Tapi, Ma?!"
"Seharian ini Jordan harus belajar, tidak boleh keluar rumah, bermain apa saja termasuk game. Dan Paman Henry yang akan mengawasi mu!!"
"Apa?! Mama sangat kejam!!" Jordan mempoutkan bibirnya.
Jika begini ceritanya bagaimana dia bisa mencuri mangga Paman Kim lagi. Padahal Jordan sudah merencanakan hal itu dengan teman-temannya. Dan sekarang rencana hanya tinggal rencana.
"Membantah, hukuman Mama tambah lagi!!"
"Tidak, Ma!! Cukup, cukup."
"Sekarang pergi ke kamar dan mulai belajar!!" Perintah Ellena tak mau dibantah, seolah-olah perintahnya adalah hal mutlak yang harus dituruti.
__ADS_1
"Iya, Ma." Jawab Jordan pasrah.
Ellena mendesah berat. Ada saja masalah yang Jordan timbulkan. Kapan putra keduanya itu bisa bersikap dewasa seperti Hans, menghadapi Jordan terkadang memang membutuhkan kesabaran yang sangat-sangat ekstra. Karana Jordan, anaknya sedikit agak berlebihan nakalnya.
-
Keanu mengangkat wajahnya saat mendengar suara pintu di buka dari luar. Terlihat Ellena memasuki kamar sambil memijit pelipisnya yang terasa pening.
"Ada apa? Apa Jordan membuat masalah lagi?" Tanya Keanu yang kemudian dibalas anggukan oleh Ellena.
"Nyonya Smit datang melabrak, Jordan dan teman-temannya membuat ulah lagi dan memecahkan kaca jendela di rumahnya pecah lagi." Jawabnya.
"Kau harus bersikap lebih tegas padanya. Jika dibiarkan akan fatal akibatnya di kemudian hari!!"
"Aku mengerti, Oppa. Dan aku selalu tegas padanya. Sekali-kali kau coba nasehati dia. Sebelum dia dewasa dan semakin tak terkendali, kau adalah ayahnya dan tentu saja dia akan hormat dan patuh padamu!!"
Keanu mengangguk. "Aku mengerti. Akan aku nasehati dia nanti."
Ellena bangkit dari duduknya lalu berpindah ke atas pangkuan Keanu. Kedua lengannya dia lingkarkan pada leher suaminya. "Oppa, mana penghargaan untukku? Bukankah aku sudah berperan sebagai ibu dan istri yang baik untuk kalian." Ucapnya sambil mengunci Biner mata suaminya.
"Dan terimakasih kembali karena sudah menjadi suami dan ayah yang hebat untuk anak-anak kita." Balas Ellena sambil menarik sudut bibirnya.
Keanu kembali membenamkan bibirnya pada bibir Ellena dan mel*matnya seperti tadi. Dan ciuman kali ini tentu saja lebih panjang dan lebih menuntut dari ciuman mereka yang sebelumnya.
Tidak hanya ******* dan memagut saja, Keanu juga mengecap dan membelit lidah Ellena saat wanita itu membuka sedikit mulutnya.
Ciuman mereka semakin mengairahkan dan memabukkan. Posisi mereka tidak lagi duduk. Keanu membaringkan tubuh Ellena dan bibirnya kembali bergerak untuk mengobrak-abrik isi dalam mulut wanitanya.
******* dan lenguhan panjang yang keluar dari bibir Ellena memberikan sensasi tersendiri bagi Keanu. Dia semakin menginginkan lebih dan lebih lagi.
Tapi sayangnya Ellena sedang kedatangan tamu sehingga dia harus menahannya sampai tamu itu pergi. Toh Sosis berurat milik Keanu juga bisa berdiri meskipun tidak memasuki Ellena, dan dia bisa melakukan pelepasan dengan cara yang lain.
Keanu bangkit dari atas tubuh Ellena setelah menyudahi ciuman mereka. "Oppa, setelah ini temani aku pergi berbelanja ya. Kebutuhan di dapur sudah semakin menipis."
__ADS_1
"Kau pergi dengan Penny saja. Masih banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan. Tidak masalah bukan?" Ellena mengangguk.
Ellena bisa mengerti dan memahami suaminya. Keanu memang orang yang sibuk. Pekerjaannya di kantor membuatnya diharuskan bekerja ekstra, bagus meskipun hanya sebentar dia masih bisa membagi waktunya antara pekerjaan dan keluarganya.
"Tentu saja tidak."
Keanu mengeluarkan dompetnya lalu memberikan sebuah Platinum Card pada Ellena. Ellena tersenyum lalu mengambil card itu dari tangan suaminya.
Setelah bersiap-siap. Ellena pergi untuk menjemput Penny. Karena sejak menikah dengan Rio, Penny tidak lagi tinggal bersama mereka.
-
Dua wanita cantik terlihat memasuki sebuah pusat perbelanjaan yang terletak dipusat kota. Tak lupa mereka membawa troli.
Ellena dan Penny berkeliling sambil terus mengobrol. Dan pembahasan mereka tentu saja tidak jauh-jauh dari kisah rumah tangga masing-masing.
Penny bercerita jika dia sering di buat kesal oleh Rio jika penyakit mesumnya sudah kambuh. Pasti Rio akan membuatnya terjaga sepanjang malam. Dan kalau tidak dituruti, maka Rio akan ngambek dan mogok makan.
Sedangkan Ellena bercerita tentang ketiga anak kembarnya yang terkadang membuatnya naik darah Karana kelakuannya. Apalagi Jordan dan Vivian yang selalu saja bertengkar setiap harinya.
Sedangkan Hans tak jarang membuatnya kesal karena sifat dinginnya yang menurun dari sang ayah. "Dan hari ini. Aku dilabrak tetangga gara-gara Jordan memecahkan kaca rumahnya. Aku tidak tau bagaimana lagi harus menghadapi mereka bertiga."
"Tapi Eonni beruntung memiliki suami seperti Key Oppa, dia pengertian dan sabar. Sedangkan aku, rasanya aku ingin sekali menukar Rio dengan orang lain!! Aku dia benar-benar membuatku kesal setengah mati!!"
Ellena terkekeh mendengar ocehan Penny, dia tidak menyangka jika Rio ternyata sangat-sangat kekanakan.
Meskipun dia dan Keanu bersaudara, tapi sifat dan perilaku mereka berdua sangatlah bertolak belakang. Keanu sangat dingin dan irit bicara, sedangkan Rio sangat bawel. Tapi itu justru bisa melengkapi satu sama lain.
Setelah berkeliling kurang lebih dua jam. Akhirnya mereka mendapatkan semua yang di butuhkan. Penny dan Ellena menuju kasir untuk membayar semua belanjaan mereka.
Karena ini sudah menjelang makan siang, maka mereka memutuskan untuk singgah sebenar di cafe untuk mengisi perutnya yang mulai keroncongan.
-
__ADS_1
Bersambung.