
"Mr. Xi, Anda sudah tiba. Silahkan masuk!" sambut seorang pria berwarga negara asing dan mempersilahkan Keanu untuk masuk ke dalam rumahnya.
Tentu saja Keanu tidak hanya datang sendiri saja. Karena ada Evan bersamanya. Evan adalah tangan kanan Keanu, jadi wajar jika dia selalu ada di sisi Keanu. Apalagi semua orang tau jika Keanu adalah pria cacat, jadi dia membutuhkan seseorang untuk mendorong kursi rodanya.
"Hhm, memangnya ada keperluan apa sehingga Anda meminta bertemu, Mr.Xi?" tanya Jake Willian
"Tentu karena memiliki urusan penting dengan anda William," jawab Keanu angkuh. Wajahnya dingin tanpa ekspresi dengan tatapan dingin dan tajam membuat pria bernama lengkap Jake William itu pun merasa terintimidasi.
"Ahahaha, tentu saja Mr.Xi," Jake William mengambil satu batang rokok mahalnya kemudian menyulutnya, pria itu terlihat menghisapnya dalam-dalam rokok beraroma itu. Asap putih yang di keluarkan dari mulutnya membumbung di udara. "Tidak biasanya Anda meminta bertemu saya secara tiba-tiba. Mr.Xi Dante?"
"Aku bukan Xi Dante. Tapi aku Xi Keanu. CEO sekaligus pemilik Di Empire." Jelas Keanu. Wajar jika Jake tidak tau, karena ini dia pertama kali bertemu langsung dengan orang-orang dari Xi Empire.
Jake William menghentikan kegiatan menghisap rokoknya setelah mendengar ucapan Keanu. Oh sepertinya pria asing itu telah salah mengenali orang. Ia mengira jika Keanu adalah Dante. Karena orang dari Xi Empire yang selama ini sering berhubungan dengannya adalah Dante. Meskipun itu hanya melalui asistennya saja.
"Oh, benarkah? Saya fikir Anda adalah Tuan Dante. Hahaha!" Jake William tertawa garing, Ia merasa sangat malu. "Wajarlah, karena selama ini saya belum pernah bertemu langsung dengan para pemimpin tertinggi dari Xi Empire. Selama ini saya berhubungan dan berinteraksi dengan Tuan Dante melalui asisten pribadinya, dan----?"
"Aku datang kemari bukan untuk mendengar ceramah Anda, Mr.William!" Keanu memotong ucapan Jake Williams.
"Oh, sorry, kalau begitu langsung saja Mr.Keanu. Katakan tujuan Anda menemui saya,"
"Apa keterlibatanmu dengan, Xi Ramon?" Keanu bertanya langsung pada intinya. Ia tidak begitu suka dengan berbasa-basi. Meskipun sekilas, tampak keterkejutan di raut wajah Jake William.
"Apa maksud Anda, Mr.Xi?" Jake pura-pura tidak tau arah pembicaraan Keanu meskipun pada kenyataannya Ia paham betul dengan apa yang dia katakan.
"Penggelapan dana perusahaan yang jumlahnya hampir mencapai 30 triliun dolar. Kau sungguh tidak mengetahuinya?" Keanu menarik sudut bibirnya dan menatap Jake William dengan senyun meremehkan.
"Hahaha, Mr.Xi. Perbincangan ini terlalu berat dan terkesan terburu-buru, bagaimana jika Anda bersenang-senang sebentar. Saya sudah menyiapkan hadiah untuk Anda!" Jake memberi kode pada seorang pria berwajah sangar berkaca mata hitam yang berdiri di belakangnya.
Dari dalam kamar yang berada tepat di belakang sofa yang Keanu duduki. Muncul seorang wanita berwajah latin dengan tubuh sintal, dadanya tampak besar dan berisi. Wanita itu memakai dress yang super mini dan ketat yang menunjukkan lekuk tubuhnya. Tanpa ijin dari bungsu Xi, wanita itu duduk di sampingnya dengan pose menggoda.
"Aku tidak akan segan-segan memotong tanganmu jika kau masih lancang menyentuhku!" wanita itu bergidik ngeri mendengar ancaman kejam Keanu yang terdengar bersungguh-sungguh. Sorot matanya yang tajam dan tidak bersahabat membuat bulu kuduk wanita itu berdiri.
Segera Ia pergi sebelum kehilangan tangannya atau bahkan nyawanya. "Aku sama sekali tidak tertarik dengan hadiah menjijikkanmu itu!" sinis Keanu menegaskan.
"Oh, atau dia kurang menarik, jika begitu saya akan,"
"Cukup!! Aku sudah beristri, dan aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita murahanmu itu. Aku adalah pria dengan satu wanita!!" Ucap Keanu menegaskan.
"Sorry, Mr.Xi. Saya tidak tau jika Anda tidak tertarik dengan barang mewah yang sudah saya siapkan khusus untuk Anda. Karena biasanya, Mr.Dante tidak pernah menolak dengan hadiah saya. Dua wanita yang Anda tolak adalah favoritnya."
"Sayang aku bukan, Bajingan itu," katanya. "Dan berhenti menguji kesabaranku. Aku muak terlalu lama berbasah-basi dan bersikap ramah padamu. Sebaiknya mari buat hal ini lebih mudah, Mr.William.o
"Baiklah Mr.Xi. Mari kita lanjutkan perbincangan kita tadi,"
"Berikan informasi yang aku butuhkan maka hidupmu akan tetap aman dan bisnis ilegal yang kau miliki tidak akan terendus pihak yang berwajib. Dan bukankah bisnismu sedang kacau, pelangganmu banyak yang hilang dan omset penjualanmu menurun dengan sangat drastis. Katakan jika saya salah!" Keanu menatap Jake William dengan smrik kemenangan. Wajah pria itu tampak pucat dan keringat dingin mengalir dari pelipisnya.
"Hahaha sepertinya Anda mendapatkan informasi yang salah Mr. Xi. Sungguh itu tidaklah benar," ucapnya meyakinkan.
"Oya?" Keanu meremehkan. "Evan," tanpa Keanu berkata lebih lanjut, Evan segera memberikan apa yang Keanu butuhkan. Keanu menyerahkan sebuah map bersampul merah pada Jake William.
"Apa ini?" William mengangkat wajahnya dan menatap Keanu penasaran.
"Di dalam dokumen itu, terdapat keuntungan bisnismu yang terus turun, dan ada dana mencurigakan yang tidak bisa di katakan sedikit jumlahnya mengalir kedalam rekening pribadimu. Dan di sana tertera nama Xi Ramon sebagai pengirimnya, apa Anda masih ingin menyangkalnya?" lagi-lagi Keanu menyeringai.
Gyutttt ... !!!
__ADS_1
Jake William mengepalkan kedua tangannya. Ia sudah muak menghadapi pria dingin dan angkuh ini.
Prakk..
Meja kaca di hadapan Keanu hancur menjadi serpihan-serpihan kecil setelah di hantam kaki kanan Jake William yang berbalut sepatu hitam mengkilat dan beberapa serpihannya melayang hingga menggores dan melukai wajah tampan Keanu.
"Jaga ucapanmu, Bocah sialan!! Memangnya kau pikir kau siapa? Kau pikir aku takut dengan gertakanmu itu? Aku sudah muak dengan mulut berbisamu dan sikap angkuhmu itu. Kau pikir bocah ingusan sepertimu bisa mengalahkanku?" Jake William sudah kehilangan kesabarannya yang sejak tadi di uji habis-habisan oleh Keanu.
"Kau!!"
"Hentikan Evan, si bodoh ini biar aku yang mengurusnya," Keanu menggerakkan kursi rodanya sambil menyeka darah yang terus menetes cukup banyak dari luka di pipi kanannya.
"Kau meragukan orang yang salah, Mr.William. Sayangnya aku bukan bocah ingusan yang mudah kau remehkan. Xi Keanu, bukanlah orang yang mudah untuk kau kelabuhi!" Keanu berbicara dengan tenang namun tetap mempertahankan wajah stoicnya.
Keanu melempar satu dokumen ke atas sofa samping Jake William berdiri. "Apa lagi ini?"
"Itu adalah beberapa bukti kejahatanmu yang lainnya, kau melakuan penggelapan uang dan melakukan penipuan pada beberapa perusahaan. Ini adalah bukti-bukti pencucian uang yang selama ini kau lakukan."
"Di dalam dokumen ini, juga menyimpan bukti penghindaran pajak pada beberapa klub malammu serta William corp selama bertahun-tahun. Hn, akan jadi sangat menarik jika aku serahkan dokument ini pada pihak yang berwajib," smrik Keanu semakin lebar. Ia puas melihat Jale William tak lagi dapat berkutik.
"Kau... kau pasti sudah memalsukannya, ini penipuan!" teriak William tidak terima.
"Wow, kau sangat sensitif, Mr. Percayalah jika semua data ini asli. Oh ya, aku masih memiliki beberapa kejutan penting untukmu. Salah satunya adalah video dan foto-fotomu yang sedang berpesta sabu di London. Kau melakukan banyak tindakan kriminal dan yang kutunjukkan ini hanya sebagian kecil saja!! Jika kau mau, aku bisa mengungkapnya semuanya."
"Sekarang pilihlah, bukti mana yang harus aku serahkan lebih dulu? Aa, atau tentang keterlibatanmu dalam penjualan mobil ilegal di Denmark? Atau penjualan gadis belia dan organ dalam manusia di pasar gelap?"
Jake Williams semakin memucat. Keanu memaparkan hampir setengah dari semua kejahatannya. Dan sepertinya Ia salah telah melibatkan diri dalam rencana besar Ramon dan Sam untuk merebut Xi Empire. Akibatnya Ia harus berurusan dengan Xi Keanu, pemuda Iblis dalam wujud Malaikat.
Ia tidak pernah menyangka jika itu justru akan menjadi boomerang buatnya. Xi Keanu memang tidak bisa di remehkan. Ia lebih berbahaya dari seekor ular yang berbisa.
Sudah tidak ada jalan lagi. Jake William tidak lagi memiliki pilihan selain menuruti keinginan picik Keanu.
"Baiklah, aku akan memberikan informasi yang kau inginkan Mr.Xi!"
Keanu menyeringai lebar "Pilihan yang bijak, Mr.William. Oya, ada satu hal lagi. Jangan pernah bermain api, jika Anda tidak ingin sampai terbakar. Inilah harga mahal yang harus kau bayar karena sudah bekerja sama dengan Ramon dan komlotannya. Selamat siang, saya permisi, dan sampai jumpa lagi," Keanu meninggalkan apartement Jake William dengan smrik penuh kemenangan.
Keanu memang lebih berbahaya dari seekor ular berbisa. Dan berani mencari masalah dengannya, itu sama saja dengan bunuh diri dengan suka rela.
-
Alunan music yang menghentak keras menyambut kedatangan Keanu di sebuah club malam. Bukan sebagai Xi Keanu yang lumpuh, tapi dia datang sebagai Steven Xiao. Karena sebagai Steven, dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan dengan bebas.
Keanu datang dengan style casualnya, jeans panjang hitam, kaus putih ketat lengan pendek di padukan vest v neck abu-abu.
"SEPUPU!" Leon melambaikan tangannya pada Keanu.
Keanu mendengus, Ia tidak tau kenapa kakak sepupunya ini selalu berisik di mana pun dan kapan pun. "Heeee, Adik? Apa yang terjadi pada wajahmu? Kenapa sampai di perban begitu?" baru saja duduk, Keanu langsung di berondong banyak pertanyaan oleh Leon.
"Terjadi sesuatu?" Jordan menepuk bahu Keanu dan menatapnya cemas.
"Hn,"
"Seberapa para, Adik. Bisa kita bertiga melihatnya?"
"Tidak!" Keanu menolak cepat.
__ADS_1
"Oh ayolah, Adik. Jangan pelit begitu, kita kan hanya cemas padamu. Jadi cepat buka perbannya dan tunjukkan seberapa parah lukanya!" Leon merajuk memaksa Keanu agar mau membuka perban di pipinya dan menunjukkan lukanya.
Keanu mendengus berat. Dengan enggan Ia membuka simpul plaster yang merekatkan perban di tulang pipi kanannya, luka melintang di tulang pipi kanannya sepanjang jari kelingking menghiasi wajah putih Keanu. Luka itu cukup dalam sehingga bagian dagingnya sedikit terlihat.
"Puas?" Keanu berucap dingin dan merekatkan kembali perbannya.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan luka yang lumayan parah seperti itu, sepupu? Apa kau terlibat perkelahiaan dengan seseorang?" Tanya Leon penasaran.
"Tidak," Keanu menjawab singkat. "Hanya kecelakaan kecil!" lanjutnya.
"Pasti istrimu yang cantik itu akan sangat khawatir jika melihatnya. Tapi lebih baik dari pada dia harus histeris saat melihat lukanya secara langsung. Apalagi luka itu masih basah dan terlihat merah. Bukan hanya histeris tapi juga pingsan di tempat!" papar Thomas panjang lebar.
"Apa luka itu ada kaitannya dengan seseorang yang baru saja kau temui?" tanya Jordan. "Em, maksudku Jake William. Kau sudah bertemu dengan belut itu bukan?" lanjutnya. Keanu menghela nafas, dengan enggan Ia mengangguk.
"Hn,"
"Lalu apa rencanamu selanjutnya, Adik?" Tanya Leon dengan mulut penuh dengan makanan.
"Ckk," Keanu berdecak kesal melihat kelakuan jorok kakak sepupunya itu. "menjijikkan, seharusnya telan dulu makanan di mulutmu itu, bodoh!" cecar Keanu. Kakak sepupunya itu benar-benar menghancurkan moodnya.
"Aku heran, kenapa gadis-gadis itu bisa tahan dengan pria sepertimu!"
"Itu karna aku unik dan langka, Adik." Leon nyengir kuda menampilkan deretan gigi putihnya.
Ponsel dalam saku celana Keanu tiba-tiba berdering yang menandakan ada panggilan masuk. Dan nama Ellena langsung menghiasi layar ponselnya yang menyala terang.
Keanu membiarkannya tanpa berniat untuk mengangkatnya. Kemudian dia bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Bahkan Keanu tidak menghiraukan teriakkan Leon dan kedua sahabatnya. Dia hanya ingin segera pulang dan bertemu dengan istrinya.
.
.
Pukul 23.00 Keanu tiba di mansion mewahnya. Dia sudah kembali menjadi Xi Keanu yang lumpuh. Keanu masuk ke dalam dengan bantuan Evan yang mendorong kursi rodanya.
Setibanya di dalam. Keanu melihat pintu kamar Ellena yang sedikit terbuka. Pria itu membawa kursi rodanya memasuki kamar istrinya, dan mendapati Ellena tengah duduk di ambang jendela kamarnya yang terbuka.
Keanu menutup dan mengunci pintu kamarnya kemudian bangkit dari kursi rodanya, dan berjalan menghampiri Ellena.
"Apa yang sedang kau lakukan di sana dan kenapa belum tidur?" tegur Keanu dan langsung mengalihkan perhatian Ellena dari langit malam.
"Omo!! Apa yang terjadi pada wajahmu? Kenapa bisa sampai di perban seperti ini?" Ellena memekik kaget.
Jari-jarinya yang terasa dingin kemudian menyentuh pipi kanan Keanu yang tertutup perban. Perban itu menempel sempurna di tulang pipinya. Darah segar tampak menyembul pada permukaan perbannya yang menandakan jika luka itu masih sangatlah baru.
Keanu menggenggam jari-jari Luna dan sedikit meremasnya. "Tidak apa-apa, hanya sedikit tergores saja. Kenapa belum tidur?" tanya Keanu sambil mengunci sepasang mutiara coklat itu.
"Aku tidak bisa tidur. Kau dari mana saja?Kenapa Jan segini baru pulang?"
"Ada beberapa hal yang harus aku urus dan aku selesaikan. Apa selama aku tidak ada, Marry dan anak-anaknya selalu menyusahkan dirimu?" tanya Keanu memastikan. Dan tanpa Ellena harus menjawab pun, tentu saja Keanu sudah tau jawabannya. "Tidurlah, ini sudah larut malam. Aku juga akan segera tidur. Aku benar-benar lelah." Ellan mengangguk.
Dan sebelum pergi. Keanu mendaratkan satu ciuman pada kening Ellena, dan menempelkan bibirnya cukup lama di sana. Dan ketika Keanu hendak menarik wajahnya menjauh, kedua tangan Ellena menakup wajahnya kemudian mencium singkat bibirnya. Sangat singkat, bahkan tidak lebih dari 30 detik.
"Selamat malam," Ellena tersenyum.
-
__ADS_1
Bersambung