SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Ekstra Bab (Jordan Berulah Lagi)


__ADS_3

Bukan Jordan namanya jika hobinya tidak menjahili orang lain. Rencananya dia ingin menjahili bibinya, Penny. Yang kebetulan sedang berkunjung ke rumahnya. Tapi sialnya yang kena malah Ellena.


Akibatnya Jordan di hukum dan dilarang bermain game selama satu Minggu penuh. Dan dia juga dilarang bermain di luar bersama teman-temannya. Jordan harus belajar dengan giat.


Bukannya merasa prihatin dengan nasib kakak keduanya. Vivian malah bersorak bahagia melihat Jordan di hukum oleh ibu mereka. Sedangkan si sulung Hans bersikap acuh-acuh saja.


"Ada apa dengan, Jordan? Kenapa dia terlihat kesal?" Tanya Keanu yang baru saja tiba di rumah.


Ellena membantu Keanu melepas jas dan dasinya. "Aku menghukumnya karena dia berbuat nakal lagi." Jawabnya.


Dan Keanu hanya bisa menghela napas panjang. Putra keduanya memang sangat nakal.


Tak jarang dia dibuat kesal oleh tingkah dan kelakuannya. Tapi Keanu tidak mau menegur apalagi menghukumnya, karena itu sudah menjadi tugas Ellena. Dan Keanu baru turun tangan jika kenakalan Jordan sudah melewati batas.


"Mandilah dulu, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu." Pinta Ellena yang kemudian dibalas anggukan oleh Keanu. Pria itu beranjak dari hadapan Ellena dan pergi begitu saja.


Tak lupa Ellena menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya. Ini sudah malam dan Keanu tidak mungkin pergi lagi, itulah kenapa Ellena menyiapkan kemeja lengan terbuka dan jeans panjang untuk suaminya.


Wanita itu tersenyum saat melihat Lucas keluar dari kamar mandi. Tubuhnya hanya berbalut handuk yang melingkari pinggulnya. Sedangkan tubuh bagian atasnya polos.


Ellena menyerahkan pakaian itu pada Keanu yang kemudian dipakai olehnya. "Kau terlihat lelah sekali. Apa anak-anak berulah lagi?" Tanya Keanu yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena.


"Rasanya aku ingin sekali memasukkan kembali Jordan ke dalam perutku. Setiap hari ada saja tingkahnya yang membuatku naik darah. Hari ini aku kena labrak lagi."


"Apa lagi masalah yang bocah itu ciptakan kali ini?!"


"Jordan dan teman-temannya memecahkan kaca milik tetangga saat bermain bola. Bukannya minta maaf, mereka malah melarikan diri sambil melemparkan kalimat-kalimat ejekan."


Keanu hanya bisa mendengus berat. Kenakalan putra keduanya memang berada di atas rata-rata anak-anak sebayanya. Dan terkadang Keanu sampai bingung bagaimana harus memberikan hukuman padanya. Karena Jordan tidak pernah kapok dan jera.

__ADS_1


"Sepertinya tidak ada cara lain, selain memasukkan dia ke dalam asrama. Karena hanya itu satu-satunya cara terlahir yang kita miliki untuk mengatasi kenakalannya."


Ellena menggeleng. "Aku tidak setuju. Masih banyak cara lain untuk membuatnya mengerti. Tapi jika harus dimasukkan ke dalam asrama, maka aku menolaknya!! Karena aku sudah tau bagaimana rasanya berada di dalam Asrama. Itu tidak enak!!"


"Lalu bagaimana baiknya menurutmu?"


Ellena menyeringai. "Tapi aku tau siapa orang yang paling tepat, yang bisa mengatasi kenakalan Jordan!!"


Keanu memicingkan matanya dan menatap Ellena penuh selidik. "Siapa?!" Tanya Keanu penasaran.


"Kau akan tau setelah kita tiba di sana!!"


.


Usai makan malam. Ellena meminta Jordan untuk berkemas. Saat bocah laki-laki itu bertanya. Dengan entengnya Ellena menjawab jika akan membawanya berlibur ke sebuah pedesaan. Dan tentu saja hal itu membuat Jordan kegirangan setengah mati.


Ellena dan Keanu tidak hanya pergi bertiga saja bersama Jordan. Tapi mereka membawa si sulung dan si bungsu juga. Karena bukan hanya Jordan yang akan dititipkan di sana. Tapi mereka berdua juga.


Usai berkemas. Ellena meminta mereka untuk tidur. Tapi hanya Hans yang masih terjaga. Si sulung menghampiri Ellena yang sedang bersiap-siap juga di kamarnya.


"Ma, boleh aku masuk." Ellena mengangguk sambil tersenyum lebar.


"Masuklah, Nak." Pintanya mempersilahkan.


Jordan duduk di samping Ellena. Bocah laki-laki itu menatap Ellena dengan serius. Sepertinya dia sudah tau apa yang sedang direncanakan oleh Ibunya.


"Ma, ini bukan perjalanan piknik kan. Tapi sebenarnya Mama ingin memberikan pelajaran pada Jordan, supaya dia tidak nakal lagi. Dan agar tidak terjadi pilih kasih, Mama dan papa mengikutsertakan aku dan Vivian juga kan?"


Ellena mengangguk. Membenarkan apa yang si sulung katakan. Dia selalu kagum dengan Hans, dia selalu bisa membaca apa yang Ellena pikirkan. Dan Hans memiliki pemikiran dewasa dari anak-anak sebayanya.

__ADS_1


"Tidak lama kok, Nak. Mama hanya ingin adikmu tidak nakal lagi. Kau mengerti bukan apa maksud Mama?"


Hans mengangguk. "Aku mengerti, Ma. Mama tidak perlu mencemaskan apapun, selama di sana aku pasti akan menjaga mereka berdua."


Ellena tersenyum lebar. Di usapnya kepala Hans penuh sayang. Mungkin usianya memang masih anak-anak, tapi Hans memiliki pemikiran melebihi orang dewasa.


"Terimakasih atas pengertiannya, Sayang. Sebaiknya sekarang Hans tidur, ini sudah malam."


"Mama juga." Ellena mengangguk. Hans mencium pipi Ellena dan meninggalkannya begitu saja.


Keanu yang sedari tadi ada di balkon dan mendengarkan percakapan istri dan anak sulungnya. Menghampiri Ellena lalu memeluknya dari belakang.


Wanita itu sontak menoleh saat merasakan sepasang tangan kekar memeluknya, dan seseorang yang menyandarkan kepala pada bahunya. Sudut bibir Ellena tertarik ke atas membentuk lengkungan indah di wajah cantiknya.


"Kau adalah wanita terhebat yang pernah aku temui, Sayang. Terimakasih telah menjadi Ibu dan istri yang hebat untuk kami. Karena tanpa dirimu, entah bagaimana hidupku dan anak-anak. Aku bahagia karena pada akhirnya Tuhan mengembalikan mu ke dalam pelukan kita semua." Tutur Keanu.


Ellena melepaskan pelukannya. Posisinya dan Keanu saling berhadapan. Sudut bibir Ellena tertarik ke atas, membentuk lengkungan di wajah cantiknya.


"Jika aku tetap pergi. Lalu bagaimana denganmu dan anak-anak. Ragaku memang sudah tidak kuat, tapi hati dan batinku menolak untuk pergi. Karena terlalu berat bagiku untuk meninggalkan kalian berempat. Apalagi anak-anak sangat membutuhkan diriku."


Keanu menarik dagu Ellena kemudian mengecup singkat bibirnya. "Dan untuk itu aku akan selalu menjaga dan melindungi mu. Sudah cukup aku kehilanganmu dimasa lalu, dan aku tidak ingin kehilanganmu lagi."


Ellena menurunkan tangan Keanu dari wajahnya kemudian berhambur ke dalam pelukan pria itu. Wanita itu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Keanu yang tersembunyi di balik kemejanya.


Mungkin awalnya pernikahan mereka memang tidak dilandasi oleh Cinta. Tapi siapa yang menduga jika cinta akan tumbuh di hati masing-masing. Apalagi dengan hadirnya si kembar, yang menjadi bukti seberapa besar cinta yang mereka miliki.


"Ini sudah malam, sebaiknya kita tidur." Ucap Keanu yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena. Sebenarnya Ellena juga sudah sangat lelah dan mengantuk.


"### Baiklah."

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2