SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Duo Racun Beraksi


__ADS_3


Riders tercinta, jangan lupa baca juga ya new novel Author yang baru saja netes. Judulnya AKIBAT CINTA SATU MALAM tinggalkan like koment juga. 🙏🙏🤗🤗🤗


-


"KYYYAAA!!! SETAN!!!"


Penny menjerit sekencang-kencangnya saat keluar dikamar dan mendapati dua sosok putih berdiri di ujung tangga. Salah satunya berambut panjang, dan salah satunya berkepala plontos.


Keringat dingin seketika membanjiri tubuh wanita itu, ketika melihat dua hantu itu berjalan menghampirinya. Penny menggeleng, wanita itu hendak kembali ke kamarnya namun di dalam sana ada dua sosok yang lebih menyeramkan lagi. Satu kakek tua membawa cangkul dan gayung, sedangkan satu lagi wanita berlidah panjang. Wajahnya rusak dan salah satu matanya nyaris keluar.


"KYYYYAAA!!! HANTU!!!"


Penny kembali histeris. Wanita itu menutup mukanya dan menjatuhkan tubuhnya pada lantai. Penny mulai menangis karena ketakutan. Dan teriakkan keras Penny menyita perhatian penghuni mansion mewah tersebut. Marry dan Dante yang datang lebih dulu.


"Penny, ada apa?" Marry menghampiri putrinya dan berlutut di hadapan Penny.


"IBU!!!" Penny berteriak dan langsung berhambur ke dalam pelukkan Marry. "Ibu, ada hantu. Aku melihat banyak hantu di rumah ini. Di-diluar ada dua dan di kamar ini ada dua. I-Ibu, aku sangat takut.."


Dante memicingkan matanya. Kemudian dia melengos keluar dan tidak melihat ada apapun, di mana pun. "Tidak ada apapun di luar ataupun di sini. Mungkin kau sedang berhalusinasi." Ujar Dante.


"Tidak, Kakak!! Aku melihatnya, mereka ada di... KYYYYAAA!!!" Penny kembali histeris ketika menoleh dan mendapati salah satu dari empat hantu yang dia lihat meringis ke arahnya. "Ada di sana. Hantunya ada di sana." Penny menunjuk balkon kamarnya.


Dante yang penasaran langsung memeriksanya. Dan lagi-lagi dia tidak melihat apapun, Dante memperhatikan sekelilingnya. Matanya membulat melihat sosok kakek mencangkul di halaman belakang. Di tangan kiri kakek itu memegang gayung. Dante mengucek matanya demi meyakinkan pada dirinya sendiri jika yang dia lihat itu tidak nyata. Dan benar saja, sosok kakek membawa cangkul dan gayung itu tidak ada.


"Mungkin hanya perasaanku saja." Dante mengangkat bahunya. Dia kemudian beranjak meninggalkan balkon. Tapi langkahnya terhenti ketika dia merasakan sesuatu yang basah jatuh di atas kepalanya. Ragu-ragu dia mengangkat wajahnya dan... "SETEN!!!" berteriak histeris melihat sosok wanita berlidah tengah menempel pada dinding.


Brugg...


Alhasil, Dante pun jatuh pingsan karena terkejut. Dan sosok ha tu berlidah panjang itu pun segera melompat turun setelah melepaskan ikatan yang membelit perutnya.


"Hahahh!!! Mampus, memangnya enak." Sosok itu yang ternyata adalah Henry buru-buru meninggalkan balkon kamar Penny dan kembali ke kamarnya.


Sebenarnya empat hantu yang Penny lihat bukanlah hantu betulan. Mereka adalah Henry, Marcell, Kakek Xi dan Evan. Dan itu atas ide Marcell dan Henry. Mereka melibatkan kakek Xi dan Evan karena kekurangan orang.


Tiba-tiba Marcell dan Henry muncul di kamar Penny dan pura-pura terkejut. "Nenek, ada apa?Kami mendengar Bibi Penny berteriak 'SETAN' kami berdua sampai terkejut dan langsung kemari." Ujar Marcell seolah-olah dia tidak tau apa-apa.

__ADS_1


"Penny, melihat ada hantu di luar dan di kamar ini. Dante memeriksanya tapi belum kembali. Aku dengar dia sempat berteriak juga, bisakah kalian melihatnya?"


"Tentu saja, Nenek. Tunggu sebentar oke," Marcell meninggalkan Marry dan Penny. Sedangkan Henry pergi ke dapur mengambilkan minum untuk Penny. Pura-pura peduli lebih tepatnya.


Setibanya di balkon. Marcell melihat Dante terkapar tak sadarkan diri. Sebuah ide tiba-tiba muncul di otaknya. Marcell mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sambil terkekeh geli, Marcell mengeluarkan sebuah cairan pada celana Dante. Dan membuka bagian depan celananya.


"KYYYAAA!! PAMAN DANTE HABIS DI PERKO** SETAN!!" jeritan Marcell tentu saja langsung menarik perhatian orang-orang yang ada di dalam kamar Penny.


Evan datang dan langsung membelalakkan matanya. Mati-matian dia menahan diri untuk tidak tertawa. Terkadang dia berpikir, sebenarnya terbuat dari apa otak Marcell dan Henry, sampai-sampai mereka begitu banyak akal dalam menjahili orang.


"Ya, Tuhan!!! Kenapa bisa begini," seru Evan mencoba bersikap panik dan terkejut.


"Paman, aku akan mengambil air untuk membangunkan paman Dante," ucap Marcell yang kemudian di balas anggukan oleh Evan.


Tak lama Marcell kembali sambil membawa satu ember air yang langsung di guyurkan pada tubuh Dante, dan berhasil.. Dante sadar kembali.


"Yakk!! Bocah, apa-apaan kau ini? Kenapa kau malah menyiramku dengan air? Lihatlah karena ulahmu, aku jadi basah semua!!"


"Dasar tidak tau terimakasih. Di tolongin malah marah-marah. Apa Paman tidak sadar, jika Paman baru saja di perko** oleh hantu!!"


"A-Apa?"


Dan sementara itu...


Ellena yang mendengar keributan itu langsung terbangun, begitu pula dengan Keanu. Ellena menyingkirkan lengan Keanu yang memeluk tubuhnya kemudian bangkit dari berbaringnya.


"Sebaiknya kau tetap di sini. Aku akan keluar untuk melihat apa yang terjadi," ucap Ellena seraya beranjak dari tempat tidur, tapi di cegah oleh Keanu.


Keanu menggeleng. "Tidak perlu. Paling-paling itu kerjaan, Marcell dan Henry. Bukan hal aneh lagi, karena hal semacam ini memang sering terjadi. Sebaiknya kita kembali tidur," Keanu kembali membaringkan tubuhnya, tapi tidak dengan Ellena.


"Tapi aku sungguh-sungguh penasaran."


Keanu mendesah berat. "Ya sudah, keluarlah, tapi jangan lama-lama dan cepat kembali." Ellena tersenyum. Wanita itu kemudian beranjak dan pergi begitu saja. Sedangkan Keanu hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah kekanakan Ellena.


.


.

__ADS_1


"OMO!!"


Ellena terlonjak kaget ketika keluar dari kamarnya dan berpapasan dengan kakek Xi yang sedang memakai masker pada wajahnya. Ellena mengusap dadanya dan menghela nafas.


"Kakek, kau mengejutkanku!!" gerutu Ellena karena ulah kakek Xi.


"Hahaha...!! Maaf cucu menantuku, Sayang. Kulit Kakek bisa kering kalau tidak memakai master, nanti Kakek tidak tampan lagi, kalau kakek tidak tampan lagi bagaimana Kakek bisa mencarikan nenek baru untuk kalian."


Ellena memijit keningnya yang terasa pening. Mengabaikan kakek Xi. Ellena melanjutkan langkahnya dan berjalan menuruni tangga. Dari jarak beberapa meter. Ellena melihat orang-orang berkerumun di kamar Penny dan itu membuatnya semakin penasaran.


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Ellena penasaran.


Sontak saja Penny mengangkat wajahnya dari pelukan Ibunya. Dengan marah dia menghampiri Ellena dan langsung menamparnya. "Apa-apaan kau ini? Kenapa kau menamparku?" tanya Ellena marah.


"Ini semua pasti ulahmu, 'kan? Kau, 'kan yang mengirimkan setan-setan itu untuk menggangguku?"


"Apa yang kau bicarakan? Sebaiknya cari dulu buktinya sebelum kau menuduh orang sembarangan. Dasar tidak waras," Ellena beranjak dari hadapan Penny dan pergi begitu saja. Dia menyesal kenapa sempat mengkhawatirkan perempuan itu


BRAK....


Keanu membuka kembali matanya setelah mendengar bantingan keras pada pintu. Pria itu memicingkan matanya melihat wajah murung istrinya.


"Dasar wanita sinting, bisa-bisanya dia menuduhku yang tidak-tidak. Bagaimana bisa dia menuduhku mengirim setan untuk mengganggunya, yang besar saja." Ellena terus saja menggerutu, wajahnya di tekuk, dia menghampiri Keanu sambil menghentakkan kakinya kesal. "Sebel!!"


Ellena menjatuhkan tubuhnya begitu saja di samping Keanu. "Apa!!" dan berkata sinis ketika melihat Keanu menatap horor padanya. "Ck, aku sedang kesal jadi jangan membuatku semakin kesal!!"


"Begitukah?" Keanu langsung berpindah ke atas tubuh Ellena. Tangan kanannya mencengkram pergelangan tangan Ellena dan meletakkan di atas kepalanya. "Bagaimana kalau aku membuatmu tidak kesal lagi?"


"Aku... emmpphhh...!!" Ellena tidak melanjutkan ucapannya karena bibirnya lebih dulu di bungkam oleh bibir Keanu.


Keanu terus melum** bibir Ellena dengan semangat dan penuh nafsu. Tak ingin di anggurka, tangan kirinya meremas bukit kembar Ellena dan membuat wanita itu mendesah di tengah ciuman mereka.


Ciuman Keanu kemudian turun menuju leher jenjangnya. Mengecupnya dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana. Tak ada perlawanan, bahkan Ellena membalas ciuman panas Keanu. Dan yang terjadi selanjutnya bukan hanya bibir mereka, tapi juga jiwa dan tubuh mereka.


Keanu dan Ellena akan menghabiskan malam yang dingin ini untuk saling menghangatkan.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2