
Riders tercinta, jangan lupa baca juga ya new novel Author yang baru saja netes. Judulnya AKIBAT CINTAN SATU MALAM tinggalkan like koment juga. 🙏🙏🤗🤗
-
"Dia Adel Lim, mantan istriku!!!"
Degg...
Ellena tersentak kaget mendengar pengakuan yang baru saja keluar dari bibir Keanu. Sontak saja Ellena menoleh dan menatap Keanu yang juga menatap padanya.
"Mantan istri?" Keanu mengangguk. "Kau tidak pernah bercerita padaku jika sebelumnya kau sudah menikah. Aku pikir orang yang di bahas oleh Marcell hari itu adalah mantan pacarmu, ternyata dia adalah mantan istrimu!!" lagi-lagi Keanu mengangguk.
Pria itu beranjak dari hadapan Ellena dan berdiri di depan dinding kaca yang berada tepat di samping tempat tidurnya. Matanya menatap hamparan bunga yang tumbuh subur di taman belakang mansion mewahnya.
"Aku dan Adel menikah sekitar 8 tahun yang lalu. Tapi pernikahan kami hanya berlangsung 3 tahun saja. Dia memutuskan untuk meninggalkanku karena dia malu memiliki suami yang cacat dan lumpuh sepertiku. Aku pikir dia benar-benar tulus mencintaiku, tapi ternyata dia hanya memanfaatkanku. Dia berselingkuh dengan teman baikku sendiri dan mereka berdua pergi ke luar negeri 5 tahun yang lalu. Dan aku tidak menduga jika dia kembali lagi."
Ellena terdiam selama beberapa saat. Kemudian dia menghampiri Keanu dan berdiri dua meter di belakangnya. "Lalu apakah sekarang kau akan kembali padanya dan mencampakkan ku? Karena aku lihat dia masih mencintaimu dan berharap untuk kembali ke sisimu," Keanu berbalik dan menatap Ellena tepat di mata coklatnya.
"Sekarang aku tanya padamu, apa kau akan melepaskanku dan merelakanku kembali padanya?" tanya Keanu sambil mengunci manik mata milik Ellena.
Ellena menggeleng. "Tentu saja tidak!!" Ellena menjawab cepat. "Mana mungkin aku melepaskanmu begitu saja setelah apa yang kau lakukan padaku dulu. Apa kau lupa, dulu kau selalu menindasku dan memperlakukanku dengan buruk. Jadi mana mungkin aku melepaskanmu begitu saja demi wanita lain."
"Kau masih harus bertanggung jawab padaku, Tuan Xi. Kau sudah membuatku berpisah dengan kekasihku yang brengsek itu, terlebih lagi kau yang mengambil Virgin-ku." Tutur Ellena panjang lebar.
Keanu menghampiri Ellena dan kemudian mencium singkat bibir ranumnya. "Dan itulah jawabanku. Aku menemukan kenyamanan dan kehangatan ketika bersamamu. Dan dari dirimu, aku menemukan sesuatu yang tidak bisa aku temukan dari Adel."
"Kau sangat berbeda, kau itu istimewa. Dulu aku memang sangat mencintai Adel, dan aku tidak bisa membantahnya. Tapi itu dulu sekali. Adel hanya bagian kecil dari masa laluku, dan kenyataan itu tidak mungkin bisa berubah."
"Sedangkan kau adalah masa depanku, satu-satunya wanita yang aku inginkan untuk melahirkan anak-anakku. Mungkin saat ini belum ada cinta dalam pernikahan kita, tapi aku percaya... jika cinta akan hadir dan tumbuh dengan sendirinya. Untuk itu jangan pernah berpikir untuk pergi dari hidupku apalagi berpikir untuk meninggalkanku. Karena sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu!!"
Tubuh Keanu terhuyung ke belakang karena Ellena memeluknya begitu tiba-tiba. Keanu tersenyum tipis, mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Ellena. Mereka berpelukan tanpa bersuara, mereka sama-sama diam dan meresapi kehangatan tubuh masing-masing.
Ellena melepaskan pelukannya dan menatap Keanu yang juga menatap padanya. "Kau memang tidak boleh melepaskanku. Selain cantik dan menggemaskan, aku ini juga antik dan langkah. Kau tidak akan menemukan yang seperti diriku ini di belahan bumi mana pun." Tuturnya memaparkan. Dan sebuah jitakan mendarat mulus pada kepala coklatnya.
"Satu saja sudah merepotkan. Jika sampai ada dua maka dunia akan sangat runyam." Cibir Keanu mencibir.
"Keanu....."
Chu...
Sebuah ciuman mendarat mulus pada bibir Ellena. Wanita itu mengangkat kedua tangannya dan mengalungkan pada leher Keanu ketika pria itu semakin memperdalam ciumannya.
Keanu mengangkat tubuh Ellena bridal style kemudian membawanya untuk duduk di kursi rodanya. Dengan posisi menyamping. Kedua tangan Keanu membingkai wajah Ellena dan terus melum** bibirnya. Ciuman mereka semakin lama berubah menjadi ciuman panas yang menuntut.
Keanu memindahkan sebelah tangannya menuju tengkuk Ellena, menekannya. Sedangkan tangan satu lagi memeluk pinggang rampingnya dan menariknya lebih dekat. Kepala mereka saling di gerakkan kanan-kiri beraturan.
Brakk...
"Keanu!!!"
Namun ciuman mereka harus berakhir karena dobrakan pada pintu dan pekikan keras seseorang. Ellena mendengus marah. Dengan sinis dia menatap sosok wanita yang berdiri di ambang pintu.
"Ck, kenapa kau itu tidak memiliki sopan santun sama sekali. Jika ingin masuk ke dalam kamar orang lain, seharusnya kau mengetuk pintu terlebih dulu. Bukannya asal nyelonong saja, dasar tidak sopan!!"
"Ini adalah kamar suamiku!! Jadi untuk apa aku masih memerlukan ijin untuk masuk kemari. Dan kau..."Adel menunjuk Ellena tepat di depan wajahnya, yang kemudian di tepis kasar olehnya.
__ADS_1
"Tidak usah tunjuk-tunjuk." Tukas Ellena dengan nada tak begitu bersahabat.
"Kau-"
"CUKUP, ADEL LIM!!" bentak Keanu menyela ucapan Adel. "Sebaiknya kau keluar dari rumah ini sebelum aku meminta seseorang menyeretmu keluar!!"
"Keanu!!" teriak Adel karena tidak terima dengan ucapan Keanu. Detik berikutnya senyum di bibirnya mengembang lebar. Kemudian Adel menghampiri Keanu dan menakup wajahnya.
"Kau berhasil, Sayang. Kau berhasil membuatku cemburu, aku tau apa yang kau lakukan itu hanya pura-pura saja. Kau tidak mungkin mencintai wanita lain selain diriku." Ujar Adel kemudian memeluk Keanu.
Bukannya sebuah pelukan balasan yang dia dapatkan. Keanu malah mendorong tubuh Adel hingga wanita itu tersungkur di lantai. Keanu mendekati Adel dan kemudian mencengkram rahangnya dengan kuat.
"Kau itu tidak ada bedanya dengan kebanyakan pelacur di luar sana. Bahkan kau jauh lebih hina dari mereka. Dan jika kau berpikir apa yang aku lakukan bersama Ellena adalah sebuah kepalsuan, maka kau salah besar. Karena aku sungguh-sungguh mencintainya. Sebaiknya kau pergi dari sini. Karena parasit sepertimu tidak layak ada di sini."
Adel mengepalkan tangannya. Kemudian pandangannya bergulir pada Ellena yang tengah menyeringai padanya. Tanpa mengatakan satu patah kata pun. Wanita itu melenggang pergi meninggalkan kamar Keanu.
"Tutup pintunya dan sebaiknya kunci saja." Keanu bangkit dari kursi rodanya kemudian merebahkan tubuhnya pada kasur king size miliknya. "Wanita itu benar-benar membuatku muak,"
Ellena naik ke atas tubuh Keanu dan mengungkung pria itu di bawah tubuhnya. Kemudian jari-jari lentiknya membuka satu persatu kancing pada kemeja yang Keanu pakai dan membuangnya begitu saja. Menyisahkan sebuah tank top putih yang mengikuti lekuk tubuhnya.
"Kita harus menyelesaikan apa yang sudah kita mulai. Jangan membuatku tersiksa dengan hanya melakukannya setengah-setengah."
Keanu menyeringai. "Baiklah, karena kau sendiri yang memintanya!!"
-
"APA, BERMASALAH!!"
Sarah dan Dellia memekik keras setelah mendengar apa yang baru saja di sampaikan oleh Tuan Su. Tuan Su mengatakan jika perusahaan keluarga Su sedang mengalami krisis karena penurunan saham yang signifikan, yang di karenakan beberapa investor menarik semua dananya.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Apa saja yang sudah kau lakukan selama ini? Tidak.. tidak.. tidak... Jika perusahaan sampai mengalami kebangkrutan, itu artinya kita semua akan jatuh miskin!! Tidak, aku tidak ingin hal itu sampai terjadi. Aku tidak ingin sampai jatuh miskin, aku benar-benar tidak mau...!!"
"DIAMLAH KALIAN BERDUA!!" bentak tuan Su dengan suara meninggi. "Aku sudah pusing, jangan membuatku semakin pusing. Lagipula jika kalian tidak terlalu serakah pasti hal semacam ini tidak akan terjadi pada perusahaan kita!!"
"OH, JADI SEKARANG KAU MENYALAHKAN KAMI!!" Sarah merasa tidak terima. Dia tidak terima karena suaminya menyalahkannya dan Dellia.
"Ya, aku memang menyalahkan kalian. Kau istriku, dan kau putri kandungku, tapi kenapa tak satupun dari kalian ada yang bisa memahami diriku? Ellena, memang putri angkat, tapi dia bisa lebih memahamiku daripada kalian berdua!! Dan karena keegoisan kalian, aku harus kehilangan dia!!"
"Apa maksudmu?"
"Sudah, lupakan!!" tuan Su bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Dan nyaris saja Sarah serta Dellia terkena serangan jantung dadakan karena ulah tuan Su.
"Pria itu, benar-benar keterlaluan!!"
-
"Paman, apa kau tidak mengingatnya sama sekali? Semalam kau di perko** oleh setan!!"
Dante mengacak rambutnya dengan frustasi. Rasanya dia masih tidak percaya jika dirinya yang seorang pria bisa di perko**, apalagi yang memperko** nya adalah hantu. Sangat tidak masuk akal.
Dante keluar dari kamarnya sambil menahan rasa nyeri pada batangnya. Dia benar-benar tidak ingat. Ini sudah hari kedua tapi rasa sakitnya belum juga mereda.
"Kenapa rumah sepi sekali? Kemana perginya semua orang?" ucapnya penuh keheranan.
"KYYYAAA!! KAMI MENANG LAGI,"
Sampai dia mendengar kehebohan yang berasal dari ruang keluarga. Hampir saja Santer terkena serangan jantung dadakan ketika melihat sebuah pemandangan yang begitu menggelikan.
__ADS_1
Di mana Evan yang wajahnya di coret-coret dengan bedak dan beberapa pita mengikat rambutnya. Bukan hanya itu, bahkan Marcell memakai pakaian wanita dengan pita merah yang mengikat rambutnya seperti jamur.
"Ya, Tuhan!! Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Kenapa kalian terlihat aneh semua begini?" ucapnya terheran-heran.
"Bagus sekali, Paman kau datang tepat waktu. Kemarilah dan ikut bermain bersama kami." Seru Henry sambil melambaikan tangannya.
"Astaga, Paman. Kenapa cara jalanmu aneh begitu? Hahaha, jangan bilang jika itu akibat ulah setan mesum yang main kuda-kudaan denganmu kemarin malam ya? Aku turut prihatin Paman," Marcell terkekeh.
"Diamlah bocah, apa kau tidak tau jika aku begitu menderita?"
"Tau, tentu saja aku tau. Makanya aku sangat peduli padamu. Oya, Paman... Bagaimana kalau kau mengikuti saran kecil dariku? Sepertinya setan betina itu akan terus mengikutimu jika kau tidak segera melakukan pengusiran mahluk!! Sepertinya setan betina itu sudah jatuh cinta padamu."
"Uhuk... Uhuk..." Evan langsung tersedak minuman di dalam mulutnya karena ucapan Marcell.
"Evan, kau tidak apa-apa? Hati-hati kalau minum," nasehat kakek Xi.
"Saya tidak apa-apa, Tuan Besar."Jawabnya meyakinkan.
"Bagaimana? Apa kau setuju? Ya, tapi itu membutuhkan dana yang cukup banyak. Karena kami harus pergi ke pelosok gunung untuk menemui ahlinya. Selain itu, kami juga membutuhkan uang untuk membeli semua bahan-bahan yang di butuhkan untuk prosesi pengusiran setan itu. Seperti bunga 7 rupa dan sejenisnya."
"Apa kau yakin cara itu akan berhasil?" Dante menyela cepat.
"Kami jamin," keduanya menjawab dengan kompak.
"Soalnya hantu itu bisa saja mendatangimu secara tiba-tiba untuk meminta pertanggung jawaban darimu. Bisa saja hantu hamil setelah kau buahi."
Byurrr...!!!
Lagi-lagi Evan menyemburkan minuman dari mulutnya. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan mereka berdua. Ada saja tingkahnya yang membuat orang lain geleng-geleng kepala. Dan lagipula mana mungkin ada setan yang bisa hamil.
"Dasar duo edan," ucapnya membatin.
"Baiklah, aku setuju. Uang tidak menjadi masalah bagiku. Yang terpenting adalah hantu itu tidak menggangguku lagi. Apalagi sampai mencarimu dan meminta pertanggung jawaban dariku. Amit-amit tujuh turunan."
"Sepakat!!"
-
Kruyukk... Kruyukk...
Ellena membuka matanya dengan malas karena bunyi nyaring yang berasal dari perutnya. Lalu pandangannya bergulir pada Keanu yang sedang terlelap di sampingnya sambil memeluk erat tubuhnya. Ellena mendengus berat.
Wanita itu menyingkirkan lengan Keanu dan menyibak selimut dari tubuhnya kemudian turun, dan pergi meninggalkan kamarnya. Dia ingin melihat apa yang bisa dia temukan di dalam lemari pendingin untuk mengatasi rasa laparnya itu.
"Huft, kenapa tidak ada apa-apa? Uhh, aku benar-benar lapar." Ellena berbalik dan kembali ke kamarnya. Setibanya di sana dia mendapati Keanu yang terbangun.
"Kau dari mana?" pria itu merubah posisinya menjadi duduk dan menatap Ellena penasaran.
"Dapur. Aku tiba-tiba lapar, tapi tak ada apapun di kulkas yang bisa aku makan. Tidak ada mie instan ataupun telor. Sepertinya besok aku harus pergi untuk berbelanja."
"Kau ingin makan di luar?" tanya Keanu memberi penawaran.
"Tapi ini sudah malam, sebaiknya tidak usah. Kita tidur lagi saja, aku masih sangat mengantuk." Ucapnya.
"Kau yakin?" Ellena mengangguk. "Baiklah, kalau begitu ayo kita tidur lagi. Kemarilah, aku akan memelukmu."
Ellena tersenyum dan segera berhambur ke dalam pelukkan Keanu, membenamkan wajahnya pada dada bidang yang tak tertutup apapun itu. Dan pelukkan hangat Keanu kembali menuju alam mimpinya.
__ADS_1
-
Bersambung.