SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Ngidam Pertama


__ADS_3

"MARCEEEELLLLL! HENNNYYYYY!!! KEMBALIKAN PAKAIANKU!!!!" raungan keras, keji dan tanpa ampun yang menjanjikan sebuah kematian yang menyakitkan, terdengar di seluruh penjuru ruangan. "KALAU DALAM WAKTU 5 MENIT KALIAN TIDAK MENGEMBALIKAN PAKAIANKU, AKU PASTIKAN KALIAN AKAN DI SUNAT SUNAAAAAAAAAAAATTTTTTTTT!" raungan kembali terdengar.


Yang di panggil merinding ketakutan. Bagaimana tidak, Rio mengancam akan menyunat mereka jika keduanya tidak mau mengembalikan pakaiannya yang Marcell dan Henry curi secara diam-diam.


Saat ini Rio sedang ada di kamar mandi. Niatnya mereka ingin mengerjai dia dengan mengambil pakaiannya. Tapi tidak taunya malah berakhir mengenaskan seperti ini.


Ketika liburan ke Indonesia sekitar satu bulan yang lalu bersama Rio, mereka berdua sudah pernah menyaksikan acara sunatan masal.


Bukan hanya anak-anak saja yang di sunat, tapi orang dewasa juga. Mengerikannya lagi, orang-orang itu menangis sambil mengatakan jika kehilangan ujung sosisnya. Mereka yang ketakutan pun langsung melarikan diri. Dan hari ini Rio malah mengancam akan menyunat mereka.


"MARRRCEELLLL...HENRRRRYYYYY....!!! AKU YAKIN KALIAN TIDAK TULI. KEMBALIKAN SEKARANG JUGA ATAU AKU BENAR-BENAR AKAN MEMOTONG SOSIS KALIAN!!"


Melihat wajah Marcell dan Henry yang memucat membuat Penny tertawa terbahak-bahak. Wanita itu baru saja pulang dari bekerja dan langsung di suguhi pemandangan yang sangat mengelikan.


"Hahaha. Kenapa wajah kalian memucat begitu. Saranku sih, cepat kembalikan saja sebelum kalian benar-benar kehilangan sosis berurat kalian yang berharga." Ujar Penny dan pergi begitu saja.


Wanita itu kembali tertawa di tengah langkahnya. Tak ingin mendapatkan masalah dari Rio. Buru-buru mereka mengembalikan pakaian yang mereka curi itu. Dan tidak akan lagi-lagi mengerjai Rio, ternyata dia sama menyeramkannya dengan Keanu.


Dan sementara itu. Keanu dan Ellena yang baru saja tiba di rumah tampak keheranan melihat rumah dalam keadaan sepi, tidak biasanya. Batang hidung Marcell dan Henry juga tidak terlihat, biasanya mereka berdua berkumpul di ruang keluarga dan bermain monopoli bersama Dante.


Tak ingin terlalu memikirkannya. Keanu dan Ellena bergegas pergi ke kamar mereka yang berada di lantai dua.


"Ahhh...! Keanu, apa yang kau lakukan?" kaget Ellena ketika Keanu tiba-tiba mengangkat tubuhnya bridal style.


"Melakukan apa yang seharusnya aku lakukan." Jawabnya lalu mengecup singkat bibir Ellena.


Ellena tersenyum. Wanita itu mengalungkan kedua tangannya pada leher Keanu dan tersenyum lebar. Inilah yang dia sukai dari Keanu, dia begitu perhatian padanya. Meskipun terkadang bersikap dingin, tapi hal itu bukanlah masalah dan Ellena selalu menyukai bagaimana Keanu memperlakukannya.


-


Malam sudah semakin larut tapi Ellena masih tetap terjaga. Ia terus membolak-balik tubuhnya untuk mencari posisi yang nyaman agar bisa tidur dengan nyenyak, ia juga semakin mengeratkan selimut pada tubuhnya agar dingin tak bisa mengganggu acara tidurnya.


Setelah beberapa menit mencoba tidur, ia pun menyerah, Ellena tetap tidak bisa tidur apalagi menyusul suaminya ke alam mimpi.


Akhirnya, Ellena merubah posisinya dan mendudukkan tubuhnya dan mengerang pelan. Sudah jam 11 malam. Lalu pandangan Ellena bergulir pada sosok tampan yang sedang terlelap di sampingnya dan mendesah berat.


"Key, bangun." Pinta Ellena sambil mengguncang lengan terbuka Keanu.


"Ada apa, Ell? Tidurlah, ini masih malam."


"Aku tidak bisa tidur, Key... Cepat bangun," rengek Ellena sambil terus mengguncang lengan terbuka suaminya.


Keanu mendengus berat. Dengan enggan ia pun membuka matanya dan bangkit dari posisi berbaringnya. Menatap sang istri yang juga menatap padanya dengan tatapan yang sulit di jelaskan.

__ADS_1


"Aku ingin makan mangga muda," ucap Ellena seolah mengerti apa yang akan Keanu tanyakan padanya.


"Mangga muda?" ulang Keanu yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena. "Tapi ini sudah malam, Ell. Jadi mana ada kedai buah yang masih buka. Lagipula ini bukan musim mangga. Jadi minta yang lain saja."


Ellena menggeleng. "Tidak mau!! Aku pokoknya mau mangga muda!! Titik, tidak ada koma. Dan satu lagi, ini bukan permintaanku tapi permintaan calon anak kita yang ada di dalam perutku." Ujar Ellena sambil mengusap perut ratanya.


Keanu mendengus berat. "Ck, dasar ibu hamil. Apa ngidam pertamamu tidak bisa yang lebih wajar sedikit." Keanu menggerutu seraya berjalan ke arah kamar mandi. Dia perlu mencuci muka dan menggosok gigi. Tak lama berselang Keanu keluar dari dalam sana dengan wajah yang lebih fress.


Keanu menghampiri Ellena yang sedang tersenyum lebar padanya. "Jangan mengeluh, suami. Lagipula ini permintaan anak kita dan kau harus menurutinya atau dia akan ngiler nantinya?" ucap Ellena, dan lagi-lagi Keanu hanya memutar jengah matanya.


"Aku tau, aku akan pergi sekarang. Sebaiknya sekarang kau tidur dan setelah mendapatkan mangga itu aku akan membangunkanmu."


Ellena tersenyum dan kemudian mengangguk. Keanu mengambil kunci mobil dan mantel hangatnya. Udara malam ini agak lumayan dingin dan dia tidak ingin membeli karena tidak memakai pakaian hangat.


.


.


"Sial, kenapa tidak ada satupun kedai yang menjual mangga muda?!"


Jika bukan karena permintaan Ellena. Keanu tidak akan sudi berkeliling kota tengah malam begini hanya untuk mencari mangga muda. Ellena tiba-tiba saja mengatakan ingin makan mangga muda.


Sudah hampir satu jam Keanu dan Rio berkeliling kota tapi tak ada satupun kedai yang menjualnya, ini bukan musimnya jadi sulit untuk mendapatkannya. Salah satu penjual menyarankan supaya mereka pergi ke Busan. Mungkin di sana ada karena mangga di sana sudah memasuki musim berbuah.


"Key, anak ini tidak jadi ingin mangga muda. Tapi dia ingin di belikan bunga mawar lima warna. Ahhh, satu lagi dia juga ingin makan sesuatu yang segar seperti es kacang merah."


"Hn, baiklah aku akan mencarinya sekarang."


Rio menoleh dan menatap sang adik dengan pandangan bertanya. Dia penasaran apa yang Ellena katakan sampai-sampai mukanya berubah masam.


"Ellena tidak jadi ingin makan mangga muda, tapi es kacang merah. Dia juga meminta di belikan mawar lima warna."


Rio memijit pelipisnya. Inilah alasan kenapa dia tidak ingin cepat-cepat menikah karena menurut orang, ibu hamil itu sangat ribet dan terkadang merepotkan. Dan hari ini dia telah membuktikannya.


Dalam hatinya Rio terus berdoa, ketika sudah menemukan jodohnya dan menikah nanti,ketika hamil supaya istrinya tidak terlalu merepotkan dirinya.


.


.


"Apa? Kau tidak mau memakannya?!"


Keanu menatap Ellena dengan pandangan tak percaya. Lalu apa arti dari perjuangannya selama satu jam lebih berkeliling kota mencarikan apa yang dia minta dan dengan entengnya Ellena mengatakan tak ingin memakannya!!

__ADS_1


Rasanya Keanu ingin berteriak dan meluapkan seluruh amarah dan kekesalannya tapi hal itu dia tahan. Keanu mencoba untuk bersikap sabar menghadapi istri cantiknya yang tengah hamil muda ini.


"Lalu kau mau apa sekarang?"


"Tidur, aku cuma mau tidur tapi bukan di atas tempat tidur, melainkan di pangkuanmu."


Keanu memicingkan matanya. "Maksudmu?"


Ellena naik ke pangkuan Keanu dan memposisikan dirinya senyaman mungkin agar bisa segera tidur.


Dan lagi-lagi Keanu hanya bisa menghela nafas dan pasrah dengan apa yang diinginkan oleh istrinya. Keanu tidak menolak apalagi menolak keinginan istrinya dan membiarkan Ellena melakukan apa yang dia mau. Keanu tidak melarangnya.


-


Cicit suara burung yang saling bersahut-sahutan menyambut datangnya pagi. Suara angin pagi yang terasa menyegarkan mambuat kalbu siapapun terasa tenang.


Ellena masih meringkuk memeluk guling kesayangannya di bawah selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Ia masih menikmati berpetualang di alam mimpi. Sementara itu sosok peia yang sebelumnya tidur disampingnya sudah tak terlihat di sana. Hanya tinggal Ellena saja yang masih belum terbangun.


Sang mentari mulai menampakkan sosoknya yang begitu gagah. Sinarnya yang hangat mampu mengusir hawa dingin pagi ini. Ellena semakin merapatkan selimutnya ketika ia merasakan hembusan angin di sekitar wajah dan telinganya.


"Uhhh, dasar angin menyebalkan. Mengganggu orang sedang tidur saja." Wanita itu menggerutu. Membuat dua orang yang sedang berlutut di sampingnya itu mati-matian menahan tawa.


"Sial, kenapa semakin dingin saja." Ellena kembali menggerutu.


Wanita itu membuka matanya dengan enggan. Dan kedua matanya langsung membelalak mendapati Henry dan Marcell berlutut di sampingnya.


"Henry, Marcell, jadi itu ulah kalian berdua?!" pekik Ellena sambil membelalakkan matanya.


Dan keduanya hanya nyengir kuda menunjukkan gigi putihnya. Dan sebuah pukulan langsung mendarat pada lengan mereka. Saking kerasnya pukulan itu sampai membuat mereka berteriak.


"Bibi, hentikan!! Sakit!!"


"Makanya siapa suruh berani mengganggu tidurku?!"


"Aisshh. Bibi, tubuhmu sangat mungil tapi kenapa pukulanmu begitu mematikan?!" gerutu Henry sambil mengusap lengannya yang baru saja di pukul Ellena.


"Banyak bicara, keluar sekarang juga atau aku gantung kalian hidup-hidup?!"


Keduanya merenggut. "Bibi, kau sungguh tidak asik sama sekali!!" ucap keduanya dan pergi begitu saja. Niatnya ingin menjahili Ellena, mereka malah kena batunya. Ternyata Ellena juga bukan orang yang mudah untuk di jahili.


-


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2