
Sungguh apa yang di pikirkan oleh Ellena ketika dia melukai dirinya sendiri. Akibat dari kenekatannya itu dia hampir saja mencelakai dirinya sendiri. Karena luka sayat yang dia ciptakan hampir saja memotong titik vitalnya.
Raut penyesalan tak tampak sedikit pun pada mimik wajahnya. Wanita itu terlihat tenang bahkan tak tampak jika dia sedang kesakitan. Kali ini Ellena tidak akan bersikap lunak lagi pada mereka berdua, dia sudah terlalu baik dengan menghentikan hukuman Keanu untuk Penny.
Ellena tidak tau bagaimana nasib Penny dan Marry. Apakah kedua wanita itu masih bisa keluar dalam keadaan hidup-hidup atau malah sebaliknya, tapi Ellena tidak mau memikirkannya.
Dan perban yang membebat leher Ellena memunculkan sebuah tanda tanya di benak Shifanya. Perempuan itu meletakkan tasnya dan menghampiri Ellena yang sedang merangkai bunga pesanan pelanggan.
"Apa yang terjadi pada lehermu, Ell? Jangan bilang jika orang-orang di mansion itu menindasku lagi?" tebak Shifanya penuh keyakinan.
Ellena menggeleng. "Bukan mereka tapi aku sendiri yang menciptakan luka ini. Intinya aku melukai leherku sendiri." Jawab Ellena dan sontak membuat Shifanya menatap wanita itu penuh selidik.
"Maksudmu?"
Ellena mendesah berat. Akhirnya ia pun menceritakan yang sebenarnya pada Shifanya. Dan Shifanya tidak bisa menahan keterkejutannya setelah mendengar penjelasan dari Ellena yang menurutnya sangat tidak masuk akal tersebut.
"Dasar wanita gila!! Kau benar-benar gila, Ell. Bagaimana kau bisa melakukan tindakan senekat itu?" Shifanya menatap Ellena tak percaya. Sedangkan Ellena hanya mengangkat bahunya acuh. "Apa yang sebenarnya kau pikirkan, Ellena Xi!!"
Ellena menatap sahabatnya itu dengan tatapan yang sulit di artikan. "Kau bisa bicara seperti itu karena kau tidak berada di posisiku dan merasakan apa yang selama ini aku rasakan atas sikap dan perlakuan mereka padaku. Jika mereka bisa berbuat jahat padaku, kenapa aku tidak?! Karena kejahatan hanya bisa di balas dengan kejahatan, dan kelicikan hanya bisa di balas dengan kelicikan!!" terang Ellena sambil mengunci manik Shifanya.
"Kenapa semakin lama kau semakin mengerikan saja, Nyonya Xi!!" Shifanya menatap Ellena dengan tatapan horor.
Alih-alih tersinggung, Ellena malah terkikik geli. Wanita itu melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Sementara Shifanya pergi ke dalam untuk meletakkan tasnya. Hari ini akan menjadi hari yang panjang bagi mereka berdua karena pesanan hari ini lebih banyak dari biasanya.
-
Keanu menutup matanya dan mendesah berat. Entak sudah berapa banyak karyawan yang dia marahi hari ini karena kinerja mereka yang kurang memuaskan dan sangat mengecewakan.
CEO muda nan tampan itu menjatuhkan tubuhnya pada sofa. Sebelah tangannya memijit pelipisnya yang terasa pening. Keanu ingin beristirahat barang sejenak. Dan tak lupa Keanu mengunci pintu ruangannya agar tidak ada satupun yang bisa mengganggu dirinya.
Dia hanya membutuhkan waktu istirahat sendiri tanpa diganggu oleh siapapun termasuk Evan. Bagaimana pun juga semalam tadi ia sudah bekerja keras memeriksa tumpukan dokumen yang sekarang menggunung di atas meja. Terlalu banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan semalam. Di tambah insiden yang menimpa Ellena.
Tentu saja ia menjadi kurang tidur. Dia hanya ingin istirahat sebentar. Karena tubuh dan otaknya bukanlah mesin, yang tidak akan merasakan kelelahan meskipun di paksa bekerja seharian pun. Bagaimana pun juga Keanu hanyalah manusia biasa yang bisa merasakan lelah juga.
__ADS_1
Baru saja Keanu hendak menutup matanya, namun sering pada ponselnya mengalihkan sedikit perhatiannya.
Merasa tak begitu penting. Keanu memutuskan untuk mengabaikan dan kembali menutup matanya. Dan siapapun tidak akan berani masuk dan mengganggunya jika sudah melihat pintu ruangan atasannya itu tertutup rapat dari dalam
.
.
.
Di luar langit sudah berganti senja ketika Keanu membuka matanya. Keanu tidak tau berapa lama dia tertidur. Dan karena terlalu lelah sampai-sampai dia tidak mengingat waktu.
Keanu bangkit dari posisinya dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya supaya lebih segar. Dan setelah menyelesaikan beberapa dokumen, Keanu pun memutuskan untuk pulang, dia terlalu malas untuk mengambil jatah lembut hari ini. Tapi sebelum pulang Keanu memutuskan untuk menjemput Ellena terlebih dulu.
Langit yang semula cerah berubah menjadi pekat karena tertutup awan mendung. Yang mungkin dalam hitungan menit hujan deras akan segera menguyur kota Seoul di sore ini. Dan Keanu harus segera sampai di toko Ellena sebelum hujan benar-benar turun.
.
.
Ellena dan Keanu menyaksikan pemandangan tersebut dengan takjub. Meskipun terlihat sangat mengerikan tapi itu merupakan salah satu keajaiban Tuhan yang sangat menakjubkan. Mereka saling memeluk tubuh untuk menetralisir dingin.
"Apa kau merasa kedinginan?" tanya Keanu seraya mengeratkan pelukannya pada tubuh Ellena.
Wanita itu mengangguk. "Suhu udara malam ini benar-benar menurun drastis." Ellena mengusap lengannya yang terasa dingin. Keanu mengambil jasnya kemudian menyampirkan pada tubuh Ellena.
"Apakah masih dingin?"
Ellena menggeleng. "Ini sudah jauh lebih baik," jawabnya. Ellena mengangkat wajahnya dari delapan Keanu. Posisi mereka saling memunggungi. Ellena memanyunkan bibirnya seolah mengisyaratkan sesuatu. "Jangan hanya tersenyum seperti orang bodoh, ayo lakukan." Pinta Ellena sambil menutup rapat-rapat matanya.
Keanu terkekeh. Dia menundukkan kepalanya kemudian mengecup singkat bibir ranum Ellena. Hanya sekedar menempelkan saja tanpa pagutan apalagi lum*tan.
"Hanya begitu saja?" dan sepertinya Ellena tidak merasa puas karena Keanu hanya sekedar menempelkan bibirnya saja tanpa ada pergerakan sama sekali. "Ahh, sudahlah lupakan saja." Ellena hendak beranjak namun segera di hentikan oleh Keanu.
__ADS_1
Keanu menarik lengan Ellena hingga wanita itu jatuh di atas tubuhnya. Kedua tangannya bertumpuh pada dada bidangnya yang tersembunyi di balik kemeja hitamnya.
Keanu tersenyum, memiringkan kepalanya kemudian mencium bibir Ellena. Memagutnya dan melim** seperti yang Ellena harapkan. Dan wanita itu pun tersenyum lebar.
Ellena mengangkat kedua tangannya dan mengalungkan pada leher Keanu. Kedua matanya semakin tertutup rapat ketika ciuman Keanu semakin dalam dan menuntut. Dan ketika Keanu menginginkan lebih, dengan senang hati Ellena membuka mulutnya dan mempersilahkan lidah Keanu untuk masuk ke dalam mulutnya.
Dan sementara itu... Shifanya yang baru saja kembali dari mengantarkan pesanan langsung terpaku di tempat ketika melihat sepasang suami-isti itu sedang berciuman panas.
"Yakk!! Kalian berdua, sebaiknya kalian berhenti mengumbar kemesraan di tempat umum seperti ini.Seperti tidak ada tempat lain saja. Dasar mesum!!"
Ellena menatap Shifanya sekilas kemudian melanjutkan kegiatannya bersama Keanu yang sempat tertunda. Dan mereka kembali berciuman seperti tadi.
"Dasar pasangan mesum!!"
-
"KELUAR KALIAN DARI SINI!!"
Adel sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk mengusir si trio racun supaya mau pergi dari rumahnya. Sudah berbagai macam cara telah Adel lakukan, tapi tak satupun dari usahanya ada yang membuahkan hasil. Mereka tetap tidak mau pergi.
"Nunna, kau ini jahat sekali sih! Padahal kami 'kan hanya menumpang tidur saja." Protes Dante pada Adel.
"Tidak boleh!! Apa kalian pikir ini adalah panti sosial? Pergi sekarang juga atau-" Adel tidak melanjutkan ucapannya saat melihat sebuah noda lumpur melekat pada tempat tidur barunya. Kedua mata Adel langsung membelalak sempurna. "YAKK!! APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA TEMPAT TIDURKU? DAN LANTAIKU, KENAPA BISA KOTOR SEMUA?! DARI MANA KALIAN MENDAPATKAN LUMPUR-LUMPUR INI?!" teriak Adel penuh emosi.
Marcell menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Maaf, Bibi. Kami tadi menginjak kotoran kerbau dan kena pipisan sapi. Dan yang ada di lantai dan tempat tidurmu bukanlah lumpur tapi kotoran sapi dan kerbau." Jelas Marcell menuturkan.
Dan mata Adel langsung membelalak saking kagetnya. "APA?I KOTORAN SAPI DAN KERBAU?! YAKK!! KALIAN BERTIGA, AKU AKAN MENGHABISI KALIAN SEMUA SAAT INI JUGA!!" amuk Adel penuh emosi.
"Kaborrr... Nenek gayung ngamuk...!!"
"Yakkk!! Berhenti kalian semua!!!"
-
__ADS_1
Bersambung.
Para pembaca kemana semua ini. Like koment kok sepi banget ya. Ayolah tekan tanda ❤️setelah membaca, dan kasih koment yang menyemangati Author