SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Ekstra Bab (Tamu Bulanan)


__ADS_3

BRAKKK!!!


"Apa kau tuli!! Cepat berikan uang untukku!!!"


Perhatian semua orang di kedai itu teralihkan oleh teriakan seorang pria. Pria itu menggebrak meja dan berteriak pada pemilik kedai. Dia adalah salah satu preman yang dikenal berbahaya dan paling di takuti di kawasan ini.


"Kenapa hanya segini? Berikan yang banyak untukku, atau aku akan mengobrak-abrik tempatmu ini!!!"


"Ja..jangan, Tuan. Ba...Baiklah akan kuberikan sebanyak yang kau inginkan!!" Jawab si pemilik kedai ketakutan.


Gyutt...


Ellena mengepalkan tangannya melihat kekerasan di depan matanya. Dengan emosi yang sudah sampai ubun-ubun. Wanita itu menghampiri preman tersebut lalu merebut uang ditangannya, dan apa yang dia lakukan tentu saja membuat preman itu terkejut setengah mati.


Dan sementara itu... Meskipun melihatnya, tapi Keanu tak merasa takut istrinya terluka, dia tau jika Ellena mampu mengatasi mereka semua. Jika hanya preman kelas rendahan seperti itu saja ia tak perlu turun tangan langsung.


"Yakk!!! Berani sekali kau, cepat kembalikan uang itu padaku!!!"


"Dasar sampah masyarakat. Jika kau ingin uang sebaiknya kerja, jangan bisanya hanya memalak pedagang kecil seperti mereka!! Mereka di sini juga cari nafkah untuk keluarganya!!"


"Brengsek, dasar wanita kurang ajar. Berani sekali kau berbicara seperti itu padaku. Kau sudah bosan hidup ya!!!" Bentak preman itu penuh emosi.


Plakkk!!!


Ellena menahan tangan pria itu yang hendak menamparnya lalu menghempaskan nya dengan keras, hingga tangan itu terayun kebelakang.


Dengan emosi Ellena menendang pria tersebut hingga dia terjengkang ke belakang. Baru saja orang itu hendak berdiri, tapi tendangan Ellena pada wajahnya membuat tubuhnya kembali tersungkur ke lantai.


"A..Ampun, Nona. Ja..Jangan pukul lagi." Pinta pria itu memohon.


"Kali ini kau aku lepaskan, tapi sekali lagi berulah, mati kau!!!"


"Ba..Baik,"

__ADS_1


"Pergi sana!!" Usir Ellena.


Semua orang yang ada di kedai tersebut langsung bertepuk tangan. Mereka terkagum-kagum dengan keberanian Ellena melawan dan menghadapi orang seperti preman tersebut.


Si pemilik Kedai pun menggratiskan semua makanan dan minuman yang ia pesan. Dan itu sebagai bentuk terimakasih karena Ellena telah membantunya. Ellena, Keanu, Penny dan Rio dilayani dengan sangat baik.


"Eonni, itu tadi sangat luar biasa. Kau pantas mendapatkan penghargaan. Dan manusia seperti dia memang pantas mendapatkan imbalan yang setimpal atas perbuatannya. Oppa, harusnya kau memberikan penghargaan untuk Ell Eonni, kau seharusnya bangga memiliki istri sehebat dia!!" Tutur Penny panjang lebar.


Keanu menjitak kepala Penny saking gemasnya. Wanita ini terlalu banyak bicara."Dasar bodoh, tanpa kau beritahu pun tentu aku akan memberikan penghargaan istimewa padanya. Sebaiknya segera habiskan makananmu, sudah terlalu lama kita di sini."


Penny memanyunkan bibirnya. "Dasar Oppa menyebalkan!!" Ellena dan Rio hanya mendengus geli melihat tingkah Penny yang terkadang masih seperti bocah. Dan selanjutnya hanya keheningan, mereka semua menyantap makanannya dengan tenang.


-


"Jordan, berhenti makan terus dan cepat bantu kami mengumpulkan buahnya!!!"


Vivian sudah tidak bisa lagi mengontrol emosinya karena ulah saudara kembarnya itu. Jordan benar-benar membuatnya kesal setengah mati. Bukannya membantu, dia malah asik makan saja. Dan itu membuatnya naik darah.


Pukkk...


"Vivian, sakit!!" Histeris Jordan.


Bocah itu mengusap kepalanya yang baru saja ditimpuk oleh Vivian dengan buah apel. Tentu bukan apel yang bagus, melainkan apel yang sudah gugur dari pohonnya. "Makanya, jangan cuma enak-enakan makan!!" Jawab Vivian tak mau kalah.


Jordan mendengus. Dia turun dari pohon apel lalu membantu Hans dan Vivian mengumpulkan apel yang telah di petik dan disatukan dalam satu keranjang besar. Tentu saja Jordan melakukannya dengan setengah hati, dia paling malas melakukan pekerjaan seperti ini.


Dia pasti akan membuat perhitungan dengan Ibu dan ayahnya. Bagaimana bisa mereka begitu tega dan mengirimnya ke tempat yang tak seharusnya dia berada.


Jordan merindukan Seoul dan semua teman-temannya, bisa saja dia pulang dan kembali ke Seoul jika saja ia tau arah. Tapi masalahnya Jordan tak tau arah, dia tak ingin tersesat dan malah tak bisa pulang.


"Nenek Ma, di sini sangat panas. Bagaimana kalau kita berteduh saja." Rengek Jordan sambil menggoyangkan tangan Bibi Ma.


"Ba~"

__ADS_1


"Jangan mengeluh dan bekerja saja!! Atau kau ingin tidur di atas jerami dan tidak dapat makan malam?!" Hans menyela ucapan Bibi Ma saat wanita itu mulai membuka suara.


Hans tau jika Bibi Ma pasti akan mengiyakan usul Jordan. Mengingat Bibi Ma adalah orang yang sangat baik dan penyabar. Sementara itu, kesal terlihat jelas di wajah Jordan.


"HANS, KAU MENYEBALKAN!!!"


-


Ellena membuka pakaiannya dan bersiap untuk mandi. Jika saja dia tidak merasakan ada sepasang tangan kekar yang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Kecupan, kecupan pada bahu dan punggung terbukanya membuat Ellena mend*sah.


Bukannya berhenti, Keanu malah melanjutkan aksinya dengan terus mengecupi punggung dan bahu Ellena. Bercak merah tanda kepemilikan Keanu tinggalkan di sana. "Aahh, Oppa. Apa yang kau lakukan? Uhhh, ahhh..." Rintih Ellena sambil menggigit bibir bawahnya.


"Jangan ditahan, Sayang. Ayo keluarkan semuanya."


"Ahhhh, O...Oppa hentikan. Ka...Kau membuatku semakin lembab!!"


"Aku menyukai des*hanmu, El. Jangan ditahan lagi, Sayang. Teruslah mend*sah seperti itu." Bisik Keanu dan membuat hasrat Ellena semakin memuncak. Dia sudah basah sejak Keanu pertama mencumbunya.


Ellena melepaskan pelukan Keanu, kemudian dia berbalik. Posisinya dan Keanu saling berhadapan. Tak ingin selalu di dominasi. Ellena mengambil inisiatif untuk menguasai permainan. Tapi sayangnya tak di ijinkan oleh Keanu.


Keanu mengangkat tubuh Ellena tanpa mengakhiri tautan bibirnya. Dengan perlahan Keanu menurunkan tubuh Ellena dan membaringkan di atas tempat tidur. Kembali Keanu menyerang wanitanya dengan menginvasi bibirnya.


Keanu terus mel*mat dan memagut bibir Ellena tanpa memberikan pada sang empunya hanya sekedar membalas ciumannya. Tapi sayangnya permainan mereka tak bisa sampai di puncak karena Ellena sedang kedatangan tamu bulanan.


Tapi apa yang mereka lakukan lebih dari cukup untuk membaut masing-masing terbakar oleh gairah. Dan ciuman mereka berkahir ketika kebutuhan oksigen mulai mengambil alih.


Keanu terkekeh. "Melihat wajah memerah mu membuatku ingin sekali melahap mu, Ell. Sekali lagi Keanu mencium bibir Ellena tapi tak lebih dari 30 detik. "Baiklah, sekarang kau boleh mandi. Aku melepaskan mu."


Ellena meninju lengan terbuka suaminya. Bagaimana Keanu bisa berkata demikian setelah membuatnya hampir kehabisan napas?! Sambil terkekeh Ellena meninggalkan Keanu dan segera melesat masuk ke dalam kamar mandi.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2