
Riders tercinta, jangan lupa baca juga ya new novel Author yang baru saja netes. Judulnya AKIBAT CINTA SATU MALAM tinggalkan like koment juga. 🙏🙏🤗🤗🤗
-
Kedatangan keluarga Jung di sambut baik oleh keluarga Xi, kecuali Marry dan kedua anaknya. Mereka memang selalu tidak suka jika Ivanka dan suaminya datang berkunjung. Apalagi Marry dan Penny.
Selama ini Ivanka selalu bersikap dingin dan sinis pada mereka bertiga. Dan semua itu bukan tanpa alasan, Ivanka memiliki dendam kesumat pada Jang Marry dan kedua anaknya.
"Bu, kenapa sih wanita itu dan suaminya harus datang segala, menyebalkan!!" Penny mendengus berat.
"Kau pikir, Ibu suka melihat kedatangan mereka? Apalagi wanita angkuh dan sombong itu!! Melihat wajah sok lembutnya itu membuat Ibu sangat muak!!!"
"Sudahlah, Bu. Lebih baik kita ikut menyambut mereka. Aku tidak ingin Iblis itu semakin mempersulit kita." Penny beranjak dari hadapan Marry dan berjalan melewatinya.
Marry mendecih, dengan tidak berminat wanita itu menyusul Penny yang berjalan mendahuluinya.
Dari jarak lima meter, Marry melihat Ivanka yang sedang berpelukan dan berbincang dengan Ellena. Mereka terlihat begitu dekat. Dan sikap yang Ivanka tunjukkan pada Ellena sangat berbeda dengan sikapnya pada dirinya dan Penny.
"Nyonya Jung, Anda sudah datang. Ell, kenapa tidak di ajak masuk. Ibu sudah memasak banyak hari ini, ayo silahkan masuk." Marry berusaha bersikap seramah mungkin di hadapan Ivanka dan suaminya. "Penny, kau bantu dorong kursi roda Kakakmu,"
Penny tersenyum sedikit di paksakan dan mengangguk kaku. "Baik, Bu." Jawabnya.
Keanu menepis tangan Penny dari pegangan kursi rodanya dan menatapnya dingin. "Tidak perlu. Biar Evan saja yang melakukannya. Dan kau tidak perlu berpura-pura bersikap baik pada, Ellena. Karena dia tidak memerlukan kebaikan palsumu!!" Keanu berkata sinis dan melewati Marry begitu saja.
Wanita itu mengepalkan tangannya. Rasanya dia ingin sekali membunuh Keanu detik ini juga, pria itu tidak hanya kejam, tapi juga tidak berperasaan. Dan Marry mengakui itu.
"Nenek, lama tidak bertemu kau tetap saja secantik dulu. Tidak, tapi kau semakin cantik." Ucap Henry memberi pujian.
"Nenek, jangan terkecoh apalagi termakan oleh ucapan manisnya. Asal kau tau, lidah dan bibirnya sangat berbisa," ujar Marcell setengah berbisik.
"Aku mendengarnya, bodoh!!" sahut Henry menimpali.
"Oya, Nenek. Menurutmu, Bibi Ellena bagaimana? Cantik tidak? Bukankah, Paman Keanu sangat pintar memilih istri? Bahkan dia lebih cantik dan lebih menarik dari...." Marcell menggantung ucapannya dan tidak melanjutkan perkataannya melihat tatapan Keanu yang mengintimidasi.
"...Kebanyakan wanita di luaran sana, hahaha." Marcell melanjutkan ucapannya yang sempat menggantung, dengan di akhiri dengan tawa garing.
Marcell merutuki kebodohannya. Tidak seharusnya dia asal bicara dan mengungkit tentang masa lalu Keanu.
Suasana di ruangan itu seketika mendadak hening. Dan Marcell menyesali apa yang baru saja dia katakan.
Ellena menoleh, menatap Keanu yang hanya menatap datar ke depan. Ellena tidak tau apa yang sedang Keanu pikirkan saat ini, tapi dia yakin jika itu ada hubungannya dengan wanita itu, seseorang dari masa lalu Keanu.
"Sayang, kau mau ke mana?" seru Ivanka melihat Ellena yang tiba-tiba bangkit dari duduknya.
Dan pertanyaan Ivanka langsung menarik perhatian Keanu yang sekarang mengangkat wajahnya, mata mereka saling bersirobok dan menatap dalam diam. Dan Ellena sendiri yang mengakhiri kontak mata di antara mereka berdua.
"Tiba-tiba aku haus, Bibi." Jawabnya dan pergi begitu saja.
Melihat perubahan ekspresi pada wajah Ellena membuat Penny menyeringai misterius. Wanita itu bangkit dari duduknya dan diam-diam menghampiri Ellena di dapur. Sepertinya sedikit memprovokasi tidak ada salahnya, ucap Penny membatin.
Keanu yang memiliki firasat buruk memutuskan untuk menyusul mereka berdua. Dan Keanu tidak akan mengampuni Penny jika dia sampai berani memprovokasi Ellena.
Ellena menoleh mendengar derap langkah kaki seseorang yang datang. "Mau apa kau menyusul ku kemari?" tanya Ellena dengan nada sinis.
"Terus terang saja aku merasa kasihan padamu, Ellena Su. Kau adalah istrinya, tapi sayangnya hati suamimu malah terpaut pada wanita lain. Bukankah itu sangatlah menyebalkan." Penny menyeringai.
Ellena meletakkan gelasnya kemudian berbalik dan menatap Penny. "Sebenarnya apa yang ingin kau katakan, Penny Xi? Jika kau datang kemari hanya untuk memprovokasiku, kau gagal!! Karena aku bukanlah orang yang mudah untuk kau memprovokasi. Dan terimalah satu fakta, jika sekarang aku adalah istrinya!!"
__ADS_1
"Siapa pun wanita itu, aku tidak peduli. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun menjadi orang ketiga dalam rumah tanggaku dengan Keanu."
"Aku akui, jika saat ini memang belum ada cinta antara aku dan Keanu. Tapi pada akhirnya tetap aku yang akan menjadi pemenangnya!! Karena aku tidak akan membiarkan orang ketiga masuk dan menghancurkan rumah tanggaku!! Sebaiknya kau tidak ikut campur, atau aku akan membuatmu menyesal!!"
"Kau!!"
Ellena mencengkram rahang Penny. "Jangan coba-coba menguji kesabaranku, Penny Xi. Aku tidak akan segan-segan padamu, jika kau berani bertindak melewati batasan yang kau miliki. Dan jangan pernah bermimpi jika kau dan Ibumu bisa mendepakku keluar dari rumah ini!!" Ellena melepaskan cengkeramannya pada rahang Penny dan pergi begitu saja.
Jika Penny berpikir Ellena adalah orang yang mudah untuk di provokasi, maka dia salah besar. Karena Ellena bukanlah tipe wanita yang mudah untuk di provokasi, apalagi di tindas. Ellena tidak akan membiarkan siapa pun menindas dirinya.
Dan jika ada yang berani menindasnya, maka Ellena akan membalasnya 10X lipat dari apa yang orang itu lakukan padanya.
"Aarrkkhhh....!!" Penny mengeram marah. Ellena benar-benar membuatnya emosi setengah mati. "Ellena Su, tunggu dan lihat saja bagaimana aku akan membalas semua perbuatanmu!!"
.
.
"Omo!! Keanu, sejak kapan kau ada di sini?" Ellena terlonjak kaget ketika meninggalkan dapur dan mendapati Keanu ada di hadapannya.
Keanu meraih tangan Ellena. Tanpa mengatakan apapun, Keanu menarik tengkuk Ellena dan melum** bibirnya. Dan apa yang Keanu lakukan tentu saja membuat Ellena terkejut setengah mati. Dia menjerit di tengah ciuman itu.
Meskipun sempat terkejut, tapi Ellena tidak bisa menolaknya. Dia justru menikmati dan membalas ciuman Keanu. Tapi sayangnya ciuman itu tidak berlangsung lama, karena Keanu sudah mengakhirinya.
"Sebaiknya kita kembali sekarang. Kau sudah terlalu lama memisahkan diri." Ucap Keanu yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena.
"Baiklah, ayo kita kembali."
.
.
"Ivanka, Daniel, maaf karena Paman terlambat menyambut kalian," seru seseorang dari arah pintu. Membuat perhatian semua orang yang ada di ruang keluarga teralihkan, dan serentak menoleh pada asal suara.
"OMO!!"
Dan Ellena yang baru saja kembali dari dapur nyaris saja terkena serangan jantung dadakan karena penampilan kakek Xi. Kakek berusia 73 tahun itu memakai style anak muda yang sangat jelas menyimpang jauh dari usianya. Wig warna terang, dan tak ketinggalan aksesoris seperti kalung kekinian dan juga kaca mata.
"Ya, Tuhan Kakek!! Sebenarnya apa yang kau pakai ini? Kenapa kau malah berpakaian seperti ini?" pekik Ellena. Wanita itu menatap horor pada kakek Xi.
Kakek Xi menghampiri cucu menantunya itu dan bertanya pendapatnya mengenai penampilannya malam ini. "Sayang, menurutmu bagaimana? Bukankah Kakek sangat tampan dan semakin cetar?" tanya kakek Xi begitu antusias.
Ellena memijit pelipisnya dan mendengus berat. "Cetar apanya, justru aneh yang ada!!" jawab Ellena menimpali. Wanita itu melanjutkan langkahnya dan melewati kakek Xi begitu saja.
Sedangkan kakek Xi langsung memanyunkan bibirnya. Jawaban wanita itu membuatnya sedih. Ellena adalah orang yang selalu apa adanya. Dia tidak suka berpura-pura hanya untuk menyangka orang lain.
"Tapi, Kakek Buyut. Sebenarnya seharian ini kau pergi ke mana? Kenapa kami tidak melihat batang hidungmu sama sekali sejak pagi?" tanya Henry penasaran.
"Kalian anak kecil tidak perlu tau. Yang jelas Kakek pergi bukan hanya sekedar untuk bersenang-senang. Tapi untuk.... MENCARI NENEK BARU UNTUK KALIAN..!!"
Byurrr...!!
"APA!!!" Henry dan Marcell menyemburkan air dari dalam mulutnya setelah mendengar jawaban dari kakek Xi.
"Hahahaha... Bukankah, Kakek sangat hebat?" Kakek Xi begitu membanggakan diri. Sedangkan Keanu hanya bisa mendengus.
Dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada kakek Xi sampai-sampai dia berubah menjadi gila dan sangat menggelikan. "Kita sudah terlalu lama berbincang. Sebaiknya kita makan malam sekarang," ucap Keanu dan memberi kode pada Ellena supaya mendorong kursi rodanya menuju meja makan. Dan selanjutnya makan malam mereka lewati dengan tenang.
.
__ADS_1
.
"Ell, kau menyukai mawar?" tegur nyonya Ivanka.
Nyonya Ivanka menghampiri Ellena tengah sibuk merangkai puluhan tangkai mawar menjadi sebuah buket bunga yang sangat cantik. Yang di padukan beberapa jenis bunga, yang salah satunya adakah bunga Daisy atau yang lebih sering di sebut dengan bunga Aster.
"Bibi, kau di sini?" Ellena tersenyum lebar menyambut kedatangan wanita itu.
"Indah sekali, kau sangat pandai membuat buket yang secantik ini," ujar Ivanka memberikan sebuah pujian pada buket bunga yang sedang Ellena kerjakan.
"Benarkah? Jadi, Bibi menyukai buket bunga ini?" Ellena menatap nyonya Ivanka dengan antusias. "Bibi, ambil buket bunga ini. Aku dengar dari, Keanu kau berulang tahun kemarin.Maaf, karena hanya buket bunga ini yang bisa aku berikan. Soalnya aku bingung mau memberi, Bibi hadiah apa."
Nyonya Ivanka tersenyum dan kemudian memeluk Ellena. "Tidak, Sayang. Bunga ini lebih dari cukup, dan Bibi sangat menyukainya." Ellena menutup rapat-rapat matanya dan meresapi kehangatan ketika nyonya Ivanka memeluk tubuhnya.
"Ya Tuhan, rasanya begitu hangat dan menyenangkan. Beginikah rasanya di peluk oleh seorang Ibu?" lirih Ellena membatin. Dia begitu nyaman berada dalam pelukan Ivanka.
Bukan hanya Ellena yang merasakan kenyamanan ketika nyonya Ivanka. Karena nyonya Ivanka juga merasakan kenyamanan yang sama.
.
.
Di sebuah balkon terlihat seorang wanita berdiri menatap langit. Tak seperti malam-malam sebelumnya, malam ini sangatlah kosong dan hampa. Tak ada satupun bintang yang menghiasi langit malam. Bahkan Bulan tak menampakkan wujudnya sama sekali. Yang ada hanyalah langit mendung berawan.
Terasa kosong…
Sama seperti hatinya, yang selalu kosong dan hampa…
Kini Ellena tengah memandang langit tak berbintang tersebut. Dinginnya malam tak membuatnya lantas beranjak dari sana. Dia bahkan tidak merasa takut akan jatuh sakit. Ellena tidak peduli
Ellena mendesah berat...
Perkataan Penny sore radi membuat hatinya kembali gelisah. Muncul rasa takut di dalam relung hati terdalamnya, akan kemungkinan yang terburuk untuk hubungannya dengan Keanu ke depannya.
Apakah Keanu akan meninggalkannya jika wanita itu tiba-tiba kembali suatu saat nanti? Apakah Keanu akan membuang dirinya saja dan kembali bersama mantan kekasihnya? Semua kemungkinan itu membuat Ellena resah dan gelisah setengah mati. Dia begitu takut, Ellena benar-benar merasa takut.
Yang menjadi pertanyaannya, apakah Ellena sudah mulai menyukai Keanu? Ellena sendiri tidak tau bagaimana dengan perasaannya itu. Apakah yang dia rasakan pada Keanu adalah cinta atau bukan? Karena Ellena selalu merasa nyaman ketika bersamanya, tidak suka jika ada wanita lain yang berusaha mendekatinya.
Apakah itu adalah tanda awal dari munculnya benih-benih cinta di hatinya untuk Keanu? Entahlah, Ellena sungguh tidak tau.
Ellena kembali menutup matanya dan mendesah berat. Mungkin… itu adalah hal yang ingin Ellena lupakan dan kau kubur dalam-dalam. Tapi sayangnya tidak bisa, kata-kata Penny begitu membekas di dalam ingatannya.
Tak lama kemudian Ellena kembali mendongakkan kepalanya. Binernya menatap langit malam yang kelam.
Terbesit sebuah keinginan di hatinya, bahwa Ellena ingin menjadi salah satu dari jutaan ribu bintang-bintang itu. Tapi rasanya akan sangat-sangat mustahil.
Tapi, bisakah dia berharap untuk menjadi sebuah bintang dihati seseorang? Ellena benar-benar tidak tau.
Lama Ellena terdiam dalam kesendiriannnya. Tiba-tiba saja ada orang membuka pintu kamarnya. Sontak Ellena menoleh ke sumber suara tersebut. Dan didapatinya Keanu yang berjalan menghampirinya.
Keanu menarik lengan Ellena dan kemudian merengkuh tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.
"Keanu, kenapa kau begitu ceroboh? Kenapa kau menemuiku dengan penampilan seperti ini? Bagaimana jika sampai ada yang melihatmu keluar dari kamarmu dengan berjalan kaki? Mereka akan curiga padamu dan tau jika selama ini kau hanya berpura-pura lumpuh!!"
"Siapa yang peduli. Aku hanya ingin menemui istriku, apakah itu salah. Dan aku datang kemari untuk menjemputmu. Karena mulai malam ini kita akan tidur di kamar yang sama, di ranjang yang sama dan di bawah selimut yang bawa."
"Kita adalah suami-istri, dan aku rasa sudah tidak ada alasan lagi untuk kita berdua tidur di kamar terpisah. Besok aku akan meminta pelayan untuk memindahkan semua barang-barangmu ke sana." Tutur Keanu.
Dan Ellena tidak menolaknya. Dia setuju untuk pindah ke kamar Keanu. Karena sudah semestinya jika suami-istri itu tidur di kamar yang sama!!
__ADS_1
-
Bersambung.