
Riders tercinta, jangan lupa baca juga ya, new novel Author yang baru netes. Judulnya AKIBAT CINTA SATU MALAM tinggalkan like koment juga. 🙏🙏🤗🤗
-
"APA!! ISTRI KEANU!!"
Marshanda memekik sekencang-kencangnya setelah mendengar pengakuan Ellena. Lalu pandangan wanita bernama Marshanda itu bergulir pada Keanu. "Katakan, Xi Keanu!! Apakah yang dia katakan itu benar? Apakah wanita ini adalah istrimu?!" tanya Marshanda meminta penjelasan.
"Aku rasa kau tidak tuli. Bukankah kau sudah mendengarnya, jadi untuk apa aku menjelaskan lagi?" jawab Keanu dengan nada sinis tak bersahabat
"Ini suatu penghinaan bagi keluarga Xi!!" Sam yang sedari tadi diam, ikut angkat bicara. "Xi Keanu, tidak seharusnya kau melakukan sebuah pernikahan tanpa sepengetahuan dan persetujuan kami sebagai para tetua keluarga Xi!!"
"Memangnya siapa kalian? Sampai-sampai aku harus melaporkan apapun yang ingin aku lakukan pada kalian?! Lagipula apa yang aku lakukan tidak ada hubungannya dengan kalian semua!! Dan satu lagi, tidak ada tetua dalam keluarga Xi!! Untuk itu, berhentilah menyebut diri kalian sendiri sebagai tetua keluarga Xi!!"
"XI KEANU!! JAGA BATASANMU!!"
"KAU, YANG SEHARUSNYA MENJAGA BATASANMU, TUAN!!" Ellena berteriak tak kalah keras dari Ramon. "Kau pikir kau siapa bisa berteriak sesuka hati di rumah ini? Dan jika kedatangan kalian di sini hanya untuk merusuh, sebaiknya kalian pergi saja."
"ELLENA SU!!" bentak Marry penuh emosi. "Kau sudah bosan hidup ya? Berani sekali kau berbicara dengan nada setinggi itu pada salah satu tetua di keluarga ini!!"
"Jika kau ingin mencari muka, sebaiknya gunakan otakmu dengan benar!! Apa kau mulai pikun, Ibu mertua? Bahkan Keanu baru saja mengatakan jika tidak ada tetua dalam keluarga, Xi!!" Ellena menyeringai, menatap Marry dengan tatapan meremehkan.
"Benar-benar wanita yang tidak memiliki sopan santun!! Kalau begitu biar aku yang mengajarkan sopan santun padamu!!"
Plakk...!!
Ellena menahan tangan Marshanda yang hendak menamparnya. "Sebaiknya jaga tanganmu baik-baik jika kau tidak ingin jika aku sampai mematahkannya!!" geram Ellena memperingatkan.
Dan Kakek Xi langsung bersorak melihat keberanian Ellena. Bahkan dia berani menghadapi dan menimpali kata-kata yang keluar dari bibir Ramon maupun Sam. "Key, Kakek rasa kau perlu memberikan penghargaan pada istrimu yang sangat luar biasa ini. Kakek semakin kagum dengan keberaniannya." Ujar Kakek Xi menunjukkan rasa bangganya.
"Ayah!! Kenapa kau malah membanggakannya? Seharusnya kau memberikan pelajaran padanya karena dia sudah berani berkata dengan tidak sopan pada kami!! Lagipula yang cucu kandungmu adalah Marshanda, tapi kenapa kau malah mendukung wanita yang tidak jelas asal-usulnya ini!!" amuk Ramon pada kakek Xi.
Kakek Xi mendesah berat. "Berhentilah menjadi pria kolot yang tidak mengikuti perubahan jaman, Xi Ramon!! Ini bukan lagi jaman batu, di mana seseorang harus menikah atas kehendak orang tua. Keanu dan Marshanda adalah saudara, dan Ayah tidak setuju jika mereka harus menikah!!"
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan tradisi keluarga ini yang telah di jaga selama puluhan tahun, Ayah? Apakah kita harus menghentikannya? Apakah tradisi itu sudah tidak penting lagi dimatamu? Bukankah Jonathan dan Rebecca menikah juga karena tradisi? Lalu kenapa sekarang kau ingin menghentikan tradisi itu dan menentangnya dengan keras, Ayah?!"
"Kenapa kau tidak mengerti juga,Xi Ramon?! Ayah adalah satu-satunya yang paling tua dalam keluarga Xi, dan sudah lama Ayah menghentikan tradisi itu!! Ayah tidak ingin tragedi terjadi lagi hanya karena sebuah tradisi yang seharusnya tidak ada. Pernikahan saudara adalah hal yang terlarang, dan Ayah tidak ingin tradisi sesat itu tetap di lanjutkan, untuk itulah Ayah menentangnya!!"
"Tidak!! Aku tidak bisa menerima hal ini, Ayah!! Setuju atau tidak, Keanu dan Marshanda harus tetap menikah!! Ini sudah menjadi tradisi turun temurun, dan tradisi harus tetap di jalankan! Terserah saja, Ayah mau setuju ataupun tidak, aku akan tetap menikahkan mereka dan tradisi keluarga ini harus tetap di lanjutkan!!"
"Sayangnya tradisi itu tidak berlaku untukku!!" Keanu menjawab cepat. Mata hitamnya menatap Ramon dengan penuh intimidasi.
"Kau pikir aku tidak tau apa konspirasi apa yang sedang kalian lakukan di balik rencana pernikahan dengan berpegang teguh pada tradisi? Kalian mengincar saham sebesar 30% yang bahkan sampai detik ini tidak di ketahui siapa pemiliknya." Keanu menyeringai.
"Bukankah itu tujuan utama kalian ingin menikahkan aku dengan Marshanda. Karena kalian berpikir jika saham itu masih atas nama ibuku dan saat ini ada padaku, jika itu yang selama ini kalian pikirkan, maka kalian salah, saham itu tidak ada padaku dan bukan lagi atas nama ibuku. Karena saham itu sudah berganti nama," ujar Keanu memaparkan.
"Apa maksudmu?" tanya Ramon meminta penjelasan.
"Apa penjelasanku masih belum jelas, Paman?! Sebaiknya kalian keluar sekarang, kedatangan kalian cukup menggangguku. Ellena, ayo kembali ke kamar," ucapnya yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena.
"XI KEANU!!"
Langkah mereka terhenti karena teriakkan Ramon. Ramon menarik senjata yang tersimpan di balik jasnya dan mengarahkan pada Keanu. Membuat mata Kakek Xi membelalak, sedangkan Marry mengulum senyum lebar meskipun dia juga sempat terkejut.
"Ramon, apa yang kau lakukan? Turunkan senjata itu sekarang juga!!" pinta Kakek Xi menuntut.
"Sebaiknya, Ayah tidak usah ikut campur!! Dan kau... Xi Keanu!! Aku sudah muak dengan keangkuhan dan kesombongamu itu. Jika tidak bisa dengan cara baik-baik, maka kau tidak memberiku pilihan lain, selain mengirimu ke Neraka untuk bergabung bersama Jonathan dan Rebecca!!" Ramon menyeringai tajam.
Jleb...
"Aahhh,"
Pistol di genggaman Ramon terlepas begitu saja setelah sebuah belati menancap pada tangannya. Membuat pria itu meringis kesakitan, dasar segar seketika megucur dari lukanya setelah Ramon mencabut belati tersebut.
"Papa!!" seru Marshanda dan segera menghampiri ayahnya. Wanita itu terlihat sangat panik melihat darah segar terus keluar dari bekas luka tersebut. Kemudian Marshanda menggulirkan pandangannya pada Ellena. "Kau! Benar-benar sudah bosan hidup, ya!!!" amarah wanita itu memuncak.
Dengan emosi yang menggebu-gebu. Marshanda menghampiri Ellena. Di tangan langkahnya Marshanda mengambil pistol milik Ramon yang tergeletak di lantai.
Dorr..
__ADS_1
"Ahhh," Marshanda menghentikan langkahnya dan menjerit histeris ketika satu amunisi memecahkan guci besar di samping kanannya. Dengan gemetar Marshanda menolehkan kepalanya.
Susah payah wanita itu menelan salivanya, dia membayangkan bagaimana nasibnya jika peluru terebut sampai meledakkan kepalanya.
"A-Ayah," tubuh Marshanda gemetar, kedua lututnya terasa lemas. Dan nyaris saja ambruk jika saja Ramon tidak lebih sigap menangkapnya.
"XI KEANU!! APA KAU INGIN MEMBUNUH PUTRIKU? DIA INI CALON ISTRIMU!!"
"Berhentilah bermimpi, Paman!! Karena sampai monyet beranak Gorila, suamiku tidak akan pernah menikahi putrimu!!" sahut Ellena menegaskan.
"Wanita sialan!! Sebaiknya kau tidak ikut campur, kau pikir kau itu siapa, hah!!"
"Kau bertanya siapa aku? Aku Ellena Xi, Nyonya Besar di rumah ini dan istri sah dari Xi Keanu, apakah masih kurang jelas?!"
"Kau!!!"
"CUKUP!! PENGAWAL, SERET DAN LEMPAR MEREKA KELUAR DARI RUMAH INI!!"
"Baik, Tuan!!"
"Xi Keanu, kenapa kau tidak ikut mati saja bersama Ibumu!!" teriak Ramon meluapkan emosinya. Dia terus meronta,menolak untuk di seret keluar. "Aku sangat menyesal kenapa kau harus hidup dan tidak ikut mati bersama Ibumu saja!!"
"XI RAMON!!" teriak Keanu penuh emosi.
Dengan emosi yang menggebu-gebu. Keanu bangkit dari kursi rodanya dan menghampiri Ramon yang tampak terpaku, terkejut melihat dia bisa berjalan dengan normal.
Di tengah langkahnya, Keanu terlihat mengelupas luka palsu pada leher dan wajahnya. Dia juga menarik turun benda hitam bertali yang selama ini menutupi mata kirinya.
Poni rambutnya yang biasanya di tata menjuntai hingga menutupi mata kirinya, kini di sibakan ke atas. Tak ada yang salah pada wajah dan mata kiri Keanu. Semua normal, dan tidak ada kecacatan sedikit pun pada wajah tampannya.
Bukan hanya Ramon saja yang terkejut, tapi juga orang-orang yang ada di sana kecuali Ellena dan kakek Xi yang memang sudah mengetahui bagaimana kondisi Keanu selama ini.
"Ke-Keanu, kakimu?Ja-jadi, selama ini kau tidak lumpuh dan hanya berpura-pura saja?!!"
-
__ADS_1
Bersambung.