SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Hanya Namaku!!


__ADS_3


Riders tercinta, jangan lupa baca juga ya new novel Author yang baru saja netes. Judulnya AKIBAT CINTA SATU MALAM tinggalkan like koment juga. 🙏🙏🤗🤗


-


"KEANU!!! KAKEKMU YANG SUPER TAMPAN DAN CETAR MEMBAHANA INI DATANG!!!"


Teriakkan keras yang berasal dari lantai satu mansion mewah keluarga Xi langsung menarik perhatian semua orang yang tinggal di sana. Tak terkecuali Ellena. Sambil menahan perih pada sekitar paha dalamnya, Ellena turun untuk melihat siapa yang datang dan membuat keributan pagi-pagi begini, dan....


"Omo!!"


Wanita itu terlonjak kaget dan nyaris saja terkena serangan jantung dadakan karena kemunculan 3 orang yang sangat asing baginya. Dua pemuda, dan satu kakek tua.


Tapi bukan hal itu yang membuat Ellena nyaris terkena serangan jantung. Melainkan sosok kakek dengan style masa kininya yang begitu menyilaukan mata.


Sebuah kemeja yang di balut jas berwarna biru nyentrik yang senada dengan dasi kupu-kupunya. Celana jeans ketat yang biasa di pakai anak muda. Kakek itu juga memakai sepatu tangguh bertali. Belum lagi wig warna terangnya, di tambah dengan kaca mata hitam yang bertengger di atas kepalanya.


Ellena meringis ngilu melihat penampilan si kakek yang menyimpang jauh dari usianya tersebut. Dan sebisa mungkin Ellena mencoba untuk bersikap biasa saja. Meskipun dalam hati, dia sedang tertawa terbahak-bahak.


"Ellena, cepat beri salam pada kakek tua itu, dia adalah satu-satunya sesepuh yang masih hidup di keluarga ini!!" seru seseorang dari arah belakang.


Wanita berambut coklat sepinggang itu menoleh, menampilkan iris coklatnya yang meneduhkan. Dari jarak dua meter, dia melihat kedatangan Keanu dan Even.


"Keanu, siapa wanita cantik ini? Apa dia kekasihmu?" tanya kakek Xi begitu antusias.


"Namanya Ellena. Dan dia adalah menantu dalam keluarga ini, dia istriku!!"


"Benarkah?" kakek Xi tampak begitu sumringah.


"Halo, Kakek. Apa kabar? Perkanalkan, saya Ellena. Senang bertemu dengan Kakek." Ellena membungkuk memberi salam saat kakek Xi menyambutnya dengan senyum terkembang.


"Kemarilah, cucu menantuku yang cantik. Dan biarkan Kakek tampan ini memelukmu," kakek Xi merentangkan kedua tangannya dan bersiap untuk memeluk Ellena, namun sebuah tangan lebih menarik Ellena menjauh sebelum si kakek bisa memeluknya.


"Ck, pak tua!! Jangan sembarangan memeluk istri orang!! Karena aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh milikku, bahkan itu dirimu!!"


Kakek Xi merenggut kesal. "Dasar cucu durhaka!! Kakek 'kan hanya ingin memeluk cucu menantu Kakek saja. Tapi kenapa tidak boleh? Kakek pikir setelah lima tahun tidak bertemu, sikapmu bisa sedikit berubah!! Ternyata sikap menyebalkanmu itu malah jauh lebih parah!!" tutur kakek Xi panjang lebar.


"Yakk!! Kenapa kalian malah asik debat sendiri dan melupakan kami!!" protes salah satu pemuda yang datang bersama kakek Xi.


Mereka berdua adalah Marcell dan Henry. Putra dari adik bungsu ayah Zian yang meninggal dua puluh tahun yang lalu, ketika melahirkan mereka berdua.


"Beri salam pada Bibi kalian. Hanya memberi salam, tidak lebih!!" tegas Keanu.


"Aish, Paman!! Kenapa kau ini pelit sekali. Jika hanya memeluk saja seharusnya tidak menjadi masalah, 'kan? Lagipula, Bibi Ellena juga tidak akan berkurang hanya karena kami memeluknya," tutur Henry.


"Kalian sudah bosan hidup ya!!" mata hitam Keanu berkilat tajam ketika menatap Henry. Henry yang merasa horor langsung melompat dan bersembunyi di balik punggung kakek Xi.


"Kakek buyut, Paman ingin menelanku hidup-hidup," lirihnya berbisik.


"Siapa suruh kau asal bicara, kau tau bukan, bagaimana buruknya tempramen pamanmu itu," jawab kakek Xi.


Marcell menyapukan pandangannya. Dahinya menyernyit karena tidak melihat keberadaan Jang Marry dan Penny. Sangat tidak biasanya kedua wanita itu tidak menampakkan batang hidungnya!!


"Paman, di mana dua manusia menyebalkan itu? Kenapa mereka tidak muncul dan menampakkan batang hidungnya?" tanya Marcell terheran-heran. "OMO!! Jangan bilang jika kau sudah mengusir mereka dari sini? Oh, tidak!!Itu artinya kami berdua akan kehilangan mainan favorit kami!!" tutur Marcell menambahkan.


"Kau bisa bertanya langsung pada Bibimu ini. Karena dia yang lebih tau," jawabnya datar.


Lalu pandangan Marcell bergulir pada Ellena. Wanita itu tersenyum seraya menunjuk arah dapur dan halaman belakang.


"Ibu mertua sedang membantu pelayan menyiapkan sarapan di dapur, sedangkan Penny aku minta untuk membersihkan kolam renang dan kolam ikan. Selama ini mereka tidak memiliki kerjaan lain selain bermalas-malasan dan menghabiskan uang suamiku saja, jadi aku meminta mereka untuk melakukan pekerjaan rumah," tutur Ellena memberi penjelasan.

__ADS_1


Sontak saja kedua mata Marcell dan Henry membelalak saking kagetnya. "Omo!! Bibi, apa kau sungguh melakukannya? Kau benar-benar membuat mereka bekerja?" tanya mereka berdua memastikan. Lagi-lagi Ellena mengangguk, dia membenarkan.


"Bibi, kau benar-benar luar biasa. Setelah berabad-abad, akhirnya ada yang bisa membuat kedua betina itu sengsara, hahaha." Sekali lagi mereka menjawab dengan sangat kompak.


Ellena terkekeh. "Aku anggap itu sebagai pujian. Baiklah, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Kalian mengobrol saja, oke." Ellena tersenyum dan pergi begitu saja.


Selepas kepergian Ellena. Marcell dan Henry juga meninggalkan ruang tamu, dan di sana hanya menyisahkan Keanu, kakek Xi dan Evan. Saat ini mereka sedang berbincang di ruang tamu.


"Keanu, ada satu hal yang begitu menganggu dan mengganjal di pikiran Kakek. Dan itu tentang Ellena, apa yang membuatmu memutuskan untuk menikahnya? Kakek tau jika pernikahan kalian tidak di dasari oleh cinta. Apalagi Kakek sangat mengenalmu dengan baik. Kau bukanlah tipe pria yang mudah jatuh cinta apalagi luluh pada wanita, apalagi setelah penghianatan mantan istrimu itu!! Sejak saat itu, kau memutuskan untuk menutup rapat-rapat hatimu." Ujar Kakek Xi. Pria tua itu mengambil kopinya lalu menyeruputnya.


"Memang tidak ada cinta dalam pernikahan kami!! Ellena di jual oleh orang tua angkatnya padaku sebagai jaminan hutang. Mereka tidak bisa melunasi semua hutang-hutangnya, dan kemudian menyerahkan anak gadisnya padaku sebagai jaminan hutangnya. Dan aku menerimanya!!" jawab Keanu dengan santainya.


Byurr....


Kakek Xi menyemburkan kopi yang ada di dalam mulutnya setelah mendengar apa yang baru saja Keanu sampaikan. "APA!!" dan memekik sekencang-kencangnya. Kakek Xi benar-benar terkejut mendengar jawaban cucu sulungnya tersebut.


"Kau gila, Xi Keanu!! Kau benar-benar gila. Bagaimana bisa kau menggunakan seorang gadis sebagai alat pelunasan hutang? Pasti Ibumu menangis meraung di Surga, karena melihat kelakuan putranya."


"Ck, kau terlalu berlebihan, pak tua!! Lagipula aku tidak pernah memperlakukannya dengan buruk, aku justru menjadikannya sebagai nyonya besar di rumah ini!! Dan satu lagi, jangan pernah ungkit apapun tentang wanita itu di depanku!! Aku sudah terlalu muak. Evan, antarkan aku ke kamar,"


"Baik, Tuan Muda!!" Evan membungkuk pada kakek Xi dan pergi begitu saja.


Kakek Xi bukanlah kakek kandung Keanu, tapi dia adalah adik dari kakek kandungnya. Sebelum meninggal, ibu Keanu menitipkan putranya itu untuk dia jaga. Dan berkat campur tangan kakek Xi dan keluarga Jung, Keanu bisa kembali ke rumahnya dan mengambil kembali apa yang menjadi miliknya. Meskipun Keanu bukanlah cucu kandungnya, tapi Xi Martin sangatlah menyayanginya.


"Huaa...!!Aku sangat lelah, sebaiknya sekarang aku pergi istirahat sambil menunggu sarapan siap. Cintaku, Bunny Swetty-ku, aku akan memimpikanmu," kakek Xi bangkit dari duduknya dan pergi menuju kamarnya.


-


"AAARRRKKHHH....!! AKU SUHAH TIDAK TAHAN DENGAN SEMUA INI!!"


Penny berteriak dan membanting ember serta alat pel yang ada di tangannya dan pergi begitu saja, bahkan dia tidak menghiraukan teriakan seorang pelayan yang melarangnya untuk pergi.


"Nona Penny!! Anda mau kemana? Nona, tidak bisa pergi sebelum menyelesaikan pekerjaan Anda. Nona, kemarilah dan selesaikan kekacauan yang Anda ciptakan!!"


Penny menghampiri ibunya yang sedang membantu pelayan menyiapkan sarapan di dapur dan menyeretnya keluar. "Penny, apa-apaan kau ini? Jangan tarik-tarik lengan Ibu sembarangan!!"


"Ibu!! Sampai kapan Ibu akan membiarkan diri kita di injak-injak seperti ini oleh wanita tak tau malu itu? Ibu, kita harus melakukan sesuatu, kita harus memberi pelajaran pada wanita itu dan membuatnya terusir dari rumah ini!!"


"Iya, tapi bagaimana caranya? Semua cara sudah kita lakukan, tapi tidak ada satupun dari usaha kita yang membuahkan hasil!!"


"Soal itu Ibu tenang saja, karena aku sudah memiliki caranya," Penny menyeringai.


"Hayoo... Cara apa!!"


"OMO!!" keduanya terlonjak kaget karena kemunculan Marcell dan Henry yang begitu tiba-tiba.


"Kalian berdua? Bagaimana kalian bisa kembali lagi ke rumah ini? Yakk!! Pergi kalian dari sini, tempat ini terlarang untuk manusia menyebalkan seperti kalian!!" teriak Penny meluapkan kekesalannya.


"Yeee, memangnya kau ini siapa? Main usir saja. Nyonya besar di rumah ini juga bukan, cuma numpang tinggal saja tapi gayanya seperti nona besar!!" ujar Marcell sambil mencibir.


Rasanya Penny ingin merajam tubuh mereka berdua dan membuangnya ke dalam laut. Satu benalu saja sulit di hadapi, dan sekarang malah muncul dua benalu lagi.


Dan kembalinya mereka berdua tentu saja akan menjadi mimpi buruk bagi Penny, Marry dan Dante. Karena Marcell dan Henry selalu memberi mereka bertiga masalah.


"Kenapa kalian harus kembali segala sih!!" teriak Penny geram. "Ibu, kenapa kau hanya diam saja? Seharusnya kau mengusir mereka berdua!!"


"Ibu sudah tidak ingin lagi berurusan dengan dua manusia ini. Hanya membuat Ibu stress saja, lebih baik Ibu kembali ke dapur saja!!"


"IBU!!"


Tiba-tiba Henry mengelilingi Penny sambil mengendus-endus tubuhnya, dan apa yang Henry lakukan membuat Penny risih setengah mati. "Yakk!! Mesum, apa yang kau lakukan?" Penny menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Aku seperti mencium aroma-aroma busuk dari tubuhmu!!"


"A-APA MAKSUDMU!! JELAS-JELAS AKU SELALU MANDI, JADI JANGAN BICARA SEMBARANGAN!!!"


"Aku tidak bicara sembarangan!! Dan aroma busuk yang aku maksud adalah aroma mahluk gaib," Marcell mengangguk sambil menatap Penny dengan serius.


"A-apa maksudmu."


"Bagaimana ya kami akan menjelaskannya. Yang jelas, saat ini hidupmu dalam bahaya. Jika tidak segera di lakukan pengusiran, bisa-bisa mahluk itu menyerap jiwamu dan kemudian membuatmu menjadi wanita tua dan tidak cantik lagi." Terang Henry.


"A-Apa? Jangan mengada-ada kalian!! Mana mungkin ada hal semacam itu di dunia ini. Itu mistis dan aku tidak percaya!! Ya, terserah Bibi saja kalau memang tidak ingin percaya. Tapi kalau ada apa-apa jangan cari kami apalagi berusaha meminta bantuan kami loh, ya!!"


"Tunggu-tunggu..." Penny menahan kepergian kedua pemuda itu. "Bisakah kalian membantuku? A-Aku tidak ingin menjadi tua dan jelek. Bantu aku mengusir mahluk itu," pinta Penny memohon.


"Tapi ini tidak mudah dan akan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Jadi, sebaiknya tidak usah ya. Kami tidak ingin kau merugi hanya demi pengusiran mahluk itu!!" Marcell berpura-pura merasa tidak enak pada Penny.


"Berapa pun. Aku berani membayarnya asalkan mahluk itu segera di usir keluar dari tubuhku,"


Marcell dan Henry saling bertukar pandang dan tersenyum lebar. "OKE, KESEPAKATAN DISEPAKATI!!" dalam hatinya mereka tertawa terbahak-bahak. Sungguh, mereka tidak menduga jika Penny masih tetap sebodoh dulu dan mudah untuk di bohongi.


"Cell, aku lapar. Bagaimana kalau kita masuk dan sarapan sekarang? Sepertinya sarapan sudah siap." Seru Henry yang langsung di balas anggukan oleh Marcell.


Keduanya melambaikan tangannya pada Penny dan pergi begitu saja. Dan benar saja, semua sudah berkumpul di meja makan. Kecuali mereka berdua dan Penny.


-


Ellena menghampiri Keanu yang sedang bersila di atas tempat tidurnya. Di tangannya membawa secangkir kopi non gula yang kemudian dia letakkan di atas meja kecil samping tempat tidurnya.


Ellena memperhatikan apa yang Keanu pakai hari ini. Sebuah kemeja putih lengan terbuka yang di balut long vest hitam dan celana hitam berwarna hitam pula. Tiga kancing kemejanya di biarkan terbuka hingga terlihat singlet hitam yang menjadi dalaman kemejanya.


Dan selama satu bulan mereka hidup di bawah satu atap yang sama, ini pertama kalinya bagi Ellena melihat Keanu memakai pakaian lengan terbuka bukan sebagai Steven Xiao.


"Kenapa kau berdiri saja di sana? Dan wajahmu, kenapa memerah?" Keanu mengangkat wajahnya dan menatap Ellena penasaran.


"Hahaha! Mungkin saja karena udara pagi ini yang terlalu panas. Kopinya aku letakkan di sana, segera di minum selagi hangat. Aku akan keluar dulu untuk mencari angin," Ellena hendak pergi namun segera di tahan oleh Keanu yang langsung mengungkung tubuh Ellena di bawah tubuhnya. "A-apa yang akan kau lakukan?" Ellena menatap Keanu dengan gugup.


Pria itu menyeringai. "Bagaimana kalau kita lanjutkan yang semalam?" kemudian berbisik di telinga kanan Ellena dan menggigit ujung cupingnya.


Kedua mata wanita itu lantas membelalak. "Oh, no!! Kau ingin membuatku tidak bisa berjalan? Lihatlah karena perbuatanmu semalam, sekarang aku kesulitan berjalan," Ellena menolak ajakan gila suaminya untuk melakukan olah raga pagi.


Keanu terkekeh. "Aku hanya bercanda, kenapa kau menanggapinya begitu serius? Lihatlah wajahmu sekarang, kau memerah Sayang." Keanu mengangkat dagu Ellena dan kemudian mengecup singkat bibir ranumnya.


Ellena mengalungkan kedua tangannya pada leher Keanu dan menatap matanya. "Kenapa kau suka sekali mencium bibirku? Apakah rasa bibirku semanis itu?" tanya Ellena penasaran.


"Lebih manis dari itu. Bibirmu adalah bibir termanis yang pernah aku rasakan," ucapnya dan kembali mengecup bibir Ellena untuk yang kedua kalinya.


"Jika bibirku terasa manis, lalu bagaimana dengan bibir wanita itu?" tanya Ellena tanpa melepaskan kontak matanya.


"Apa maksud dari pertanyaanmu itu?" nada bicaranya terdengar dingin dan datar. Sorot matanya berubah tajam. Dan Keanu tau pasti siapa yang dimaksud dia oleh Ellena.


Ellena mendorong tubuh Keanu menjauh dari atas tubuhnya kemudian bangkit dari berbaringnya. Kedua tangan Ellena menangkup wajah Keanu.


"Aku tau di hatimu ada orang lain yang sampai sekarang posisinya masih belum tergantikan oleh orang lain termasuk diriku. Tapi ingatlah ini, Xi Keanu. Jika aku akan menyingkirkan nama itu dari hatimu kemudian menggantikannya dengan namaku."


"Mungkin saat ini di hatiku belum ada cinta untukmu, dan begitupun sebaliknya. Tapi aku akan berusaha untuk mencintaimu dan membuatmu jatuh cinta padaku. Sehingga tidak ada nama orang lain lagi di hatimu selain namaku!! Hanya namaku!!" ujar Ellena.


Ellena menutup matanya lalu mengecup singkat bibir Keanu, dia kemudian bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Meninggalkan Keanu sendiri yang mematung dalam posisinya.


"


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2