
Keanu bangun sedikit lebih siang hari ini, ia memandang wajah cantik wanita berhelaian coklat terang yang kini tengah terlelap dalam pelukannya.
Seperti wanita dalam pelukannya ini sudah bangun sejak pagi. Tapi bagaimana dia tiba-tiba malah berada di dalam pelukannya, dan parahnya lagi Keanu tidak menyadarinya? Keanu mengangkat bahunya dengan acuh dan tidak ingin terlalu memikirkannya.
Melihat Ellenanya ia tersenyum dan mengecup singkat puncak kepala wanita itu penuh sayang. Membuat Ellena mengeliat dalam tidurnya, sebelum membuka kelopak matanya menapakkan sepasang irish coklatnya dan tersenyum mendapati Keanu yang berada di sampingnya.
"Selamat pagi." Ujarnya, Ellena bangun dari tempat tidurnya dan memberikan kecupan singkat di bibir kemerahan itu.
"Sepertinya kau sedang ngelindur, Nyonya. Jelas-jelas ini sudah sudah siang." Keanu menunjuk jam yang menggantung di dinding, dan Ellena terkekeh geli.
"Aku tau jika ini sudah siang. Kau tidur terlalu nyenyak, itulah kenapa aku tidak tega untuk membangunkanmu dan memutuskan untuk ikut berbaring bersamamu. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, setelah mandi dan mengganti perbannya, aku akan meminta pelayan mengantarkannya kemari."
"Kau mau kemana?" Keanu menahan pergelangan tangan Ellena ketika wanita itu hendak beranjak dari hadapannya.
"Menyiapkan air hangat untukmu." Ucapnya dan pergi begitu saja.
Keanu bangkit dari berbaringnya dan kemudian menyusul Ellena ke kamar mandi. Dan kedatangan Keanu tentu saja membuat Ellena terkejut bukan main, pasalnya pria itu langsung memeluknya dari belakang.
"Keanu, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku," pinta Ellena namun tak di indahkan oleh Keanu. Pria itu mencium dan mengecupi leher jenjang Ellena dan membuat wanita itu mendesah pelan. "Ke-Keanu, lepaskan.. Ahhh, ka-kau membuatku basah di sini." Ucapnya di iringi desahan.
"Kalau begitu keluarkan saja, Sayang. Keluarkan dan jangan ada yang di tahan. Sungguh... Aku sangat menyukaimu saat basah." Bisik Keanu, sedangkan di bawa sana jari-jari besarnya terus bergerak keluar-masuk.
"Keanu, ahhh... Kau tidak bisa melakukan ini. Ka-kau masih sakit."
"Tapi bukan juniorku yang sakit, jadi aku bisa melakukannya tanpa kesalahan!!"
"Tapi 'kan, emmpphh.." Keanu membungkam mulut Ellena sebelum wanita itu semakin banyak bicara. Bibir Keanu memagut bibir atas dan bawah Ellena secara bergantian, melum** nya dengan lembut dan penuh perasaan.
Keanu menuntun tangan Ellena dan mengalungkan pada lehernya. Sebelah tangan Keanu memeluk pinggang ramping wanita itu dengan erat, sedangkan tangan satu lagi menekan kepala belakangnya supaya ciuman itu tidak mudah terlepas.
Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi ciuman panjang yang menuntut. Lidah Keanu menelusup masuk ke dalam mulut Ellena dan mengabsen satu persatu gigi putihnya. Dan tidak ada penolakan apalagi perlawanan dari Ellena. Wanita itu menerima setiap perlakuan Keanu.
Keanu mengangkat tubuh Ellena tanpa mengakhiri tautan bibirnya. Keduanya masuk ke dalam bak mandi. Sepertinya Keanu benar-benar akan melakukannya. Dan apa yang terjadi selanjutnya pasti sudah bisa di prediksikan sendiri.
-
Marty menatap prihatin keadaan Penny saat ini. Tubuhnya penuh luka setelah apa yang dilakukan Keanu semalam. Entah bagaimana Keanu bisa melakukannya dan menghajar Penny sampai babak belur.
__ADS_1
Sedikitnya delapan cambukan pada punggungnya, Keanu juga memberikan luka sayatan pada wajah dan telapak tangannya. Mata kirinya bengkak akibat pukulan Keanu.
Tidak hanya itu, Keanu menampar dan membuat wanita itu kehilangan dua gigi depannya. Rambutnya di gunting secara acak hingga Penny kehilangan rambut panjangnya yang indah.
"Iblis itu benar-benar tidak memiliki hati. Dan Dante, bagaimana bisa bocah itu menghinatai kita. Lihat saja, bagaimana Ibu akan membalas mereka semua.
Penny hendak bicara, tapi bibirnya terlalu sakit untuk di gerakkan. Mata kanannya menatap Marry seolah ingin menyampaikan sesuatu.
"Sebaiknya kau diam saja dan jangan banyak bergerak. Ibu pasti akan membalas perbuatan mereka semua kepadamu. Dan bocah tidak tau terimakasih itu, Ibu pasti akan menyingkirkannya lebih dulu. Tidurlah, keadaanmu benar-benar buruk." Marry beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja. Meninggalkan Penny sendiri di dalam kamar tersebut.
-
"Di mana Keanu?"
Adel menghampiri dua pemuda dan satu pemudi yang bermain bermain kartu di ruang keluarga. Alih-alih merespon pertanyaan Adel, mereka malah asik dengan dunianya sendiri.
"Yeeee!! Aku menang lagi, 5-0 hahaha."
"Yakk!i Bocah, pasti kau bermain curang ya? Makannya bisa menang lagi?!" tuding Dante pada kedua pemuda itu.
Henry menyentak tangan Dante yang mengacung padanya. "Bibi cantik, kalau kalah ya kalah saja. Tidak perlu menuduh sembarangan. Lagipula mana mungkin kami yang tampan dan imut ini malah bermain curang. Bukankah begitu, Cell?!" Marcell mengangguk.
"YAKK!! SIALAN KALIAN BERTIGA, BERANI SEKALI KALIAN MENGABAIKANKU?!"
Tiba-tiba Dante mengangkat tangannya dan matanya menelisik seperti mencari sesuatu."Tunggu, apakah kalian berdua mendengar sesuatu? Aku seperti mendengar suara manusia tapi kenapa tidak ada wujudnya." Ujarnya menuturkan.
"Oh, jadi maksudmu aku ini mahluk astral?" Adel mulai kesal dan marah.
"Paman, kami juga mendengarnya. Tapi wujudnya benar-benar tidak tidak ada. Jangan-jangan itu benar-benar... SETAN!!!"
"KABOORRR....!!"
"Yaaakkk!! Kurang ajar kalian bertiga. Lihat saja aku pasti akan memberikan pelajaran pada kalian!!!" Adel mengamuk karena dianggap mahluk astral oleh Heny, Marcell dan Dante.
Kedua mata Adel membelalak ketika melihat seember tepung meluncur bebas ke arahnya yang disusul oleh puluhan telur busuk yang telah dipecahkan dan di campur menjadi satu dengan tomat busuk. Dan hampir bersamaan menguyur tubuhnya.
"UPS, SORRY NUNNA. KAMI TIDAK TAU KALAU KAU ITU MANUSIA. KAMI PIKIR KAU MAHLUK ASTRAL!!" seru Dante sambil menggunakan pengeras suara.
__ADS_1
"KALIAN BERTIGA!!!" Adel menggeram marah dan pergi begitu saja. Dan ketiganya langsung bertos ria, mereka sangat puas karena bisa mengerjai Adel habis-habisan. Karena pengganggu seperti dia memang harus di singkirkan.
-
Rembulan bersinar lembut malam ini. Manik-manik langit terus memainkan sinarnya. Udara malam ini terasa segar karena akhir-akhir ini Seoul sering di landa hujan deras. Wangi tanah basah sehabis hujan adalah hal yang disukai oleh Ellena, namun sangat di benci oleh Keanu. Bibir ranumnya mengurai senyum lebar, dia begitu menikmati pemandangan langit malam ini.
Malam ini begitu istimewa, karena langit tidak membiarkan bulan dan bintang di telan oleh kegelapan malam. Gioknya menelusuri indahnya lukisan Tuhan pada kanfas kelam yang terbentang di atas sana, sungguh mahakarya Tuhan yang luar biasa.
Senyum tipis terukir manis di bibirnya saat melihat bintang-bintang berkelip indah, seolah-olah sedang berbincang-bincang.
Elelna menolehkan kepalanya saat sepasang lengan kekar memeluk pinggangnya erat dan menenggelamkan wajahnya di lekukan leher jenjang putihnya. Aromanya yang begitu khas tak membuat Ellena harus menebak-nebak terlebih dulu .
"Bagaimana kau bisa menemukanku di sini?" tanya Ellena.
"Karena hati kita selalu terhubung, dan aku akan selalu menemukanmu di mana pun kau berada," jawabnya.
Wanita itu terkikik saat Keanu dengan sengaja meniup leher putihnya pelan dalam jarak dekat. Dan Keanu tau jika leher adalah salah satu titik kelemahan istrinya, dan makin menenggelamkan kepalanya menghirup aroma manis khas milik Ellena.
Ellena tersenyum lembut, jemarinya mengelus pelan lengan terbuka Keanu yang melingkar di pinggangnya. "Sepertinya kau sudah baik-baik saja, Key." Bisik Ellena. Keanu memiringkan wajahnya kesamping menatap wajah Ellena yang saat ini juga sedang menatapnya.
"Hn.. Seperti yang terlihat, lagipula aku memiliki dokter yang sangat hebat yang bisa menyembuhkan ku dalam sekejap."
"Wow, Daebak... Ternyata patung es sepertimu bisa menggombal juga ya."
"Dasar kau ini. Berhentilah meledekku."
Kemudian Keanu memutar tubuh Ellena agar menghadapnya, dan menatap dalam mata wanita itu tanpa melonggarkan dekapannya. Keanu tersenyum. "Ellena.." Dengan lirih dia menyebut nama wanitanya. Dan Ellena hanya menatap balik mata Keanu penuh sayang.
"Aku mencintaimu, Xi Keanu. Sangat mencintaimu."
Keanu tersenyum tipis dan mendekatkan wajahnya. Kecupan lembut dirasakan keduanya, Keanu memagut lembut bibir ranum isterinya, yang entah sejak kenapa selalu terasa manis.
Keanu menarik Ellena ke dada bidangnya dan mencium lembut pucuk kepala wanita itu berulang kali. "Terimakasih karena sudah menjadi milikku," Keanu kembali menatap Ellena dan memberikan kecupan kecil di pucuk hidungnya. Ellena tersenyum dan kembali berhambur ke dalam pelukan suaminya.
"Sama-sama."
-
__ADS_1
Bersambung.