
Riders tercinta, jangan lupa baca juga ya, new novel Author yang baru netes. Judulnya AKIBAT CINTA SATU MALAM tinggalkan like koment juga. 🙏🙏🤗🤗
-
Deru suara mobil yang memasuki halaman sebuah rumah yang memiliki dua lantai, menyita perhatian dua wanita yang sedang mengecek barang-barang belanjaannya di ruang keluarga. Satu dari kedua wanita itu terlihat bangkit dari duduknya untuk melihat siapa yang datang.
"Kau!! Mau apa lagi kau datang ke rumah ini?" tanya sinis wanita itu pada tamunya.
"Aku datang hanya untuk mengambil barang-barangku yang masih tertinggal di rumah ini," jawab tamu itu yang pastinya adalah Ellena.
"Tidak ada!! Semua barang-barang milikmu sudah aku bakar semua!!Jadi pergilah, karena kedatanganmu di sini tidak di harapkan sama sekali!!" jawab Dellia menegaskan.
"Lia, siapa yang datang? Kenapa ribut sekali?" seru Sarah dari dalam.
"Siapa lagi, Bu?! Jika bukan anak pungutmu tak tau diri itu. Dia datang untuk mengambil barang-barangnya," jawab Dellia menimpali.
Langkah kaki yang menggema berkaur di telinga ketiganya. Sarah datang dan menghampiri mereka dengan raut wajah angkuh penuh kesombongan. Lalu pandangannya bergulir pada sosok tampan yang berdiri di samping Ellena, menatapnya dengan pandangan mencemooh.
"Benar-benar jalang tidak tau malu!! Jelas-jelas sudah bersuami, malah pergi bersama pria lain. Apa kau merasa malu karena suamimu adalah seorang pria lumpuh dan cacat, makanya kau mencari pria lain untuk kau jadikan selingkuhan? Lagipula apa bagusnya brandalan seperti dia, hanya bermodalkan wajah tampan saja tidak mungkin bisa membuatmu kenyang," tutur Sarah memaparkan.
Ellena mendengus kasar. "Ibu angkat, sebaiknya jaga lidahmu baik-baik sebelum kau bicara. Karena lidahmu yang berbisah itu, justru bisa menjadi senjata untuk menghancurkan dirimu sendiri. Lagipula aku datang bukan bersama orang lain, dia adalah suamiku, jadi di mana letak kesalahannya" tanya Ellena.
"Ahh!!Satu lagi, aku tidak pernah berselingkuh apalagi menghianati janji suci pernikahan. Lagipula setiap pria yang jalan bersamaku apakah bisa di sebut selingkuhan? Tolong berpikiran dengan otakmu, jangan dengan dengkulmu!!"
"Cih...!! Kau bilang suami? Kau sangat hebat, Ellena Su, dalam kurun waktu dua bulan kau bisa menikahi dua pria sekaligus. Aku sangat kagum padamu, tidak salah jika kau mendapatkan predikat sebagai jalang tak tau diri!! Untuk itu aku bersorak untukmu. Dan seharusnya yang berpikir dengan menggunakan otak itu bukan aku, tapi kau..."
Ellena menepis tangan Sarah dari depan wajahnya dan hanya memutar jengah matanya. Tidak ada gunanya dia meladeni dua wanita gila seperti Dellia dan Sarah. Karena apa yang dia cari sudah tidak ada lagi, Ellena pun memutuskan untuk pergi.
"Key, ayo kita pergi. Tidak ada gunanya juga kita berlama-lama di sini,"
"Apa kau tidak ingin mencoba mencarinya dulu?" tanya Keanu memastikan.
"Mereka sudah membakarnya, jadi sudah pasti yang aku cari tidak ada. Lagipula tanpa benda itu pun aku yakin bisa menemukan mereka, aku lapar, bagaimana kalau kita pergi makan?" rengek Ellena sambil mengusap perutnya yang sedikit keroncongan.
Keanu mendengus geli. "Dasar kau ini, memangnya kau ingin makan di mana?" tanya Keanu.
"Emm, bagaimana kalau di restoran yang biasa kita datangi?" mata Ellena berbinar-binar.
"Baiklah, terserah kau saja,"
__ADS_1
Sementara itu... Sarah dan Dellia menatap muak pasangan itu. Mereka rasanya ingin muntah melihat kemesraan yang mereka tunjukkan. Dan hal itu membuat mereka semakin rendah memandang Ellena, di mata mereka Ellena tidaklah lebih dari seorang jalang tak tau malu.
"Benar-benar jalang. Dellia, cepat foto mereka dan kirimkan pada tuan Xi. Supaya dia tau seperti apa kelakuan istrinya yang jalang itu,"
"Aku tau, Ibu. Dan aku sudah melakukannya," jawab Dellia dengan senyum penuh kemenangan. Dia tidak sabar melihat bagaimana Keanu akan menghajar Ellena sampai mati.
Ting...
Keanu menghentikan langkahnya begitu pula dengan Ellena. Dahi Keanu menyernyit melihat ada pesan masuk dari Dellia, Keanu membuka pesan tersebut dan menunjukkan pada Ellena. Ellena tersenyum miring.
"Dellia Su, memangnya apa yang kau harapkan dengan mengirim pesan sampah ini?" Ellena menoleh dan kemudian menunjukkan pesan itu pada Dellia
Mata Dellia membelalak. "Bagaimana ponsel itu ada padamu? Jangan bilang kau mengambil ponsel milik suamiku dan memberikannya pada selingkuhanmu itu, supaya kebusukanmu tidak di ketahui olehnya?" Dellia menatap Ellena dengan pandangan meremehkan.
Ellena mendesah berat. "Aku capek jika harus memberi kode pada kalian yang bodoh dan lambat itu. Lagipula apa untungnya juga aku mengambil ponsel Keanu dan memberikan pada dirinya sendiri. Bukalah mata kalian lebar-lebar dan lihat siapa yang ada dihadapan kalian ini. Dan asal kalian tau, dia bukan orang lain. Tapi dia adalah suamiku, Xi Keanu!!" tutur Ellena menegaskan.
"Jika brandalan itu adalah Keanu, maka ayah angkatmu juga Keanu. Siapa pun bisa menjadi dia, dasar tidak waras!!"
"Sudahlah, aku capek bicara dengan kalian yang bodoh. Ayo kita pergi," Ellena memeluk lengan terbuka Keanu dan membawanya pergi meninggalkan kediaman keluarga Su.
Baru saja Ellena hendak meninggalkan kediaman keluarga Su. Sebuah mobil sport hitam terlihat memasuki halaman. Tak lama berselang, seorang pria keluar dari mobil tersebut. Pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Simon memandang remeh pada Ellena dan Keanu.
Ellena tak menanggapi sama sekali dan hanya memutar jengah matanya.
Ponsel milik Keanu tiba-tiba berdering yang menandakan ada panggilan masuk. Keanu segera menerima panggilan tersebut tanpa menghentikan langkahnya.
"Tidak perlu, batalkan semua kontrak kerja sama dengan perusahaan SU Corp dan SN Group. Tarik semua saham yang sudah Xi Empire tanamkan di kedua perusahaan itu. Kerja sama antara SU Corp, SN Group dan Xi Empire benar-benar berakhir hari ini!!" Keanu menutup sambungan telfonnya begitu saja dan memasukkan kembali ke dalam saku celananya.
Dan pembicaraan singkat Keanu dengan seseorang yang menghubunginya sampai ke telinga Sarah dan Simon. Mereka mendengar dengar jelas apa yang pria itu katakan. Simon segera berlari menghampiri Keanu dan menghentikannya.
"Tunggu, apa maksud dari perkataanmu itu?" tanya Simon menuntut sebuah penjelasan.
Keanu menatap pria itu dingin. "Apa masih belum jelas yang aku katakan? Kerjasama antara Xi Empire dan SN Group sudah berakhir. Aku benar-benar muak dengan manusia seperti kalian semua!!" Keanu menatap Sarah dan Simon dengan pandangan menusuk.
"Si-Siapa kau sebenarnya?" tanya Simon sedikit gemetar.
"Apa kalian sungguh-sungguh tidak mengenaliku? Padahal kalian sudah berkali-kali menyebutku pria cacat dan lumpuh." Keanu menyeringai, menatap Simon dengan tatapan meremehkan.
"Ka-Kau... Kau adalah, Xi Keanu?" Simon menatap Keanu tak percaya. "Bu-bukankah kau lumpuh dan wajahmu cacat?" Simon masih tidak percaya jika yang dihadapannya adalah Keanu.
"Sudahlah, Key.. Tidak ada gunanya menjelaskan pada manusia-manusia bodoh seperti mereka, sebaiknya kita pergi dari sini. Aku sudah sangat kelaparan. Kau tidak ingin bukan, jika istrimu yang cantik dan unik ini sampai pingsan karena kelaparan?!" Ellena menarik Keanu pergi meninggalkan kediaman keluarga Su.
__ADS_1
Tubuh Sarah terhuyung kebelakang. Kedua lututnya terasa lemas dan nyaris saja dia terjatuh jika saja Dellia tidak segera menahan tubuhnya.
Nyaris saja Sarah terkena serangan jantung dadakan, dia benar-benar syok saat mengetahui jika pria yang beberapa kali dia hina sebagai brandalan yang tidak memiliki masa depan adalah Keanu. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata dia bukanlah pria lumpuh dan cacat seperti yang dia ketahui selama ini.
Gyutt...
Dellia mengepalkan tangannya dan menatap kepergian mereka berdua dengan marah. Dellia menyesali semuanya dan juga menyesali keputusannya untuk mendorong Ellena ke sisi Keanu. Kini Ellena malah memiliki kehidupan yang lebih baik darinya.
"Sial, jika saja aku tau Keanu bukanlah pria cacat dan lumpuh. Tentu saja aku tidak akan membiarkan Ellena yang menikah dengannya. Dia mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku, dan aku menyesal karena lebih memilih si bodoh ini!!" ujar Dellia membatin.
Dan tanpa mengatakan apapun. Dellia beranjak dari hadapan Sarah dan juga Simon dan pergi begitu saja.
"Dellia , tunggu...!!"
-
"KAKEK, BIBI, KAMI DATANG!!!"
Perhatian Marshanda dan Ramon yang sedang menyantap makan malamnya sedikit terusik oleh kemunculan dua pemuda yang datang sambil menenteng berbagai jenis makanan dan minuman.
"Kalian, sedang apa kalian di sini?" Marshanda menatap tidak suka kedatangan mereka berdua di rumahnya.
"Bibi, jangan galak-galak, nanti cepat tua loh. Eo, kalian sedang makan malam ya? Padahal kedatangan kami karena ingin mengajak kalian berdua makan malam bersama. Lihatlah apa yang kami bawa." Marcell menunjukkan dua kantong besar di kedua tangannya yang penuh dengan makanan siap saji dan juga berbagai jenis minuman kaleng.
"Bawa pergi makanan-makanan itu. Kami tidak tertarik untuk memakannya!!" ucap Marshanda sinis.
"Bibi, aku bilang jangan terlalu galak. Nanti cantiknya ilang loh."
"Omo!! Kakek, kau baru membeli lukisan baru ya? Bagus sekali, pasti mahal ya?" seru Henry yang langsung mengalihkan perhatian Ramon.
Mata Ramon membelalak. "Yakk!! Bocah, jangan sembarangan menyentuhnya!!Itu lukisan mahal!!" teriaknya marah.
"Benarkah, tapi kenapa keliatannya seperti palsu ya? Dan kaca ini, juga agak tipis, bagaimana kalau aku memeriksanya? Bisa saja 'kan kalau lukisan ini palsu dan kau hanya di tipu," Marcell mengambil vas yang ada di samping kanannya lalu menghantamkan pada kaca bening pembingkai lukisan tersebut. Lagi-lagi mata Ramon membelalak.
"JANGAN!!!" tapi terlambat, karena Henry sudah berhasil merusaknya dengan memecahkan kaca pada lukisan tersebut. "Kalian benar-benar kertaluan!! UANG 500 juta won-ku!!" Ramon pun jatuh pingsan dan kejang.
Bukannya prihatin, mereka berdua malah terkekeh dan kemudian menikmati makan-makanan yang ada di atas meja. Sungguh laknat kalian berdua.
-
Bersambung.
__ADS_1