SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Ekstra Bab (Kesepian)


__ADS_3

Ellena Melepas perban yang melilit kening Keanu. Luka memanjang yang. masih tampak memerah tampak jelas di atas alis kanan. Luka memar pada tulang pipinya juga belum sepenuhnya membaik. Luka yang Keanu dapatkan akibat ulah brutal Ellena.


Rasa bersalah kembali melingkupi perasaan Ellena saat melihat luka itu. Harusnya malam itu ia tidak langsung memukul Keanu dengan brutal, harusnya Iyalah bertanya dulu dan memastikan Siapa yang datang, Apakah itu perampok atau bukan?


Tapi mau bagaimana lagi, Ellena sangat panik dan berpikir jika orang itu adalah perampok. Itulah kenapa Ellena langsung memukulnya, dan dia baru sadar jika itu Keanu Setelah orang yang dia pukul bersuara.


"Ini semua salahku, jika saja malam itu Aku tidak menghajarmu, pasti kau tidak akan terluka sampai seperti ini." sesal Ellena.


"Untuk apa dibahas lagi, toh semua juga sudah terjadi. Jika sudah selesai, segera tutup kembali lukanya dengan perban." pinta Keanu yang kemudian dibalas anggukan oleh Ellena.


"Baiklah."


Perban baru terlihat Menutup luka itu, dan palaster selebar orang dewasa menutup luka di tulang pipi Keanu. Keanu bangkit dari duduknya dan meninggalkan Ellena begitu saja. Dan tak sampai 10 menit, balik pisa kembali dengan pakaian berbeda.


"Kau mau pergi?" tanya Elina melihat Keanu datang dengan pakaian berbeda.


Pria itu menutup matanya dan mengangguk. "Ada masalah yang harus aku selesaikan, mungkin aku akan pulang agak malam, jadi kau tidak perlu menungguku, kau makan malam lebih dulu."


Ellena memicingkan matanya."Memangnya aku mau pergi ke mana? Tidak biasanya pergi sore-sore begini?" ia menatap Keanu penasaran.


Keanu malah nafas berat. "Terjadi sedikit masalah di kantor, dan aku pergi untuk menyelesaikannya." jawab Keanu pada akhirnya.


"Baiklah, tapi jangan pulang terlalu malam. Kau masih belum sehat betul dan butuh istirahat yang cukup," nasehat Ellena.


Keanu tersenyum, diusapnya kepala coklat dengan penuh kelembutan. "Aku mengerti, Sayang. Tidak perlu Terlalu mencemaskanku. Baik-baik di rumah, aku pergi dulu."


Dan sebelum pergi, sebuah kecupan Keanu daratkan pada bibir tipis Ellena dan melum@tnya singkat. Bahkan ciuman itu tak lebih dari 20 detik. "Aku pergi dulu," yang kemudian dibalas anggukan oleh Ellena.


"Hati-hati di jalan, Oppa." nasehat Ellena yang kemudian dibalas lambaian tangan oleh Keanu.


Ellena mendesah berat. Rumah menjadi hampa setelah kepergian suaminya, apalagi anak-anak sedang tidak ada di rumah. Dante, Marcell dan Henry juga tidak ada di rumah.


Ellena mengangkat bahunya acuh tak acuh, lalu melenggang masuk ke dalam. Mungkin berendam sebentar membuatnya merasa lebih segar.

__ADS_1


-


"Hua... Gadis itu cantik sekali!!"


Kedua mata Dante langsung benar saat melihat seorang gadis berparas ayu berambut sebahu, meliukkan kakinya memasuki halaman rumah tempatnya tinggal saat ini.


Gadis itu menyeret sebuah koper besar di tengahnya, dan dari penampilan yang dia baru saja kembali dari luar negeri. Tak ingin kehilangan momen berharga, Dante pun segera mengambil kesempatan untuk mendekati gadis itu.


"Halo Nona, aku melihatmu hari ini. Apa kau datang untuk belajar mandiri juga?" tanya Dante pada gadis itu.


Gadis itu memicingkan matanya dan menatap Dante penasaran. "Kau... Siapa kau, dan kenapa kau ada disini?!" tanya Gadis itu penasaran.


"Nona, tapi aku yang bertanya lebih dulu Kenapa kau malah balik bertanya padaku. Aku akan menjawab, Setelah Kau menjawab pertanyaanku. Bagaimana, impas bukan?"


Gadis itu memutar Jengah matanya dan mengabaikan nanti begitu saja. Dia menyeret kopernya dan masuk ke dalam. "Nenek, aku pulang." seru gadis itu di tengah langkahnya. Sontak Dante menoleh. Dia melihat gadis itu dan nenek Ma saling berpelukan.


"Rara, kau akhirnya pulang juga, Nak. Apa kau tahu betapa nenek sangat merindukanmu." ucap nenek Ma sambil memeluk sang cucu.


Dante menatap Nenek Ma dan Rara bergantian, sekarang dia ingat, nenek Ma pernah membahas soal cucunya yang sedang bersekolah di luar negeri. Dan Dante tidak menyangka jika itu adalah Rara.


"Hua, pucuk dicinta ulam pun tiba. Setelah sekian lama menanti, akhirnya jodoh Pangeran berkuda putih datang juga. Rara, aku pasti akan mendapatkanmu!!"


-


Bersama asisten pribadinya, saat ini Kami sedang berada di ruang kontrol, melalui CCTV dia mencoba mencari tahu siapa orang yang telah menyusup masuk ke dalam perusahaannya.


Sejauh ini belum ada hal mencurigakan yang berhasil mereka temukan tapi Keanu sangat yakin jika ada orang yang telah menyusup masuk, untuk mengambil dokumen berharga miliknya.


"Presdir, Coba anda lihat di itu. Bukankah dia adalah OB baru di perusahaan kita?" seru pria berkacamata itu heboh sambil menunjuk pria yang masuk ke dalam ruangan Keanu saat pria itu di kamar mandi.


"Percepat sedikit videonya," perintah Keanu pada pria berkacamata itu. Piano ingin melihat apakah pria itu pelakunya atau bukan.


"Presdir, coba lihat itu. Kecurigaan kita benar, memang dia pelakunya. Dokumen yang dibawa, adalah Dokumen ada yang hilang!!" jelas pria berkaca mata itu.

__ADS_1


Keanu mengepalkan tangannya. Amarah terlihat jelas dari sepasang biner matanya yang dingin. "Segera selidiki dan temukan pria itu, aku ingin tahu motifnya!!" perintah Keanu pada pria berkacamata itu.


"Baik, Presdir. Akan segera saya laksanakan perintah anda!!"


Dirasa tidak ada lagi keperluan di kantor. Keanu pun memutuskan untuk pulang, masalah ini akan diserahkan pada Adrian. Keanu yakin, jika Adrian mampu menyelesaikan masalah itu. Adrian adalah orang yang bisa dipercaya dan diandalkan.


Tentu saja Keanu tidak akan melepaskan orang itu begitu saja, seorang penyusup dan mata-mata akan menerima balasan setimpal dari apa yang dia lakukan. Orang itu telah menggali kuburnya sendiri, dan tidak sadar ma siapa dia sebenarnya berhadapan.


-


"Hoam, aku sangat bosan!!"


Ellena menjatuhkan kepalanya pada meja riasnya. Dia benar-benar Malas karena tidak ada yang bisa dia lakukan, ataupun teman mengobrol untuk mengusir rasa kesepiannya. Para pelayan sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sementara Peni sedang pergi ke luar negeri bersama Rio.


Lalu pandangan Ellena bergulir pada jam yang mengandung di dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 malam. Dan Keanu belum juga pulang.


Ellena tidak tahu masalah apa yang sedang Keanu selesaikan di luar sana. Sampai-sampai jadi harus pulang larut malam. Sampai ia mendengar suara Deru mobil yang memasuki halaman, dan itu suara mobil Keanu.


"Kau belum tidur,"


Beberapa saat kemudian Keanu tiba di kamar mereka, dan berjalan menghampiri Ellena. Wanita itu mendesah berat. "Bagaimana aku bisa tidur, jika kau saja belum pulang."


"Jadi kau menungguku?"


"Menurutmu?!"


"Baiklah karena aku sudah di rumah, sebaiknya kita tidur sekarang." ucap Keanu yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena.


"Baiklah."


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2