SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Kecelakaan


__ADS_3

Sebuah mobil mewah melaju kencang membela jalanan yang legang. Gelapnya malam tak membuat si pengemudi mengurangi kecepatan pada mobilnya. Mobil itu melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.


Sepasang binernya sesekali melirik kebelakang saat dia menyadari jika mobilnya sedang di ikuti. Sedikitnya ada dua Van hitam yang melaju tepat di belakang mobilnya.


Pria itu 'Keanu' menambah lagi kecepatan pada mobilnya hanya untuk memastikan sesuatu. Dan dugaannya ternyata benar, dua Van itu memang mengikutinya. Buktinya, ketika Keanu memperlambat laju mobilnya, mobil itu ikut melambat juga. Tapi saat Keanu menambahkan kecepatan pada mobilnya, dua Van itu juga semakin cepat.


"Sepertinya cecunguk-cecunguk itu ingin bermain-main denganku. Baiklah, kalau begitu aku akan menemani kalian bermain." Ucap Keanu sambil melirik kedua Van itu dan menyeringai tajam.


Keanu menginjak pedal gas dan semakin menambah kecepatan pada mobilnya hingga mencapai batas maksimal.


Mobil sport hitam itu melesat kencang bak peluru di jalanan kota yang legang, tak banyak kendaraan lain yang bisa ia temui mengingat ini sudah hampir tengah malam. Dan tentu saja hal tersebut menguntungkan bagi Keanu.


Bukannya menyerah. Kedua Van itu tetap mengejar meskipun tertinggal jarak. Salah satu penumpang dalam Van itu mengeluarkan setengah tubuhnya dan mencoba membidikkan senjatanya pada salah satu ban mobil Keanu.


DORRR...!!


Tapi sayang, bidikannya meleset. Keanu yang sadar nyawanya berada dalam bahaya tentu tidak tinggal diam. Keanu memiliki sebuah rencana, dia hanya perlu memecahkan ban depan dari Van tersebut. Di depan ada tikungan tajam. Jika dia berhasil, dapat di perkirakan jika Van tersebut akan terperosok ke dalam jurang.


Suara tembakkan kembali di lepaskan. Lagi-lagi Keanu berhasil menghindarinya. Keanu mengambil senjatanya yang tersimpan di dashboat mobilnya dan mencoba memberikan serangan balik.


Pandangan dan fokus Keanu kini terbelah menjadi dua. Antara jalanan dan Van tersebut. Dan jika tau akan begini, dia tidak akan meminta Evan pulang terlebih dulu.


Keanu mengeluarkan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya fokus menyetir. Sesekali dia melirik ke depan guna menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi hingga menyebabkan kecelakaan yang fatal.


DOORR...!!


Tembakan Keanu tidak tepat sasaran, alias meleset. Tapi Keanu tidak menyerah dan mencobanya lagi, dan kali ini tembakkan yang ketiganya. Keanu menyipitkan matanya dan...


DORRR....


Brakk....!!


Tembakan kali ini tepat sasaran. Van itu mengalami pecah ban setelah di tembak oleh Keanu. Sedangkan Van yang satu lagi, langsung terbalik saat mencoba menghindari Van yang ada di depannya.


Kedua Van itu sama-sama mengalami kecelakaan hebat. Dan semua berjalan seperti yang Keanu harapkan.


Keanu kembali memfokuskan pandangannya pada jalanan namun tanpa dia duga sebuah truk melaju kencang ke arahnya.


Mata Keanu membelalak. Pria itu langsung banting setir ke kanan guna menghindari tabrakan, akibatnya mobil Keanu terbalik sampai beberapa kali sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan dan terperosok masuk ke dalam jurang.

__ADS_1


Beruntung Keanu berhasil keluar sebelum mobil itu masuk ke dalam jurang. Hingga akhirnya dia lolos dari maut, namun luka-luka tampak di sekujur tubuhnya.


Keanu mengangkat lengannya dan meletakkan di depan wajahnya ketika mobilnya meledak di bawah sana. Dalam hatinya Keanu tak henti-hentinya berterimakasih pada Tuhan karena masih memberinya kesempatan untuk hidup.


Keanu segera menghentikan taxi yang kebetulan melintas di sana. Dan mungkin saja itu adakah satu dari dua taxi yang masih beroperasi.


Darah segar tak henti-hentinya keluar dari luka-lukanya, yang membuat kepala Keanu menjadi pusing. Dia harus bisa segera tiba di rumahnya, supaya luka-lukanya bisa segera di tangani.


Dia terlalu benci rumah sakit, itulah kenapa Keanu tidak pergi ke sana dan memutuskan untuk kembali ke rumahnya.


-


BRAK.....!!


"Keanu!!!!"


Ellena memekik kencang dan terlonjak kaget karena dobrakan keras pada pintu kamarnya, tapi bukan itu yang membuat Ellena terkejut, melainkan keadaan Keanu yang pulang dalam keadaan terluka parah.


Ellena segera menghampiri Keanu ketika melihat tubuhnya hampir roboh. Keanu jatuh di dalam pelukan Ellena. Ellena pun segera membopong Keanu dan membantunya untuk berbaring. Tak ingin terjadi hal buruk pada suaminya, Ellena pun segera menghubungi dokter.


.


.


"Tuan Muda dalam keadaan stabil. Semua luka-lukanya sudah di obati dan jahit. Kalau begitu saya permisi dulu."


"Bibi, sebaiknya temani Paman. Kami bertiga akan mengantar dokter Kang." Ucap Henry yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena.


Ellena menghampiri Keanu yang masih belum sadarkan diri. Hatinya perih melihat bagaimana keadaan Keanu saat ini. Perban tampak membalut di sana-sini. Dan banyaknya perban menunjukkan seberapa parah luka yang dialaminya.


Ellena meraih tangan Keanu dan menggenggamnya. Air mata tak henti-hentinya mengalir dari sudut matanya yang kemudian membasahi wajah cantiknya.


Melihat keadaan Keanu seperti ini membuat Ellena merasa takut. Sangat takut, dia takut sesuatu yang buruk sampai menimpa pria yang entah sejak kapan telah mencuri hatinya.


Sebelah tangan Ellena mengusap perban yang melingkari kening Keanu, dengan bercak darah tepat di atas alis kanannya. Luka di tulang pipinya juga di tutup perban. Perban lain tampak pada lengan dan lehernya, dan luka memar tampak di beberapa titik.


Ellena tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Keanu sampai dia bisa terluka parah seperti ini.


"Apa yang kau tangisi?" kelopak mata itu terbuka perlahan, memperlihatkan sepasang mutiara berwarna amber yang menawan. Namun sorot mata itu terlihat redup. "Aku baik-baik saja." Keanu mengangkat tangan kanannya, jari-jarinya menghapus air mata yang mengalir di pipi Ellena.

__ADS_1


Tangis Ellena pun semakin keras. "Bodoh.. bodoh.. bodoh!! Apa kau sudah puas membuatku ketakutan? Apa kau tau bagaimana takutnya aku tadi? Hiks, Xi Keanu... Kau sangat menyebalkan!!" Keanu menarik kepala Ellena dan menuntun wanita itu ke dalam pelukannya.


"Maaf sudah membuatmu cemas,"


"Dasar bodoh!!"


Mata Keanu menyipit melihat sebuah perban membebat telapak tangan Ellena. Keanu mengangkat tangan itu dan menatap Ellena penuh tanya. "Apa yang terjadi pada tanganmu?" tanya Keanu. Ellena menarik tangannya dari genggaman Keanu dan menggeleng.


"Oh ini, hanya sedikit tergores saja. Sebaiknya kau istirahat saja." Ellena mencoba mengalihkan perhatian Keanu, ia tidak ingin banyak bertanya lagi.


"Bohong!!"


Keanu membuka lilitan perban yang membebat telapak tangan Ellena, hingga terlihat luka memanjang pada telapak tangannya. "Jelaskan padaku, Ellena Xi, apa yang terjadi pada tanganmu ini dan bagaimana kau bisa sampai terluka seperti ini? Jelas ini bukan hanya luka gores biasa saja. Katakan padaku, siapa yang melukaimu?!" tanya Keanu menuntut sebuah penjelasan.


"Sungguh, Keanu. Ini hanya tergores biasa saja kok, percayalah padaku," pinta Ellena.


"Nunna bohong, Hyung. Dia tidak tergores tapi di lukai oleh Penny." Sahut seseorang dari arah pintu.


Sontak saja Ellena mengangkat wajahnya dan mendapati Dante berjalan menghampiri mereka berdua. "Dante!!!" seru Ellena memekik.


"Kenapa, Nunna? Kenapa harus di rahasiakan dari, Keanu Hyung? Dia suamimu dan dia berhak tau jika, Penny-lah yang sudah melukaimu."


"Penny?" Dante mengangguk. "Kenapa kau harus menutup-nutupinya?" pandangannya kini bergulir pada Ellena yang sedang menundukkan kepalanya. "KATAKAN KENAPA KAU HARUS MENUTUPINYA DARIKU?!!" bentak Keanu dengan suara meninggi.


"Itu karena aku-"


"Dia harus di hukum!!" Keanu menyela cepat.


Pria itu bangkit dari posisinya dan pergi begitu saja. Langlahnya sedikit di seret dan sebelah tangannya mencengkram kepalanya yang serasa ingin pecah. Ellena pun menjadi panik. Dia tidak tau apa yang akan Keanu lakukan pada Penny setelah ini. Keanu dengan dalam keadaan marah besar, jadi mustahil untuk di hentikan.


"Dante,ini semua karena dirimu. Kenapa kau harus memberi tau dia segala sih!!" geram Ellena kemudian menyusul Keanu. "Keanu, tunggu." serunya, tapi tidak di indahkan oleh Keanu.


Keanu tetap tidak menghentikan langkahnya meskipun dia mendengar jika Ellena memanggilnya dengan sangat keras. Pria itu sudah di Liputo emosi dan tidak ada yang bisa menghentikannya lagi.


"PENNY!!!"


Deggg....!!


"Keanu!!"

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2