
Riders tercinta, jangan lupa baca juga ya new novel Author yang baru saja netes. Judulnya AKIBAT CINTA SATU MALAM tinggalkan like koment juga. 🙏🙏🤗🤗
-
Ellena bangun dengan perasaan yang benar-benar malas. Pergulatan panas yang dia lakukan bersama Keanu semalam menguras habis tenaganya.
Wanita itu terbangun oleh gerakan kecil yang di hasilkan sebuah lengan yang melingkari perut ratanya yang polos. Ellena dapat merasakan kehangatan yang berasal dari sosok yang ada di balik punggung telanja** nya. Kemudian ia menggerakan badannya perlahan, untuk menghadap pria yang ada di belakangnya
Ellena tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum. Dia mengamati setiap lekuk wajah Keanu yang terlihat damai dalam kondisi tidur seperti ini, bahkan keangkuhan dan sisi kejan yang sering kali muncul menghiasi wajah tampannya yang tak berekspresi kini menghilang, tapi semua itu sama sekali tidak menghilangkan ketampanan yang telah menjadi garis takdir dari prianya ini.
Ellena mengangkat tangannya dan mengarahkan jemarinya untuk menggapai wajah Keanu. Menelusuri setiap lekuk wajahnya, mulai dari mata. Kelopak mata yang menyembunyikan manik kelam yang biasanya menatapnya dengan berbagai macam ekspresi, baik itu rasa kesal, marah, geli, bergairah hingga beberapa ekspresi yang hingga saat ini tidak dapat Ellena baca.
Kemudian jarinya turun dan menyentuh hidung mancungnya, salah satu bagian dari wajah Keanu yang semakin menonjolkan pesona sang Adonis. Hingga akhirnya senyum mengembang di bibir ranumnya, bibir yang telah membuat Ellena mabuk selama hampir satu malam. Bibir yang berulang kali memanggil namanya dengan penuh kelembutan, saat percintaan mereka yang panas dan luar biasa semalam.
Grepp...
Ellena tersentak kaget saat tiba-tiba Keanu menggenggam jari-jemarinya. "Terus memprovokasiku, dan kupastikan kau akan ku makan seperti semalam, Sayang." Kelopak mata itu terbuka perlahan. Menampilkan sepasang mutiara hitam yang begitu indah dan mempesona.
Ellena dapat merasakan sesuatu mengeras di bawah sana ketika kulit dengan kulit saling bersinggungan. Terdengar suara erangan kecil dari tenggorokannya ketika jari-jari lentik Ellena memainkan sosis beruratnya.
"Ellena, hentikan. Atau kau akan menyesal," bisik Keanu mengeram.
Alih-alih menuruti. Ellena malah masuk ke dalam selimut dan mulai menjalankan aksinya. Dia ingin menggoda suaminya. Hingga terdengar erangan serta desahan yang berkali-kali lolos dari bibir sexy-nya.
"Aahhhh... Aahhhh... Ellena, hentikan!! Ahhh... Berhenti aku bilang,"
"Sial, Ellena, apa yang kau lakukan? Hentikan?"
Ellena menyembulkan kepalanya dari dalam selimut dan menatap Keanu dengan senyum penuh kemenangan.
__ADS_1
"Menenangkanmu."
Sekali lagi Ellena menyeringai padanya seraya memaju mundurkan genggamannya pada batang sosis berurat itu, dan Ellena dapat mendengar jelas ketika Keanu mengerang.
Meskipun Ini bukan kali pertama dia menggenggam sosis milik Keanu. Tapi tetap saja, itu terasa luar biasa. Ellena sangat menyukai texturenya, kencang, tegak, dan benar-benar sempurna.
Ellena menatap Keanu yang sedang menahan hasratnya. Jari-jari lentiknya membelai ujung sosis yang telah mengeluarkan cairan precu*. Keanu memejamkan matanya, dan Ia menikmatinya. Kemudian Ellena mendekatkan wajahnya kearah sang jantan dan menjilat ujungnya.
"Sial kau Ellena, kau tidak harus melakukan itu!"
Keanu mencoba bangkit dari tidurnya namun kemudian Ia kembali menjatuhkan kepalanya kebelakang dan menggeram saat Ellena menempatkan sosis itu di antara bukit kembarnya.
Tangan Keanu terjulur mengusap rambut panjang Ellena yang terusai. Dan menekan di bagian tengkuknya.
Keanu kembali mengeluarkan geraman liar di dalam tenggorokannya dan Ellena dapat merasakan jika sosisnya berdenyut.
"Sial, jauhkan mulutmu, Ell." Keanu mengerang nyeri dan menatap tubuh Ellena yang tersembunyi di balik selimut. "Ellena!!" geram Keanu menyeruhkan nama istrinya.
"Kau yang memancingku, dan jangan harap aku akan melepaskanmu!!" ujar Keanu yang semakin di kuasai kabut nafsu..
Pria itu langsung menyergap bibir Ellena sebelum wanita itu bersuara. Dan Ellena tidak bisa menolaknya, dan dia tidak merasa keberatan meskipun harus melakukannya sekali lagi pagi ini.
-
Sebuah motor sport hitam metalik terlihat berhenti di sebuah toko bunga yang terletak di jantung kota Seoul. Seorang perempuan muda segera turun dari motor tersebut, begitu pula dengan sosok pria yang merupakan si pemilik kendaraan tersebut.
Toko masih tutup yang menandakan jika Shifanya belum tiba. Tidak mengherankan jika Shifanya datang terlambat hari ini. Karena dia masih ada urusan penting yang harus di selesaikan.
"Uhhh," rintihan keluar dari bibir ranum itu. Dia merasakan perih yang luar biasa pada sekitar Miss-nya dan paha dalamnya.
"Sial, kenapa sakit sekali." Gumamnya mengumpat. "Ahh," dan Ellena memekik kencang saat tiba-tiba pria itu yang pastinya adalah Keanu mengangkat tubuhnya bridal style. "Keanu, apa yang kau lakukan? Cepat turunkan aku. Orang-orang sedang memperhatikan kita." Ucapnya bergumam.
__ADS_1
"Steven Xiao, Sayang." Kata Keanu mengingatkan.
Hari ini Keanu pergi bersama Ellena sebagai Steven Xiao. Bukan tanpa alasan, Keanu hanya ingin bisa menghabiskan lebih banyak waktunya bersama istrinya itu. Karena jika dia menjadi Keanu, maka geraknya akan terbatasi mengingat jika Keanu hanya bisa duduk di atas kursi rodanya.
Ini adalah akhir pekan. Jadi wajar jika Keanu tidak pergi ke kantor untuk bekerja. Itulah kenapa dia memutuskan untuk ikut Ellena ke toko bunganya.
"Ekhem...!!"
Ellena tersentak kaget karena deheman yang berasal dari arah belakang. Sontak saja dia menoleh dan mendapati Shifanya di belakang mereka berdua. Buru-buru Ellena meminta agar Steven menurunkannya.
"I-Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Dia menggendongku karena kakiku sakit," ujar Ellena supaya Shifanya tidak salah paham padanya dan Steven.
Ellena tidak ingin di cap sebagai istri yang tukang selingkuh karena bersama pria lain sedangkan dirinya sudah menikah dan bersuami.
Bukannya sebuah jawaban. Malah jitakan yang mendarat mulus pada kepala coklat Ellena. Wanita itu sedikit terhuyung. "Dasar kau ini, kenapa pikiranmu pendek sekali. Lagipula siapa juga yang peduli pada hubungan kalian berdua. Dan aku berdehem karena kalian menghalangi jalan!!" ujar Shifanya menegaskan.
"Lagipula kalian terlihat sangat cocok, kau yang bar-bar dan dia yang sedikit brandalan. Jika dipadukan pasti akan jadi perpaduan yang sangat sempurna." Tuturnya.
Sekarang giliran Shifanya yang kena jitakan dari Ellena karena sudah asal bicara. "Aw, yakk!! Kenapa kau malah menjitak kepalaku?" amuk Shifanya sambil mengusap kepalanya yang baru saja di jitak oleh Ellena.
"Siapa suruh kau asal bicara. Jangan bawel lagi, cepat bantu aku membuka tokonya. Pesanan hari ini lumayan banyak!!"
"Yakkk!! Ellena Xi, pelan-pelan. Kau membuatku hampir terjungkal." Protes Shifanya.
"Berisik!!"
Sedangkan Keanu hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah mereka berdua. Sudut bibirnya tertarik ke atas. Dia gemas sendiri melihat tingkah kekanakan Ellena.
"Dasar wanita ini, kau memang selalu penuh kejutan, Nyonya Xi."
-
__ADS_1
Bersambung.