
Ellena yang baru saja selesai memasak menghampiri Keanu di kamarnya, wanita itu memicingkan matanya melihat sang Suami masih dengan pakaian santainya. Keanu masih memakai pakaian sama, seperti yang dia pakai semalam.
Lalu pandangan Ellena bergulir pada jam yang menggantung di dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi. Tidak biasanya ke anu masih bersantai di jam segini, karena biasanya suaminya itu sudah rapi dan siap pergi ke kantor.
Ellena menghampiri Keanu karena penasaran. "Oppa, tumben jam segini masih santai? Apa kau tidak pergi ke kantor?!" tanya Ellena memastikan.
Keanu mengangkat wajahnya, dan menatap datar istrinya. "Hn, hari ini aku mengambil cuti. Kepalaku Masih agak pusing, dan aku malas untuk beraktivitas." ujarnya.
Ellena mengangguk paham. "Baiklah aku mengerti, segeralah mandi, setelah ini kita sarapan sama-sama. Lalu aku akan mengganti perban pada kening mu." Keanu mengangguk.
"Ya sudah aku akan mandi sekarang." Sebelum pergi, keanu menghampiri Ellena lalu mencium keningnya. Bibir pria itu tertarik keatas, begitu pula Ellena.
Kemudian Ellena meninggalkan kamarnya dan ke dapur. Dia masih harus menyiapkan kopi pahit untuk Keanu, bukan lagi rahasia bila seorang Xi Keanu tidak menyukai makanan dan minuman yang manis.
-
"Jordan kau bocah kurang ajar, kau bilang banyak wanita cantik di sini. Tapi yang ada kenapa malah nenek-nenek."
Alih-alih merasa bersalah, Jordan malah tertawa terpingkal-pingkal. "Itu bukan salahku paman. Aku hanya membantumu, supaya kau betah di sini. Makanya jadi pria jangan mata keranjang. Lihat yang bening dikit langsung saja terpanah!!!"
"Dasar bocah kurang ajar, bagaimana bisa Keanu hyung memiliki anak senakal dirimu!!"
"Nakal-nakal begiini aku juga keponakanmu paman!! Dan bagaimana bisa kau memiliki keponakan yang nakal seperti aku?!" jordan tak mau kalah.
"Dasar bocah menyebalkan, kenapa kau semakin pandai bicara saja. Sudahlah, Lebih baik aku kembali bekerja. Berdebat denganmu, lama-lama aku stress sendiri!!"
"Yee, jelas-jelas paman yang menyebalkan, bisa-bisanya malah lempar batu sembunyi tangan!!"
Vivian dan Hans, hanya bisa mendengus geli melihat kelakuan mereka berdua. Dante dan Jordan memang tidak pernah akur. Selalu saja ada yang diributkan setiap harinya, dan terkadang itu membuat yang lain kesel sendiri.
__ADS_1
-
"OMO!!! Key, apa yang terjadi pada telinga mu kenapa harus diperban?" tanya Rio penasaran.
Alih-alih menjawab, keanu malah mendengus sebal. Pertanyaan Rio mengingatkannya pada kejadian malam kemarin, dimana kepulangannya disambut dengan besi oleh Ellena.
"Jika kau penasaran, sebaiknya tanyakan saja pada Ellena." pinta Keanu sedikit tak bersahabat.
Sedangkan Ellena, hanya bisa meringis ngilu melihat tatapan sinis suaminya. Sepertinya Keanu masih sedikit sebab adanya, karena kejadian kemarin malam.
"Kenapa masih harus lagi, Oppa?! Bukankah aku sudah minta maaf padamu?! Sepertinya aku masih sangat dendam padaku?!" ujar Ellena.
Mendengar ucapan Ellena membuat Rio semakin penasaran, memangnya apa yang terjadi kemarin malam. Dan bagaimana bisa Keanu sampai terluka seperti itu. "Adakah yang bisa menjelaskan padaku?!" Rio menatap keduanya bergantian.
Keanu mendesah berat. "Kepulangan ku kemarin malam disambut tongkat kayu untuk Ellena. Dia menganggap ku maling lalu mengajar ku,"
"Itu bukan sepenuhnya salahku, siapa suruh Kau datang tanpa memberitahu ku. Aku pikir kau kan maling apalagi datang tengah malam, jadi siapa yang salah?!"
"Bisakah kita tidak usah membahas masalah itu lagi?! Kalian membuat mood ku berantakan saja!!" Keanu bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Meninggalkan Ellena dan Rio, yang masih bergeming dari duduknya.
Tak ingin suaminya semakin kesal, Ellena pun memutuskan untuk segera mengejarnya. Tentu setelah pamitan pada Rio. "Oppa, tunggu!!"
.
Keheningan menyelimuti kebersamaan Ellena dan Keanu di dalam mobil. Tak sepatah katapun keluar dari bibir mereka berdua, sepertinya Keanu masih kesal dengan Ellena, bukan... Lebih tepatnya pada obrolan mereka di cafe tadi.
Ellena menatap Keanu, mendesah berat. "Oppa, sampai kapan kau akan memasang wajah menyebalkan mu itu?!" tanya Ellena, tapi tak ada jawaban dari Keanu. Pria itu hanya melirik Elena sekilas, dan kembali fokus mengemudi.
"Astaga, kenapa kau malah jadi seperti bocah?! Xi Keanu, ingat kau bukan anak kecil lagi!!"
__ADS_1
"Masa bodoh, kalian berdua sudah membuat mood ku hancur saja!!"
"Kenapa kau malah menyalahkan ku juga?! Jelas-jelas Rio yang bertanya padamu, seharusnya hanya pada dia kau kesal, jangan padaku juga!! Lagi pula aku sudah minta maaf, kenapa kau masih memperpanjang masalah itu?!"
"Sebaiknya kau diam, mood ku benar-benar buruk hari ini!!" sinis Keanu.
Dan ada lagi percakapan di antara mereka berdua, keduanya sama-sama diam dalam keheningan. Keanu yang fokus pada jalanan, dan Ellena yang terus menatap keluar jendela. Elena memilih mengalah, karena jika diteruskan perdebatan mereka tidak akan ada habisnya.
.
Setibanya di rumah mereka pun masih saling diam, Keanu benar-benar mendiamkan Ellena. Pria itu turun dari mobilnya, tanpa berkata apa-apa dia melenggang pergi begitu saja.
Lagi-lagi Elena hanya bisa mendesah berat, wanita itu segera turun dari mobil suaminya lalu masuk ke dalam. Perang dingin mereka harus segera dihentikan, kali ini Ellena yang mengambil inisiatif lebih dulu.
Ellena mempercepat langkahnya dan menyusul Keanu yang sudah menaiki tangga. Tanpa berkata apa-apa Elena menarik lengan Keanu, lalu mempertemukan bibir mereka.
Ellena mencium bibir Keanu dengan kasar, jika biasanya Keanu yang melakukan hal itu untuk membujuk Ellena yang sedang marah. Hari ini malah sebaliknya, Ellena yang melakukan itu untuk membujuk Keanu. Dan berhasil.
Ciuman kali ini dikuasai sepenuhnya oleh Keanu, Keanu menekan tengkuk Ellena dan terus *****@* bibirnya dengan kasar.
Dan melalui ciuman itu, kamu ingin meluapkan semua kekesalannya pada sang istri. Memang bukan salah Ellena, tapi setiap ada yang membahas luka di keningnya, itu akan membuat Keanu teringat pada insiden malam kemarin.
Dan ciuman mereka baru berakhir, saat Keanu merasakan pukulan pada dadanya. Ellena sudah kehabisan nafasnya, diakui jika kalian benar-benar gila kali ini. "Bagaimana, aku masih kesal dan marah padaku?" tanya Ellena pada suaminya itu.
"Bagaimana aku bisa marah terlalu lama padamu, Sayang. Maaf atas sikapku tadi, aku tidak bermaksud untuk bersikap dingin dan Acuh padamu. Aku juga tidak terlalu menyalahkan mu, hanya saja kenapa Rio harus membahasnya."
"Aku mengerti, sebaiknya tidak usah dibahas lagi. Ayo aku akan mengganti perban di kening mu,"
Keanu mengangguk. "Baiklah,"
__ADS_1
-
Bersambung