
Riders tercinta, jangan lupa baca juga ya, new novel Author yang baru netes. Judulnya AKIBAT CINTA SATU MALAM tinggalkan like koment juga. 🙏🙏🤗🤗
-
"Ke-Keanu, kakimu?Ja-jadi, selama ini kau tidak lumpuh dan hanya berpura-pura saja?!!"
Keanu tersenyum meremehkan melihat keterkejutan Ramon dan beberapa orang yang berada di ruangan itu.
"Kenapa, Paman? Bukankah aku memberikan kejutan yang sangat manis untuk kalian semua?!! Ya, aku memang tidak lumpuh ataupun cacat. Selama ini aku hanya berpura-pura saja hanya untuk menunggu hari ini tiba. Hari di mana pembunuh ibuku menampakkan dirinya," jawab Keanu dengan seringai yang sama.
"A-Apa maksudmu berkata seperti itu?" kedua iris berbeda warna itu bertemu. Ramon terkejut ketika mata hitam pria itu menatap lekat ke arahnya. Xi Keanu, tengah menatapnya nyalang.
"Apa penjelasan ku masih kurang jelas, Paman? Apa perlu aku perjelas lagi, jika kaulah orang di balik kecelakaan yang menimpa kami 15 tahun yang lalu. Kecelakaan yang membuat ibu terenggut dariku. Dan aku sudah lama sekali menunggu hari ini tiba, dan aku sangat berterimakasih padamu karena pada akhirnya kau mengakuinya dengan suka rela,"
"A-Atas dasar apa kau menuduhkan, Xi Keanu?" Ramon mulai berkeringat dingin.
"Hahaha!!! Kenapa kau menganggapnya begitu serius, Paman? Lagipula tidak mungkin kan jika kau membunuh adik kandungmu sendiri hanya demi mendapatkan harta peninggalannya?" Keanu menyeringai.
"Maksudmu apa? Kenapa kau berpikir jika Ibumu dan aku adalah saudara kandung? Dia adalah wanita yang berasal dari keluarga bermarga Wu,"
"Menurutmu begitu? Tapi sayangnya aku sudah mengetahui fakta besar yang selama ini kalian sembunyikan dariku. Rebecca, adalah nama ibu kandungku yang kalian tukar dengan wanita yang berasal dari keluarga Wu."
"Kalian menempatkan dia di dalam keluarga Wu, sedangkan wanita dari keluarga Wu kalian masukkan ke dalam keluarga Xi demi keuntungan kalian sendiri. Kalian menukar wajah mereka untuk memuluskan rencana kalian, dan kemudian menikahkan Ibu dengan bajingan itu. Apakah aku salah, Paman?" lagi-lagi Keanu mengumbar seringai meremehkan.
Sedangkan Kakek Xi yang sejak awal memang tidak tau apa-apa hanya bisa terdiam tanpa mampu berkata-kata.
"Dan aku sangat bersyukur karena dia mendapatkan kasih sayang dan saudara yang begitu menyayanginya, tapi sayangnya kebahagiaan itu tidaklah bertahan lama. Karena konspirasi yang kalian lakukan, kau terutama...." Keanu menunjuk Marry yang tampak gemetar ketakutan.
"Jika saja kau tidak datang dalam keluarga ini, pasti ibuku masih hidup sampai sekarang. Selama ini aku membiarkan kalian semua tetap hidup bukan karena aku berbalik hati dan menutup mata untuk kejahatan yang telah kalian semua lakukan padaku dan ibu? tapi karena aku sedang mempersiapkan neraka untuk kalian semua." Tutur Keanu.
Kemudian pandangan Keanu bergulir pada kakek Xi. "Sekarang Kakek tau bukan kenapa Ibu menitipkan padamu untuk kau jaga, dan meminta agar kau selalu berada di sisiku? Karena aku adalah cucu kandungmu. Ibu tidak bisa mengatakannya karena wajahnya telah di ubah oleh manusia-manusia tak berhati ini." Keanu menunjuk Ramon, Sam dan Almira. Tatapannya tajam dan berkilat penuh emosi.
"Cepat atau lambat, aku pasti akan menemukan dalang utama di balik kematian Ibuku!! Dan jika kau memang tidak melakukannya, kau tidak perlu setegang itu, Paman!! Dan satu lagi, tidaklah kau ingin merayakan jika ternyata keponakanmu tidaklah lumpuh dan cacat," lagi-lagi Keanu menunjukkan smrik iblisnya yang membuat siapa pun merinding ketika melihatnya.
Ramon sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Dia bungkam dan diam 1000 bahasa mendengar kebenaran yang baru saja Keanu beberkan. Dia sungguh tidak menyangka bila Keanu akan mengetahui fakta jika Erica Wu adalah Xi Rebecca. Ternyata Keanu bukanlah pria yang bisa di remehkan. Dia lebih berbahaya dari seekor ular berbisa yang siap mematok mangsanya.
Dan yang menjadi pertanyaannya, dari mana Keanu mengetahui semua kebenaran itu? Lalu apakah Keanu benar-benar tidak tau atau hanya pura-pura tidak tau, jika sebenarnya dialah dalang di balik kecelakaan yang menimpa Ibu kandungnya?
"Ayah, mengenai Rebecca aku bisa menjelaskannya. Aku-"
"CUKUP!! Ayah tidak ingin mendengarkan alasan apapun yang keluar dari mulutmu, kau sudah sangat mengecewakan Ayah. Mulai detik ini, aku bukan lagi Ayahmu dan kau bukan lagi putraku. Tinggalkan perusahaan, kalian Ayah pecat!!"
"Itu artinya kau tidak memberiku pilihan," Ramon menyeringai. Pria itu menyambar senjata api miliknya yang tergeletak di lantai dan kemudian mengarahkan pada kepala kakek Xi. Pistol itu Ramon genggam menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya terluka akibat belati Ellena.
"Sebaiknya kau enyah dari dunia ini saja, aku akan segera mengirimu untuk menyusul putri tercintamu itu,"
"KAKEK!!! AWAS, REM SEPEDA KAMI BLONG!!!"
Di saat suasana sedang tegang-tegangnya, tiba-tiba Marcell dan Henry datang sambil berboncengan sepeda. Sepeda itu masuk ke dalam rumah karena tidak bisa di rem. Kedua mata Ramon lantas membelalak dan...
__ADS_1
Bruggg.....!!!
Tubuhnya terdorong kebelakang dan masuk ke dalam ember berisi cairan perekat yang ada di samping sofa. Tubuh Ramon jatuh dengan tidak elitnya, pantatnya masuk ke dalam ember tersebut. Sedangkan Marcell dan Henry jatuh di atas tubuh Sam dan Marshanda secara tidak sengaja.
"KALIAN!!" geram mereka bertiga serempak.
"Maaf, maaf, kami sungguh-sungguh tidak sengaja," jawab keduanya.
Marcell dan Henry menatap semua orang yang ada di sana satu persatu. Dan mereka sangat terkejut saat mengetahui jika ternyata Keanu tidaklah lumpuh dan cacat. Pria itu bahkan bisa berdiri dengan tegap.
"Paman,kakimu?" seru Henry sambil menunjuk kaki Keanu dengan tatapan tak percaya.
"Hn, aku tidak lumpuh."
"Dan sebenarnya ini ada apa? Kenapa kalian semua terlihat sangat tegang?" tanya Marcell penasaran.
"Mereka berempat tiba-tiba datang dan membuat keributan. Mereka memaksa suapaya Keanu mau menikahi wanita itu, jelas-jelas dia itu suamiku. Bahkan mereka mengancam akan membunuhku tadi," tutur Ellena memaparkan. Ellena mencoba memprovokasi mereka berdua.
Karena dia pikir membuat sedikit pertunjukkan untuk memberi pelajaran pada mereka berdua tidak ada salahnya.
"Benarkah? Jadi mereka berusaha menyakitimu?" Ellena mengangguk
"Wanita jalang!! Berani sekali kau memfitnah kami!! Kau sudah bosan hidup ya?!!" geram Almira angkat bicara.
"Nah 'kan, bahkan wanita itu mengancamku!!" Ellena menyeringai. Sedangkan Keanu hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ellena.
"Wanita tua!! Berani sekali kau mengancam Bibi kami!! Kau sudah bosan hidup ya?!" teriak Henry marah.
Kedua mata Almira membelalak melihat mereka berlari menghampirinya. Tubuhnya ambruk di lantai dengan sangat tidak elit.
Marcell dan Henry mengikat tangan dan kakinya kemudian melepas pakaiannya dan menyisahkan kain tipis yang dia pakai sebagai dalam** dress yang membalut tubuhnya.
Kemudian Almira di angkat dengan sebuah tongkat panjang, persis seperti orang-orang mengangkat tubuh babi hutan, tubuh Almira menggelantung ke bawah, dengan tangan dan kaki diikat pada tongkat tersebut.
"Yakk!! Bocah sialan lepaskan aku, kalian akan membawaku kemana? Sam, Ramon, kalian jangan diam saja!! Cepat selamatkan aku!! Yakk!! Bocah setan, lepaskan aku!!" teriak Almira menuntut.
"Diamlah, wanita tua!! Kami akan membuatmu popular dan menjadi trending di mana-mana,"
"Apa maksud kalian?"
"Kami akan membawamu ke pusat kota dan memajangmu di sana," jawab Henry dengan santainya.
Sontak saja kedua mata Almira membelalak saking kagetnya. "APA?!!! TIDAK!!!"
"Hahahah...! Nenek, nikmati saja deritamu ini,"
"KALIAN BOCAH SETAN!!!"
-
Keanu menjatuhkan tubuhnya pada lantai kamarnya yang terasa dingin dan keras. Menggunakan salah satu lututnya sebagai tumpuan lengannya. Tangan kirinya menarik dasi yang menggantung di lehernya, dan membuka. tiga teratas kancing pada kemejanya.
__ADS_1
Keanu terlihat begitu kacau. Sepasang mata hitamnya yang biasanya terlihat tajam dan berbahaya, saat ini justru terlihat sendu dan kosong.
Dan detik berikutnya Keanu merasakan sebuah kehangatan ketika. sepasang tangan memeluknya dengan erat. Orang itu berlutut di depan Keanu yang diam layaknya sebuah patung, bahkan dia tidak membalas pelukan Ellena.
Hati Ellena rasanya seperti di remas-remas melihat keadaan Keanu saat ini. Dia terlihat begitu rapuh.
"Jika ingin menangis, menangislah dan jangan di tahan. Bahuku siap menampung semua air matamu," Ellena mengusap punggung Keanu dengan gerakkan naik-turun.
Keanu mendengus geli. "Aku tidaklah semenyedihkan itu, Nyonya Xi. Aku hanya merasa buruk saja, dan hatiku sekarang terasa lebih ringan setelah aku mengungkapkan semua yang selama lima belas tahun aku pendam sendirian. Dan sekarang aku tidak perlu berpura-pura menjadi Steven Xiao jika ingin menemanimu keluar." Tutur Keanu.
Ellena mengalungkan kedua tangannya pada leher Keanu kemudian duduk di atas pangkuannya. "Lalu bagaimana jika tiba-tiba aku merindukan, Steven Xiao?" Ellena menggerakkan jarinya di atas bibir Kissable Keanu.
"Maka aku akan datang sebagai, Steven Xiao seperti yang kau inginkan,"
"Bagaimana kalau aku ingin menemuinya sekarang?" tanya Ellena lagi.
"Mudah saja,"
Keanu melepaskan Vest dan kemeja lengan panjangnya menyisahkan singlet putih yang menjadi dalaman kemejanya, kemudian memakai Vest itu sebagai luaran singletnya. Keanu juga menarik sebagian poninya ke atas dan menyisahkan sedikit yang menempel pada keningnya.
Ellena tersenyum dan kemudian mencium singkat bibir Keanu. "Kau memang yang terbaik, Xi Keanu," ucapnya dan kembali mencium bibir Keanu untuk yang kedua kalinya.
"Aku anggap itu sebagai pujian,"
"Oya, Key...Lalu apa rencanamu selanjutnya Setelah kau membuka rahasia yang telah kau simpan selama lima belas tahun ini? Jangan bilang jika kau melepaskan mereka begitu saja?" tanya Ellena penasaran.
Keanu menarik ujung hidung Ellena. "Hn, tentu saja tidak. Bahkan aku sudah menyiapkan sebuah kejutan yang sangat manis untuk mereka, Ramon, Almira dan Sam terutama. Jadi lihat dan tunggu saja bagaimana aku akan mengatasi mereka bertiga," tutur Keanu dan kemudian mencium bibir Ellena.
"Lalu bagaimana dengan mantan istrimu yang gatel seperti ulat bulu itu? Sepertinya dia tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu dan mengusik ketenangan kita,"
"Lalu aku ingin supaya aku bagaimana? Atau kau ingin supaya aku menghabisinya? Jika kau menyetujuinya maka aku akan melakukannya untukmu," tandasnya memaparkan.
"Jangan!! Aku tidak setuju jika kau sampai membunuhnya!!"
"Lalu kau ingin supaya aku bagaimana?"
Ellena menyeringai. "Serahkan saja padaku, urusan wanita itu serahkan saja padaku. Aku memiliki rencana untuk mengatasi benalu seperti mereka. Dan ngomong-ngomong, apa kau tidak ingin pergi kemana-mana hari ini?" Ellena menatap langsung sepasang mata amber milik Keanu. Warna mata yang dia warisi dari mendiang ibunya, yang selama ini dia sembunyikan di balik lensa hitamnya.
"Kenapa? Apa kau ingin pergi ke suatu tempat?" tanya Keanu yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena. "Memangnya kau ingin pergi ke mana?"
"Kediaman keluarga, Su."
Keanu memicingkan matanya. "Untuk apa?"
"Aku meninggalkan barangku yang sangat penting di sana. Barang yang mungkin bisa membawaku kembali pada keluarga kandungku,"
"Kalau begitu bersiap-siapalah, aku akan mengantarkanmu," ucap Keanu yang kemudian di balas anggukan oleh Ellena.
"Baiklah,"
-
__ADS_1
Bersambung