SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Cantik-Cantik Tapi Rakus


__ADS_3

Cakrawala senja menampilkan pesonanya. Dengan mata telanja** seorang wanita menatap indahnya pesona senja dengan senyum yang mengurai lebar.. Semilir angin membuat tatanan rambut coklat panjangnya yang terurai sedikit berantakan. Dengan lembut, ia menyelipkan beberapa anak rambut ke belakang telinga.


"Kenapa senja selalu terlihat indah jika di pandang?" gumam wanita itu yang pastinya adalah Ellena.


Ia masih berdiri. Hingga beberapa menit kemudian ia memilih meletakkan tubuhnya di hamparan rumput yang diinjaknya. Masih dengan ekspresi yang sama, sang dara berdiam diri sambil menekuk kedua lutut.


Wajahnya mendongak ketika mendengar derap kaki yang bergesekan dengan hamparan rumput. Senyum di bibirnya semakin lebar melihat siapa yang datang.


"Akhirnya aku menemukanmu."


Ellena menarik lengan Keanu untuk duduk di sampingnya. Mereka berdua memandang senja dengan senyum terurai lebar di bibir masing-masing.


"Lihatlah itu, Key. Burung camar itu, sepertinya mereka terbang melintasi langit dan pulang ke sarangnya. Bukankah sangat indah dan menakjubkan. Mereka berkelompok dan terlihat begitu akur."


"Hn,"


"Terkadang aku merasa bingung dengan jalan pikiran manusia. Hewan saja bisa akur dan saling melindungi, tapi kenapa manusia malah saling bermusuhan dan berusaha untuk menghabisi. Bukankah itu sangat menyedihkan dan terasa menyayat hati," Ellena menoleh, matanya mengunci langsung pada sepasang mutiara berwarna amber milik Keanu.


"Karena manusia memiliki sifat serakah sementara hewan tidak. Manusia tidak pernah merasa cukup dengan apa yang mereka miliki, sehingga muncul sifat iri dengki di hati mereka. Itulah yang membuat manusia menjadi tamak dan selalu menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan." Tutur Keanu panjang lebar.


"Dan kenapa Tuhan harus menciptakan manusia dengan sifat mengerikan seperti itu? Semua itu terlalu sulit untuk di pahami."


Ellena menyandarkan kepalanya pada bahu lebar suaminya. "Kau tidak perlu berusaha untuk memahaminya. Sudah hampir petang, dan bisakah kita pulang sekarang?" Keanu menatap mata Ellena dan kemudian mengangguk.


"Tunggu dulu, sebelum pulang bisakah kita mampir dulu ke toko roti Rose Bakerie aku dengar roti panggang kejunya sangat enak. Aku jadi ingin mencobanya juga." Rengek Ellena memohon.


"Baiklah, kita mampir dulu sebentar."


-


"SIMON!!"


Simon terlonjak kaget dan terkejut bukan main mendengar seruan keras Dellia. Buru-buru dia melepaskan rangkulannya pada bahu dua wanita Rusia yang di sewanya.


"Sayang, kau di sini? Kau jangan salah paham dulu. Ini semua tidak seperti yang kau lihat. Aku bisa menjelaskannya."

__ADS_1


"Siapa mereka, dan kenapa mereka ada di kantormu dan memelukmu dengan semesra itu? Lalu lipstick di kemejaku itu, apa itu lipstick salah satu dari mereka berdua?" tanya Dellia menuntut penjelasan.


"Kau jangan marah apalagi salah paham padaku. Ini lisptick bukan lispstick mereka tapi lipstick banci yang tadi mencoba menggodaku. Sedangkan mereka aku datangkan untuk memijit bahuku, bahuku rasanya pegal semua dan kau selalu menolak saat aku memintamu memijitnya."


"Benarkah?" kau tidak membohongiku bukan?" Dellia menatap Simon penuh selidik.


"Tentu saja tidak. Mana mungkin aku membohongimu, wanita tercintaku. Oya, ada apa kau kemari? Apa kau begitu merindukan diriku? Oya, kau bilang kau ingin membeli tas baru? Bagaimana kalau kita pergi sekarang saja? Kebetulan aku sedang free," ucap Simon yang langsung di sambut baik oleh Dellia.


"Huaaa, jadi kau masih ingat? Baiklah ayo kita pergi sekarang." Dellia memeluk lengan Simon dengan mesra.


Dan keduanya berjalan beriringan meninggalkan ruangan kerja pria itu. Dellia terlihat begitu bahagia, dan dia tidak terlihat kesal lagi.


"Sepertinya kau sangat bahagia, Sayang ? Hahaha, senang sekali rasanya melihatmu tersenyum lagi."


-


Keanu menghentikan mobilnya di khawasan Hongdae. Bukan sebagai Xi Keanu, tapi dia sebagai Steven Xiao. Ellena mengatakan jika dia sangat merindukan Steven Xiao, si brandalan tampan yang merupakan sisi lain dari Xi Keanu.


Ellena turun dari mobil Keanu kemudian menghampiri pria itu dan langsung memeluk lengan terbukanya.


"Baiklah,"


Ellena memeluk lengan terbuka Keanu dengan mesra. Dan keduanya berjalan beriringan menuju kedai yang Ellena maksud.


Namun langkah kaki mereka terhenti saat iris coklat Luna menangkap sebuah pemandangan yang cukup menggelikan. Di mana seorang pria terlihat duduk termenung di sebuah bangku di taman Hongdae.


"Bukankah itu, Leon Oppa." Ucap Ellena sambil menunjuk orang yang dia yakini sebagai Leon.


"Tapi sedang apa dia di sana?" Keanu memicingkan matanya. Ellena menggeleng.


"Aku juga tidak tau. Sepertinya dia sedang bersedih. Bukan, bukan, bukan tapi patah hati. Ono!!! Mungkinkah itu ada hubungannya dengan Shifanya dan Alden Oppa?" Ellena menatap Keanu penasaran.


Keanu memicingkan matanya. "Kau memanggil mereka berdua dengan sebutan Oppa, tapi kenapa padaku tidak? Padahal aku ini adalah suamimu dan usiaku 4 tahun lebih tua darimu." Tutur Keanu.


"Itu terlalu menggelikan. Aku tidak mau memanggilmu, Oppa. Jadi jangan memaksaku," Ellena beranjak dari hadapan Keanu dan berjalan menghampiri Leon. Sedangkan Keanu hanya bisa mendengus, melanjutkan langkahnya dan kemudian menyusul Ellena.

__ADS_1


Dari jarak dua meter Keanu melihat Ellena yang berusaha menghibur Leon yang sepertinya sedang patah hati. Kakak sepupunya itu terlihat begitu sedih dan terlihat sedikit menggelikan.


"Sudahlah, Oppa. Tidak perlu di pikirkan lagi, kalau kalian berdua memang di takdirkan untuk berjodoh, pasti kalian berdua akan bersatu, tapi kalau tidak ya relakan saja dia bersama orang lain."


"Hiks.. Hiks... Hiks.. Huaaa...!!" Bukannya tenang, Leon malah menangis histeris, bahkan dia menghiraukan dengan tatapan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Dan hal itu membuat Ellena menjadi panik sendiri.


Keanu menghampiri mereka dan langsung memukul punggung Leon. "Ck, berhentilah bersikap menggelikan Leon Wu!! Seperti tidak ada wanita lain lagi saja di dunia ini. Hapus air matamu dan berhentilah bertingkah seperti bocah!! Ell, ayo kita pergi dari sini." Keanu meraih tangan Ellena dan menariknya pergi.


Dia terlalu geli melihat tingkah Leon yang sangat kekanakan itu. Sedangkan Ellena hanya bisa pasrah dan menurut saja. Dan Ellena tidak tau kemana Keanu akan membawanya pergi.


.


.


Ellena dan Keanu berjalan di sepanjang sungai Chyeonggyeocheon sambil mengamati beberapa karya seni seperti patung dan lukisan di setiap sisi jalan yang mereka lewati.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, dan keberadaan mereka di sana cukup menarik perhatian pejalan kaki yang tidak sengaja berpapasan. Cantik dan tampan, sungguh perpaduan yang sempurna


Ellena memeluk lengan suaminya dengan begitu mesra, seolah-olah ingin menyampaikan pada seluruh dunia bila Keanu adalah miliknya. Sangat menggelikan memang. Namun Keanu tidak merasa keberatan ataupun berniat menegur Ellena. Keanu membiarkan wanita itu melakukan apapun yang dia inginkan.


"Wah, itu kedai ice cream. Key, aku aku ice cream. Kita beli ya," rengek Ellena sambil menatap Keanu dengan tatapan memohon.


Dan ekspresi Ellena yang begitu menggemaskan membuat Keanu tidak tahan untuk tidak menjitak kepalanya. Alih-alih kesal dan marah. Ellena malah terkekeh geli.


Dan wanita itu terlihat begitu antusias karena Keanu mau menuruti permintaannya.


"Iya, tapi jangan memasang mimik muka menggelikan seperti itu." Cibir Keanu sambil menarik ujung hidung mancung Ellena.


Wanita itu terkekeh geli. "Kau memang yang terbaik. Ayo, kau harus memberikan ice cream rasa coklat dengan porsi jumbo." Dengan antusias Ellena menarik Keanu menuju kedai ice cream tersebut.


"Dasar kau ini. Cantik-cantik tapi rakus."


-


Bersambung.--

__ADS_1


__ADS_2