
Seorang wanita terlihat mondar-mandir di kamarnya. Pandangannya bebera kali bergulir pada jam yang menggantung di kamarnya. Dan waktu sudah menunjuk pukul 18.00 petang. Wanita itu terus saja mondar-mandir sambil menggigit ujung kukunya.
"Aisshh....!! Kenapa aku malah memberikan tantangan segila itu pada Keanu?! Ellena Xi, sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan?! Bagaimana bisa kau memberikan tantangan seperti itu pada suamimu, yang jelas-jelas tenaganya seperti kuda!!" Ellena memukul kepalanya sendiri.
Bukan Keanu yang akan kalah. Bisa-bisa malah dirinya sendiri yang tidak bisa berjalan besok pagi. Ellena terus memutar otaknya, mencoba mencari jalan keluar untuk masalahnya itu.
"Atau aku pura-pura sakura saja? Tidak, tidak, tidak, dia itu kan sangat peka. Berpikir Ellena, berpikir." Ucap Ellena pada dirinya sendiri. Tapi otaknya terasa buntu hingga dia tidak bisa berpikir dengan jernih.
Cklekk...
Suara decitan pintu di buka dari luar membuat Ellena terlonjak kaget. Terlihat sosok Keanu berjalan menghampirinya, dan hal tersebut membuat Ellena gugup setengah mati.
Bagaimana jika Keanu langsung menyerangnya sekarang? Bagaimana jika Keanu menagih tantangannya itu? Lagi-lagi Ellena menggelengkan kepalanya. Dan tingkah Ellena yang begitu menggemaskan itu membuat Keanu mendengus geli.
Tanpa bertanya pun, tentu saja Keanu tau apa yang membuat istrinya itu begitu panik dan gugup seperti itu. "Ahhh," Ellena memekik kaget saat tiba-tiba Keanu menarik pinggangnya dan membuatnya jatuh dalam pelukannya.
Buru-buru Ellena menutup matanya ketika melihat Keanu semakin mendekatkan wajahnya. Kedua matanya tertutup rapat. Jantungnya berpacu cepat. Keanu terkekeh, dia mengerti apa yang ada di dalam pikiran Ellena.
"Kenapa kau menutup matamu begitu? Memangnya apa yang sedang kau pikirkan, hm?" pertanyaan Keanu menginterupsi Ellena untuk membuka kembali matanya. Wanita itu berkedip beberapa kali. Sedangkan Keanu terkekeh geli. "Apa ini yang kau harapkan?" ucapnya dan kemudian mencium bibir Ellena.
Kedua tangannya membingkai wajah Ellena, bibirnya terus melum** bibir yang selalu terlihat menggoda di matanya.
Meskipun sempat terkejut, namun pada akhirnya Ellena bisa menerima ciuman suaminya itu dengan sangat baik. Bahkan Ellena membalas ciuman Keanu yang semakin panas itu.
Sebelah tangan Ellena bergelayut manja pada leher Keanu, sedangkan tangan satu lagi meremas lengan berototnya yang tersembunyi di balik lengan kemeja hitamnya.
Keanu menarik diri sesaat untuk menatap wajah cantik Ellena yang tampak memerah, mata ambernya memancarkan gairah seperti api yang berkobar di tengah kegelapan malam. Dan api itu menyambar Ellena dengan cepat, sehingga kupu-kupu dalam perutnya semakin lincah menari-nari mengirimkan gelenyar panas keseluruh sel-sel dalam tubuhnya, ketika sekali lagi Keanu menciumnya dengan lebih bergairah,.
Ellena menguatkan kaitan tanganya di leher kekar suaminya, mencoba untuk tidak jatuh dari posisinya. Dan seperti mengetahui bahwa kekuatan kedua kaki Ellena hanya tersisa sekitar lima persen lagi, Keanu segera mengangkat tubuhnya tanpa melepaskan tautan bibirnya, dan merebahkan tubuh Ellena dengan lembut di atas tempat tidur dengan tubuhnya yang menindih di atas.
__ADS_1
Di saat bibirnya tengah menginvasi bibir tipis Ellena. Tangannya sibuk membuka dress bermotif bunga itu dan berusaha menanggalkannya dari tubuh Ellena dengan mulutnya yang masih sibuk mengecapi mulut hingga tulang selang** nya.
Dan Ellena membantu semampu yang dia bisa, dengan mengangkat tubuhnya dari tempat tidur untuk membantu Keanu dalam melepas dressnya.
Dan ketika pada akhirnya hanya tersisa benda berenda berwarna hitam yang melindungi bukit kembarnya. Keanu langsung menghentikan cumbuannya dan memandang ke arah ke dua bukit kembar itu dengan pandangan lapar. Keanu menyeringai membuat Ellena merinding sendiri.
"Sepertinya kau sudah mempersiapkan dirimu dengan baik, Sayang." Lagi-lagi Keanu menyeringai.
"Apa kita akan melakukannya sekarang?" Ellena menatap Keanu dengan tatapan bertanya. Terlihat pria itu mengangguk samar. "Ta-tapi ini masih sore, ap-apa kau yakin?" Ellena menatap Keanu dengan pandangan cemas.
"Menurutmu?"
Dan bibir Keanu kembali pada bibir Ellena, mencumbunya seperti tadi. Tangannya menelusuri tubuh Ellena, membelainya mulai dari pipi dan terus turun dan kemudian berlama-lama dibagian perut ratanya, hingga akhirnya Ellena sedikit terkejut dan perutnya menegang seketika saat tangannya menyelusup ke dalam, memasuki pengaman bawahnya yang ia tahu sudah mulai basah sejak pertama kali Keanu mencumbunya.
Ellena mengerang ketika bibir itu terlepas dari bibirnya, dan jarinya menemukan organ sensitivenya.
Wajahnya yang hanya berjarak beberapa centi dari wajah Ellena, membuat wanita itu merasakan nafas hangat beraroma mint yang begitu memabukkan dan menjadi candu untuknya.
Ellena mendongkakan kepalanya kebelakang ketika Keanu menyelipkan jarinya di Miss-nya, menggeseknya perlahan, memainkan daging kecil itu dan membuat Ellena kembali mengeluarkan sesuatu lebih dan lebih yang semakin menambah sensasi tersendiri dalam permainan mereka kali ini.
Dan bibir kissable -nya kembali mencumbu Ellena lebih keras ketika permainan jemarinya semakin cepat dibawah sana, hingga akhirnya Ellena mengerang di dalam mulutnya.
Ketika Keanu melepaskan tautan bibirnya, kedua mata Ellena terasa berkabut oleh sensasi yang baru saja dia rasakan itu, sungguh sangat luar biasa dan Ellena sangat menyukainya.
Sensasi yang dulu hanya dia peroleh dari permainan yang ia ciptakan sendiri dengan perpaduan imajinasi liarnya yang menyesatkan, jangan salahkan Ellena, tapi salahkan sahabat gilanya yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Inggris, yang memiliki tingkat kemesuman di atas rata-rata.
Tapi sungguh demi apapun kenikmatan yang ia peroleh saat ini amat sangat jauh berbeda dari kenikmatan yang pernah dia ciptakan sendiri. Dan itulah kenapa Ellena tidak pernah menolaknya ketika Keanu menginginkannya, karena Ellen juga sangat menginginkannya.
Dan selanjutnya bukan hanya bibir mereka saja yang menyatu, tapi juga tubuh dan jiwa mereka. Yang di persatuan oleh perasaan tulus saling mengasihi.
__ADS_1
.
.
.
Marcell dan Henry merasa geli sendiri melihat cara jalan Ellena yang terlihat aneh itu. Mereka berdua tau apa yang membuat bibi kesayangannya itu sampai berjalan seperti itu. Tapi mereka tidak ingin berkomentar karena takut kena damprat oleh Ellena dan Keanu.
"Kenapa kalian berdua menatapku seperti itu?" ucap Ellena dan menatap keduanya satu persatu.
Mereka berdua buru-buru menggeleng. "Tidak," jawab keduanya dengan kompak.
Tapi sayangnya Ellena tidak mudah di bohongi. Ellena tau betul apa yang sebenarnya sedang mereka pikirkan saat ini, bukan salah mereka jika berpikir yang tidak-tidak, tapi salahkan Keanu yang bermainnya sedikit liar dan kasar. Sampai-sampai membuat Ellena kesulitan berjalan.
Di sini mereka sekarang. Mereka tengah berkumpul di meja makan untuk menyantap makan malamnya. Di sana hanya ada Ellena, Henry dan Marcell.
Penny dan Marry tidak menampakkan batang hidungnya sejak sore tadi. Bukan karena mereka tidak ingin ikut makan malam, tapi menjalani hukuman dari Keanu.
Bukan hanya Penny dan Marry saja. Sosok kakek Xi dan Keanu juga belum menampakkan batang hidungnya.
Saat ini Keanu sedang mandi, sedangkan Kakek Xi pergi sejak siang tadi dan belum kembali sampai saat ini.
Baik Ellena, Keanu, Marcell dan Henry, mereka tidak tau kemana kakek Xi pergi. Tapi mereka tak ingin terlalu memikirkannya juga karena itu bukanlah urusan mereka.
Selang beberapa saat, Keanu datang dan bergabung dengan mereka bertiga. Dan mereka menyantap makan malamnya dengan tenang. Tak ada satu patah kata pun yang keluar dari bibir mereka bertiga, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling bersentuhan, dan memecah dalam keheningan.
-
Bersambung
__ADS_1