
Halo kakak-kakak sekalian. Jangan lupa buat baca juga new novel Author yang baru netes ya. CINTA TULUS UNTUK KUPU-KUPU MALAM. Like koment selalu di tunggu 🙏🙏🙏
-
Sikap manja Ellena semakin hari malah semakin menjadi. Wanita itu tak pernah mau jauh dari suaminya apalagi di tinggal sendirian ketika malam tiba. Ellena selalu menahan Keanu di sisinya sepanjang malam dan tak mengijinkan suaminya itu beranjak satu detik pun dari sisinya.
Bahkan hari ini Ellena ngotot untuk ikut ke kantor. Dan Keanu tidak bisa menolak apalagi melarangnya. Karena jika di larang pasti Ellena akan merajuk dan mengancam akan mogok makan.
Saat ini Ellena sedang duduk santai di kursi kerja suaminya. Keanu sedang rapat bersama para dewan direksi dan belum kembali sampai sekarang.
Diam tanpa melakukan apa-apa lama-lama membuat Ellena merasa bosan. Wanita itu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dinding kaca di belakang meja kerja suaminya. Dari tempatnya berdiri Ellena bisa melihat hiruk-piruk kota.
CKLEKK..
Wanita itu menoleh saat indera pendengarannya menangkap suara decitan pintu di buka dari luar. Terlihat sosok tampan dalam balutan setelan jas hitam memasuki ruangan. Ellena tersenyum lebar, wanita itu menghampiri suaminya dan langsung memeluknya.
"Kenapa lama sekali? Aku bosan," rengek Ellena. Wanita itu mengangkat wajahnya dan menatap Keanu yang juga menatap padanya.
"Hn, maaf. Lalu kau ingin aku bagaimana sekarang? Aku akan menebusnya."
"Cium aku," Ellena menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya. Keanu mendengus geli. Pria itu menarik tengkuk Ellena dan kemudian mencium bibirnya.
Ciuman itu hanya berlangsung beberapa detik saja. Tanpa ada pagutan yang berarti, hanya lum*tan singkat namun dalam. "Aku lelah dan ingin tidur, Oppa... Bisakah kau menemaniku sebentar," rengek Ellena memohon. Keanu mendengus geli. Rasanya dia ingin sekali menjitak kepala Ellena saking gemasnya.
Pria itu menganggukkan kepala, lalu membawa Ellena ke dalam sebuah ruangan yang dulu sering Keanu gunakan ketika sedang lembur. Jauh sebelum menikahi Ellena.
Keanu membaringkan tubuh istrinya dengan perlahan dan hati-hati. Takut jika yang ia lakukan akan menyakiti Ellena nantinya."Tidurlah, aku akan di sini dan menemanimu." Keanu mengecup kening Ellena dan ikut berbaring di sampingnya.
Tidak sampai sepuluh menit. Wanita itu sudah terlelap dalam mimpinya. Keanu tersenyum tipis. Hatinya menghangat melihat wajah damai Ellena yang saat ini tengah tertidur pulas di dalam pelukannya.
"Aku pasti akan menjaga kalian, aku tidak akan membiarkan kalian sampai terluka dan tersakiti. Dan aku tidak akan memaafkan siapa pun yang berani menyakitimu. Aku berjanji dan bersumpah." Satu kecupan mendarat dikening Ellena.
-
"Uang.. Uang... Aku punya banyak uang... Hahaha... Aku kaya, aku kaya."
__ADS_1
Seorang wanita terlihat menghambur-hamburkan daun-daun kering yang berguguran di tepi jalan. Wajah dan pakaiannya lusuh. Rambutnya awut-awutan. Di samping dia duduk banyak kantong plastik dan paper bag bekas dan beberapa botol bekas air mineral.
Orang-orang yang lewat dan melintas di sana saling berbisik dan tak sedikit yang menertawainya. Ada pula yang merasa iba dan juga prihatin.
Wanita itu terus melemparkan daun-daun itu ke udara sambil berteriak 'Uang, uang, aku kaya, aku kaya' dan tentu saja mereka tau apa alasan si wanita menjadi seperti itu.
"Omo! Bukankah itu adalah nenek lampir. Kenapa dia jadi seperti itu?!" pekik Marcell terkejut.
"Dia gila!!" Henry menyahuti.
"Oh astaga, ini benar-benar berita menghebohkan setelah kemarin anaknya mati mengenaskan karena tertabrak mobil." Tutur Dante menyahuti.
"Itu namanya karma yang di bayar kontan."
"HAHAHA!!"
Tawa ketiga pemuda itu pun pecah. Henry tiba-tiba turun dari mobilnya dan menghampiri wanita itu yang sebenarnya adalah Sarah. Henry memberikan sejumlah uang padanya.
"Hey, Bibi. Itu daun bukan uang. Ini baru uang. Aku kasihan padamu, sebaiknya ambil uang ini dan pergilah bersenang-senang."
"PENCURI!!! PENCURI!! PENCURI!!" alih-alih menerimanya. Wanita itu malah berteriak dan menyebut Henry sebagai pencuri.
Mobil yang di tumpangi oleh ketiga pemuda itu pun melaju pergi. Masih banyak hal lain yang lebih penting yang harus mereka lakukan dari pada mengurusi orang gila.
-
Entah sejak kapan hubungan antara Penny dan Rio menjadi sedekat itu. Penny sering datang ke kantor tempat Rio bekerja hanya untuk mengajaknya makan siang atau mengantarkan makanan untuknya.
Hari ini contohnya. Penny mendatangi kantor milik Keanu untuk bertemu Rio. Rencananya Penny akan mengajak Rio makan siang bersama. Gadis itu mengumbar senyum ketika berpapasan dengan beberapa orang yang berjalan berlawanan arah dengannya.
Penny mengangkat bingkisan berisi makanan di tangannya dan tersenyum lebar. Ia sudah berada di depan pintu ruangan Rio.
"Aku rasa bukan ide buruk. Baiklah, aku selesaikan dulu pekerjaanku setelah ini kita makan siang bersama."
"Aku akan mentraktirmu makanan enak hari ini, anggap saja sebagai ucapan terimakasih dariku."
Penny mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangan Rio setelah mendengar suara wanita di dalam sana. Mereka berencana untuk makan siang bersama. Penny meletakkan bingkisan yang dia bawa di depan pintu kerja Rio dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Tak lama setelah kepergian Penny. Pintu itu di buka dari dalam. Hampir saja Rio menginjak bingkisan berisi makanan itu secara tidak sengaja. Rio membungkuk dan mengambil bingkisan tersebut. Pria itu tampak celingukan seperti mencari seseorang.
"Penny," ia bergumam pelan. Rio mencium aroma parfum Penny yang semakin memudar.
Tanpa menghiraukan wanita yang berdiri di sampingnya Rio bergegas mengejar orang yang mengantarkan makanan itu. Bahkan dia menghiraukan teriakan si wanita yang menanyainya mau kemana. Rio tak peduli.
"Penny, tunggu." Seru Rio mencengkram pergelangan tangan Penny. Gadis itu berjalan menuju parkiran.
"Rio!!" kaget Penny.
"Ayo kita makan siang bersama." Ucapnya dan menarik Penny menuju taman kantor. Dan gadis itu hanya menurut tanpa berusaha untuk menolak atau melayangkan protesnya. Ia hanya menurut dan berjalan di samping Rio.
-
"Eungghh..."
Ellena menguap lebar. Wanita itu merasa segar setelah tidur selama beberapa saat. Kemudian Ellena bangun dari posisinya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya sebelum keluar menemui Keanu.
Dari dalam ruangan itu Ellena mendengar Keanu yang sedang berbincang dengan seseorang. Suaranya begitu familiar di telinga Ellena. Buru-buru Ellena membuka pintu di depannya dan berseru kencang.
"Ayah!!"
Wanita itu langsung melompat ke dalam pelukan sang ayah setelah melihat siapa tamu suaminya. Kedua kaki Ellena melingkari pinggang ayahnya. Keanu mendengus geli melihat tingkah istri cantiknya itu.
"Kapan, Ayah datang?" tanya Ellena seraya turun dari gendongan sang ayah.
"Beberapa menit yang lalu."
"Lalu kenapa aku bisa tidak tau?" tanya Ellena polos.
"Karena kau tidur,"
"Ah, benar juga." Lalu pandangan Ellena bergulir pada suaminya. "Aku lapar, Oppa bagaimana kalau kita makan siang bersama?" wanita itu menatap Keanu dan ayahnya bergantian. Dan keduanya mengangguk setuju.
"Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo berangkat sekarang. Perutku benar-benar sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi."
"Baiklah, ayo."
__ADS_1
-
Bersambung.