SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Terjun Bebas


__ADS_3

Baca juga ya Novel Author yang ini AKIBAT CINTA SATU MALAMπŸ™πŸ™Like koment juga ya ,πŸ™πŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—πŸ€—


-


BRAKK!!!


"XI KEANU!! KELUAR KAU BAJINGAN!!"


Dobrakan pada pintu dan teriakan keras Dante yang menggema membuat Ellena yang sedang tertidur pulas langsung terlonjak kaget.


Dante terpaku di depan pintu ketika melihat Ellena yang terlihat begitu menggoda, karena gaun tidur bahu terbuka yang dia pakai.


Dante menyeringai tajam. Dante menutup dan mengunci pintu kamar, lalu menghampiri Ellena. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas semacam ini.


"Kakak ipar, ternyata kau begitu luar biasa. Pantas saja jika bajingan itu begitu tergila-gila padamu. Untuk itu biarkan aku menikmatimu juga," ucapnya dengan seringai yang sama.


"BAJINGAN!!"


Tubuh Dante langsung terhempas ke lantai setelah mendapatkan tendangan pada sosisnya. Dan hal itu segera Ellena manfaatkan untuk melarikan diri.


Bisa saja Ellena menghadapinya dan menghajarnya habis-habisan, tapi ia terlalu lelah setelah pergulatan panasnya dengan Keanu beberapa waktu yang lalu. Lagipula jika dia menghadapinya di dalam kamar yang tertutup itu akan sangat berbahaya, dan bisa saja Keanu akan salah paham padanya.


"Keanu..!!" seru Ellena dan langsung menubruk suaminya.


"Ellena ada apa? Kenapa aku mendengar teriakan Dante dan juga terikanmu? Apa bajingan itu melakukan sesuatu padamu?" tanya Keanu memastikan.


Ellena mengangguk. "Dia-"


"Yakk!! Betina sialan, jangan kabur kau!!" teriak Dante marah.


Dante menghentikan langkahnya ketika melihat Ellena yang tengah menangis dalam pelukan Keanu, pura-pura menangis lebih tepatnya.


Dante tidak tau apa yang Ellena katakan pada Keanu, wanita itu terlihat menangis sesenggukan sambil menunjuk padanya. Tubuh Dante menegang melihat tatapan Keanu yang seperti iblis, tajam dan penuh intimidasi. Dan tidak ada yang bisa memprediksikan apa yang akan terjadi pada Dante setelah ini.


"Katakan, apa yang terjadi? Dan kenapa kau begitu ketakutan?" Keanu melepaskan pelukannya, kedua tangannya mencengkram lembut bahu Ellena dan matanya mengunci manik coklatnya.


"Tiba-tiba dia berteriak seperti ini 'XI KEANU!! KELUAR KAU BAJINGAN!!' kemudian dia mendobrak pintu dan berusaha melecehkanku. Bahkan bajingan itu sampai mengunci pintu kamar. Untungnya aku berhasil melarikan diri," tutur Ellena memberi penjelasan.


Kedua tangan Keanu terkepal kuat dan matanya semakin berkilat tajam. Kemarahan terlihat jelas dari sorot matanya yang tajam. Dengan emosi yang sudah sampai pada ubun-ubunya. Keanu menghampiri Dante yang tampak mematung di tempatnya.


"Kemari kau!!!"


Dengan kasar Keanu menarik pakaian Dante. Dan satu bogem mentah langsung mendarat pada wajahnya. Tubuh Dante terhuyung, sudut bibirnya robek dan mengeluarkan darah. Tidak hanya satu kali, pukulan Keanu mendarat berkali-kali.


Dante yang tidak terima melayangkan serangan baik padanya. Hingga perkelahian dua pria itu pun tidak bisa terhindarkan lagi. Mereka saling memukul, menendang dan menghindar. Dan sejauh ini belum ada pukulan Dante yang berhasil mengenai Keanu. Keanu berhasil menghindari semua serangan yang mengarah padanya dengan sempurna.


Namun Dante tak bisa menyerah begitu saja. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam celananya. Sebuah pisau lipat. Dante berlari ke arah Keanu sambil memekik keras. Tapi lagi-lagi serangannya berhasil di patahkan oleh Keanu. Keanu memukul lengan Dante dan membuang pisau itu begitu saja.


"SIALAN KAU, XI KEANU!! AKU AKAN MEMBUNUHMU!!" Dante menyambar guci besar di samping pintu kamar Keanu dan melemparkannya pada pria itu. "MATI KAU!!"


Mata Keanu membelalak. Sudah tidak ada waktu untuk menghindarinya. Ellena tak tinggal diam, dengan sigap menarik lengan suaminya hingga Keanu lolos dari hantaman guci itu.


"Syukurlah kau tidak apa-apa." Ellena tersenyum lega. kedua mata Ellena membelalak." O-Omo!!!"


Tapi naas justru menimpa Ellena. Ellena hilang keseimbangan dan pegangannya pada pagar pembatas tergelincir. Akibatnya tubuhnya melewati pagar pembatas dan terperosok kebawah. "Aahhh..." Dan hal itu tentu saja membuat Keanu terkejut bukan main.


"Ellena...!!"


Sreggg...

__ADS_1


Keanu berhasil menggapai tangan Ellena.


"Jangan lepaskan, aku mohon!" teriak Keanu yang benar-benar khawatir dan takut dengan posisi mereka saat ini.


Tubuh Ellena yang menggantung dari lantai dua hanya berpegang pada tangan licinnya yang berkeringat. Dante yang sedang bertarung dengan perasaannya sendiri antara membantu Keanu atau tidak, akhirnya dia memutuskan untuk membantu mereka. Karena Dante masih memiliki hati nurani. Dante segera mendekat dan meraih tangan Ellena yang satunya lagi.


"Nunna, cepat pegang tanganku." Pinta Dante yang juga takut dan khawatir dengan keadaan Ellena. Bisa saja Dante membiarkannya terjatuh, tapi hati kecilnya menolak dan mendorongnya untuk membantu Keanu yang berusaha menyelamatkan Ellena.


"Aku- ti-tidak bisa, le-le-paskan saja!!" Kata Ellena yang berusaha menggapai tangan Dante dengan sedikit bersusah payah.


Dante semakin mencondongkan badannya ke depan dan masih berusaha untuk meraih tangan Ellena, hingga hanya setengah badannya saja yang masih menginjak balkon.


"Ell, aku mohon bertahanlah. Aku tidak akan melepaskanmu!!" pinta Keanu memohon.


"Bukan hanya kau, tapi kita berdua, Kak." Dante menatap Keanu dengan tatapan yang sulit di artikan. Dante mengangguk. Memohon supaya Keanu bisa mempercayainya. Tidak ada kepura-puraan yang Keanu lihat dari sorot mata itu, selain kesungguhan.


"Percayalah padaku, Kak. Dan kali ini biarkan aku menebus semua kesalahan yang pernah aku lakukan pada kalian berdua. Hanya kali ini saja, percayalah padaku." Mohonnya sekali lagi.


"Jangan banyak bicara lagi, kita harus segera menyelamatkannya." Dante tersenyum dan kemudian mengangguk.


Tangan Keanu berkeringat karena perkelahiannya dengan Dante sebelumnya, juga karena ia berusaha menahan emosinya, di tambah ia takut Ellena akan benar-benar jatuh. Apalagi wanita itu seperti ini karena berusaha menyelamatkan dirinya.


"Sekalipun harus jatuh, kau harus selamat Nunna." Kata Dange semakin mencondongkan tubuhnya.


Dan setelah bersusah payah, akhirnya Dante berhasil mendapatkan tangan Ellena. Kedua matanya membelalak, Dante kehilangan keseimbangan. Mata Keanu turut membelalak, wajah Ellena pucat pasi, dan setelahnya..


"KYAAAAAAAA!!"


Hanya teriakan keputusasaan Ellena yang selanjutnya terdengar memekakan telinga.


Ketiganya pun langsung terjun bebas, Dante jatuh menghadap lantai, Ellena menghadap ke atas dan Keanu juga menghadap ke atas. Keanu berusaha berbalik dalam posisi jatuhnya untuk melindungi Ellena, agar wanita itu jatuh menindihnya.


Keanu terlentang menghadap langit-langit rumah dengan sebelah tangannya melingkar di pinggang Ellena, Ellena jatuh di atas tubuh Keanu. Keanu berhasil melindungi tubuh Ellena dengan tubuhnya, ya meskipun Ellena saat ini dalam keadaan tak sadarkan diri karena terlalu syok. Dan Dante berada di samping Keanu. Dante merasa lega karena semua baik-baik saja.


"Paman, kalian berdua tidak apa-apa?" tanya Henry memastikan.


"Segera panggilkan dokter." Pinta Keanu yang segera di balas anggukan oleh Marcell. Keanu mengangkat tubuh Ellena dan membaringkan di sofa.


Dante bangkit perlahan dengan bantuan Henry. Henry tidak tau apa yang terjadi, dia hanya melihat Ellena yang menggelantung di lantai dua dengan di pegangi oleh Keanu. Kemudian Dante mendekat dan membantu mereka.


Dan rasanya Henry tidak percaya bila Dante mau ikut menolong Ellena, apakah dia sudah berubah dan menyadari kesalahannya? Entahlah, Henry tidak tau, tapi hal itu tidaklah penting sekarang, dia harus membatu Dante mengobati luka-lukanya.


.


.


Keanu menatap cemas pada Ellena yang masih belum sadarkan diri. Padahal sudah satu jam dia pingsan. Keanu sangat cemas, meskipun Dokter mengatakan jika wanita itu baik-baik saja.


Keanu meraih tangan Ellena yang terasa dingin lalu menggenggamnya. Keanu tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini sebelumnya, bahkan ketika dia melihat Adel yang berlumur darah akibat kecelakaan tunggal yang pernah dia alami. Tapi Keanu merasa hampir gila karena dia berfikir tidak akan bisa menyelamatkan Ellena.


"Ugghh!! Kepalaku," Ellena membuka matanya sambil mencengkram kepalanya yang terasa ingin pecah.


"Ellena," seru Keanu melihat Ellena telah membuka kembali matanya. Keanu langsung membawa Ellena ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat.


"Aku lega akhirnya kau bangun juga. Apa kau tidak tau bagaimana cemas dan takutnya aku, aku pikir aku tidak bisa menyelamatkanmu. Aku hampir gila karena aku berpikir aku akan kehilanganmu," ujar Keanu sambil menutup rapat-rapat matanya.


Ellena mengangkat tangannya dan membalas pelukan Keanu. Sudut bibirnya tertarik ke atas, membentuk lengkungan indah di wajah cantiknya.


"Mana mungkin aku meninggalkanmu sebelum aku berhasil merebut hatimu, dan menyematkan namaku sebagai satu-satunya penghuni hatimu." Jawab Ellena.

__ADS_1


Keanu melepaskan pelukannya dan mencium bibir Ellena, memagutnya dengan keras, mencoba meluapkan semua perasaan yang sebelumnya bersarang di dadanya. Tapi ciuman itu tidak berlangsung lama. Dan sekali lagi Keanu membawa Ellena ke dalam pelukannya.


Tokk.. Tokk.. Tokk..


Ketukan pada pintu mengalihkan perhatian Ellena dan Keanu. Terlihat Dante menghampiri mereka sambil menundukkan wajahnya. Luka-lukanya sudah di obati oleh dokter yang sebelumnya memeriksa keadaan Ellena.


Tanpa mengatakan apapun. Dante menjatuhkan tubuhnya di depan Keanu dan Ellena. Laki-laki itu berlutut di depan pasangan suami-istri tersebut.


"Kakak, kakak ipar. Aku sudah melakukan banyak kesalahan pada kalian berdua. Terutama padamu, Kak. Sejak kecil aku selalu memperlakukanmu dengan buruk. Aku sudah merebut semua yang kau miliki. Untuk itu aku tidak berharap kau bisa memaafkanku."


"Apa yang baru saja terjadi membuatku sadar, seberapa pentingnya arti sebuah keluarga. Selama ini kita hidup seperti orang asing. Dan untuk menebus kesalahanku, aku akan menyerahkan diriku untuk menebus semua kesalahanku."


"Kakak, setelah aku keluar nanti, aku harap kita bisa menjadi saudara yang saling menyayangi. Aku..." Dante tidak melanjutkan ucapannya, dia menangis. "Harus pergi. Sekali lagi aku minta maaf," Dante bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Meninggalkan kamar Keanu.


Baik Keanu maupun Ellena tidak berusaha untuk mencegah kepergian Dante. Keanu ingin melihat apakah Dante benar-benar menyesali semua perbuatannya tau hanya berpura-pura saja.


Keanu tidak ingin membuat kesalahan dengan mempercayai Dante begitu saja, karena tidak menutup kemungkinan jika suatu saat dia malah menghianatinya dan menusuknya dari belakang.


Keanu bukanlah pria yang gegabah yang akan percaya begitu saja tanpa melihat kesungguhan orang itu, dia selalu waspada dengan apa yang ada di sekelilingnya. Karena pengalamanlah yang telah mengajarinya segalanya.


"Apakah dia bersungguh-sungguh?" Keanu menggeleng.


"Aku tidak tau, kita bisa memastikannya nanti. Sebaiknya sekarang kau istirahat saja. Ini sudah larut malam, kau dalam keadaan yang kurang sehat." Pintanya kemudian mengecup kening Ellena.


Ellena menahan lengan Keanu. "Tetaplah di sini dan temani aku." Pintanya memohon. Sekali lagi Keanu merengkuh Ellena ke dalam pelukannya. Keanu menggeleng.


"Tidak akan, aku akan tetap di sini bersamamu. Cepatlah tidur, aku tidak akan pergi kemana-mana." Kecupan Keanu pada kening, dan usapan pada punggungnya menghantarkan Ellena menuju alam mimpinya.


-


"Aahhh...!! Sakit!! Yakk!! Bocah, tidak bisakah kalian melakukannya dengan perlahan dan hati-hati?! I-itu sangat menyakitkan." Jerit Penny ketika Henry mengusapkan salep luka pada luka-luka bekas cambukan di punggungnya.


Saat ini Henry, Marcell dan Evan sedang mengobati luka-luka bekas cambukan di punggung Marry, Adel dan Penny atas dasar kemanusiaan. Jika bukan karena merasa iba, mereka tidak akan Sudi melakukannya.


"Ahhh...!! Perih, sebenarnya apa yang kalian taburkan pada luka-lukanya? Ke-kenapa sangat perih sekali?!" tanya Adel penasaran.


"Dengan ini," Marcell menunjukkan serbuk putih dan cairan bening beraroma menyengat pada Adel, yang membuat mata mereka bertiga membelalak saking kagetnya.


"INI KAN GARAM DAN CUMA?!!"


-


Keanu membuka kembali matanya yang sebelumnya tertutup setelah mendengar teriakkan keras Marry. Pria itu mendengus berat. Keanu tidak tau kejahilan dan kenakalan apa yang mereka lakukan kali ini. Tapi dia tidak mau terlalu ambil pusing.


Perlahan dan hati-hati. Keanu memindahkan kepala Ellena yang sebelumnya bertumpuh pada lengannya. Kemudian pria itu beranjak dari posisinya dan berjalan menuju balkon kamar.


Udara dingin yang serasa menusuk langsung menyambut kedatangan Keanu di sana. Pakaian yang dia pakai pun sangat kontras dengan udara malam ini. Hanya sebuah singlet hitam dan celana panjang berwarna hitam pula.


Wajah tampannya mendongak, menatap langit. Malam ini langit terlihat lebih pekat dari malam-malam sebelumnya. Hanya ada beberapa bintang saja yang tampak bertahta, sedangkan bulan bersembunyi di balik awan hitam.


"Ma, aku merindukanmu," sebuah kalimat keluar dari sela-sela bibir Keanu. Yang terdengar lirih yang kemudian hilang tersapu oleh angin malam.


"Bersabarlah, Ma. Cepat atau lambat aku pasti akan mengirim pembunuhmu ke Neraka. Aku akan membuat orang itu membayar mahal atas apa yang telah dia perbuat padamu. Karana nyawa harus di bayar dengan nyawa!!"


-


Bersambung.


Tinggalkan Like ❀️ dan komentnya setelah membaca. Bantu Novel ini lebih maju dan saya sebagai Author biar makin semangat ngetiknya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2