SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH

SUAMIKU TUAN MUDA LUMPUH
Kebahagiaan Rio


__ADS_3

"BIBI, KAMI DATANG!!"


Entah kesialan apa yang tengah di alami oleh Adel sampai-sampai rumahnya harus kedatangan dua tamu yang sama sekali tidak ia harapkan kedatangannya. Siapa lagi jika bukan Marcell dan Henry.


Adel mendecih dan menatap tidak suka pada kedatangan mereka. "Mau apa kalian datang kemari? Pergi sana, rumah ini tidak menerima tamu tak tau malu seperti kalian." Ujarnya sinis.


Marcell dan Henry saling tukar pandang. Dan keduanya tertawa terbahak-bahak. "Bibi, kau ini aneh. Jelas-jelas kau sendiri sangat tidak tau diri. Lalu bagaimana kau bisa menyebut kami tak tau diri? Asal kau tau saja ya, kami ini sangat-sangat tau diri. Saking tau dirinya, sampai kebablasan dan membuat kami jadi up normal." Tutur Henry panjang labar.


"Masa bodoh. Terserah mau kebablasan sampai gila itu tidak ada urusannya denganku!! Yang penting sekarang kalian pergi dari sini karena aku tidak ingin melihat muka kalian yang jelek itu. Pergi, pergi, pergi."


"Kami tidak mau!!" keduanya menolak tegas.


"Oh ayolah, Bibi. Kau jangan terlalu kejam pada kami. Masa iya kau tega membiarkan kami yang super tampan dan cute ini tidur di jalanan? Mobil kami kehabisan bahan bakar dan kami tidak memiliki uang sepeser pun, dompet kami ketinggalan dan bagaimana kami bisa pulang." Tutur Marcell sambil memasang wajah memelas.


"Itu sih derita kalian dan tidak ada hubungannya denganku!! Pergi sana, aku tidak sudi menampung manusia menyebalkan seperti kalian di sini!!"


"Omo!!"perhatian Marcell dan Adel teralihkan oleh pekikan keras Henry.


Keduanya sama-sama menoleh. Mata Adel membelalak sempurna melihat Guci mahal kesayangannya tengah di pegang-pegang oleh Henry. Itu adalah Guci terakhir yang Adel miliki, karena yang dua telah di pecahkan oleh Henry dan Marcell.


"Yakkk!! Jangan di sentuh!!" teriak Adel. Dan suara Adel yang keras mengejutkan Henry, hingga tanpa sengaja Henry malah membuat Guci itu jatuh dan pecah.


Prakk...


"TIDAK!!"


Henry langsung angkat tangan. "Bukan salahku, tapi kau sendiri yang membuat aku menjatuhkannya. Kau berteriak dan aku terkejut. Jadinya kan... Boom, jatuh. Aku tidak ikut-ikutan." Tutur Henry membela diri.


"Guciku yang malang, uangku yang malang. KALIAN PEMBUAT ONAR. PERGI SAJA KALIAN DARI SINI..." Amuk Adel sambil berteriak seperti orang kesurupan. "Huaaa...." Dan meratapi nasib Gucinya yang seharga satu mobil mewah.


Takut di telan hidup- hidup oleh Adel. Keduanya pun memutuskan untuk segera pergi dari sana dan melarikan diri.


"MAK LAMPIR NGAMUK!!! KABOOORRR...!!"


"AAAARRRKKHH, BENAR-BENAR SIALAN KALIAN BERDUA. TUNGGU DAN LIHAT SAJA, AKU PASTI AKAN MENGHABISI KALIAN!!"


"KAMI TIDAK TAKUT!!!"

__ADS_1


-


"Key, i-ini?"


Rio tak kuasa membendung lagi air matanya setelah membaca sebuah hasil tes DNA yang Keanu perlihatkan padanya. Di dalam hasil tes tersebut menjelaskan jika dirinya dan Keanu adalah saudara kandung. Tingkat kecocokannya mencapai 99,99%, dan itu sangat akurat.


"Aku juga baru mengetahuinya beberapa hari yang lalu. Jika aku memberitahumu tanpa bukti mungkin kau tidak akan percaya. Makanya aku baru memberitahumu sekarang. Kau dan aku adalah saudara seibu namun beda ayah. Mungkin Ibu memang telah melakukan sebuah kesalahan fatal di masa lalu. Aku harap kau bisa melupakannya dan memulai semuanya dari awal. Kita hanya berdua, dan aku harap kita bisa saling mendukung dan menguatkan dalam keadaan apapun." Tutur Keanu panjang lebar.


"Keanu... Huaaa...!!!" Rio menangis dan langsung berhambur memeluk Keanu. Dia terlalu bahagia hingga Rio tidak bisa berkata-kata selain menangis seperti yang dia lakukan saat ini. "Hiks, ini seperti mimpi bagiku. Aku tidak menyangka jika orang yang aku selamatkan satu tahun yang lalu ternyata adalah adikku sendiri."


"Aku juga sama. Dan mungkin pertemuan kita hari itu bukan hanya sekedar kebetulan saja. Melainkan takdir yang telah di tentukan. Dan aku akan mengumumkan secara resmi pada media siapa kau sebenarnya, agar tidak ada lagi orang yang meremehkanmu."


"Keanu,"


"Sudah cukup Mello Dramanya," tiba-tiba saja Ellena datang dan menjauhkan Rio dari Keanu. Ellena tidak suka jika suaminya di peluk-peluk oleh orang lain selain dirinya. "Kau tidak boleh sembarangan memeluknya, dia adalah milikku!!"


"Lagipula siapa yang ingin mengambil dan merebutnya darimu, Ell. Aku memeluknya hanya karena terlalu bahagia saja. Aku sangat bahagia ternyata aku masih memiliki keluarga yang sebenarnya di dunia ini. Huaaa...!! Aku ingin menangis lagi." Rio memeluk keduanya dan kembali menangis.


Ellena dan Keanu saling bertukar pandang. Keduanya sama-sama tersenyum dan kemudian membalas pelukan Rio.


Setelah semua kemelut yang terjadi. Akhirnya keluarga ini menemukan ketenangan dan kedamaian. Tidak ada lagi permusuhan apalagi pertengkaran. Semua hidup dengan damai sekarang.


"Yakk! Kalian tidak bisa mengabaikan kami. Kami juga keluarga kalian!!" seru Dante yang datang bersama Penny.


Wajah Penny dan Rio sama-sama memerah setelah saling bertemu pandang. Mereka sama-sama merasa malu setelah apa yang terjadi hari itu.


"Penny, kemarilah." Seru Ellena seraya mengulurkan tangannya pada Penny.


Penny tersenyum. Dengan segera Penny menghampiri wanita itu dan mereka semua berpelukan. Dan posisi Rio serta Penny saling berdekatan. Mereka saling menatap dan saling tersenyum meskipun sama-sama menahan malu.


-


"Ck, kau benar-benar sialan, Leon Wu. Penyakit mata saja kenapa harus kau bawa pulang dan kau tularkan ladaku?! Lihatlah, karena ulahmu, mata kiriku jadi merah dan berair. Sial!!"


Keanu mengomeli Leon habis-habisan. Pulang dari berlibur bukannya membawa oleh-oleh malah membawa penyakit mata yang kemudian dia tularkan padanya. Akibatnya mata kanan Keanu memerah dan terus mengeluarkan air.


"Hehehe...! Tidak adil bukan jika aku sendiri saja yang menjadi bajak laut. Setidaknya ada orang lain yang juga merasakan sensasinya." Ujar Leon menyahuti.

__ADS_1


"Dasar gila. Aku memang harus menutupnya karena Ellena bisa tertular juga. Kau benar-benar sialan!!"


Leon mengangkat tangannya dan jarinya membentuk huruf V. Bibirnya mengurai senyum tanpa dosa. Dan Keanu hanya menyikapi dengan memutar jengah matanya.


"Keluar sana,"


"Kau mengusirku?!"


"KELUAR!!"


Leon terlonjak kaget karena tiba-tiba Keanu berteriak dan membentaknya. Tak ingin di telan hidup-hidup oleh sepupunya itu, Leon pun buru-buru keluar. Dia tidak tau kenapa Keanu bisa begitu menyeramkan ketika sedang marah.


Keanu mengambil kotak obat dan kemudian membawanya ke arah sofa. Setelah meneteskan obat sakit mata Keanu menutup mata kirinya dengan kasa dan plaster.


Mata kanannya yang tertular penyakit mata yang di bawa oleh Leon terus berair dan memerah. Dan orang lain bisa tertular jika melihatnya, Keanu tidak ingin hal itu sampai terjadi, apalagi yang tertular sampai Ellena. Meskipun tidak nyaman karena hanya dengan satu mata saja yang berfungsi, tapi dia tidak memiliki pilihan lain.


"Omo!! Key, apa yang terjadi pada mata kananmu?! Kenapa sampai di perban begitu?!"


Ellena yang baru saja tiba di kantor suaminya memekik kaget ketika masuk dan mendapati mata kanan Keanu tertutup perban.


Pria dalam balutan kemeja hitam yang di balut Vest abu-abu itu terlihat mengangkat wajahnya dan menatap datar pada Ellena yang berjalan menghampirinya.


Ellena meletakkan tasnya kemudian berdiri di hadapan suaminya. "Apakah matamu mengalami cidera? Kenapa harus sampai di perban seperti ini?" tanya Ellena memastikan, cemas terlihat dari sorot matanya yang teduh.


Keanu menurunkan tangan Ellena dari wajahnya kemudian menggenggam lembut jari-jari lentiknya. Keanu menarik Ellena dan menempatkan wanita itu di pangkuannya.


"Mataku tidak apa-apa. Hanya sakit mata biasa, dalam beberapa hari juga akan membaik. Leon membawa penyakit sialan ini setelah pulang berlibur. Aku menutupnya supaya tidak menular pada orang lain terutama dirimu,"


Ellena pun langsung tersipu mendengar ucapan suaminya yang manis itu. "Yaaaa, selalu saja kau mengatakan kalimat yang membuatnya ingin terbang. Kenapa kau begitu romantis, Key." Ellena memukul lengan Keanu dan menatapnya malu-malu.


Keanu terkekeh. Diraihnya wajah Ellena dan kemudian mengecup singkat bibir ranumnya. Hanya ciuman singkat tanpa pagutan apalagi ciuman yang menuntut.


"Aku selesaikan pekerjaanku dulu. Setelah ini kita makan siang sama-sama." Ucap Keanu yang segera di balas anggukan oleh Ellena.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2