Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
13.Apa benar?


__ADS_3

Flashback on


"Ciee yang nungguin! " Syila memutar bola mata malas. "Siapa yang nyuruh."


lUhmm ngambek nih. "


Syila memutar badannya dan akan melangkah. "Gue pulang sendi-"


"Eh, tunggu gue anter! " Alvin memegang lengan Syila dari belakang, lalu dia mengambil helm khusus untuk gadis itu yang dia bawa memanasangkannya ke kepala gadis itu. Alvin mulai menunggangi motornya dan menyalakan mesin, setelah siap dia mengajak Syila untuk naik dan mereka pun meninggalkan parkiran sekolah dengan tenang.


Flashback of~


Seminggu sudah dari kejadian itu, dan telah dua hari ini dia tidak melihat batang hidung lelaki itu. "Kemarin tiba-tiba sok baik, sekarang dingin lagi. " Ucap Syila dengan lirih dan ketus, namun seketika dia kembali menyangkalnya. "Ish, apa yang gue pikirin sih! Kan bukan urusan gue!"


"Apa yang bukan urusan elo? " Suara berat itu membangunkan lamunannya. Syila menolehkan leher dan sebelah pundaknya. "Yudha?! "


"Elo gak tahu sopan santun ya? " Yidha memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana yang berada di kanan dan kiri.


"Ha? " Syila mengangkat sevelah alisnya. Yudha mengeluarkan tangan kanannya dan


TAK!

__ADS_1


"Aw! " Yudha menyentil kening gadis yang berada didepannya. "Sakit tahu! " Pekik Syila, dia mengelus ngelus keningnya yang sedikit memerah. "Makanya tau sopan santun. "


"Baiklah, kakak senior Yudha yang terhormat. Ada apa gerangan anda mendatangi saya?" Mendengarnya saja membuat telinga lelaki itu geli, Yudha berusaha menahan tawanya. Tapi, tentu saja gadia itu tau. Syila memasang wajah datarntya. "Kalau mau ketawa ga usah ditahan duhai kakak senior. "Akhirnya lelaki itu pun tergelak, Syila hanya mematung baru kali ini pria kutub didepannya itu tertawa hingga terbahak-bahak. "Aduh, sakit perut. "


"Lebih sakit jidat gue. " Gumam Syila membuang wajah kesamping. "Mau gue obati? " Lelaki kutub itu kembali menjadi beruang kutub. "Gak usah, gue bisa sen-" Tubuhnya membeku ditempat dimana dia berdiri. Yudha menarik tekuk gadis itu dan mengobati kening yang tadi dia sentil dengan bibirnya.


Cup.


"Udah gue obati. " Syila masih mematung ditempat. Dadanya begitu sedak dan tenggorokannya tercekik. Apa? ini first kiss gue! walau dijidat,tapi kan arghh! Dia terus berteriak dalam hati.


"Syil! " Panggilan itu membuyarkan lamunannya. "Kenapa? " Ck. Syila mencebik. "E-elo ha-bis ngapa-in gue?! "


"Obati jidat lu. " Jawab lelaki itu dengan datar sambil menunjuk ke arah kening gadia itu. "Ta-tapi.. "


"STOP! " Syila menutup eajahnya dengan kedua tangannya membuat Yudha mengulum senyum. "Ah, jadi ini pertama kalinya elo-"


"STOP! "


"Ada apa? " Suara yang tak asing ditelinga Syila,dia langsung membalikkan tubuhnya dan terpaku menatap lelaki itu. "Alvin. " Lirihnya.


"Ga ada apa-apa, pak ketua! Dia cuma marah karena gue isengin! " Yudha menilisikkan tangan kanannya ke dalam saku.

__ADS_1


Syila memutar bola mata malas, Alvin melihat itu langsung menyuruh Syila kembali ke kelasnya. "Cepet balik kelas, bentar lagi masuk! bukannya kamu kebagian pelajaran Bu Siska?l Syila langsung membelalak dia baru ingat tentang itu. Siska memang salah satu guru killer di sekolah ini. Tanpa berkata cepat-cepat dia berjalan pergi ke kelasnya dan hanya tinggalah Yudha dan Alvin berdua. "Elo juga, cepet balik ke kelas. " Alvin menepuk pundak lelaki itu, namun saat dia akan melengos pergi Yudha menahan tangan Alvin yang masih menempel pada pundaknya.


"Apa maksudnya tadi? " Tanya Yudha dengan tatapan tajam, membuat Alvin saling menautkan antar pelipisnya. "Apanya yang apa? " Yudha menepis tangan Alvin dan kembali menatapnya tajam, namun lelaki di depannya itu hanya memasang wajah datar dan postur tubuh yang santai dan rileks. "Tadi elo panggil dia kamu sama Syila." Alvin melongo menatap lelaki itu. "Emang salah ya?"


"A-apa kalian pacaran?" Seketika Alvin melepas tawanya dengan keras hingga menggelitik perut ratanya. Yudha melongo, dia bingung kenapa lelaki ini malah menertawainya. "Ya ampun, Yud. " Alvin menepuk pundak Yudha yang masih mematung. "Udah ah sono balik ke kelas, gue juga mau ke kelas lagi. Takut gue kalau harus berhadapan sama kumisnya pak Andi itu! " Ucapnya sambil masih terkekeh. "Bye! " Saat Alvin baru saja berjalan dal beberapa langkah, Yudha berteriak dan berhasil menghentikan langkahnya Alvin. "Gue suka Syila!"


Alvin berhenti di tempat dan sedikit menoleh ke arah Yudha yang berada di belakangnya. "Dia tersenyum. kecil untuk beberapa detik lalu kembali mengulumnya, dia menatap lelaki itu dengan sebelah matanya karena hanya setengah wajahnya yang terlihat. Yidha melihat ekspresi Alvin yang begitu tegas sam serius yakin bahwa dia dan gadis itu tengah menjalim sebuah hubungan ditambah alvin yang sudah sering antar jemput gadis itu. Dalam kebungkaman yang tidak lama, namun terasa panjang itu pun hilang karena Alvin mulai angkat bicara.


"Elo menyukainya? " Yudha menaikkan satu alisnya. "Langkahi dulu kakaknya." Satu ucapan yang terlontar yang menusuk ke telinga dan kepalanya. Yudha terus memandangi kepergian Alvin dari lorong itu. Dia terus memasang wajah tertegunnya. "Apa benar mereka.. "


***


POV Mikha


Dia yang baru saja dari lapangan basket setelah makan roti dan susu di kantin, untuk sekedar pendinginan otak. Lelaki itu pun masuk ke dalam. kamar mandi membasuh wajahnya dengan air mengalir dari wastafel itu. "Gue duluan. " Suara lembut itu berpamitan dengan rekan-rekan basketnya dan keluar dari sana.


Dia berjalan menyusuri lorong itu, dia melihat Alvin dan Yudha yang sedang berbincang di depannya dia ingin menghampiri mereka, namun setelah dia melihat seorang gadis dia mengurungkan niatnya, lalu bersembunyi di balik salah satu tiang pondasi yang ukurannya cukup besar. Dia menyandarkan kepalanya. Bukan ingin menguping, namun tidak ada jalan lain yang bisa dia lewati untuk kembali ke kelas, karena dirinya adalah orang yang datang sebelum tepat waktu yang membuatnya tida ingin singgah lagi dimanapun.


Dia terpaksa bersembunyi seperti pencuri meski itu tak dia inginkan. Dia mendengar semuanya setelah kepergian gadis itu pun dia masih disitu. Dia mendengar percakapan antar dua lelaki itu hingga dia mengetahui rasa sukanya Yudha kepada Syila, dan kata-kata terlahir ya terlontar dari lidah Alvin sebelum dia meninggalkan Yudha yang tertegun cukup lama hingga lelaki itu terlihat buru-buru meninggalkan tempatnya berdiri. Barulah Mikha keluar dari persembunyiannya. "Sial! " Dia menatap arlojinya dan terlihat angka yang bertuliskan fourthy five second, dia pun bergegas kembali ke kelasnya.


POV Mikha end-

__ADS_1


"Elu darimana dulu? perasaan gue liat tadi lu udah keluar dari ruang basket!" Tanya Rama.


"Toilet." Jawab Mikha dengan singkat. "Habis boker lu-" bisikan yang memanasi telinganya. Mikha langsung membekap mulut itu dengan buku tulisnya. "Kok digaplok s-" Sekarang Yudha juga melakukan hal yang sama bersama Mikha. "Sst, Bu Ana udah ada tuh! " Bisik Yudha pada adiknya itu.


__ADS_2