
"Kalau gitu gue duluan! Sisanya gue serahin ke kalian aja! " pamit Rama. "Iya. "
"Elo ga pulang? " Tanya Calrisa. "Nanti aja, kak. "
"Haru. "
"Ya? "
"Bona, dia kecelakaan dimana? "
"Ehh? " Clarisa dan rana.
"Gadis itu pakai kaki palsu di kaki kanannya kan? "
"Jadi kak Cil menyadarinya ya? Ya, dia kecelakaan saat oerjalanan turnamen final saat akan melawanku diolimpiade renang nasional antar SMP. Itu belum lama. Kecelakaan itu membuat kakinya harus diamputasi satu juga tangannya dan kehilangan kedua orang tuanya. "
"Ehh kasian banget! "
"Uhmm, jadi tangannya juga ya. Kalian udah baca hasil tadikan?!" Mereka memangangguk. "Gimana kalau kita pilih lima dari dua puluh satu ini?!"
"Dikit banget!"
"Siapa aja? "
"Bian, Shifa, Alethia, Nobel, dan Bona!"
***
"Jadi, cuma kita berlima ya? " Alethia memulai pembicaraan. "Kenapa gue juga?!" Teriak Nobel. "Berisik. " Protes Bona ke Nobel. "Hakhh?!!! "
Sebuah tepukan satu kali bersama desisan itu mampu membisukan mereka dan menoleh lalu memperhatikan Syila dengan rambut barunya. Itu karena kemarin tiba-tiba saja Jeremy menghubunginya saat sepulanh sekolah. "Elo dimana? " Tumben banget dia nelepon, eh dapet nomor gue dari mana? "Diclub house,kenapa?"
"Gue jemput kesana! " Panggilan pun terputus. Tidak lama kemudian Jeremy pun datang. "Syila!"
"Ada apa, kenapa ngosngosan gitu? "
"Plis ikut gue ya, si Jessica ngidam ada-ada aja! Kalau ga dicunponin bahaya! " Syila menautkan kedua alisnya. "Ngidam? Ngidam apa? "
"Pengen bikin anak gadis berponi! "
__ADS_1
"Hah?!! " Syila dan Haru bersamaan. Clarisa dan Rana sudah pamit sepuluh menit yang lalu. Tinggalah Haru yang bersikukuh ingin menemani Syila. "Eh ada elo Yum! Euh, Syil pokoknya elo harus ikut dulu soalnya anak gadis yang gue kenal cuma elo!Yum, elo pulang sendiro aja ya! Bye! "
"Eh? Tu-tunggu!"
Jeremy pun membawa Syila ke rumahnya menemui Jessica yang sudah bermanja ke ibu jeremy. "Bu, kok Jeje lama? " Dia terisak. "Bentar ya, nak tunggu, sabar.. " Entah mengapa tapi semenjak hamil moodnya selalu berubah dan ngidam yang aneh-aneh.
"Hiks, sampai ka-"
"Sayang! Aku udah bawa Syilaa! " Wajah Jessica jadi berbinar kala dia melihat gadis itu, dia berjalan cepay mengahampiti gadis itu. "Syila.. "
"Kak-"
"Eihmm! "
"Kwakawa?!"
"Ehh? "
Tak mereka duga bahwa jessica yang mereka kira akan memeluk Syila, malah menarik kedua pipinya ke kedua sisi, lalu menjewernya. "Wkhh, aw! "
"Sa-saywng?! Jangan kayak gitu.. "
"Kamu berisik je! "
"kenapa kamu cium anak gadis? "
"Soalnya bibirnya sama gemesin kayak pipinya. Tapi aku tuh sebel sama dia! "
"Se-sebel? Samw aku? " Jessica mengannguk. "Kamu ga menepati janji kamu yang akan datang ke acara pernikahan kita! Kenapa apa karena aku udah-? "
Ya, mereka berdua sudah menikah setelah kelulusan jeremy dengan mengundang keluarga dekat dan teman dekat saja.
"Maaf. "
Jeremy memegang bahu istrinya lembut. "Bukankah udah aku bilang, kalau.. "
"Aku twhu! Ahh udah itukan masa lalu! Ayo Syila sini!" Dia menarik lengan gadis itu masuk ke sebiah ruangan. Dia disuruh duduk disebuah kursi dideoan sebuah cermin. jessica melepas ranselnya, memakaikan kain jubah yang menutupi tubuhnya agar saqt dia memeotong rambut, rambut itu tidak mengenai baju seragam Syila. "Kitq ubah gaya rambut kamu!" Kurang lebih ya begitu.
Kembali ke hari ini.
__ADS_1
"Wahh, poni itu cocok untuk kak Cil! " Seru Bian. "Sejak kapan dipotong, kak Cil? " Tanya Alethia. "Kenapa semua jadi panggil kak cil?" Gumam Syila, dia melirik ke arah pemuda yang langsung berdiri disebelahnya. Dia berbisik. "Saya disuruh Rama buat gantiin dia hari ini. "
Syila tidak menggubrisnya dia hanya menatap Haru dengan pertanyaan yang keluar dari manik matanya. "Kenapa gue harus diterima?!"
"Karena elo masuk kategori kak Cil. " Celetukan haru mengundang lirikan sinis dari gadis yang dia panggil 'kak Cil' itu. "Kategori?! Kategori apa?! "
"Ekh khm. " Syila berdeham. "Ya, jadi kalian adalah lima orang yang menurut kami layak untuk menjadi anggota baru klub ini. kami ambil dari simpulan interview kemarin. Abian, yang katanya ingin mencari suasana dan pengalaman baru selain dari desain. Shifa yang memang notabenenya pencinta buku, lalu alethia yang ingin mencoba dan mendukung klub ini dan berinovasi. Bona, yang ingin mencari kegiatan barunya dan pastinya juga dengan pengalaman yang baru. Dan kamu Nobel, saya, kami memilih kamu karena saya menilai kamu layak disini walau kamu hanya ingin santai-santai. Tapi, saya tau kalau kamu itu orang yang aku serius menekuni jika sudah antusias. Kamu penasaran bukan, ingin tahu tentang bagaimana mereka dulu beekegiatan disini? " Walau tidak semua mengerti tapi yang pasti orang yamg dimaksud mengerti apa maksud Syila. Nobel, adalah salah satu penggemar swb yang dulu lebih mereka kenal geng naga. Bahkan dia beberpa kali kalah oleh David dan yang lainnya. Tapi, semenjak satu tahun lalu secara tiba-tiba geng naga menghilang dan malah menjadi geng cowo tampan yang dinamai sweet heart boys oleh pata penggemar wanitanya.
Geng naga sendiri dikenal sebagai geng terkuat dari segi beladiri, kepintaran, prestasi dan balapan. Bahkan banyak geng sekolah maupum geng-geng lainnya yang mengakui kehebatan mereka, selain dari ketampanan.
Nobel sendiri adalah mantan anggota geng motor SMP, bisa dibilang para anak badung bernama Jump elf yang berhasil dikalahkan oleh geng naga saat itu dan dibubarkan. Karena memang geng ini sering membuat kerusuhan dimana-mana.
"Ck. " Dia berdecak kesal. Nobel memejamkan matanya sejenak. "Jadi karena itu? "
"Ya. "
"Bwahahahahha! " Dia terbahak. "Lucu juga. Baiklah, aku akan bergabung. "
"Memang elo udah bergabungkan." Celetus Haru diiyakan oleh yang lainnya.
***
"Mikha! " Kaina berlari dari tempat tidurnya berhambur memeluk lelaki yang sangat dia rindukan. Dia memeluk Mikha dan melengut manja. "Aku bosen disini, ayu jalan-jalan keliar yuk! "
"Elo ga denger kata dokter? Elo masih belum boleh jauh-jauh. "
"Tapi aku bosen cuma sekitaran rumah sakit terus, pengen liat pemandangan yang lain! Pengen jajan! Pengen seko-lah. " Suara gadis itu memelan. Mikha tak pernah mencintai dia tetapi dia hanya merasa iba dengan keadaan gadis itu. Mikha secara naluri dibawah alam sadarnya dia memeluk gadis itu dalam dekapannya, mengelus lembut pucuk kepala dengan surai panjang itu. "Mikha! "
"Hmm? "
"Kamu gakkan ninggalin aku kan? "
***
"Papa, papa, liat dedenya bangun lagi! "
"Eh, bangun lahi? Kamu tau bunda kemana?" Tanya Liam. yang baru datamg dari ruang kerjanya. "Tadi ke toilet, suruh lili jaga dede tliplet. " Liam manggut-manggut. Tak lama kemudian seorang bayi menangis disusul dua lainnya.
OAK! OAK!
__ADS_1