
Hi readers,, Swwet heart boys masih berlanjut. Setelah saya pulih akan kembali. Jadi, selalu ditunggu ya, terimakasih sudah setia membaca..
*****
"Kenapa udah beberapa hari ini elo ga bareng kak Yudha? Apa kalian.."
"Katanya sih dia masih sibuk, sama ama kembarannya itu." Jawab syila dengan malas. Entah mengapa dia menjadi tidak bersemangat. "Jadi gitu ya. Hah! " Renita menghela nafas dan melirik sahabatnya yang duduk tepat didepannya.
"Oiya, bagaimana kabar kak Alvin? " Tanya Syria. "Katanya udah mulai kemo dan sekarang udah ga begitu ngelantur kaya kemarin-kemarin."
Sudah satu minggu Alvin berada di Kanada dan Syila masih tetap di Indonesia. Namun beberapa hari ini dia dibuat penasaran dengan tingkah aneh Yuda yang menjadi lebih cuek dari biasanya, bahkan sudah tiga hari mereka tak bertemu karena alasan Yuda yang sibuk ditambah tingkah Rama pun menjadi aneh seakan menghindar apabila Syila menanyakan perihal Yudha. Ditambah lelaki itu juga sibuk setelah dua hari diangkat menjadi wakil ketua OSIS karena Roni telah menaiki posisi ketua OISIs menggantikan Alvin. Klub membaca juga jarang berkumpul karena kesibukan masing-masing. Martha pun semakin jarang masuk sekolah, dan Syila lebih sering menyendiri.
Namun, setiap beristirahat pasti Renita dan kedua temannya yang juga menjadi bagian dari geng Syila itu pasti akan mengajak gadis itu bersama mereka bertiga. "Ya, semoga beliau semakin ada perkembangan yang bagus ya. "
"Makasih doanya, Ria. "
"Sama-sama. "
"Oya, Si Martha ga ada kabara tu anak? Padahal ada utang janji neraktir Pizza."
"Ada maunya aja kamu nanyain dia! " Protes Syria pada Dzith. "Tapi, bener juga dia kemana? Sibuk kerja lagi ya?"
"Iya La, dia ga ngabarin elo? " Syila menggeleng. " Pesan gue juga ga di respon. Mungkin sih gitu, secara dia kan model terkenal."
"Iya. "
***
POV Syila
Sehari demi sehari walau aku mendapatkan kabar yang sedikit menghiburku, karena kabarnya Alvin sudah semakin membaik tetapi entah kenapa aku masih sedih dan hampa karena Yudha. Dia serasa semakin menjauh, entah kenapa? Padahal awalnya aku biasa saja dan mungkin bisa dibilang terpaksa tapi entah kenapa sekarang malah aku yang baper ya?
__ADS_1
Apakah ini jatuh cinta?
Aku memasuki kelasku dan gadis ceria yang walau jarang datang ke sekolah karena pekerjaannya itu, dia selalu menyapa dengan semyum ceria kala dia hadir. Namun, sudah beberapa hari ini dia tak ada bahkan kabar pun tidak, bagai lenyap dan senyap.
Aku duduk dibangkuku lagi menunggu guru datang memasuki kelas kami dan memberikan pelajaran.
***
"Mikha! " Lelaki itu tak menggubris Kaina yang masih mengejar dan terus mengikutinya. "Mikah, tunggu! " Kaina tersengal-sengal namun dia tetap mengikuti langkah lelaki yang terus mendiaminya itu. Kaina tidak mengerti maksud-maksud dari sikap dan perkataan Mikha yang seperti teka teki yang sering dimainkan lelaki tampan itu.
Bruk!
"Sorry. " Lirih Mikha. Didepannya gadis itu masih mengelus dahinya yang habis bertabarakan dengan dada Mikha yang lebih tinggi darinya. "Duh, hati-hati dong kalau jalan!" Protes Syila digubris oleh Kaina. "Harusnya elo yang hati-hati!" Kaina dengan sigap menengahi mereka. Syila sedikit tersorong ke belakang sambil mengerutkan dahi sejenak, namun dia segera mengerti. "Hm, sorry. gue kebelet. bye! " Kaina melongo dengan jawaban tidak biasa yang dia demgar begitu konyol dan bodoh. Tetapi dia tetap tidak menyukainya, karena walau begitu Mikha bisa dibuat berpaling. Mikha menoleh ke kepergian Syila yang seakan ingin memanggilnya namun dia urungkan.
Kaina yang memerhatikan itu menjadi panas, dia melirik kepergian Syila dengan wajah tak sukanya. Cemburu adalah satu kata untuk gadis ini. Walau dia juga tahu bahwa Syila itu kekasih Yudha, namun dia juga tahu bahkan lebih tahu permasalahan antara mereka ketimbang Syila sendiri. Dia berharap Syila tak pernah tahu apa masalah yang dihadapinya bersama Yudha.
***
Suara ketukan pintu menggema. "Nak, ini mommy ayo buka ya pintunya! " Laras memohon kepada seseorang dibalik pintu itu.
"Bagaimana? " Pria paruh baya itu ikut mendatangi pintu berwarna putih dengan rona pink itu. Laras menggelengkan kepalanya. "Ya sudah, biarkan saja dulu sampai dia tenang."
"Tapi, saya takut dia kenapa-kenapa mas."
"Jangan berfikiran tidak baik, dia tidak akan melakukan apapun. Ayo kita yunggu di ruang sebelah." Laras menurut. Di ruang sebelah telah duduk lelaki yang masih memakai seragam sekolahnya. "Gimana? "
"Ah, kamu sudah pulang. " David mengangguk. "Ah, dia masih mengurung diri."
"Begitu ya. " David menunduk dengan sayu. "David, kamu tidak mau mencoba? " Dia menggeleng. "Jika itu David, dia tidak akan mendengar." Semua menghela nafas masing-masing. "Kalau begitu pamit ke kamar mau ganti baju." Diangguki kedua orangtuanya, David pun pergi ke kamarnya. bukannya untuk niat awalnya, namun dia menjatuhkan dirinya ke kasur dengan wajah yang menabarak kasur itu untuk menyembunyikan tangisnya.
Dahulu mereka begitu dekat, namun kenapa sekarang tidak? Jawabannya ada saat Martha menginjak kelas enam SD, entah mengapa dia menjadi menyukai sang kakak sebagai lawan jenis namun dia menahan dan menepisnya. Lalu, sebuah tragedi besar terjadi.
__ADS_1
Flashback on
Gdbrak! BRUG!!
Didepan matanya Gadis itu melihat lekaki yang telah bersimbah darah karena telah menyelmatkannya dari maut. "Kakak! " Gadis berusia dua belas tahun itu bergegas bangun hingga kakinya terkilir. Dia mengangkat kepala David ke pangkuannya berusaha menyadarkannya. "Kakak', kakak! "
Nguing Nguing
Ambulan datang tak berselang lama setelah seseorang yang melihat kecelakaan itu memanggilnya. Kedua anak remaja itu pun dibawa ke rumah sakit, sementara polisi yang datang menyusul membawa saksi mata karena mobil tersangka telah kabur.
Di rumah sakit David langsung ditindak dan setelah disetujui dia pun langsung dioperasi karena pendarahan di kepalanya. Namun, saat iitu dia yang emamng sudah mengerti. Heran dengan kedua orangtuanya yang tidak bjsa mendonorkan darah mereka. Pada awalnya dia berfikir karena orangtuanya sudah tua jadi tidak bisa hingga dia menyuguhkan diri, namun hasil yang sama datang untuk dirinya dan akhirnya dia pun mengetahui kalau mereka bukan saudara kandung. Untungnya mereka mendapatkan donor darah yang sesuai dan david pun selamat.
Di tahun kedua Sekolah menengah pertama, Martha memantapkan untuk menembak sang kakak dan hal itu membuat David amat terkejut. "Aku ini kakakmu, kamu jangan bercanda yang aneh aneh deh de.. " Jawab David sambil terkekeh.
"Kita bukan adik kakak. "
"Maksud kamu ?"
"Kakak, tanya aja sama mami dan papi! " Martha pergi dengan kecewa dan tak menggubris panggilan David.
sesampainya dirumah, bahkan gadia itu tidak mau membukakan pintu kamarnya. "Ada apa ini? " Tanya sang ibu. David pun menceritakan semuanya. Laras menyuruh dia untuk menunggu sang ayah. Setelah itu, David pun mengetahui apa yang martha maksud. Namun, dia tetap akan menjadi anak kekuarga itu dan tetap menolak Martha sebagai lelakinya karena dia akan tetap mwnjadi kakaknya.
Lalu, setelah peristiwa itu Martha menjaga jarak dengannya bahkan sesekali mengatainya anak pungut. Gadis itu berubah menjadi gadis angkuh.
Namun, di tahun ketiga dimana karir modelnya yang sudah dia lakoni sejak usia 10 tahun harus terhenti karena kesehatannya yang menurun, bahkan dua tahun dia berhenti bersekolah hingga keadaannya membaik. Dia oun mengikuti ujian persamaan,namun karena riwayatnya dia ditolak di berbagai sekolah modeling dan hanya sekolahnya sekarang yang memiliki keleluasan untuk karir modelingnya.
Dan karena anak-anak tahu bahwa dia adik dari seorang David yang memang populer di sekolah itu, mau tidak mau dia berlaku bagaikan adik manis. Namun, beberapa bulan ini. Diawal masa SMA nya, penyakit itu datang dan menggerogoti lebih buas lagi dari sebelumnya.
Flashback Off.
"Kamu akan bertunangan dengan lisa!"
__ADS_1
***
Penasaran dengan plot twistnya? selalu pantengin Sweet heart boys..