Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
81. kesalahan pahaman?


__ADS_3

assalamualaikum. .


MAaf guys, aku bakal jarang up lagi karena kerja aku sekarang full seharian sampe malam jadi kadang gak keburu, tapi aku akan tetap berusaha! Trimakasih yang setia membaca , tolong tunggu karyaku selanjutnya!


Ayo Baca juga Novel pertamaku


LAIR : Psycho Heroes


Para Esper baru telah muncul di berbagai belahan dunia. Hitzuziaki Kaoh pemilik sekolah khusus bagi para Esper telah menyuruh para muridnya untuk mencari para Esper yang masih berada di luaran sana untuk dibawa ke tempat rahasia mereka, di bantu oleh sang adik Nabari.


KArena season 1 udah Tamat.


***


HAri ini adalah minggu terakir kegiatan adiwiyata, dan hari ini adalah waktu dimana persaingan antar sekolah dimulai karena hari ini adalah penilaian tentang lomba adiwiyata antar sekolah akan dinilai. Klub Schole yang kini di pimpin oleh Syila tengah membuka tman bacaan untuk anak-anak di sekolah yang dilengkapi banyak permainan yang dibuat oleh para klub olahraga dan pemikir seperi klub shogi, klub futsal, klub catur, dan klub basket yang membuat mini games bagai di timezone. Kali ini tidak hanya klub schole saja yang membuat buku kedua tentang daur ulang, tapi klub lain juga membuat sebuah buku belajar cepat seperti dari klub fotografi yang membuaat buku tentang cara menghasilkan hasil foto yang baik. Para klub bhasa ynag mebuat cara cepat belajar bahasa, klub memasak yang membuat buku resep. Klub astronomi yang membuat buku tentang para bintang, klub sejarah yang membuat buku sejarah menjadi menyenangkan. Taman bacaan yang di dekorasdi dari tugas eco break para siswa yang juga di sebar diseluruh sekolah ditambah dengan hasil tangan klub kerajinan yang membuatnya menjadi estetik daur ulang. Apara juri tamu dari laur juga turut berkunjung untuk melihat taman baccaan ini. Kantin sehat pun menjadi ramai kembali mnembuat para pedagang senang , diabnatu oleh klub memasak dan beberpa osis.


Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan. Sekolah mereka mendapat juara pertama dan juga klub schole mendapatkan penghargaan khusus. Lalu , dilanjutkan dengan penampilan-penampilan panggung yang spektakuler dan diakhiri dengan pengumuaman festival olahrga dan sekolah. Hari iitu begitu meraiah, anmaun kemariahan itu menjadi beruabh untuk Rama pada akhirnya.


“Kak.”


“Ria, ada apa? Kamu sendirian?” Syria hanya mengangguk. “ Bisa bicara sebentar gak?” Rama sedikit bingung, namun dia mengiyakan ajkan kekasihnya itu. Mereka sampai di belakang sebuah gedung. “Kak, apa maksudnya ini?” Syria menyodorkan ponselnya, sedangkan Rama menautkan dahinya. “Apa?” Dia mengambil ponsel itu dan melihat sebuah visual , lalu dia mainkan video itu dan betapa dia sangat terkejut.


***


“Syila!”


“Dzith, elo habis lari-lari?” Syila yang keheranan. “ Elo liat Rya gak?”

__ADS_1


“Mgak. Kenapa dia?” Dzith tidak menjawab partanyaan Syila yang membuatnyam akin penasaran terlebih saat dia melihat ekspresi dzith yang seakan menahan dan menyembunyikan sesuatu. “Ada apa?!” Sentakan pertanyaan itu mengagertkan dzith. “Uhmm, elo belum beres ya?”


“Belum, tapi kalau butuh bantuan hayu aja. Ada HAru kok yang bias gantiin gue!”


“Ngak apa-apa, gue cari tuh anak sendiri aja. Bye!”


“Ok,bye!”


***


“Kak, apa maksudnya ini?” Syria menyodorkan ponselnya, sedangkan Rama menautkan dahinya. “Apa?” Dia mengambil ponsel itu dan melihat sebuah visual , lalu dia mainkan video itu dan betapa dia sangat terkejut. Video yang merekam pembicaraannya beberapa pecan lalu bersama Haru. Siapa yang merekeam ini? Siapa yang menyebarkannya? Tidak, Bukan itu! Tapi, siapa yang berada disana selain mereka saat itu? Rama terus menontonnya hingga habis. “Kak, kenapa malah diem?!” Belum selesai hamper beres, gadis itu sudah merebut kembali ponselnya. “Jadi aku ini Cuma jadi pelampiasan kaka? Atau kakak pura-pura? Atau kaya apa? Gimana? Pantes aja aku kok kaya gak percaya, kenapa bias gadis seperti aku disukai sama idol dan pangeran impian kayak kaka.. Mana mungkin, tapi dengan percaya dirinya aku malah percaya! “ Gadis itu mulai menitikan air mata, sedangkan Rama haya terdiam menatapnya lekat. “Kenapa kakak malam diam aja toh? Oiye?! Sebenarnya, aku the apa buat kakak?! Aku memang ga_ngak_ Huaa!!!” Rama seketika memeluk gadis yang didera tangis itu hingga tangisnya mereda di dalam pelukannya. Setelah tangis mereda, Syria mendorong lelaki itu hingga hamper terjengkal. “JAangan pegang-pegang aku kan bu-!” Mata Syria terbelalak ketika mendapat sentuhan mengejutkan di keningnya. Rama mengecup keninngnya secara dadakan, hingga gadis itu tersadar dan berusaha melepas namun lelaki itu menahan lengannya lalu memagang sebelah wajahnya menatapnya lekat. Sampai dia menahan sipu wajhanya dan berusaha untuk tak terlihat tergoda. “Kamu bukan apa? Bukan manusia-Akhg!!” Rama terjerit melompat kesakitan karena Syria menginjak kakinya keras. “ Kok diinjek sih saying?” Gadis itu menatapnya tajam seakan akan membunuh mangsanya. “Terus apa kalau aku bukan manusia, iya aku kayak kebo kan!”


“Bu-bukan gitu, bukan itu maksud aku!”


Syria mencebik, rupanya gadis itu sudah benar-benar salah paham. Dan, ternyata marahnya sangat menyeramkna! “Ria, saying!”


“Gausah panggil saying deh, padahal sukanya ke cewek lain! Kenapa malah yang ditembak aku?!” Ketusnya. Rama menahan senyumnya pada kecemburuan Syria. Tapi dia tidak dapat menahan celetukannya, dia mendekati gadis itu sekali lagi. “Rya.” Dengan suara berat dia memanggilnya, dengan tatapan serius dapat mengambil alih gadis itu, walau begitu Syria tetap memasang wajah muam. “Aku gak tahu siapa yang menyebarkan itu, dan aku juga ga peduli tentang itu. Tapi, yang harus kamu tahu perasaan aku terhadapnya itu hanyalah masa lalu, sekarang rasa ini hanya ada karena kamu.”


“Apa?”


“Tentang janji kami.” Syria mengerutkan dahi. “Aku berjanji pada yudha buat memihak Syila, tapi kayaknya ini kan menjadi senjata makan tuan.” Rama terkekeh. “ Maksud kakak?”


Rama menengdahkan wajahnya meluruskan pandangannya menatap Syria yang ada dihadapannya. “Mungkin kami bisa terpecah, kami semua.”


***


Disisi lain..

__ADS_1


“Re!” Syila mengunjungi kantin bersama teman-teman satu klubnya sehabis acara selesai. “Syil, selamat ya buat kalian!”


“Iya, makasih. Masih rame aja kantin!”


“ Iya, apalagi warung bu wati ini, soalnya ayam penyetnya maknyus!” Dua gadis itu terkekeh. Saat ini Syila susah terpisah dengan para anggotanya yang sudah berpencar berburu makanan di kantin itu. “Kalau gitu, gue mau kesana dulu ya pengen jjajan siomay.”


“Ok, see you!” Syila mengangguk. “Eh, Re.”


“Kenapa?”


“ Elo tadi ketemu Dzith atau Syria ga?” REnita menggeleng. “Ngak, kenapa?”


“Gak apa-apa.”


“Mungkin mereka masih sibuk sama klubnya juga, soalnya gue juga belum ketemu sama mereka!” Jawab Renita. “ Sebenarnya tadi Dzith nyamperin gue kayaknya lagi nyariin Syria, gue kira ketemu dan nanya ke elo juga.”


“Ngak tuh.”


“Yaudah gue caw dulu ya!”


“Ok!”


***


“Ada yang merekam percakapan kita?”


“Iya. Apa..”

__ADS_1


“Ngak mungkin itu gue.”


“Siapa tahu.”


__ADS_2