
"Aduh gue pengen ke toilet! " Seru Kaina. "Mau gue anter? " Tawar Syila. Mereka pun segera pamit untuk sedikit turun ke bawah dimana toilet umum berada. Namun, telah lama mereka belum kembali semua orang mulai khawatir apalagi para lelaki.
"Eh mana Mikha? " Jere yang baru menyadari ketiadaan Mikha begitupun yang lalu. "Astaga pasti dia pergi sendiri untuk mencari. Ayo kita susul mere-"
"Temen-temen! " Kaina berlari dengan ngos-ngosan. "Syi-syila dia.. "
"Dia kenapa? "
"Syila kenapa? "
"Syila.. Mikha mana? "
"Ngak tahu. Syila kenapa?! "
"Dia jatuh ke jurang dangkal, mau nolongin tapi gabisa turunnya. Kayaknya dia terlu-"
Brukk!
"Kaina! " Gadis itu jatuh pingsan.
***
"Syila! Syila! " Dia mendengar suara yang dia kenali. "Mikha, gue disini! " Teriak Syila.
Mikha mencari asal saura itu menghunakan senter ponselnya dan dia melihat Syila yang merangkak menggusur kakinya dari bawah. "Syila! " Dengan sigap Mikha turun dan membantu Syila. Dia menggendong Syila di punggungnya. "Hati-hati. " Cicit gadis yang bertengger dipunggung Mikha. "Iya. "
Krek!
Suara ranting yang terinjak diantara rerumputan basah yang hampir tertelan lumpur yang muncul karena hujan membuat keseimbangannya. Yang akhirnya membuat mereka jatuh terguling.
"Argh!" Teriaka Mikha sambil menahan tubuh Syila yang dia sempat pindahkan ke depannya. "Mikha?! " Syila berusaha terbangun dari atas tubuh Mikha dengan satu kaki yang sakit. "Elo gapapa?! Aw! "
"Kaki elo masih sakit? "
"Ditanya malah nanya balik sih!" Protesan gadia itu membuat dia tekekeh sambil menahann nyeri.
Syila sudah berada disisi Mikha membanyunya untuk bangun. Syila melihat kepala dan bagian tubuh belakang Mikha lalu menepuk nepuknya untuk membersihkan. "Untung ga luka. " Dengan bernafas lega Syila masih membersihkan tubuh bekakang Mikha tanpa ia sadari kalau lelaki itu sedang menatapnya lekat.
"Sakit g-"
"Argh! Kok malah digeplak?! "
__ADS_1
"Siapa yang geplak? Cuma dipegang! "
"Ya, jangan diteken! "
"Iya sorry, sorry! Tapo, beneran sakit? "
"Ya sakitlah, cantik! Sakit banget malahan! "
Syila memutar bola matanya, lalu mendorong sedikit dada Mikha hingga dia sedikit terkebas ke belakang. "Dasar kesempatan dalam kesmpitan!" Mikha menautkan kedua alisnya. "Ha? "
"Hujan?" Syila diikuti Mikha menengadah memandang langit gelap. "Hujan. " Mereka saling menatap, lalu dengan cepat dan saling membantu sembari tergopoh-gopoh mereka bangun dan berjalan dengan rasa nyeri dihampir seluruh tubuh mereka untuk mencari tempat berteduh jauh kedalam hutan karena tidak memungkinkan untuk kembali dan berjalan menanjak ke atas dengan keadaan mereka. Mereka pun berjalan menyusuri pepohonan itu dan menemukan satu saung diantara kebun teh yang berdampingan dengan hutan pinus. "Disotu aja yuk! " Mereka pun berteduh di tempat itu.
****
"Gimana? "
Si kembar dan Haris menggeleng tanda bahwa Mikha maupun Syila belum ditemukan. "Gue udaj lapor ke posko terdekat! " Ucap Haris. "Tapi hujan semakin lebat! " Sambungnya. Semua begitu khawatir termasuk Yudha yang sangat gundah dan gelisah sedari tadi.
"Mereka akan mulai mencari dan menyuruh kita menunggu." lanjut Rama.
"Baiklah. "
"Kalian belum nolongin Syila? "
"Dia ga ada ditempat yang elo maksud dimanapun disekitar sini. " Sambung Yudha. "Mikha juga menghilang dan hujan sangat lebat! "
"Eh? Tapi.. "
"Kaina, kenapa Syila bisa jatuh? "
Gadis itu mengigit bibir bawahnya. "Saat itu, Sepulang kita dari toilet, kami terkesima sama pemandangan bagus terus foto-foto dulu dan tiba-tiba jalanan licin dan Kaina tiba-tiba pusing, Kaina hampir jatuh tapi ditolong Syila dan malah dia yang terperosok ke bawah sedangkan kaina kepeleset, makanya baju kotor. "
David dan Yudha menelisik gadis itu. Namun memang bajunya kotor dibagian kanan. lBegotu ya. " Ucap David.
"Jadi gimana? "
"Mereka masih dicari. "
Sementara itu diluar. "Karena hujan lebat dan kabut semakin menebal ditambah hari semakin malam, maka kami memutuskan akan mencari besok subuh semoga mereka bsik-baik saja. "
"Ada apa? " David keluar dari tenda. Mereka pun menjelaskan keadaan sesungguhnya. "apa memang setidak bisa itu? "
__ADS_1
"Ya. "
Semua membuang nafas gusar, sepeninggal para petugas yg katanya juga akan berkemah disekitar area Syila terjatuh dan menghilang. Siapapun disana tidak bisa tidur karena khawatir.
Di saung itu Syila mulai mengigil, lalu Mikha mencekram lembur kedua tangan Syioa membungkus dengan satu tangannya dan satunya lagi menarik gadis itu ke dalam dekapannya.
Malam berganti pagi, hujan rintik masih menggguyuri bumi, namun karwnar matahari juga muncul maka kabut tidak begitu menghalau dikarenakan bantuan sinar mentari. Pencarian dilakukan, mereka menulusuti dan menyelisik semua tempat dan area itu. Hingga Syila dan Mikha dtemukan disebuah saung masih tertidur saling memeluk dengan posisi duduk lengkap dengan baju mereka yang kotor dan mengering dari basah.
"punteun. permisi. " Sapaan itu membangunkan mereka sehingga keduanya tersadar dan saling melepas. "I-iya? "
"Dengan teh Syila dan Kak Mikha, ya? " Tanya salah satu petugas, mereka mengiyakan. Mereka pun dibantu petugas kembali ke tenda bertemu teman-temannya. "Syila! Mikha! "
"Sebaiknya teman kalian dibawa ke posko kesehatan dulu karena sepertinya mereka terluka. " Terlihat dari mereka yang digotong menggukan tandu darurat. "Dan, tolong sebaiknya bawa barang mereka supaya mereka bisa berganti pakaian. "
Mereka pun menuruti, beberapa dari mereka membawakan barang ke posko kesehatan dan sisanya berada ditempat untuk membereskan semua karwna setelah kejadian ini mereka berencana akan pulang. Semalam David sudah menghubungi jemputan mereka.
"Kaina, elo juga sebaiknya ke posko kesehatan setelah ganti baju biar diperiksa takutnya ada luka! " Suruh Rana. Kaina pun menuruti.
"Mau gue anter?"
"Ngausah, gue sendiri aja. "
Kaina menyusul sendirian ke posko kesehatam. "Mau kemana dia?" Tanya Rama setelah melihat Kaina pergi. "mau periksa kesana! " Rana menunjuk ke arah losko. "Oh. "
Disana sudah ada Haris dan Yudha yang sedang menunggui kedua orang yang baru ditemukan itu. "Kaina? "
"Kaina juga mau periksa, tangan masih sakit. "
"Ke dalam aja. "
Setelah beberapa saat Haris pun disruh masuk disusul Yudha, disana ada kaina, Mikha dan Syila yang berada disatu ruangan yang hanya dipisahkan oleh tirai. "Bagaimana keadaan mereka, dok?"
"Mba Kaina hanya lecet lecet dan sedikit terkilir dan tidak begitu parah. Tapi, mba Syila terkilir cukup parah kakinya sudah sangat membengkak karena tidak langsung diobati juga luka lainnya di tangan dan wajah srbelah kiri. Untuk Mikha, dia mengalami memar dikepala belakang yang untungnya tidak menganggu ke tulang tengkorak, lalu memar dipunggung, memar dan luka ditangan dan kakinya. ""
"Lalu apa akan baik-baik saja? "
"Kami sudah memberi pertolongan pertama, Mba kaina akan sembuh dalam 3 haro, tapi untuk mereka berdua alangkah lebih baik kalau dibawa kerumah sakit untuk dirontsen karena ditakutkan ada luka dalam jika dilihat dari cara mereka terjatuh. "
"Baiklah, terimakasih. "
tak bersrlang lama setelah jemputan datang, mereka segera membawa Mikha dan Syila ke rumah sakit dan telah menghubungi keluarga mereka.
__ADS_1