Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
61. ayah kandung


__ADS_3

"Dokter! Dokter! " Panggil seorang perawat dirumah sakit itu. Masuk satu orang dokter bersama dengan asisten dan juga beberapa perawat. "Tuan Alvarez, anda mendengar saya? " Satu jari terangkat beberapa detik. "Panggil keluarganya! " Setelah dokter itu menyuruh salah satu perawat, dia pun mulai memeriksa seluruh bagian tubuh pasiennya itu. Hingga memanggil kembali beberpa dokter dari berbagai divisi untuk bekerjasama untuk memeriksa.


Setelah dua jam, para keluarga pun berhamburan datang. Ingin cepat membuktikan kebenaran itu.


Dua jam sebeluknya..


Satu persatu orang telah berpulang meninggalkan pelataran itu dan menyisakkan beberapa orang saja. "Ayo kita pulang! " Bisik lembut Selena mengajak Syila untuk pergi bersamanya. Selena menggandeng Syila, sedangkan Maria digandeng sang adik yang sama tua dengannya itu. Pria yang para gadis dan sosok yang telah pergi yang mereka sebut kakek. Dan satu lagi yang berada dibelakang mereka bersama seorang wanita muda yang menemaninya. Mereka meninggalkan tempat selamanya Alvin itu. Ditengah perjalanan keluar dari pemakaman itu, langkah Maher terhenti. Dia mengangkay panggilan dari ponselnya. Dia berbicara dalam bahasa prancis, lalu mengakhirinya. Kakek itu menoleh ke belakang dan melirik ke arah kakaknya. " Dia sudah bangun. " Maria dan satu wanita lagi terkesiap antara tak oercaya dan haru bahagia begitu juga Selena, kecuali Syila yang memang tidak mengerti maksud mereka.


"Syila. " Panggil Maria. "Iya? "


"Daren, sudah bangun dari komanya. " Dua netra gadia itu berbinar dan membesar. "Ini sebuah keajaiban setelah 10 tahun!" Sambung Maher.


Wanita dibelakang mereka jatuh bersimpuh ke tanah dengan tangis bahagianya. Setelah semua menjadi lebih tenang mereka pun berjalan kembali ke temoat dimana mobil mereka terparkir. "Selena, Syila, bagaimana kalau kalian ikut dengan Pak Bean ke rumah saja. Syila kamubelum beristirahat setelah datang kemari. "


"Taoi.. "


lBiarkan kami saja yang ke rumah Sakit. "


Syila menurut begitu pun Selena. "Grandoa serahkan syula padamu. "


"Iya, grandoa! "


Mobil mereka terbagi dua. Satu mobil yang dinaiki Maria, Maher dan dua orang wanita menuju kesebuah bangunan yang disebut rumah sakit. Dan satu lagi yang diisi oleh dua gadis seumuran itu menuju rumah Maher.


Sesampainya dirumah, Syila langsung memasuki kamarnya. "Kalau gitu aku tinggal, kalau buruh sesuatu pencet bel saja. " Aku mengannguk. Setelah Selena kekuar dari kamar yang aku tempati aku pun menjatuhkan diri ke kasur dan mencari ponselku. Aku melihat banyak pesan dari teman-teman dan juga kekuargaku. nampaknya kak Liam sudah dihubungi oleh nenek, keluargaku sudah tahu perihal kepergian Alvin. Aku pun sekalian membalas chat teman-temanku. "Kenapa gak ada balesan? "


Aku mengabari Renita, Syria, dan Dzith juga tentang kabar kepergian Alvin. Mereka semua langsung melakukan panggilan grup kepadaku, namun aku tidak membalas dan menggantikannya dengan pesan tertulis.


maaf, guys. Aku.. tapi itu benar. Kedatanganku terlambat!


Aku kembali menangis dibalik bantal hingga tak sengaja aku menemukan sebuah benda pipih kotak yang berukuran cukup besar. Aku menyeka air mataku dan mengambil pad itu. Saat aku sentuh layarnya dan dia kangsung menyala. Ada sebuah video dan ada hal yamg aku kenal disitu. Aku memainkan video itu.


Hai sayang..


Jangan nangis! jelek! Hehe. Aku sekarang sudah baik-baik saja, liat kan ganteng gini ga sih? haha!

__ADS_1


Sayang..


Gimana, aku botak gini masih ganteng ya ngak? Iya dong!


Sayang..


Bentar lagi ujian kan? Semangat!


Sayang..


Aku kangen kamu, aku ingin banget melihat kamu walau untuk terakhir kali secara langsung, namun aku tau gabisa memaksa kamu yang jauh. Aku harap kamu gapernah nyalahin dirimu disaat ketiadaanku. Kekeke, pasti kalau kamu ada disini kamu bakalan ngambek. Jangan bilang yang iyaiua! eh nhakngak.Hahaha!


Sayang, jangan menyalhkan diri kamu ya. aku tau kami kuat karena bukan aku yang mekihat kamu pergi karena aku tau aku gakkan bisa, tapinkamu pasti bisa mengatasinya. Aku sangat menyangi kamu adik kesayanganku, Syilaku.


Berakhirnya video itu memicu tangis yang pecah daei pemeluknya. "Huaaaa! Huaaaa! Gue juga ga bisa, vin! Huaaa! " Sesorang dibalik pintu itu tak jadi mengetuk dan hanya mematung menundukkan wajahnhya.


***


Sudah tiga hari berlalu.


"abelum boleh banyak yang menjenguknya. Tunggulah, seminghu lagi dia akan pulang dan dirawat dirumah dia akan rawat jalan saja. " jawab Maria.


"Seminggu? "


"Kenapq? kan liburanmu dua minggu, lagipula rapotmu sudah diambil oleh orangtuamu kan?"


"Iya sih. "


"Kakek, dengar kamu dapat juara dua? " Syila mengangguk. "Tapi bukan juara satu. " Dia melirik sepupunya yang duduk bersebalahan dengannya yang mendapat juara saty di sekolahnya.


"Kamu iri kan sama aku? " Selena mengebaskan rambut panjangnya. Syila memutar bola matanya. Membuat pasangan manula itu terkekeh.


"Sudah, sudah, sekarang kita akan merayakan juara-juara kalian! " Kata Maher. "Mau satu atau dua sama saja. "


"Ishh, grandpa! Itu jelas berbeda! Iyakan, Syila? " Goda Selena. "Hmm. iyain aja deh biar cepet. "

__ADS_1


"Ish! "


"Hahahwhwh"


Seminggu pun berlalu.


Ini adalah hari kepulangan Daren Dean Alvarez. Maria menjemputnya bersama Maher. "mereka datang! " Seru Selena. Mereka berada ditempat bersiap-siap.


"Selamat datang kerumah paman, papa! " Pria yang duduk dikursi roda yang didorong Maria itu melebarkan matanya. "Menatap seorang gadis yang sudah tumbuh dewasa. " Tangannya segera ingin menggapai gadia itu. "Syi-la. "


Selena menyenggol Syila menyuruhnya untuk kesisi sana. "Ayo masuk! " Maria menggiring kursi roda itu masuk. Mereka telah berhadapan. Dean memhgapai tangan Syila, lalu menangis. Gadis itu pun langsung memeluk sang ayah kandungnya. Dua minggu tak terasa setelah Syila terus bersama sang ayah , dia menceritakannya kisah hidupnya karena ayahnya ingin tahu.


"Kamu akan datangi papa lagikan? Kenapa tidak pindah sini saja? "


"Lalu, aku dengan siaoa? Siapa yang akan mengurus bisnis kita di indonesia? Anak manja! "


"Mama. "


"papw, kalau libur sekolah Syila akan malak nenek buat datang kesini." Dean terkekeh. "Hehe, baiklah. jaga dirimu baik-baik."


"Papa juga. "


"Syila."


"Ya? "


"Kami tunggu kedatangan kamu. " Syila mengangguk. "Boleh saya peluk kamu? "


"Boleh. " Wanita itu pun memeluk Syila sambil terisak. Gados itu mengusap punggungnya yang bergetar. "Terimakasih. "


***


Liburan berkahir. Acara masuk sekolah telah datang. Walau malas karena keenakan libur, mereka para murid terpaksa masuk dan akhirnya terbiasa. David dan teman-temannya sudah tahu akan kabar tentang Alvin. Namun, mereka jarang terlihat karena mungkin saja masih sibuk. Akhirnya aku sudah menjadi kelas sebelas. Dan kelas dua belas sudah lulus yang berarti David, jeremy, Haris dan teman sebaya mereka telah selesai dengan sekolaj ini.


Beberapa hari yang lalu kami telah membuat acara perpisahan untuk mereka.

__ADS_1


...-Season 1 Tamat-...


__ADS_2